📑 Table of Contents
Diagram dari anode seng pada sel galvanik.

Anoda adalah elektrode, bisa berupa logam maupun penghantar listrik lain, pada sel elektrokimia yang terpolarisasi jika arus listrik mengalir ke dalamnya. Arus listrik (bermuatan positif) mengalir berlawanan dengan arah pergerakan elektron.[1] Pada proses elektrokimia, baik sel galvanik (baterai) maupun sel elektrolisis, anode mengalami oksidasi.[2]

Perlu diperhatikan bahwa tidak selalu anion (ion yang bermuatan negatif) bergerak menuju anode, ataupun tidak selalu kation (ion bermuatan positif) akan bergerak menjauhi anode. Pergerakan anion maupun kation menuju atau menjauh dari anode tergantung dari jenis sel elektrokimianya.

  • Pada sel galvanik atau pembangkit listrik (baterai), anode adalah kutub negatif. Elektrode akan melepaskan elektron menuju ke sirkuit dan karenanya arus listrik mengalir ke dalam elektrode ini dan menjadikannya anode dan berkutub negatif. Dalam sel galvanik, reaksi oksidasi terjadi secara spontan. Karena terus menerus melepaskan elektron anode cenderung menjadi bermuatan positif dan menarik anion dari larutan (elektrolit) serta menjauhkan kation. Dalam contoh gambar diagram anode seng (Zn) di kanan, anion adalah SO4โˆ’2, kation adalah Zn2+ dan ZnSO4 elektrolit.
  • Pada sel elektrolisis, anode adalah elektrode positif. Arus listrik dari kutub positif sumber tegangan listrik luar (GGL) dialirkan ke elektrode sehingga memaksa elektrode tereduksi dan melepaskan elektron.

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Ph. D., Biomedical Sciences; B. A., Physics and Mathematics; Facebook, Facebook; Twitter, Twitter. "Anode vs. Cathode: What's the Difference?". ThoughtCo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-30.
  2. ^ "Cathode And Anode - Definition, Examples and Key Differences". BYJUS (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2020-10-30.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sinar anode

Sinar anode atau sinar kanal adalah eksperimen yang dilakukan oleh ilmuwan Jerman, Eugen Goldstein pada tahun 1886. Goldstein menggunakan tabung yang

Korosi

besi itu berlaku sebagai anode, di mana besi mengalami oksidasi. Fe(s) <--> Fe2+(aq) + 2e Elektron yang dibebaskan di anode mengalir ke bagian lain dari

Elektroda

elektrode dapat berperan sebagai anode ketika proses oksidasi maupun katode ketika proses redoks. Peran elektrode sebagai anode dan katode ditentukan oleh nilai

Ion

lain, melewatkan arus searah melalui larutan penghantar yang melarutkan anode melalui ionisasi. Kata ion berasal dari bahasa Yunani: แผฐฯŒฮฝcode: el is deprecated

Aluminium

antara 850-950ย ยฐC. Anode dan katodenya terbuat dari grafit. Reaksi yang terjadi sebagai berikut: AlยฒOยณ (l) 2Alยณ+ (l) + 3O2- (l) Anode (+): 3Oยฒ- (l) 3/2

Elektrolisis

sumber arus listrik luar disebut anode. Katode adalah tempat terjadinya reaksi reduksi yang elektrodenya negatif (-) dan anode adalah tempat terjadinya reaksi

Eugen Goldstein

adalah seorang fisikawan berkebangsaan Jerman. Ia adalah penemu dari sinar anode, dan juga disebut sebagai penemu proton. Goldstein lahir pada tahun 1850

Magnesium

distabilkan Yttria (Yttria-stabilized zirconia, YSZ). Anodenya adalah logam cair. Pada YSZ/anode logam cair O2โˆ’ teroksidasi. Lapisan grafit berbatasan