Memberikan sedekah kepada orang miskin sering dianggap sebagai tindakan altruistik dalam banyak budaya dan agama.

Altruisme adalah perhatian terhadap kesejahteraan orang lain tanpa memperhatikan diri sendiri. Perilaku ini merupakan kebajikan yang ada dalam banyak budaya dan dianggap penting oleh beberapa agama. Gagasan ini sering digambarkan sebagai aturan emas etika. Beberapa aliran filsafat, seperti Objektivisme berpendapat bahwa altruisme adalah suatu keburukan. Altruisme adalah lawan dari sifat egois yang mementingkan diri sendiri. Lawan dari altruisme adalah egoisme.

Altruisme dapat dibedakan dengan perasaan loyalitas dan kewajiban. Altruisme memusatkan perhatian pada motivasi untuk membantu orang lain dan keinginan untuk melakukan kebaikan tanpa memperhatikan ganjaran, sementara kewajiban memusatkan perhatian pada tuntutan moral dari individu tertentu (seperti Tuhan, raja), organisasi khusus (seperti pemerintah), atau konsep abstrak (seperti patriotisme, dsb). Beberapa orang dapat merasakan altruisme sebagai kewajiban, sementara yang lainnya tidak. Altruisme murni memberi tanpa memperhatikan ganjaran atau keuntungan.

Konsep ini telah ada sejak lama dalam sejarah pemikiran filsafat dan etika, dan akhir-akhir ini menjadi topik dalam psikologi (terutama psikologi evolusioner), sosiologi, biologi, dan etologi. Gagasan altruisme dari satu bidang dapat memberikan dampak bagi bidang lain, tetapi metode dan pusat perhatian dari bidang-bidang ini menghasilkan perspektif-perspektif berbeda terhadap altruisme. Berbagai penelitian terhadap altruisme tercetus terutama saat pembunuhan Kitty Genovese tahun 1964,[1] yang ditikam selama setengah jam, dengan beberapa saksi pasif yang menahan diri tidak menolongnya.

Istilah "altruisme" juga dapat merujuk pada suatu doktrin etis yang mengklaim bahwa individu-individu secara moral berkewajiban untuk dimanfaatkan bagi orang lain.

Gagasan altruisme

sunting

Konsep ini memiliki sejarah panjang dalam filosofis dan etika berpikir. Istilah ini awalnya diciptakan oleh pendiri sosiologi dan filsuf ilmu pengetahuan, Auguste Comte, dan telah menjadi topik utama bagi psikolog (terutama peneliti psikologi evolusioner), biologi evolusioner, dan etolog. Sementara ide-ide tentang altruisme dari satu bidang dapat memberikan dampak pada bidang lain, metode yang berbeda dan fokus bidang-bidang ini menghasilkan perspektif yang berbeda pada altruisme.

Referensi

sunting
  1. ^ Vinciane Despret, Naissance d'une théorie éthologique - la danse du cratérope écaillé, Les Empêcheurs de penser en rond, 1996, p.38 (Prancis)

Lihat juga

sunting

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Altruisme timbal balik

Dalam biologi evolusi, altruisme timbal balik adalah perilaku organisme yang pada kurun waktu tertentu mengurangi kebugarannya selagi meningkatkan kebugaran

Altruisme kompetitif

Altruisme kompetitif ialah mekanisme yang memungkinkan perilaku kerja sama tanpa syarat. Dalam teori altruisme timbal-balik, donor kemudian akan mendapatkan

Altruisme efektif

Altruisme efektif adalah suatu pandangan sekaligus gerakan yang menitikberatkan penggunaan penalaran dan bukti (data) ketika menentukan cara paling efektif

Peter Singer

semua makhluk hidup. Ide-ide Singer telah berkontribusi pada munculnya altruisme efektif. Dia berpendapat bahwa orang-orang harus berusaha tidak hanya

Persahabatan

sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, sering kali hingga pada altruisme. selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka

Cinta

yang sering ada dalam cinta antarpribadi: Afeksi: menghargai orang lain. Altruisme: perhatian non-egois kepada orang lain (yang tidak dimiliki oleh banyak

Nafsi

Nafsi adalah hal yang mirip dengan egosentrisme serta lawan kata dari altruisme atau nirnafsi (menurut C. S. Lewis). "Nafsi" adalah serapan dari bahasa

Komunitas rasionalis

forum-forum daring, tumpang tindih secara signifikan dengan filosofi moral altruisme efektif (EA) dan para peneliti di bidang keselamatan kecerdasan buatan