| Japonik
JepangโRyukyu | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Wilayah | Jepang, serta dulu di Semenanjung Korea dan Pulau Jeju | ||||||||
Penutur | |||||||||
| |||||||||
| Kode bahasa | |||||||||
| ISO 639-3 | โ | ||||||||
| ISO 639-5 | jpx | ||||||||
LINGUIST List | japc | ||||||||
| Glottolog | japo1237[1] | ||||||||
| Linguasfer | 45-C | ||||||||
| IETF | jpx | ||||||||
| Lokasi penuturan | |||||||||
Rumpun bahasa Japonik | |||||||||
Rumpun bahasa Japonik (juga disebut Jepang-Ryukyu) adalah sebuah rumpun bahasa utama di dunia. Bahasa Jepang yang dipertuturkan di pulau-pulau utama Jepang serta bahasa-bahasa Ryukyu yang dipertuturkan di Kepulauan Ryukyu merupakan bagian dari rumpun bahasa ini. Istilah "bahasa-bahasa Japonik" pertama kali digunakan oleh Leon Serafim, dan klasifikasi rumpun ini diterima secara luas oleh ahli bahasa.[2] Leluhur dari rumpun bahasa ini adalah Proto-Japonik.[3] Teori ini, membedakan antara bahasa Jepang dan bahasa-bahasa Ryukyu. Shiro Hattori berpendapat bahwa perpecahan ini terjadi pada zaman Yamato (250-710).[4]
Penggolongan
suntingPenggolongan di bawah ini adalah yang paling banyak digunakan. Vovin menggolongkan bahasa Tamna yang pernah dituturkan di Jeju sebagai bagian dari Japonik Kepulauan.[5][6] Hachijo dituturkan di Kepulauan Izu dan Daito sangat berbeda dari bahasa Jepang modern sehingga kadang-kadang dianggap sebagai bahasa tersendiri.[7] Robbeets (2020) memperlakukan dialek Fukuoka dan Kagoshima sebagai bahasa tersendiri.[8]
- Japonik
- Japonik Semenanjungโ
- Japonik Koguryoโ
- Kayaโ
- Mahanโ
- T'amnaโ (terkadang digolongkan sebagai cabang Japonik Kepulauan)
- Japonik Kepulauan
- Jepang Kunoโ [9]
- T'amnaโ (terkadang digolongkan sebagai cabang Japonik Semenanjung)
- Jepang Kuno Kyushuโ
- Jepang Kuno Baratโ
- Jepang Inti
- Kreol Yilan[10]
- Jepang Modern
- Kyushu Modern
- Jepang Modern Barat
- Jepang Modern Timur
- Izu
- Kanto-Echigo
- Kanto
- Kanto Barat
- Jepang Okinawa
- Jepang Amami
- Jepang Hokkaido Pedalaman
- Jepang baku Modern
- Kanto Timur
- Kanto Barat
- Echigo
- Kanto
- Tลkai-Tลsan/Chลซbu
- Gifu-Aichi
- Ngano-Yamanashi-Shizuoka
- Tohoku
- Tohoku Selatan
- Tohoku Utara
- Jepang Hokkaido Pesisir
- Jepang Inti
- Jepang Kuno Timurโ
- Ryukyu
- Ryukyu Utara
- Amami
- Amami Utara
- Naze
- Sani[11]
- Amami Selatan
- Kikai
- Onotsu[11]
- Tokunoshima
- Kametsu[11]
- Amami Utara
- Kunigami Raya
- Bahasa Yoron
- Kunigami
- Nago[11]
- Okinoerabu
- Okinoerabu Barat
- Okinoerabu Timur[11]
- Okinawa
- Kudaka
- Naha
- Shuri
- Torishima[11]
- Amami
- Ryukyu Selatan
- Ryukyu Utara
- Jepang Kunoโ [9]
- Japonik Semenanjungโ
Bahasa
suntingBahasa-bahasa yang termasuk ke dalam rumpun Japonik (atau Jepang-Ryukyu) adalah:
- Bahasa Jepang (ๆฅๆฌ่ช, Nihon-go)
- Dialek Jepang daratan (ๆฌๅๆน่จ, Hondo hลgen): Bahasa Jepang yang dipertuturkan di Honshu, Kyushu, Shikoku, dan Hokkaido
- Dialek Jepang Timur (ๆฑๆฅๆฌๆน่จ, Higashi Nihon hลgen): Hampir seluruh dialek dari Nagoya ke timur, termasuk dialek yang menjadi acuan bahasa Jepang baku, dialek Tokyo.
