Japonik
Jepangโ€“Ryukyu
WilayahJepang, serta dulu di Semenanjung Korea dan Pulau Jeju
Penutur
Bentuk awal
Kode bahasa
ISO 639-3โ€“
ISO 639-5jpx
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
japc
Glottologjapo1237[1]
Linguasfer45-C
IETFjpx
Lokasi penuturan
Rumpun bahasa Japonik
ย Portal Bahasa
Lย โ€ข Bย โ€ข PWย ย ย 
Sunting kotak infoย ย Lihat butir Wikidataย ย Info templat


Rumpun bahasa Japonik (juga disebut Jepang-Ryukyu) adalah sebuah rumpun bahasa utama di dunia. Bahasa Jepang yang dipertuturkan di pulau-pulau utama Jepang serta bahasa-bahasa Ryukyu yang dipertuturkan di Kepulauan Ryukyu merupakan bagian dari rumpun bahasa ini. Istilah "bahasa-bahasa Japonik" pertama kali digunakan oleh Leon Serafim, dan klasifikasi rumpun ini diterima secara luas oleh ahli bahasa.[2] Leluhur dari rumpun bahasa ini adalah Proto-Japonik.[3] Teori ini, membedakan antara bahasa Jepang dan bahasa-bahasa Ryukyu. Shiro Hattori berpendapat bahwa perpecahan ini terjadi pada zaman Yamato (250-710).[4]

Penggolongan

sunting

Penggolongan di bawah ini adalah yang paling banyak digunakan. Vovin menggolongkan bahasa Tamna yang pernah dituturkan di Jeju sebagai bagian dari Japonik Kepulauan.[5][6] Hachijo dituturkan di Kepulauan Izu dan Daito sangat berbeda dari bahasa Jepang modern sehingga kadang-kadang dianggap sebagai bahasa tersendiri.[7] Robbeets (2020) memperlakukan dialek Fukuoka dan Kagoshima sebagai bahasa tersendiri.[8]

Bahasa

sunting

Bahasa-bahasa yang termasuk ke dalam rumpun Japonik (atau Jepang-Ryukyu) adalah:

