Hanafie Asnan
Kepala Staf TNI Angkatan Udara ke-13
Masa jabatan
3 Juli 1998ย โ€“ 25 April 2002
PresidenBacharuddin Jusuf Habibie
Abdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
Sebelum
Pengganti
Chappy Hakim
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir7 November 1945 (umurย 80)
Bangkalan, Jawa Timur, Indonesia
AlmamaterAKABRI (1969)
PekerjaanPurnawirawan
Karier militer
PihakIndonesia
Dinas/cabang TNI Angkatan Udara
Masaย dinas1969โ€“2002
Pangkat Marsekal TNI
NRP502551
SatuanKorps Penerbang (Tempur)
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Hanafie Asnan (lahir 7 November 1945) adalah Kepala Staf TNI Angkatan Udara Indonesia dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2002.

Karier Militer

sunting

Hanafie Asnan lulusan SMA Negeri 5 Surabaya tahun 1964 dan memulai kariernya setelah lulus dari Akademi Angkatan Udara tahun 1969. Mengawali karier sebagai militer di TNI Angkatan Udara setelah ia menyelesaikan pendidikan di Akabri Bagian Udara pada tanggal 1 Desember 1969. Sebelum dilantik menjadi Letnan Udara Dua, Hanafie beserta rekan seangkatannya dilengkapi dengan pendidikan Sekolah Para dan Komando. Lulus Sekolah Penerbang Angkatan ke-16 pada tahun 1967 yang kemudian dilanjutkan untuk mengikuti Sekolah Instruktur Penerbang (SIP) di Wing Pendidikan Terbang Pangkalan Udara Adisucipto, Yogyakarta pada tahun yang sama. Pendidikan jenjang dan pengembangan lain yang dilaluinya di antara Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (Sekkau) pada saat berpangkat kapten diikutinya tahun 1980 dan pernah mengikuti Kursus Manajemen di Dephankam pada tahun 1992.

Pendidikan yang dilalui tidak saja dilakukan di dalam negeri tetapi ada beberapa pendidikan jenjang dan pengembangan yang ditempuhnya di luar negeri di antaranya, Kursus Transisi dan Konversi beberapa jenis pesawat latih dan pesawat-pesawat tempur, Special Joint Warfare and Forward Air Control di RAAF (Royal Australia Air Force) pada tahun 1975, A-4 Convertion and Instructor Pilot Course di New Zealand (RNZAF) pada tahun 1979, Seskoau di Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF) pada tahun 1983, International Defence and Management Course (IDMC) di Montrey,Amerika Serikat pada tahun 1987 dan Royal College of Defence Studies (RCDA) di Inggris pada tahun 1993 dan Sistem Approach to Management (1995).

Kebijakan

sunting

Beberapa kebijakan dan langkah-langkah selama menjabat sebagai Kasau yang pada saat itu bangsa Indonesia tengah mengalami masa transisi perpindahan Orde Baru kepada Orde Reformasi diambilnya dengan penuh ketegasan. Memanfaatkan momentum tersebut maka beberapa langkah diambil seperti memasang foto bapak Laksamana Muda Udara Omar Dani di deretan foto para mantan Kepala Staf Angkatan Udara, yang pada masa sebelumnya tidak pernah terpasang serta mendorong dan mendukung para mantan pejabat senior TNI Angkatan Udara selaku pelaku sejarah untuk menulis buku-buku di seputar kejadian pada tanggal 30 September 1965. Kebijakan lainnya adalah memutuskan dan mengukuhkan bapak Laksamana Udara Raden Soerjadi Soerjadarma sebagai Bapak AURI, mengukuhkan kembali sebutan โ€œKarbolโ€ bagi Taruna AAU, Memindahkan makam Bapak Marsekal Muda (Anumerta) Abdulrahman Saleh dan ibu Abdulrachman Saleh dari pemakaman Kuncen II, Yogyakarta serta makam Bapak Marsekal Muda (Anumerta) Adi Sucipto dan Ibu Adisutjipto dari pemakaman Kuncen I ke lingkungan Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto, Yogyakarta pada tahun 2000. Penetapan nama-nama senior Angkatan Udara dilingkungan Pendidikan Tinggi Yasau seperti Universitas Suryadarma (Unsurya) Jakarta, Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto (STTA), Yogyakarta dan Universitas Nurtanio (Unnur), Bandung.