- Dialek Jepang Barat (่ฅฟๆฅๆฌๆน่จ, Nishi Nihon hลgen): Hampir seluruh dialek dari Nagoya ke barat, termasuk dialek Kyoto.
- Dialek Kyushu (ไนๅทๆน่จ, Kyลซshลซ hลgen): Dipertuturkan di pulau Kyushu.
- Bahasa Hachijล (ๅ ซไธๆน่จ, Hachijล hลgen): Dipertuturkan di Hachijล-jima dan Kepulauan Daito, termasuk Aogashima
- Dialek Jepang daratan (ๆฌๅๆน่จ, Hondo hลgen): Bahasa Jepang yang dipertuturkan di Honshu, Kyushu, Shikoku, dan Hokkaido
- Bahasa-bahasa Ryukyu (็็่ชๆดพ, Ryลซkyลซ-goha): Bahasa-bahasa yang berasal dari, dan secara tradisional dipertuturkan di Kepulauan Ryukyu, sebagian besar di antaranya dianggap "sangat terancam" atau "terancam secara kritis" karena pengaruh dari bahasa Jepang, terutama setelah Kerajaan Ryukyu dikuasai oleh Kekaisaran Jepang. Bahasa-bahasa ini sering dianggap sebagai sekadar dialek di Jepang, meskipun tingkat kesalingpahaman antara bahasa-bahasa ini dengan bahasa Jepang, atau bahkan sesama mereka, sangat kecil.
- Rumpun bahasa Ryukyu Utara (ๅ็็่ช็พค, Kita Ryลซkyลซ-go-gun): Bahasa-bahasa yang dipertuturkan di bagian utara Kepulauan Ryukyu, termasuk di Amami dan Okinawa.
- Bahasa Amami (ๅฅ็พ่ช, Amami-go)/dialek-dialek Amami (ๅฅ็พๆน่จ, Amami hลgen)/Shimayumuta (ใทใใฆใ ใฟใปๅณถๅฃ): Bahasa yang dipertuturkan di hampir seluruh Kepulauan Amami, terutama di Amami ลshima, Kikaijima, and Tokunoshima.
- Bahasa Amami ลshima Utara (ๅๅฅ็พๅคงๅณถ่ช, Kita Amami ลshima go)/dialek Kita Amami ลshima (ๅๅฅ็พๅคงๅณถๆน่จ, Kita Amami ลshima hลgen)
- Bahasa Amami ลshima Selatan (ๅๅฅ็พๅคงๅณถ่ช, Minami Amami ลshima go)/dialek Minami Amami ลshima (ๅๅฅ็พๅคงๅณถๆน่จ, Minami Amami ลshima hลgen)
- Bahasa Kikai (ๅ็่ช, Kikai-go)/dialek Kikai (ๅ็ๆน่จ, Kikai hลgen)/Shimayumita (ใทใใฆใใฟ)
- Bahasa Tokunoshima (ๅพณไนๅณถ่ช, Tokunoshima-go)/dialek Tokunoshima (ๅพณไนๅณถๆน่จ, Tokunoshima hลgen)/Shimayumiita (ใทใใฆใใฃใฟ)
- Bahasa Kunigami (ๅฝ้ ญ่ช, Kunigami-go)/dialek-dialek Okinoerabu-Yoron-Okinawa Utara (ๆฒๆฐธ่ฏ้จไธ่ซๆฒ็ธๅ้จ่ซธๆน่จ, Okinoerabu Yoron Okinawa Hokubu syohลgen)/Yanbaru Kutuuba (ๅฑฑๅ่จ่๏ผใคใณใใซใฏใใฅใผใ๏ผ): Bahasa yang dipertuturkan di bagian utara Pulau Okinawa dan pulau-pulau tetangga Okinoerabujima dan Yoronjima. Dialek utamanya dipertuturkan di Nakijin dan Nago.