  • Bahasa Jepang (ๆ—ฅๆœฌ่ชž, Nihon-go)
    • Dialek Jepang daratan (ๆœฌๅœŸๆ–น่จ€, Hondo hลgen): Bahasa Jepang yang dipertuturkan di Honshu, Kyushu, Shikoku, dan Hokkaido
      • Dialek Jepang Timur (ๆฑๆ—ฅๆœฌๆ–น่จ€, Higashi Nihon hลgen): Hampir seluruh dialek dari Nagoya ke timur, termasuk dialek yang menjadi acuan bahasa Jepang baku, dialek Tokyo.
      • Dialek Jepang Barat (่ฅฟๆ—ฅๆœฌๆ–น่จ€, Nishi Nihon hลgen): Hampir seluruh dialek dari Nagoya ke barat, termasuk dialek Kyoto.
      • Dialek Kyushu (ไนๅทžๆ–น่จ€, Kyลซshลซ hลgen): Dipertuturkan di pulau Kyushu.
    • Bahasa Hachijล (ๅ…ซไธˆๆ–น่จ€, Hachijล hลgen): Dipertuturkan di Hachijล-jima dan Kepulauan Daito, termasuk Aogashima
  • Bahasa-bahasa Ryukyu (็‰็ƒ่ชžๆดพ, Ryลซkyลซ-goha): Bahasa-bahasa yang berasal dari, dan secara tradisional dipertuturkan di Kepulauan Ryukyu, sebagian besar di antaranya dianggap "sangat terancam" atau "terancam secara kritis" karena pengaruh dari bahasa Jepang, terutama setelah Kerajaan Ryukyu dikuasai oleh Kekaisaran Jepang. Bahasa-bahasa ini sering dianggap sebagai sekadar dialek di Jepang, meskipun tingkat kesalingpahaman antara bahasa-bahasa ini dengan bahasa Jepang, atau bahkan sesama mereka, sangat kecil.
    • Rumpun bahasa Ryukyu Utara (ๅŒ—็‰็ƒ่ชž็พค, Kita Ryลซkyลซ-go-gun): Bahasa-bahasa yang dipertuturkan di bagian utara Kepulauan Ryukyu, termasuk di Amami dan Okinawa.
      • Bahasa Amami (ๅฅ„็พŽ่ชž, Amami-go)/dialek-dialek Amami (ๅฅ„็พŽๆ–น่จ€, Amami hลgen)/Shimayumuta (ใ‚ทใƒžใƒฆใƒ ใ‚ฟใƒปๅณถๅฃ): Bahasa yang dipertuturkan di hampir seluruh Kepulauan Amami, terutama di Amami ลŒshima, Kikaijima, and Tokunoshima.
        • Bahasa Amami ลŒshima Utara (ๅŒ—ๅฅ„็พŽๅคงๅณถ่ชž, Kita Amami ลŒshima go)/dialek Kita Amami ลŒshima (ๅŒ—ๅฅ„็พŽๅคงๅณถๆ–น่จ€, Kita Amami ลŒshima hลgen)
        • Bahasa Amami ลŒshima Selatan (ๅ—ๅฅ„็พŽๅคงๅณถ่ชž, Minami Amami ลŒshima go)/dialek Minami Amami ลŒshima (ๅ—ๅฅ„็พŽๅคงๅณถๆ–น่จ€, Minami Amami ลŒshima hลgen)
        • Bahasa Kikai (ๅ–œ็•Œ่ชž, Kikai-go)/dialek Kikai (ๅ–œ็•Œๆ–น่จ€, Kikai hลgen)/Shimayumita (ใ‚ทใƒžใƒฆใƒŸใ‚ฟ)
        • Bahasa Tokunoshima (ๅพณไน‹ๅณถ่ชž, Tokunoshima-go)/dialek Tokunoshima (ๅพณไน‹ๅณถๆ–น่จ€, Tokunoshima hลgen)/Shimayumiita (ใ‚ทใƒžใƒฆใƒŸใ‚ฃใ‚ฟ)
