Frekuensi sudut ω (dalam satuan radian per detika), lebih besar daripada ν (dalam satuan siklus per detik, disebut juga Hz), 2π kali lipat. Gambar ini menggunakan simbol ν, bukannya f untuk melambangkan frekuensi.
Bola berputar mengelilingi suatu sumbu. Titik yang lebih jauh dari sumbu bergerak lebih cepat, memenuhi ω=v/r.

Dalam fisika, frekuensi sudut ω adalah besaran skalar yang mengukur kecepatan putaran. Frekuensi sudut adalah perpindahan sudut per satuan waktu (dalam rotasi) atau kecepatan perubahan fase dari suatu gelombang sinusoidal (dalam oskilasi dan gelombang), atau sebagai kecepatan perubahan argumen dari fungsi sinus. Frekuensi sudut (atau kecepatan sudut) adalah besar dari besaran vektor kecepatan sudut. Istilah vektor frekuensi sudut terkadang digunakan sebagai sinonim untuk besaran vektor kecepatan sudut.[1]

Satu putaran sama dengan 2π radian, sehingga [1][2]

dengan:

ω adalah frekuensi sudut atau kecepatan sudut (diukur dalam satuan radian per detik),
T adalah periode (diukur dalam satuan detik),
f adalah frekuensi biasa (diukur dalam satuan hertz) (terkadang dilambangkan dengan ν).

Satuan

sunting

Dalam satuan SI, frekuensi sudut biasanya diberikan dalam satuan radian per detik, termasuk ketika frekuensi sudutnya tidak berhubungan dengan suatu rotasi. Dari sudut pandang analisis dimensi, satuan Hertz (Hz) juga bisa digunakan, tetapi dalam praktiknya Hertz hanya digunakan untuk frekuensi bisa f, dan hampir tidak pernah digunakan untuk ω. Kebiasaan ini digunakan untuk membantu menghindari kebingungan[3] yang bisa terjadi ketika mengerjakan masalah yang melibatkan frekuensi atau konstanta Planck karena satuan untuk sudut (putaran atau radian) tidak dituliskan dalam SI.[4][5][6][7][8]

Contoh

sunting

Gerak melingkar

sunting

Pada benda yang mengalami gerak melingkar, terdapat suatu hubungan antara jari-jari atau jarak dari pusat (), kelajuan tangensial (), dan frekuensi sudut (). Dalam satu periode (), sebuah benda yang bergerak melingkar mengalami pergerakan sejauh . Jarak ini sama dengan keliling dari jalur pergerakan melingkar benda tersebut, . Dengan menyamakan kedua persamaan ini, maka akan didapatkan rumus frekuensi sudut:

Osilasi pegas

sunting

Benda yang dikaitkan pada pegas dapat mengalami osilasi. Apabila pegas tersebut diasumsikan ideal, tidak bermassa, dan tidak mengalami peredaman, maka pergerakan pegas merupakan gerakan harmonis dengan frekuensi sudut:[9]

dengan

k adalah konstanta pegas, dan
m adalah massa objek.

ω dinyatakan sebagai frekuensi natural (terkadang juga disimbolkan ω0).

Ketika suatu benda mengalami osilasi, akselerasinya dapat dihitung menggunakan rumus

dengan x adalah perpindahan dari posisi setimbang. Rumus ini juga dapat dinyatakan sebagai:

Rangkaian LC

sunting

Frekuensi sudut resonansi dari suatu rangkaian LC sama dengan akar dari invers kapasitansi (C dalam satuan farad) dan induktansi rangkaian (L, dengan satuan henry):[10]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Cummings, Karen; Halliday, David (2007). Understanding physics. New Delhi: John Wiley & Sons Inc., authorized reprint to Wiley – India. hlm. 449, 484, 485, 487. ISBN 978-81-265-0882-2.(UP1)
  2. ^ Holzner, Steven (2006). Physics for Dummies. Hoboken, New Jersey: Wiley Publishing Inc. hlm. 201. ISBN 978-0-7645-5433-9. angular frequency.
  3. ^ Lerner, Lawrence S. (1996-01-01). Physics for scientists and engineers. hlm. 145. ISBN 978-0-86720-479-7.
  4. ^ Mohr, J. C.; Phillips, W. D. (2015). "Dimensionless Units in the SI". Metrologia. 52 (1): 40–47. arXiv:1409.2794. Bibcode:2015Metro..52...40M. doi:10.1088/0026-1394/52/1/40.
  5. ^ Mills, I. M. (2016). "On the units radian and cycle for the quantity plane angle". Metrologia. 53 (3): 991–997. Bibcode:2016Metro..53..991M. doi:10.1088/0026-1394/53/3/991.
  6. ^ "SI units need reform to avoid confusion". Editorial. Nature. 548 (7666): 135. 7 August 2011. doi:10.1038/548135b. PMID 28796224.
  7. ^ P. R. Bunker; I. M. Mills; Per Jensen (2019). "The Planck constant and its units". J Quant Spectrosc Radiat Transfer. 237: 106594. doi:10.1016/j.jqsrt.2019.106594.
  8. ^ P. R. Bunker; Per Jensen (2020). "The Planck constant of action A". J Quant Spectrosc Radiat Transfer. 243: 106835. doi:10.1016/j.jqsrt.2020.106835.
  9. ^ Serway, Raymond A.; Jewett, John W. (2006). Principles of physics (Edisi 4th). Belmont, CA: Brooks / Cole – Thomson Learning. hlm. 375, 376, 385, 397. ISBN 978-0-534-46479-0.
  10. ^ Nahvi, Mahmood; Edminister, Joseph (2003). Schaum's outline of theory and problems of electric circuits. McGraw-Hill Companies (McGraw-Hill Professional). hlm. 214, 216. ISBN 0-07-139307-2. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-25. Diakses tanggal 2021-01-25. (LC1)

Bacaan terkait:

  • Olenick, Richard P.; Apostol, Tom M.; Goodstein, David L. (2007). The Mechanical Universe. New York City: Cambridge University Press. hlm. 383–385, 391–395. ISBN 978-0-521-71592-8. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-25. Diakses tanggal 2020-07-19.

Pranala luar

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Panjang gelombang

Planck yang berkurang (simbol ħ, h-bar) dan frekuensi angular (simbol ω) atau bilangan gelombang angular (simbol k). amplitudo fungsi periodik Hecht, Eugene

Radar SCR-268

10.000 kaki dalam cuaca buruk dan 20.000 kaki dalam cuaca baik, akurasi angular hingga 1⁰ dalam azimut dan elevasi, serta memiliki keakuratan sebesar 1

Media transmisi

Satelit yang mengorbit pada ketinggian 36.000 km di atas bumi memiliki angular orbital velocity yang sama dengan orbital velocity bumi. Hal ini menyebabkan

Kemiripan kosinus

numerik: authors list (link) "COSINE DISTANCE, COSINE SIMILARITY, ANGULAR COSINE DISTANCE, ANGULAR COSINE SIMILARITY". www.itl.nist.gov. Diakses tanggal 2020-07-11

George Smoot

Department of Energy, (Oct. 1978). Gorenstein, M. V.& G. F. Smoot. "Large-Angular-Scale Anisotropy in the Cosmic Background Radiation", Lawrence Berkeley

Transformasi Laplace

masukan dan keluaran yang sama dipandang sebagai fungsi dari frekuensi angular kompleks, atau radian per satuan waktu. Transformasi ini tidak hanya menyediakan

Tyrannosaurus

lengkap dari tengkorak, dentari kiri, splenial kanan, preartikular kanan, angular kanan dan artikular kanan dari rahang bawah, gigi terisolasi, dan chevron

Radar Würzburg

kesalahan deteksi yang lebih rendah dari versi sebelumnya dan memiliki akurasi angular antara 2-3 derajat. Salah satu contoh radar dengan mekanisme serupa adalah