- Bahasa Kunigami (ๅฝ้ ญ่ช, Kunigami-go)/dialek Kunigami (ๅฝ้ ญๆน่จ, Kunigami hลgen)/Yanbaru Kutuuba (ๅฑฑๅ่จ่๏ผใคใณใใซใฏใใฅใผใ๏ผ)
- Bahasa Okinoerabu (ๆฒๆฐธ่ฏ้จ่ช, Okinoerabu-go)/dialek Okinoerabu (ๆฒๆฐธ่ฏ้จๆน่จ, Okinoerabu hลgen)/Shimamuni (ๅณถใ ใ)
- Bahasa Yoron (ไธ่ซ่ช, Yoron-go)/dialek Yoron (ไธ่ซๆน่จ, Yoron hลgen)/Yunnu Futuba (ใฆใณใใใใฅใ)
- Bahasa Okinawa (๏ผไธญๅคฎ๏ผๆฒ็ธ่ช, (Chลซล) Okinawa-go)/dialek Okinawa (ๆฒ็ธๆน่จ, Okinawa hลgen)/Uchinaa-guchi (ๆฒ็ธๅฃใปใฆใใใผใฐใ): Bahasa yang dipertuturkan di bagian tengah dan selatan dari Pulau Okinawa, serta pulau-pulau tetangga. Dialek utama dipertuturkan di Naha.
- Bahasa Amami (ๅฅ็พ่ช, Amami-go)/dialek-dialek Amami (ๅฅ็พๆน่จ, Amami hลgen)/Shimayumuta (ใทใใฆใ ใฟใปๅณถๅฃ): Bahasa yang dipertuturkan di hampir seluruh Kepulauan Amami, terutama di Amami ลshima, Kikaijima, and Tokunoshima.
- Rumpun bahasa Ryukyu Selatan (ๅ็็่ช็พค, Minami Ryลซkyลซ-gogun): Bahasa yang dipertuturkan di bagian selatan Kepulauan Ryukyu, termasuk Kepulauan Sakishima.
- Bahasa Miyako (ๅฎฎๅค่ช, Miyako-go)/dialek Miyako (ๅฎฎๅคๆน่จ, Miyako hลgen)/Myaaku-futsu (ใใฃใผใฏใใใปๅฎฎๅคๅฃ)/Suma-futsu (ในใใใใปๅณถๅฃ): Bahasa yang dipertuturkan di Kepulauan Miyako, dengan beberapa dialek di Irabu dan Tarama.
- Bahasa Yaeyama (ๅ ซ้ๅฑฑ่ช, Yaeyama-go)/dialek-dialek Yaeyama (ๅ ซ้ๅฑฑๆน่จ, Yaeyama hลgen)/Yaima-muni (ใคใคใใ ใใปๅ ซ้ๅฑฑ็ฉ่จ): Dipertuturkan di Kepulauan Yaeyama, dengan dialek yang berbeda-beda tiap pulau, tapi dialek utamanya dipertuturkan di Ishigaki, Iriomote, dan Taketomi. Dikenal pula sebagai Teedun-muni (ใใผใใฅใณใ ใใป็ซนๅฏ็ฉ่จ).