      • Bahasa Kunigami (ๅ›ฝ้ ญ่ชž, Kunigami-go)/dialek-dialek Okinoerabu-Yoron-Okinawa Utara (ๆฒ–ๆฐธ่‰ฏ้ƒจไธŽ่ซ–ๆฒ–็ธ„ๅŒ—้ƒจ่ซธๆ–น่จ€, Okinoerabu Yoron Okinawa Hokubu syohลgen)/Yanbaru Kutuuba (ๅฑฑๅŽŸ่จ€่‘‰๏ผˆใƒคใƒณใƒใƒซใ‚ฏใƒˆใ‚ฅใƒผใƒ๏ผ‰): Bahasa yang dipertuturkan di bagian utara Pulau Okinawa dan pulau-pulau tetangga Okinoerabujima dan Yoronjima. Dialek utamanya dipertuturkan di Nakijin dan Nago.
        • Bahasa Kunigami (ๅ›ฝ้ ญ่ชž, Kunigami-go)/dialek Kunigami (ๅ›ฝ้ ญๆ–น่จ€, Kunigami hลgen)/Yanbaru Kutuuba (ๅฑฑๅŽŸ่จ€่‘‰๏ผˆใƒคใƒณใƒใƒซใ‚ฏใƒˆใ‚ฅใƒผใƒ๏ผ‰)
        • Bahasa Okinoerabu (ๆฒ–ๆฐธ่‰ฏ้ƒจ่ชž, Okinoerabu-go)/dialek Okinoerabu (ๆฒ–ๆฐธ่‰ฏ้ƒจๆ–น่จ€, Okinoerabu hลgen)/Shimamuni (ๅณถใƒ ใƒ‹)
        • Bahasa Yoron (ไธŽ่ซ–่ชž, Yoron-go)/dialek Yoron (ไธŽ่ซ–ๆ–น่จ€, Yoron hลgen)/Yunnu Futuba (ใƒฆใƒณใƒŒใƒ•ใƒˆใ‚ฅใƒ)
      • Bahasa Okinawa (๏ผˆไธญๅคฎ๏ผ‰ๆฒ–็ธ„่ชž, (Chลซล) Okinawa-go)/dialek Okinawa (ๆฒ–็ธ„ๆ–น่จ€, Okinawa hลgen)/Uchinaa-guchi (ๆฒ–็ธ„ๅฃใƒปใ‚ฆใƒใƒŠใƒผใ‚ฐใƒ): Bahasa yang dipertuturkan di bagian tengah dan selatan dari Pulau Okinawa, serta pulau-pulau tetangga. Dialek utama dipertuturkan di Naha.
    • Rumpun bahasa Ryukyu Selatan (ๅ—็‰็ƒ่ชž็พค, Minami Ryลซkyลซ-gogun): Bahasa yang dipertuturkan di bagian selatan Kepulauan Ryukyu, termasuk Kepulauan Sakishima.
      • Bahasa Miyako (ๅฎฎๅค่ชž, Miyako-go)/dialek Miyako (ๅฎฎๅคๆ–น่จ€, Miyako hลgen)/Myaaku-futsu (ใƒŸใƒฃใƒผใ‚ฏใƒ•ใƒ„ใƒปๅฎฎๅคๅฃ)/Suma-futsu (ใ‚นใƒžใƒ•ใƒ„ใƒปๅณถๅฃ): Bahasa yang dipertuturkan di Kepulauan Miyako, dengan beberapa dialek di Irabu dan Tarama.
      • Bahasa Yaeyama (ๅ…ซ้‡ๅฑฑ่ชž, Yaeyama-go)/dialek-dialek Yaeyama (ๅ…ซ้‡ๅฑฑๆ–น่จ€, Yaeyama hลgen)/Yaima-muni (ใƒคใ‚คใƒžใƒ ใƒ‹ใƒปๅ…ซ้‡ๅฑฑ็‰ฉ่จ€): Dipertuturkan di Kepulauan Yaeyama, dengan dialek yang berbeda-beda tiap pulau, tapi dialek utamanya dipertuturkan di Ishigaki, Iriomote, dan Taketomi. Dikenal pula sebagai Teedun-muni (ใƒ†ใƒผใƒ‰ใ‚ฅใƒณใƒ ใƒ‹ใƒป็ซนๅฏŒ็‰ฉ่จ€).
      • Bahasa Yonaguni (ไธŽ้‚ฃๅ›ฝ่ชž, Yonaguni-go)/Dialek Yonaguni (ไธŽ้‚ฃๅ›ฝๆ–น่จ€, Yonaguni hลgen)/Dunan-munui (ใƒ‰ใ‚ฅใƒŠใƒณใƒ ใƒŒใ‚คใƒปไธŽ้‚ฃๅ›ฝ็‰ฉ่จ€): Dipertuturkan di Pulau Yonaguni, bagian dari Kepulauan Yaeyama, namun bahasanya berbeda dari bahasa Yaeyama.

