Bahasa Jepang
ๆ—ฅ๏ผˆใซ๏ผ‰ๆœฌ๏ผˆใปใ‚“๏ผ‰่ชž๏ผˆใ”๏ผ‰
Nihon-go
Nihon-go dalam Kanji secara vertikal
Pengucapan/nihoNษกo/: [ษฒihoล‹ษกo]
Dituturkanย diJepang dan Palau. Masyarakat perantau menuturkan di Amerika Serikat (Hawaii), Brasil, Taiwan, dan lain-lain
EtnisBangsa Jepang (Yamato)
Penutur
128 juta jiwa[1]ย (2020)
Perincian data penutur

Jumlah penutur beserta (jika ada) metode pengambilan, jenis, tanggal, dan tempat.

Bentuk awal
Sistem aksara Jepang (Kanji dan Kana)
Bahasa Isyarat Jepang
Status resmi
Bahasa resmiย di
Diakui sebagai
bahasa minoritasย di
ย Palau
Diaturย olehNINJAL
Kode bahasa
ISO 639-1ja
ISO 639-2jpn
ISO 639-3jpn
Glottolognucl1643ย  (tidak termasuk Hachijo, Tsugaru, dan Kagoshima)[4]
japa1256ย  (Japanesic)[5]
Linguasfer45-CAA-a
IETFja
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam

CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman

NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Not Endangered

Bahasa Jepang diklasifikasikan sebagai bahasa aman ataupun tidak terancam (NE) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

C10
Kategori 10
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa telah punah (Extinct)
C9
Kategori 9
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sudah ditinggalkan dan hanya segelintir yang menuturkannya (Dormant)
C8b
Kategori 8b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa hampir punah (Nearly extinct)
C8a
Kategori 8a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa sangat sedikit dituturkan dan terancam berat untuk punah (Moribund)
C7
Kategori 7
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai mengalami penurunan ataupun penutur mulai berpindah menggunakan bahasa lain (Shifting)
C6b
Kategori 6b
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mulai terancam (Threatened)
C6a
Kategori 6a
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa masih cukup banyak dituturkan (Vigorous)
C5
Kategori 5
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa mengalami pertumbuhan populasi penutur (Developing)
C4
Kategori 4
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan dalam institusi pendidikan (Educational)
C3
Kategori 3
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa digunakan cukup luas (Wider Communication)
C2
Kategori 2
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan di berbagai wilayah (Provincial)
C1
Kategori 1
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara (National)
C0
Kategori 0
Kategori ini menunjukkan bahwa bahasa merupakan bahasa pengantar internasional ataupun bahasa yang digunakan pada kancah antar bangsa (International)
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
EGIDS SIL Ethnologue:ย C1 National
Bahasa Jepang dikategorikan sebagai C1 National menurut SIL Ethnologue, artinya bahasa ini menjadi bahasa nasional maupun bahasa resmi dari suatu negara
Referensi: [6][7][8]

Lokasi penuturan
Penyebaran bahasa Jepang di seluruh dunia: warna biru tua sebagai bahasa resmi, dan biru muda terdapat masyarakat minoritas berbahasa Jepang
Peta
Peta
Perkiraan persebaran penuturan bahasa ini.
Koordinat:ย 36ยฐN 138ยฐE๏ปฟ / ๏ปฟ36ยฐN 138ยฐE๏ปฟ / 36; 138 Sunting di Wikidata
Artikel ini mengandung simbol fonetik IPA. Tanpa bantuan render yang baik, Anda akan melihat tanda tanya, kotak, atau simbol lain, bukan karakter Unicode. Untuk pengenalan mengenai simbol IPA, lihat Bantuan:IPA.
ย Portal Bahasa
Lย โ€ข Bย โ€ข PWย ย ย 
Sunting kotak infoย ย Lihat butir Wikidataย ย Info templat

Bahasa Jepang (ๆ—ฅๆœฌ่ชž (Nihon-go)) adalah bahasa resmi di Jepang dengan jumlah penutur 128 juta jiwa di seluruh dunia.

Bahasa Jepang juga dipertuturkan di sejumlah negara yang pernah menjadi jajahannya, seperti Korea Selatan dan Tiongkok. Bahasa ini juga dituturkan di Amerika Serikat (di California dan Hawaii) dan Brasil akibat imigrasi orang Jepang ke sana. Namun, keturunan mereka yang disebut nisei (ไบŒไธ–), tidak lagi fasih dalam bahasa tersebut.