- Bahasa Yonaguni (ไธ้ฃๅฝ่ช, Yonaguni-go)/Dialek Yonaguni (ไธ้ฃๅฝๆน่จ, Yonaguni hลgen)/Dunan-munui (ใใฅใใณใ ใใคใปไธ้ฃๅฝ็ฉ่จ): Dipertuturkan di Pulau Yonaguni, bagian dari Kepulauan Yaeyama, namun bahasanya berbeda dari bahasa Yaeyama.
- Rumpun bahasa Ryukyu Utara (ๅ็็่ช็พค, Kita Ryลซkyลซ-go-gun): Bahasa-bahasa yang dipertuturkan di bagian utara Kepulauan Ryukyu, termasuk di Amami dan Okinawa.
Christopher Beckwith menambahkan nama-nama tempat di Semenanjung Korea sebagai bukti tambahan bahasa Japonik kuno yang pernah dipertuturkan di sana:[13]
Tidak jelas apakah "bahasa Pra-Kara" berkaitan dengan bahasa yang dipertuturkan pada masa Konfederasi Gaya.
Proto-Japonik
suntingProto-Japonik, bahasa purba leluhur dari seluruh bahasa dan dialek Japonik, telah direkonstruksi menggunakan metode komparatif oleh Martin (1987)[14] dan Vovin (1994).[15] Dibawah ini adalah sebagian hasil rekonstruksi Proto-Japonik dari Vovin (1994: 109-111).
| Glosa | Proto-Japonik |
|---|---|
| semua | *mรบCรญ-nร |
| abu | *pรกpร |
| kulit | *kร pร |
| perut | *pร rร |
| besar | *รฒฬฑpรฒฬฑ- |
| burung | *tรณฬฑrรญ |
| gigit | *kร m- |
| hitam | *kรนrwรฒ |
| darah | *tรญ |
| tulang | *pone |
| dada | *ti/*titi |
| bakar | *dรกk- |
| awan | *kรนmรน[C]ร |
| dingin | *sร mรน- |
| datang | *kรฒฬฑ- |
| mati | *sรญn- |
| anjing | *รฌnรน |
| minum | *nรฒฬฑm- |
| kering | *kรกw(V)rรก-k- |
| telinga | *mรฌmรฌ |
| makan | *kup- |
| mata | *mร -n |
| bulu | *ัรกnร |
| api | *pรฒ-Ci |
| ikan | *(d)รญwรณ |
| terbang | *tรณฬฑnp- |
| kaki | *pร nkรฌ |
| penuh | *mรฌt- |
| beri | *ata[-]pa-Ci |
| pergi | *kรกywรณp-; *dik- |
| baik | *dรฒฬฑ- |
| lemak | *ร (n)pรนrรก |
| hijau | *ร wรฒ; *mรญntรณrรฌ |
| rambut | *kรก-Ci |
| tangan | *tร -Ci |
| kepala | *tumu-; *kร sรฌrร |
| dengar | *kรญ[-]k- |
| hati (jantung) | *kรฒkรฒrรณ |
| tanduk | *tรนnwรฒ |
| aku (1tg.) | *bร n[u] |
| bunuh | *kรณฬฑrรณฬฑs- |
| lutut | *pรญnsรก; Proto-Ryukyu *tubusin |
| tahu | *sรญr- |
| darat | *tรนtรฌ |
| daun | *pรก |
| bohong | *nรก- |
| hati (liver) | *kรญmwรฒ |
| panjang | *nร nkร - |
| kutu | *sรฌrรกmรญ |
| manusia | *bรฒ |
| banyak | *mana-Ci |
| daging | *sรฌsรฌ |
| bulan | *tรนkรบ- |
| gunung | *dร mร |
| mulut | *kรบtรบ-Ci |
| kuku | *tรบmรก-Ci |
| nama | *nรก |
| baru | *ร rร -ta- |
| malam | *dรนCร |
| hidung | *pรกnรก |
| bukan | *-an[a]- |
| satu | *pitoฬฑ |
| orang | *pรญtรฒฬฑ |
| hujan/langit | *ร mรข-Ci |