Christopher Beckwith menambahkan nama-nama tempat di Semenanjung Korea sebagai bukti tambahan bahasa Japonik kuno yang pernah dipertuturkan di sana:[13]

Tidak jelas apakah "bahasa Pra-Kara" berkaitan dengan bahasa yang dipertuturkan pada masa Konfederasi Gaya.

Proto-Japonik

sunting

Proto-Japonik, bahasa purba leluhur dari seluruh bahasa dan dialek Japonik, telah direkonstruksi menggunakan metode komparatif oleh Martin (1987)[14] dan Vovin (1994).[15] Dibawah ini adalah sebagian hasil rekonstruksi Proto-Japonik dari Vovin (1994: 109-111).

Glosa Proto-Japonik
semua *mรบCรญ-nร 
abu *pรกpร
kulit *kร pร 
perut *pร rร 
besar *รฒฬฑpรฒฬฑ-
burung *tรณฬฑrรญ
gigit *kร m-
hitam *kรนrwรฒ
darah *tรญ
tulang *pone
dada *ti/*titi
bakar *dรกk-
awan *kรนmรน[C]ร 
dingin *sร mรน-
datang *kรฒฬฑ-
mati *sรญn-
anjing *รฌnรน
minum *nรฒฬฑm-
kering *kรกw(V)rรก-k-
telinga *mรฌmรฌ
makan *kup-
mata *mร -n
bulu *ั€รกnร‰
api *pรฒ-Ci
ikan *(d)รญwรณ
terbang *tรณฬฑnp-
kaki *pร nkรฌ
penuh *mรฌt-
beri *ata[-]pa-Ci
pergi *kรกywรณp-; *dik-
baik *dรฒฬฑ-
lemak *ร (n)pรนrรก
hijau *ร wรฒ; *mรญntรณrรฌ
rambut *kรก-Ci
tangan *tร -Ci
kepala *tumu-; *kร sรฌrร 
dengar *kรญ[-]k-
hati (jantung) *kรฒkรฒrรณ
tanduk *tรนnwรฒ
aku (1tg.) *bร n[u]
bunuh *kรณฬฑrรณฬฑs-
lutut *pรญnsรก; Proto-Ryukyu *tubusin
tahu *sรญr-
darat *tรนtรฌ
daun *pรก
bohong *nรก-
hati (liver) *kรญmwรฒ
panjang *nร nkร -
kutu *sรฌrรกmรญ
manusia *bรฒ
banyak *mana-Ci
daging *sรฌsรฌ
bulan *tรนkรบ-
gunung *dร mร 
mulut *kรบtรบ-Ci
kuku *tรบmรก-Ci
nama *nรก
baru *ร rร -ta-
malam *dรนCร 
hidung *pรกnรก
bukan *-an[a]-
satu *pitoฬฑ
orang *pรญtรฒฬฑ
hujan/langit *ร mรข-Ci
merah *รกkรก-
akar *mรฒฬฑtรฒฬฑ
bundar *mรกrรบ/*mรกrรณฬฑ
pasir *sรบnรก
sebut *(d)i[-]p-
lihat *mรฌ-
biji *tร nรก-Ci
pendek *m-รฌnsรฌkร -
duduk *bรญ-
tidur *ui-
kecil *tรฌpรฌsร -
asap *kรกi[-]npรบrรญ
tegak *tร t-
bintang *pรณsรญ
batu *(d)รญsรฒ
matahari *pรญ
berenang *รฒฬฑyรฒฬฑ-
ekor *bรฒฬฑ
itu *kรก-
ini *kรณฬฑ-
lidah *sรฌtร 
gigi *pร 
pohon *kรฒฬฑ- < *koฬฑnoฬฑr
dua *puta
hangat *ร ta-taka-
air *mรญ
jalan *mรญtรญ
kita *bร n[u]
apa *nร [-]nรญ
putih *sรญrร -Cu
siapa *tรก-
perempuan *-mina/*mรญCรก
kuning *kรบ-Ci
kamu (2tg.) *si/*soฬฑ-; *na

Angka-angka Proto-Japonik (Vovin 1994: 106):

Gloss Proto-Jepang
satu *pitoฬฑ-
dua *puta-
tiga *mi-
empat *doฬฑ-
lima *itu-
enam *mu-
tujuh *nana-
delapan *da-
sembilan *koฬฑkoฬฑnoฬฑ
sepuluh *toฬฑbo
seratus *mwomwo

Asal-usul dan klasifikasi

sunting

Hubungan rumpun Japonik dengan rumpun bahasa lainnya dianggap kontroversial. Ada banyak hipotesis, tetapi tidak ada yang diterima secara luas. Japonik adalah rumpun bahasa yang berdiri sendiri[16] dan rekonstruksi bentuk purbanya mengisyaratkan kesamaan kuat dengan bahasa-bahasa Asia Tenggara.[17]