Bahasa Jepang terbagi menjadi dua bentuk yaitu Hyoujungo (ๆจ™ๆบ–่ชž), "pelafalan standar", dan Kyoutsugo (ๅ…ฑ้€š่ชž), "pelafalan umum". Hyoujungo adalah bentuk kata/pelafalan yang diajarkan di sekolah dan digunakan di televisi dan tempat formal lainnya.

Sejarah

sunting

Prasejarah

sunting

Proto-Japonik, leluhur dari bahasa Jepang dan Ryukyu diperkirakan telah dibawa ke Kepulauan Jepang dan Ryukyu oleh para pendatang dari Semenanjung Korea sekitar awal hingga pertengahan abad ke-4 SM (Zaman Yayoi), menggantika bahasa-bahasa orang Jลmon (termasuk kerabat dan leluhur dari Ainu).[9] Karena tulisan belum diperkenalkan dari Tiongkok, tidak ada bukti langsung, dan segala sesuatu yang dapat diketahui tentang zaman tersebut harus didasarkan pada rekonstruksi internal dari bahasa Jepang Kuno, atau rekonstruksi perbandingan dengan bahasa Ryukyu dan dialek Jepang.[10]

Jepang Kuno

sunting
Sebuah halaman dari Man'yลshลซ
Sebuah halaman dari Man'yลshลซ, antologi puisi klasik puisi Jepang klasik tertua yang diketahui.

Aksara Tionghoa dibawa ke Jepang dari Baekje sekitar awal abad kelima, bersamaan dengan penyebaran Buddhisme.[11] Naskah paling awal ditulis dengan kaidah Tionghoa Klasik, meskipun beberapa di antaranya kemungkinan dimaksudkan untuk dibaca sebagai bahasa Jepang menggunakan metode kanbun, dan menunjukkan pengaruh tata bahasa Jepang seperti urutan kata bahasa Jepang.[12] Naskah terawal yang diketahui, Kojiki, berasal dari awal abad kedelapan Masehi, dan seluruhnya ditulis dalam aksara Tionghoa, yang digunakan untuk mewakili Tionghoa, kanbun, dan Jepang Kuno.[13] Seperti naskah lain dari periode tersebut, bagian bahasa Jepang Kuno ditulis dalam Man'yลgana, yang menggunakan Kanji dalam hal fonetik dan semantiknya.

Berdasarkan sistem Man'yลgana, bahasa Jepang Kuno dapat direkonstruksi menjadi 88 suku kata yang berbeda. Naskah yang ditulis dengan Man'yลgana menggunakan dua kaidah kanji yang berbeda untuk setiap suku kata yang kini dilafalkan ใ (ki), ใฒ (hi), ใฟ (mi), ใ‘ (ke), ใธ (he), ใ‚ (me), ใ“ (ko), ใ (so), ใจ (to), ใฎ (no), ใ‚‚ (mo), ใ‚ˆ (yo), dan ใ‚ (ro).[14] (The Kojiki memiliki 88, tetapi semua naskah setelahnya memiliki 87. Pembeda antara mo1 dan mo2 diduga tidak digunakan lagi segera setelah perpaduannya). Kumpulan penggunaan kana suku kata ini menyusut menjadi 67 dalam bahasa Jepang Pertengahan Awal, meskipun beberapa ditambahkan melalui pengaruh Tionghoa. Man'yลgana juga memiliki simbol untuk /je/, yang menyatu dengan /e/ sebelum akhir periode ini.

Beberapa fosilisasi dasar tata bahasa Jepang Kuno yang masih dipertahankan dalam bahasa Jepang Modern yaitu partikel genitivus tsu (digantikan oleh no modern) diawetkan dalam kata-kata seperti matsuge (har.โ€‰'alis mata'); modern mieru ("untuk dilihat"), dan kikoeru ("untuk didengar") mempertahankan akhiran diatesis mediopasif -yu(ru) (kikoyu โ†’ kikoyuru (bentuk kata sifat atributif, yang perlahan-lahan menggantikan bentuk polos mulai akhir Zaman Heian) โ†’ kikoeru (semua kata kerja dengan pola konjugasi shimo-nidan mengalami pergeseran yang sama dalam bahasa Jepang Modern Awal)); dan partikel genitivus ga tetap dalam ucapan arkais yang disengaja.

Jepang Pertengahan Awal

sunting
Genji Monogatari emaki scroll
Gulungan emaki berjudul Hikayat Genji pada abad ke-11.

Bahasa Jepang Pertengahan Awal adalah bahasa Jepang pada Zaman Heian (tahun 794 hingga 1185). Bahasa ini membentuk kaidah baku tertulis Jepang Klasik, yang tetap umum digunakan hingga awal abad ke-20.