| merah | *รกkรก- |
| akar | *mรฒฬฑtรฒฬฑ |
| bundar | *mรกrรบ/*mรกrรณฬฑ |
| pasir | *sรบnรก |
| sebut | *(d)i[-]p- |
| lihat | *mรฌ- |
| biji | *tร nรก-Ci |
| pendek | *m-รฌnsรฌkร - |
| duduk | *bรญ- |
| tidur | *ui- |
| kecil | *tรฌpรฌsร - |
| asap | *kรกi[-]npรบrรญ |
| tegak | *tร t- |
| bintang | *pรณsรญ |
| batu | *(d)รญsรฒ |
| matahari | *pรญ |
| berenang | *รฒฬฑyรฒฬฑ- |
| ekor | *bรฒฬฑ |
| itu | *kรก- |
| ini | *kรณฬฑ- |
| lidah | *sรฌtร |
| gigi | *pร |
| pohon | *kรฒฬฑ- < *koฬฑnoฬฑr |
| dua | *puta |
| hangat | *ร ta-taka- |
| air | *mรญ |
| jalan | *mรญtรญ |
| kita | *bร n[u] |
| apa | *nร [-]nรญ |
| putih | *sรญrร -Cu |
| siapa | *tรก- |
| perempuan | *-mina/*mรญCรก |
| kuning | *kรบ-Ci |
| kamu (2tg.) | *si/*soฬฑ-; *na |
Angka-angka Proto-Japonik (Vovin 1994: 106):
| Gloss | Proto-Jepang |
|---|---|
| satu | *pitoฬฑ- |
| dua | *puta- |
| tiga | *mi- |
| empat | *doฬฑ- |
| lima | *itu- |
| enam | *mu- |
| tujuh | *nana- |
| delapan | *da- |
| sembilan | *koฬฑkoฬฑnoฬฑ |
| sepuluh | *toฬฑbo |
| seratus | *mwomwo |
Asal-usul dan klasifikasi
suntingHubungan rumpun Japonik dengan rumpun bahasa lainnya dianggap kontroversial. Ada banyak hipotesis, tetapi tidak ada yang diterima secara luas. Japonik adalah rumpun bahasa yang berdiri sendiri[16] dan rekonstruksi bentuk purbanya mengisyaratkan kesamaan kuat dengan bahasa-bahasa Asia Tenggara.[17]
Diskusi ilmiah tentang asal-usul rumpun bahasa Japonik masih menghasilkan banyak pertanyaan.[18] Hubungan paling jelas tampaknya adalah dengan toponim dari selatan Korea, yang mungkin berasal dari bahasa Gaya (Kara), sebuah bahasa isolat purba, atau bahasa lainnya yang belum pernah diketahui.[19] Alexander Vovin (2008, 2013)[20][21] menemukan banyak toponim yang diduga berasal dari bahasa-bahasa Japonik di Semenanjung Korea, terutama di Silla dan Paekche. Masyarakat agrikultural berbahasa Japonik mungkin pernah tinggal di bagian tengah dan selatan Semenanjung Korea, sebelum ditaklukkan oleh penutur bahasa Koreanik dari utara. Kelompok penakluk ini kemungkinan berasal dari tengah dan selatan Manchuria, yang akrab dengan perang berkuda ala Asia Tengah. Sejak ke-6 atau ke-7, bahasa-bahasa Japonik menjadi terpinggirkan di Silla (bagian tenggara Korea Selatan) (Vovin 2013:227-228). Beberapa penutur bahasa Japonik ini beremigrasi ke kepulauan Jepang, sementara yang lain membaur ke dalam masyarakat Korea.
