📑 Table of Contents
Anus
Anus seekor anjing
Pembentukan anus pada proto- dan deuterostoma
Rincian
PendahuluProktodeum
SistemPencernaan
ArteriArteri rektal inferior
VenaVena rektal inferior
SarafSaraf rektal inferior
LimfaKelenjar getah bening inguinal superfisial
Pengidentifikasi
Bahasa Latinanus
TA98A05.7.05.013
TA23022
Daftar istilah anatomi

Pada mamalia, invertebrata, dan sebagian besar ikan,[1][2] anus (dari Latin, 'cincin' atau 'lingkaran') adalah lubang tubuh eksternal pada ujung keluar saluran pencernaan (usus), yaitu ujung yang berlawanan dengan mulut. Fungsinya adalah untuk memfasilitasi pengeluaran limbah yang tersisa setelah pencernaan.

Isi usus yang melewati anus meliputi flatus yang berbentuk gas dan tinja semi-padat, yang (bergantung pada jenis hewannya) mencakup: materi yang tidak dapat dicerna seperti tulang, pelet rambut, biji endozookorus, dan batu pencernaan;[3] sisa materi makanan setelah nutrisi yang dapat dicerna diserap, misalnya selulosa atau lignin; materi tertelan yang akan menjadi racun jika tetap berada di saluran pencernaan; metabolit yang diekskresikan seperti empedu yang mengandung bilirubin; serta epitel mukosa yang mati atau kelebihan bakteri usus dan endosimbion lainnya. Jalannya tinja melalui anus biasanya dikendalikan oleh otot sfingter, dan kegagalan dalam menahan keluarnya kotoran yang tidak diinginkan mengakibatkan inkontinensia tinja.

Amfibi, reptil, dan burung menggunakan lubang serupa (yang dikenal sebagai kloaka) untuk mengeluarkan limbah cair dan padat, untuk kopulasi, dan bertelur. Mamalia monotremata juga memiliki kloaka, yang dianggap sebagai ciri yang diwarisi dari amniota purba. Marsupialia memiliki satu lubang untuk mengeluarkan zat padat dan cair serta, pada betina, vagina terpisah untuk reproduksi. Mamalia plasental betina memiliki lubang yang sepenuhnya terpisah untuk defekasi, buang air kecil, dan reproduksi; pejantan memiliki satu lubang untuk defekasi dan lubang lainnya untuk buang air kecil sekaligus reproduksi, meskipun saluran yang menuju ke lubang tersebut hampir sepenuhnya terpisah.

Perkembangan anus merupakan tahap penting dalam evolusi hewan multiseluler. Hal ini tampaknya terjadi setidaknya dua kali, mengikuti jalur yang berbeda pada protostoma dan deuterostoma. Hal ini menyertai atau memfasilitasi perkembangan evolusioner penting lainnya: rencana tubuh bilaterian, selom, dan metamerisme, di mana tubuh dibangun dari "modul" berulang yang nantinya dapat terspesialisasi, seperti kepala pada sebagian besar artropoda, yang terdiri dari segmen-segmen khusus yang menyatu.

Pada ubur-ubur sisir, terdapat spesies dengan satu dan terkadang dua anus permanen, sementara spesies seperti ubur-ubur sisir kutil menumbuhkan anus yang kemudian menghilang ketika tidak lagi dibutuhkan.[4]

Perkembangan

sunting

Pada hewan yang setidaknya sekompleks cacing tanah, embrio membentuk lekukan di satu sisi, yaitu blastoporus, yang mendalam menjadi arkenteron, fase pertama dalam pertumbuhan saluran pencernaan. Pada deuterostoma, lekukan asli menjadi anus sementara saluran pencernaan akhirnya menembus untuk membuat lubang lain yang membentuk mulut. Protostoma dinamakan demikian karena awalnya diperkirakan bahwa dalam embrio mereka, lekukan tersebut membentuk mulut terlebih dahulu (protoโ€“ yang berarti "pertama") dan anus terbentuk kemudian di lubang yang dibuat oleh ujung saluran pencernaan lainnya. Penelitian dari tahun 2001 menunjukkan bahwa tepi lekukan menutup di bagian tengah pada protostoma, menyisakan lubang di ujung-ujungnya yang menjadi mulut dan anus.[5]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Helms, Doris R.; Helms, Carl W.; Kosinski, Robert J.; Cummings, John C. (1997). Biology in the Laboratory With BioBytes 3.1 CD-ROM. W. H. Freeman. hlm.ย 36-12. ISBNย 978-0-7167-3146-7.
  2. ^ Langstroth, Lovell; Libby Langstroth; Todd Newberry; Monterey Bay Aquarium (2000). A living bay: the underwater world of Monterey Bay. University of California Press. hlm.ย 244. ISBNย 978-0-520-22149-9.
  3. ^ Chin, K.; Erickson, G.M.; etย al. (1998-06-18). "A king-sized theropod coprolite". Nature. 393 (6686): 680. Bibcode:1998Natur.393..680C. doi:10.1038/31461. S2CIDย 4343329. Ringkasan di Monastersky, R. (1998-06-20). "Getting the scoop from the poop of T. rex". Science News. 153 (25). Society for Science &#38: 391. doi:10.2307/4010364. JSTORย 4010364. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-11. Diakses tanggal 2009-04-24.
  4. ^ What is a warty comb jelly? | BBC Science Focus Magazine
  5. ^ Arendt, D.; Technau, U. & Wittbrodt, J. (4 January 2001). "Evolution of the bilaterian larval foregut". Nature. 409 (6816): 81โ€“85. Bibcode:2001Natur.409...81A. doi:10.1038/35051075. PMIDย 11343117. S2CIDย 4406268.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Anus manusia

Pada manusia, anus (dari Latin ฤnus, "cincin", "lingkaran") adalah bukaan eksternal dari rektum yang terletak di dalam celah intergluteal. Dua sfingter

Kanker anus

Kanker anus adalah keganasan sel atau pertumbuhan sel secara tidak normal dan tidak terkendali yang terjadi di sekitar anus. Pengidap kanker memiliki peluang

Seks anal

masuknya penis ke dalam anus pasangan seksual. Istilah ini juga dapat mencakup tindakan seksual lainnya yang melibatkan anus, termasuk pegging, anilingus

Bahasa Anus

Halaman bahasa acak Bahasa Anus adalah suatu bahasa Melayu-Polinesia yang dituturkan oleh sekitar 70 orang di Pulau Anus lebih tepatnya di Distrik Bonggo

Tindik kelamin

merujuk kepada alat kelamin saja, tetapi meliputi area sekitar kelamin, yaitu anus, perineum, dan sekitar rambut kemaluan atau mons pubis. Tindik kelamin dapat

Film porno

istilah ass to mouth adalah tindakan mencabut penis atau benda lain dari anus dan memasukkannya ke mulut. Juga dikenal dengan singkatan A2M, ATM, atau

Ejakulasi di dalam

kamera berfokus pada sperma yang keluar dan meleleh dari lubang vagina atau anus. Dalam manga dewasa (atau game dewasa dan anime dewasa), di mana orang sungguhan

Seks oral

seks oral dilakukan pada laki-laki. Anilingus mengacu pada rangsangan oral anus seseorang. Stimulasi oral pada bagian lain dari tubuh (seperti dalam mencium