Diskusi ilmiah tentang asal-usul rumpun bahasa Japonik masih menghasilkan banyak pertanyaan.[18] Hubungan paling jelas tampaknya adalah dengan toponim dari selatan Korea, yang mungkin berasal dari bahasa Gaya (Kara), sebuah bahasa isolat purba, atau bahasa lainnya yang belum pernah diketahui.[19] Alexander Vovin (2008, 2013)[20][21] menemukan banyak toponim yang diduga berasal dari bahasa-bahasa Japonik di Semenanjung Korea, terutama di Silla dan Paekche. Masyarakat agrikultural berbahasa Japonik mungkin pernah tinggal di bagian tengah dan selatan Semenanjung Korea, sebelum ditaklukkan oleh penutur bahasa Koreanik dari utara. Kelompok penakluk ini kemungkinan berasal dari tengah dan selatan Manchuria, yang akrab dengan perang berkuda ala Asia Tengah. Sejak ke-6 atau ke-7, bahasa-bahasa Japonik menjadi terpinggirkan di Silla (bagian tenggara Korea Selatan) (Vovin 2013:227-228). Beberapa penutur bahasa Japonik ini beremigrasi ke kepulauan Jepang, sementara yang lain membaur ke dalam masyarakat Korea.

Vovin tidak menganggap bahwa rumpun Japonik memiliki hubungan dengan Koreanik; ia percaya bahwa penutur Japonik digantikan seluruhnya oleh penutur Koreanik di Asia daratan. Vovin (2014)[22] berpendapat bahwa penutur bahasa Japonik awalnya berdiam di Tiongkok Selatan sebelum bermigrasi ke Jepang melalui Semenanjung Korea, sementara bahasa-bahasa Koreanik, yang menunjukkan berbagai kesamaan tipologis dengan rumpun bahasa Paleosiberia berasal dari Siberia (Vovin 2015)./> (Vovin 2015).[23] Selain itu, Vovin (1998)[24] juga menganggap bahwa bahasa Japonik digunakan oleh kebudayaan Kofun dan bukan Yayoi. Orang-orang Yayoi diduga menggunakan bahasa Austroasia atau Tai-Kadai, berdasarkan rekonstruksi istilah Japonik *(z/h)ina-Ci 'padi (tanaman)', *koma-Ci 'gabah', dan *pwo 'pelepah/kulit biji-bijan' yang menurut Vovin berasal dari istilah pertanian Yayoi.

Vovin (2013) juga mencatat bahwa nama lama untuk Pulau Jeju adalah tammura, yang dapat dianalisis sebagai bahasa Jepang tani mura ใŸใซใ‚€ใ‚‰ (่ฐทๆ‘ 'pemukiman lembah') atau tami mura ใŸใฟใ‚€ใ‚‰ (ๆฐ‘ๆ‘ 'pemukiman orang-orang'). Dengan demikian, Vovin menyimpulkan bahwa penutur Japonik pernah ada di Pulau Jeju sebelum digantikan oleh penutur Koreanic yang datang sekitar sebelum abad ke-15, yaitu pada saat negara Tamna di Jeju dikuasai oleh Dinasti Joseon.

Peneliti lain, seperti Paul K. Benedict, menyatakan bahwa bahasa Jepang berhubungan dengan bahasa Austronesia, sesuai dengan teori rumpun bahasa Austro-Tai-Jepang yang diajuakannya. Namun, pengelompokan Austro-Tai-Jepang ini tidak diterima secara luas oleh ahli bahasa. Meskipun Vovin (2014)[22] tidak mempertimbangkan adanya hubungan genetik (hubungan bahasa yang bisa diusut hingga ke leluhur bersama) antara bahasa Japonik dan Tai-Kadai, ia menduga bahwa penutur Japonik purba pernah melakukan kontak intensif dengan penutur Tai-Kadai, sesuai hipotesisnya tentang asal rumpun Japonik di Tiongkok Selatan.