Vovin tidak menganggap bahwa rumpun Japonik memiliki hubungan dengan Koreanik; ia percaya bahwa penutur Japonik digantikan seluruhnya oleh penutur Koreanik di Asia daratan. Vovin (2014)[22] berpendapat bahwa penutur bahasa Japonik awalnya berdiam di Tiongkok Selatan sebelum bermigrasi ke Jepang melalui Semenanjung Korea, sementara bahasa-bahasa Koreanik, yang menunjukkan berbagai kesamaan tipologis dengan rumpun bahasa Paleosiberia berasal dari Siberia (Vovin 2015)./> (Vovin 2015).[23] Selain itu, Vovin (1998)[24] juga menganggap bahwa bahasa Japonik digunakan oleh kebudayaan Kofun dan bukan Yayoi. Orang-orang Yayoi diduga menggunakan bahasa Austroasia atau Tai-Kadai, berdasarkan rekonstruksi istilah Japonik *(z/h)ina-Ci 'padi (tanaman)', *koma-Ci 'gabah', dan *pwo 'pelepah/kulit biji-bijan' yang menurut Vovin berasal dari istilah pertanian Yayoi.
Vovin (2013) juga mencatat bahwa nama lama untuk Pulau Jeju adalah tammura, yang dapat dianalisis sebagai bahasa Jepang tani mura ใใซใใ (่ฐทๆ 'pemukiman lembah') atau tami mura ใใฟใใ (ๆฐๆ 'pemukiman orang-orang'). Dengan demikian, Vovin menyimpulkan bahwa penutur Japonik pernah ada di Pulau Jeju sebelum digantikan oleh penutur Koreanic yang datang sekitar sebelum abad ke-15, yaitu pada saat negara Tamna di Jeju dikuasai oleh Dinasti Joseon.
Peneliti lain, seperti Paul K. Benedict, menyatakan bahwa bahasa Jepang berhubungan dengan bahasa Austronesia, sesuai dengan teori rumpun bahasa Austro-Tai-Jepang yang diajuakannya. Namun, pengelompokan Austro-Tai-Jepang ini tidak diterima secara luas oleh ahli bahasa. Meskipun Vovin (2014)[22] tidak mempertimbangkan adanya hubungan genetik (hubungan bahasa yang bisa diusut hingga ke leluhur bersama) antara bahasa Japonik dan Tai-Kadai, ia menduga bahwa penutur Japonik purba pernah melakukan kontak intensif dengan penutur Tai-Kadai, sesuai hipotesisnya tentang asal rumpun Japonik di Tiongkok Selatan.
Ada bukti tipologis yang mengisyaratkan bahwa Proto-Japonik bersifat monosilabis, memiliki pola kalimat SPO dan merupakan sebuah bahasa isolatif, kesemuanya merupakan fitur yang umum dalam rumpun Tai-Kadai.[25]
Teori lain dikemukakan oleh ahli bahasa berkebangsaan Jepang ฤชno Mutsumi. Setelah menganalisis hasil rekonstruksi bahasa-bahasa Sino-Tibet, ia berpendapat bahwa bahasa Jepang berhubungan dengan bahasa Sino-Tibet, terutama bahasa Myanmar. Karena memiliki tata bahasa serupa (SOV, sintaksis), kosakata dasar non-pinjaman dan fakta bahwa bentuk purba Sino-Tibet adalah non-tonal seperti di sebagian kecil dari bahasa Sino-Tibet hari ini, ia mengusulkan bahwa bahasa Jepang berasal dari rumpun Sinitik.[26][27]
Analisis tahun 2015 yang dilakukan menggunakan Automated Similarity Judgment Program mengelompokkan bahasa-bahasa Japonik dengan Ainu dan kemudian dengan bahasa-bahasa Austroasia.[28] Namun, kesamaan antara Ainu dan Japonik lebih karena kontak ekstensif antara keduanya. Konstruksi gramatikal analitis yang dikembangkan oleh bahasa Ainu mungkin saja disebabkan kontak dengan bahasa Jepang dan bahasa-bahasa Japonic lainnya, yang memiliki pengaruh besar pada bahasa Ainu dengan sejumlah besar kata-kata dipinjamkan ke dalam bahasa Ainu, dan dalam skala lebih kecil, dari bahasa Ainu ke bahasa-bahasa Japonik.[29] Belum dibuktikan adanya hubungan silsilah antara Ainu dengan semua rumpun bahasa lainnya. Oleh sebab itu, Ainu dianggap sebagai bahasa isolat.
