Tabrakan kereta api Petarukan 2010
Perincian
TanggalOktober 2, 2010; 15 tahun lalu (2010-10-02)
Waktu02.45 WIB
LetakPetarukan, Pemalang
NegaraIndonesia
JalurTegal–Bojonegoro
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Jenis kecelakaanSerudukan
PenyebabKA 4 melanggar sinyal masuk J710 Stasiun Petarukan yang beraspek merah.
Statistik
Kereta api
Meninggal dunia35[1]
Luka-luka29 orang luka berat
5 orang luka ringan

Tabrakan kereta api Petarukan 2010 adalah peristiwa kecelakaan yang melibatkan kereta api Argo Bromo Anggrek dengan relasi GambirSurabaya Pasarturi yang menabrak kereta api Senja Utama Semarang dengan relasi Pasar SenenSemarang Tawang pada 2 Oktober 2010. Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada pukul 02:48 WIB di Petarukan, Pemalang[2] serta menjadi kecelakaan kereta api yang terburuk sejak 2001.

Kecelakaan

sunting

Kecelakaan ini terjadi ketika kereta api Senja Utama sedang berhenti sekitar 100 meter di jalur 3 sebelah barat Stasiun Petarukan, Pemalang, seharusnya kereta api Argo Bromo Anggrek melewati jalur 2 untuk menyalip kereta api Senja Utama, tetapi kereta api Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah yang sama menabrak bagian belakang kereta api Senja Utama.

Evakuasi

sunting

Proses evakuasi dipusatkan pada tiga gerbong terguling dan dua gerbong lainnya hancur dari kereta api Senja Utama, petugas evakuasi mengutamakan untuk menemukan korban yang masih hidup maupun mengevakuasi korban yang telah meninggal dunia. Korban luka dan meninggal di evakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M Ashari, Pemalang dan RSU Santa Maria. Anehnya, lokomotif CC203 dengan nomor urut 40 (sekarang CC 203 02 03) yang menarik KA Argo Bromo Anggrek tidak mengalami kerusakan parah dan hanya mengalami kerusakan pada lampunya yang pecah dan catnya yang mengelupas, sedangkan lokomotif KA Senja Utama Semarang (CC 201 140/CC 201 04 03) nasib nya berbeda, lokomotif ini tetap utuh.[3][4][5]

Penyebab

sunting

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melaksanakan penyelidikan kecelakaan kereta api di Pemalang dalam waktu hingga 3 bulan.[2] Laporan akhir KNKT adalah REPORT KNKT-10-10-08-02-A.

Dalam Laporan akhir KNKT, disimpulkan bahwa KA 4 melanggar sinyal masuk J710 Stasiun Petarukan dari arah Stasiun Pemalang yang beraspek merah, sehingga menyeruduk KA 116. Padatnya jadwal dinasan serta jauhnya jarak tempat tinggal masinis dari dipo menyebabkan kelelahan sebelum dan saat bekerja. Selain itu, komunikasi antara PK dan masinis pada jam rawan mengantuk belum terjaga dengan baik, ditambah kurang informatifnya pemberitahuan terkait perubahan persilangan dan penyusulan. Faktor lain yang turut meningkatkan risiko kecelakaan adalah belum tersedianya perangkat pengamanan perjalanan kereta api untuk mencegah pelanggaran sinyal, serta terbatasnya layanan kesehatan dipo yang hanya beroperasi hingga pukul 20.00 sehingga kondisi kesehatan masinis pada dinasan malam tidak terpantau optimal.

Tanggapan

sunting

PT Kereta Api Indonesia bekerja sama dengan Jasa Raharja dan Asuransi Jasa Indonesia memberikan bantuan pengobatan dan santunan kepada para korban luka dan meninggal dunia.[6]

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan perintah kepada keempat Kementerian, yaitu Kesejahteraan Rakyat, Badan Usaha Milik Negara, Perhubungan, dan Kesehatan untuk menangani tabrakan kereta api di Pemalang.[7]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ David Batty (2 October 2010). "Indonesian train crash kills dozens". Guardian. Diakses tanggal 2 October 2010.
  2. ^ a b KNKT Butuh Tiga Bulan Investigasi Kecelakaan Kereta Diarsipkan 2010-10-05 di Wayback Machine., diakses pada 2 Oktober 2010
  3. ^ Penyebab Kecelakaan Kereta Masih Diselidiki, diakses pada 2 Oktober 2010
  4. ^ Terhambat, Evakuasi Bangkai Kereta, diakses pada 2 Oktober 2010
  5. ^ Petugas Kesulitan Sterilkan Lokasi Kecelakaan, diakses pada 2 Oktober 2010
  6. ^ PT KA: Korban Tewas 34, Perawatan Ditanggung Diarsipkan 2010-10-05 di Wayback Machine., diakses pada 2 Oktober 2010
  7. ^ SBY Perintahkan 4 Kementerian Tangani Kecelakaan Kereta[pranala nonaktif permanen], diakses pada 2 Oktober 2010

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kereta api Argo Semeru

kereta api unggulan, Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka dan Argo Bromo Anggrek mendapat rangkaian baja nirkarat generasi terbaru buatan PT INKA, per 6

Industri Kereta Api

2016–Produksi 7 train set kereta Eksekutif New Image, produksi 7 train set kereta Ekonomi AC plus New Image, Retrofit kereta api Argo Bromo Anggrek, Produksi

Kereta Api Indonesia

dan meningkatkan kecepatan hingga 120 km/jam pada Kereta api Argo Bromo Anggrek, Kereta api Argo Wilis, Kereta api Argo Lawu, dan Kereta api Argo Dwipangga

Kereta api Gajayana

kesepuluh kereta api unggulan (Argo Lawu, Argo Dwipangga, Taksaka, Argo Bromo Anggrek, Argo Semeru, Bima, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Wilis, dan Turangga)

KRL Commuter Line

berhenti di stasiun Bekasi Timur dihantam dari belakang oleh KA 4 Argo Bromo Anggrek yang melaju menuju stasiun Gambir. Lokomotif CC206 yang menarik KA 4 menembus

Lokomotif CC206

pukul 10.30 WIB, lokomotif CC206 13 92 YK yang menarik KA 1 Argo Bromo Anggrek tujuan Stasiun Gambir terbakar setelah menabrak mobil di perlintasan tak

Kereta rel listrik seri SFC120-V

CRRC SIFANG CLI 125 1201, diakses tanggal 2025-07-27 "KRL dan KA Bromo Anggrek tabrakan di Stasiun Bekasi Timur". BBC News Indonesia. 2026-04-27. Diakses

Queensland

Queensland Art Gallery Diarsipkan 2006-10-10 di Wayback Machine. Translink - Public Transport in Queensland- Bus Train Ferry Queensland State Archives