Ada bukti tipologis yang mengisyaratkan bahwa Proto-Japonik bersifat monosilabis, memiliki pola kalimat SPO dan merupakan sebuah bahasa isolatif, kesemuanya merupakan fitur yang umum dalam rumpun Tai-Kadai.[25]

Teori lain dikemukakan oleh ahli bahasa berkebangsaan Jepang ฤชno Mutsumi. Setelah menganalisis hasil rekonstruksi bahasa-bahasa Sino-Tibet, ia berpendapat bahwa bahasa Jepang berhubungan dengan bahasa Sino-Tibet, terutama bahasa Myanmar. Karena memiliki tata bahasa serupa (SOV, sintaksis), kosakata dasar non-pinjaman dan fakta bahwa bentuk purba Sino-Tibet adalah non-tonal seperti di sebagian kecil dari bahasa Sino-Tibet hari ini, ia mengusulkan bahwa bahasa Jepang berasal dari rumpun Sinitik.[26][27]

Analisis tahun 2015 yang dilakukan menggunakan Automated Similarity Judgment Program mengelompokkan bahasa-bahasa Japonik dengan Ainu dan kemudian dengan bahasa-bahasa Austroasia.[28] Namun, kesamaan antara Ainu dan Japonik lebih karena kontak ekstensif antara keduanya. Konstruksi gramatikal analitis yang dikembangkan oleh bahasa Ainu mungkin saja disebabkan kontak dengan bahasa Jepang dan bahasa-bahasa Japonic lainnya, yang memiliki pengaruh besar pada bahasa Ainu dengan sejumlah besar kata-kata dipinjamkan ke dalam bahasa Ainu, dan dalam skala lebih kecil, dari bahasa Ainu ke bahasa-bahasa Japonik.[29] Belum dibuktikan adanya hubungan silsilah antara Ainu dengan semua rumpun bahasa lainnya. Oleh sebab itu, Ainu dianggap sebagai bahasa isolat.