Referensi
suntingCatatan kaki
sunting- ^ Hammarstrรถm, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Japonik". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
- ^ Shimabukuro, Moriyo. (2007). The Accentual History of the Japanese and Ryukyuan Languages: a Reconstruction, hlm. 1.
- ^ Miyake, Marc Hideo. (2008). Old Japanese: a Phonetic Reconstruction. hlm. 66., hlm. 66, pada Google Books
- ^ Heinrich, Patrick. "What leaves a mark should no longer stain: Progressive erasure and reversing language shift activities in the Ryukyu Islands" Diarsipkan 2011-05-16 di Wayback Machine., First International Small Island Cultures Conference di Universitas Kagoshima, Centre for the Pacific Islands, 7โ10 Februari, 2005; mengutip Shiro Hattori. (1954) Gengo nendaigaku sunawachi goi tokeigaku no hoho ni tsuite ("Concerning the Method of Glottochronology and Lexicostatistics"), Gengo kenkyu (Journal of the Linguistic Society of Japan), Vol. 26/27.
- ^ Vovin 2013, hlm.ย 236โ237.
- ^ Vovin 2010, hlm.ย 24โ25.
- ^ Iannucci 2019, hlm.ย 100โ120.
- ^ Robbeets & Savelyev 2020, hlm.ย 6.
- ^ Shibatani 1990, hlm.ย 187 & 189.
- ^ Chien, Yuehchen; Sanada, Shinji (2010). "Yilan Creole in Taiwan". Journal of Pidgin and Creole Languages. 25 (2): 350โ357. doi:10.1075/jpcl.25.2.11yue.
- ^ a b c d e f g h "Family: Japonic" (dalam bahasa Inggris). .
- ^ Pellard 2015, hlm.ย 18-20.
- ^ Christopher Beckwith, 2007, Koguryo, the Language of Japan's Continental Relatives, hlm 27โ28
- ^ Martin, Samuel E. 1987. The Japanese Language through Time. New Haven & London: Yale Univ. Press.
- ^ Vovin, Alexander. 1994. "Long-distance Relationships, Reconstruction Methodology, and the Origins of Japanese". Diachronica 11(1): 95-114.
- ^ Kindaichi, Haruhiko (2011-12-20). The Japanese Language (dalam bahasa Inggris). Tuttle Publishing. ISBNย 9781462902668. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-03-22.
- ^ Alexander, Vovin,. "Proto-Japanese beyond the accent system". Current Issues in Linguistic Theory (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2018-05-11. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
- ^ Blench, Roger M. (2008). Archaeology and language, Vol. 2, hlm. 201., hlm. 201, pada Google Books
- ^ Christopher I. Beckwith, Empires of the Silk Road: A History of Central Eurasia from the Bronze Age to the Present (Princeton University Press, 2009: ISBN 978-0-691-13589-2), hlm. 105.
- ^ Vovin, Alexander. 2013. "From Koguryว to T'amna: Slowly Riding South with the Speakers of Proto-Korean". Korean Linguistics, 15.2: 222โ240.