Penghargaan

sunting
Baris ke-1 Bintang Mahaputera Adipradana (1999)[1] Bintang Dharma (1999)[2]
Baris ke-2 Bintang Swa Bhuwana Paksa Utama Bintang Kartika Eka Paksi Utama Bintang Jalasena Utama
Baris ke-3 Bintang Bhayangkara Utama Bintang Yudha Dharma Pratama Bintang Swa Bhuwana Paksa Pratama
Baris ke-4 Bintang Yudha Dharma Nararya Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya Satyalancana Kesetiaan 24 Tahun
Baris ke-5 Satyalancana G.O.M VII Satyalancana G.O.M IX Satyalancana Seroja
Baris ke-6 Satyalancana Dwidya Sistha (Ulangan II) Pingat Panglima Gagah Angkatan Tentera (P.G.A.T.) - Malaysia Pingat Jasa Gemilang - Tentera (P.J.G.) - Singapura (2000)[3][4]

Referensi

sunting
  1. ^ Daftar WNI yang Mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera tahun 1959 s.d. 2003 (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-08-05. Diakses tanggal 3 September 2021.
  2. ^ Official iNews (2024-11-10), Jenderal Wiranto Pimpin Acara Penyematan Bintang Perwira Tinggi ABRI Tahun 1999, diakses tanggal 2024-11-11
  3. ^ Author (2000-07-08). "Pingat berprestij untuk Ketua Tunis Angkatan Udara Indon". NewspaperSG. Diakses tanggal 2024-07-10.
  4. ^ "Singapore Deputy Prime Minister and Minister for Defence Tony Tan..." Getty Images (dalam bahasa American English). 2023-07-14. Diakses tanggal 2024-07-21.

Pranala luar

sunting
Jabatan militer
Didahului oleh:
Sutria Tubagus
Kepala Staf TNI Angkatan Udara
1998โ€“2002
Diteruskanย oleh:
Chappy Hakim

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Gusti Asnan

Gusti Asnan (lahir 12 Agustus 1962) adalah seorang akademisi dan sejarawan Indonesia yang saat ini beraktivitas sebagai guru besar ilmu sejarah pada Universitas

Komune di departemen Niรจvre

58012 58310 Arquian 58013 58700 Arthel 58014 58700 Arzembouy 58015 58420 Asnan 58016 58190 Asnois 58017 58110 Aunay-en-Bazois 58018 58700 Authiou 58019

Chappy Hakim

Angkatan Udara (KSAU) periode 2002โ€“2005, menggantikan Marsekal TNI Hanafie Asnan. Chappy Hakim selanjutnya digantikan oleh Marsekal TNI Djoko Suyanto. Pada

Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia

Minang di Jakarta atau setara dengan 10% populasi. Menurut sejarawan Gusti Asnan, kekalahan PRRI juga menyebabkan adanya kecenderungan orang Minang menamakan

Pendudukan Sumatera Barat oleh Jepang

districten, dan 49 onderdistricten serta sedikitnya 430 nagari. Sejarawan Gusti Asnan mencatat, sedikit perbedaan dari pembagian unit daerah administratif oleh

Anwar Maksoem Marah Sutan

sikn.go.id/index.php/sejarah-singkat-tentang-h-anwar-maksoem-lembar-3 Asnan, Gusti (1 Jul 2007). "Memikir ulang regionalisme: Sumatera Barat tahun 1950-an"

Kepala Staf TNI Angkatan Udara

Pambudi (1993-1996) (umur 83) Sutria Tubagus (1996-1998) (umur 81) Hanafie Asnan (1998-2002) (umur 80) Chappy Hakim (2002โ€“2005) (umur 78) Djoko Suyanto (2005-2006)

Kabupaten Kerinci

di Sekitarnya dari abad XVII hingga abad XIX. Jakarta: Perpusnas Press Asnan, Gusti (2021-01-10). "Penggabungan Kerinci Ke Dalam Keresidenan Sumatra