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Hammarstrรถm, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Japonik". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  2. ^ Shimabukuro, Moriyo. (2007). The Accentual History of the Japanese and Ryukyuan Languages: a Reconstruction, hlm. 1.
  3. ^ Miyake, Marc Hideo. (2008). Old Japanese: a Phonetic Reconstruction. hlm. 66., hlm. 66, pada Google Books
  4. ^ Heinrich, Patrick. "What leaves a mark should no longer stain: Progressive erasure and reversing language shift activities in the Ryukyu Islands" Diarsipkan 2011-05-16 di Wayback Machine., First International Small Island Cultures Conference di Universitas Kagoshima, Centre for the Pacific Islands, 7โ€“10 Februari, 2005; mengutip Shiro Hattori. (1954) Gengo nendaigaku sunawachi goi tokeigaku no hoho ni tsuite ("Concerning the Method of Glottochronology and Lexicostatistics"), Gengo kenkyu (Journal of the Linguistic Society of Japan), Vol. 26/27.
  5. ^ Vovin 2013, hlm.ย 236โ€“237.
  6. ^ Vovin 2010, hlm.ย 24โ€“25.
  7. ^ Iannucci 2019, hlm.ย 100โ€“120.
  8. ^ Robbeets & Savelyev 2020, hlm.ย 6.
  9. ^ Shibatani 1990, hlm.ย 187 & 189.
  10. ^ Chien, Yuehchen; Sanada, Shinji (2010). "Yilan Creole in Taiwan". Journal of Pidgin and Creole Languages. 25 (2): 350โ€“357. doi:10.1075/jpcl.25.2.11yue.
  11. ^ a b c d e f g h "Family: Japonic" (dalam bahasa Inggris). .
  12. ^ Pellard 2015, hlm.ย 18-20.
  13. ^ Christopher Beckwith, 2007, Koguryo, the Language of Japan's Continental Relatives, hlm 27โ€“28
  14. ^ Martin, Samuel E. 1987. The Japanese Language through Time. New Haven & London: Yale Univ. Press.
  15. ^ Vovin, Alexander. 1994. "Long-distance Relationships, Reconstruction Methodology, and the Origins of Japanese". Diachronica 11(1): 95-114.
  16. ^ Kindaichi, Haruhiko (2011-12-20). The Japanese Language (dalam bahasa Inggris). Tuttle Publishing. ISBNย 9781462902668. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-22.
  17. ^ Alexander, Vovin,. "Proto-Japanese beyond the accent system". Current Issues in Linguistic Theory (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-05-11. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  18. ^ Blench, Roger M. (2008). Archaeology and language, Vol. 2, hlm. 201., hlm. 201, pada Google Books
  19. ^ Christopher I. Beckwith, Empires of the Silk Road: A History of Central Eurasia from the Bronze Age to the Present (Princeton University Press, 2009: ISBN 978-0-691-13589-2), hlm. 105.
  20. ^ Vovin, Alexander. 2013. "From Koguryว’ to T'amna: Slowly Riding South with the Speakers of Proto-Korean". Korean Linguistics, 15.2: 222โ€“240.
  21. ^ Vovin, Alexander. 2008. "้ซ˜ๅฅ้บ—์—์„œ ่€ฝ็พ…๊นŒ์ง€แ…ณ้Ÿ“ๅ›ฝ็ฅ–่ชž๋ฅผ ๋งํ•œ ้จŽ้ฆฌไบบ๋“ค๊ณผ ํ•จ๊ป˜ ๅ—์ชฝ์„ ํ–ฅํ•˜์—ฌ ์ฒœ์ฒœํžˆ ๋‚ด๋ ค์˜ค๋ฉด์„œแ…ณ" ("From Koguryo to Tamna: Slowly Riding South with the Speakers of Proto-Korean"). Dibawakan dalam perkuliahan di Seoul National University pada 15 Mei 2008.
  22. ^ a b Vovin, Alexander. 2014. "Out of Southern China? โ€“ Philological and linguistic musings on the possible Urheimat of Proto-Japonic". Journรฉes de CRLAO 2014. 27-28 Juni 2014. INALCO, Paris.
  23. ^ Vovin, Alexander (2015). "Korean as a Paleosiberian Language". ์•Œํƒ€์ดํ• ์‹œ๋ฆฌ์ฆˆ 2. ISBNย 978-8-955-56053-4. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-06. Diakses tanggal 2016-11-06.
  24. ^ Vovin, Alexander. 1998. Japanese rice agriculture terminology and linguistic affiliation of Yayoi culture. In Archaeology and Language II: Archaeological Data and Linguistic Hypotheses. Routledge.
  25. ^ Vovin, Alexander. "Out of Southern China?". academia.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-22.
  26. ^ ้ฃฏ้‡Ž็ฆๆฏ… (1994)ใ€Žๅฅˆ่‰ฏๆ™‚ไปฃใฎๆ—ฅๆœฌ่ชžใ‚’่งฃ่ชญใ™ใ‚‹ใ€ๆฑ้™ฝๅ‡บ็‰ˆ
  27. ^ Taw Sein Ko 1924, p. viii.
  28. ^ Jรคger, Gerhard (2015). "Support for linguistic macrofamilies from weighted sequence alignment". PNAS. 112 (41): 12752โ€“12757. doi:10.1073/pnas.1500331112. PMCย 4611657.
  29. ^ Tranter, Nicolas (25 June 2012). "The Languages of Japan and Korea". Routledge. Diarsipkan dari asli tanggal 30 July 2017 โ€“ via Google Books.

Daftar pustaka

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Rumpun bahasa Hmong-Mien

memperkirakan hubungan bahasa-bahasa berdasarkan fonologi, Automated Similarity Judgment Program (ASJP), memperkirakan bahwa bahasa purba ini dipertuturkan