- ^ Vovin, Alexander. 2008. "้ซๅฅ้บ์์ ่ฝ็พ ๊น์งแ ณ้ๅฝ็ฅ่ช๋ฅผ ๋งํ ้จ้ฆฌไบบ๋ค๊ณผ ํจ๊ป ๅ์ชฝ์ ํฅํ์ฌ ์ฒ์ฒํ ๋ด๋ ค์ค๋ฉด์แ ณ" ("From Koguryo to Tamna: Slowly Riding South with the Speakers of Proto-Korean"). Dibawakan dalam perkuliahan di Seoul National University pada 15 Mei 2008.
- ^ a b Vovin, Alexander. 2014. "Out of Southern China? โ Philological and linguistic musings on the possible Urheimat of Proto-Japonic". Journรฉes de CRLAO 2014. 27-28 Juni 2014. INALCO, Paris.
- ^ Vovin, Alexander (2015). "Korean as a Paleosiberian Language". ์ํ์ดํ ์๋ฆฌ์ฆ 2. ISBNย 978-8-955-56053-4. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-11-06. Diakses tanggal 2016-11-06.
- ^ Vovin, Alexander. 1998. Japanese rice agriculture terminology and linguistic affiliation of Yayoi culture. In Archaeology and Language II: Archaeological Data and Linguistic Hypotheses. Routledge.
- ^ Vovin, Alexander. "Out of Southern China?". academia.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-11-22.
- ^ ้ฃฏ้็ฆๆฏ (1994)ใๅฅ่ฏๆไปฃใฎๆฅๆฌ่ชใ่งฃ่ชญใใใๆฑ้ฝๅบ็
- ^ Taw Sein Ko 1924, p. viii.
- ^ Jรคger, Gerhard (2015). "Support for linguistic macrofamilies from weighted sequence alignment". PNAS. 112 (41): 12752โ12757. doi:10.1073/pnas.1500331112. PMCย 4611657.
- ^ Tranter, Nicolas (25 June 2012). "The Languages of Japan and Korea". Routledge. Diarsipkan dari asli tanggal 30 July 2017 โ via Google Books.
Daftar pustaka
sunting- Iannucci, David J. (2019), The Hachijล Language of Japan: Phonology and Historical Development (dalam bahasa Inggris), Mฤnoa: University of Hawai'i PressPh.D. Thesis. Pemeliharaan CS1: Postscript (link)
- Miyake, Marc. (2003). Old Japanese: A Phonetic Reconstruction. London: RoutledgeCurzon. ISBN 9780415305754; OCLC 51163755
- Pellard, Thomas (2015), "The linguistic archeology of the Ryukyu Islands", dalam Patrick Heinrich, Shinsho Miyara, dan Michinori Shimoji (ed.), Handbook of the Ryukyuan Languages: History, Structure, and Use (dalam bahasa Inggris), De Gruyter Mouton, hlm.ย 13โ37, doi:10.1515/9781614511151.13, ISBNย 978-1-61451-161-8, S2CIDย 54004881 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link)
- Robbeets, Martine; Alexander, Savelyev (2020), The Oxford Guide to the Transeurasian Languages (dalam bahasa Inggris), Oxford University Press, doi:10.1093/oso/9780198804628.003.0005, ISBNย 978-0-19-880462-8, diakses tanggal 9 Agustus 2022
- Shibatani, Masayoshi (1990), The Languages of Japan (dalam bahasa Inggris), Cambridge University Press, ISBNย 978-0-521-36918-3.
- Shimabukuro, Moriyo. (2007). The Accentual History of the Japanese and Ryukyuan Languages: a Reconstruction. London: Global Oriental. ISBN 9781901903638; OCLC 149189163
- Vovin, Alexander (2010), Korea-Japonica: A Re-Evaluation of a Common Genetic Origin (dalam bahasa Inggris), University of Hawaii Press, ISBNย 978-0-8248-3278-0, JSTORย j.ctt6wqz03.
- โโ (2013), "From Koguryo to Tamna: Slowly riding to the South with speakers of Proto-Korean", Korean Linguistics (dalam bahasa Inggris), 15 (2): 222โ240, doi:10.1075/kl.15.2.03vov.