Selama masa tersebut, bahasa Jepang mengalami banyak perkembangan fonologis, dalam banyak kasus dipicu oleh masuknya kata-kata serapan dari Tionghoa. Fitur tersebut termasuk perbedaan panjang fonemik untuk pemanjangan konsonan dan vokal, konsonan palatal (contohnya kya) dan gugusan konsonan bibir (contoh: kwa).[15][16] Hal ini menyebabkan perubahan bahasa Jepang menjadi bahasa yang diatur moranya.[15]

Jepang Pertengahan Akhir

sunting

Masa Jepang Pertengahan Akhir mencakup tahun-tahun dari 1185 hingga 1600, dan biasanya dibagi menjadi dua bagian, kira-kira sama dengan Zaman Kamakura dam Zaman Muromachi. Bentuk-bentuk selanjutnya dari bahasa Jepang Pertengahan Akhir adalah yang pertama dijelaskan oleh sumber-sumber non-Jepang, dalam hal ini para misionaris Yesuit dan Fransiskana; dan dengan demikian ada catatan fonologi Jepang Pertengahan Akhir yang lebih baik daripada bentuk-bentuk sebelumnya (contoh: Arte da Lingoa de Iapam). Di antara perubahan bunyi lainnya, urutan /au/ bergabung menjadi /ษ”ห/, berlawanan dengan /oห/; /p/ diperkenalkan kembali melalui kata serapan dari bahasa Tionghoa; dan /we/ bergabung dengan /je/. Beberapa bentuk yang agak lebih akrab bagi penutur bahasa Jepang Modern mulai muncul โ€“ akhiran kesinambungan -te mulai berkurang menjadi kata kerja (contoh: yonde yang diturunkan dari yomite), sisipan -k- pada suku akhir kata sifat menghilang (contoh: shiroi yang diturunkan dari shiroki); dan beberapa bentuk ada di mana bahasa Jepang baku modern mempertahankan bentuk sebelumnya (contoh: hayaku > hayau > hayษ”ษ”, di mana bahasa Jepang baku modern hanya memiliki hayaku, meskipun bentuk alternatif dipertahankan dalam sapaan umum o-hayล gozaimasu berarti "selamat pagi"; akhiran ini adalah juga terlihat pada o-medetล berarti "selamat", diturunkan dari medetaku).

Bahasa Jepang Pertengahan Akhir memiliki kata serapan awal dari bahasa-bahasa Eropa โ€“ kata-kata umum yang sekarang dipinjam ke dalam bahasa Jepang pada periode ini termasuk pan ("roti") dan tabako ("tembakau", kini "rokok"), semuanya dari bahasa Portugis.

Jepang Modern

sunting

Bahasa Jepang Modern dianggap dimulai dengan Zaman Edo (yang berlangsung dari tahun 1603 hingga 1867). Sejak bahasa Jepang Kuno, bentuk baku de facto bahasa Jepang berdasarkan dialek Kansai, terutama Kyoto. Namun, selama Zaman Edo, Edo (kini Tokyo) berkembang menjadi kota terbesar di Jepang, dan dialek daerah Edo menjadi bahasa Jepang baku. Sejak berakhirnya kebijakan "pembatasan" paksa oleh Jepang pada tahun 1853, aliran kata serapan dari bahasa-bahasa Eropa telah meningkat secara besar-besaran. Masa sejak 1945 telah melihat banyak kata yang dipinjam dari bahasa lain seperti Jerman, Prancis, dan Inggris.[17] Banyak kata serapan bahasa Inggris khususnya terkait dengan teknologi, contohnya pasokon (singkatan dari personal computer), intฤnetto ("internet"), dan ]]kamera]]. Karena banyaknya kata pinjaman bahasa Inggris, bahasa Jepang modern dapat membedakan bunyi [tษ•i] dan [ti], serta [dส‘i] dan [di].[18]

Lafal vokal

sunting

Bahasa Jepang baku mempunyai 5 huruf vokal yaitu /a/, /i/, /ษฏ/, /e/, dan /o/.

Lafal vokal bahasa Jepang baku mirip seperti bahasa Indonesia. Contohnya:

  • /a/ seperti "bapak"
  • /i/ seperti "ibu"
  • /ษฏ/ seperti "peuyeum" dalam bahasa Sunda
  • /e/ seperti "besok"
  • /o/ seperti "obor"

Penulisan bahasa Jepang

sunting

Sistem penulisan bahasa Jepang berasal dari aksara Tionghoa (ๆผขๅญ—/kanji) yang diperkenalkan pada abad ke-4 Masehi. Sebelumnya, orang Jepang tidak mempunyai sistem penulisan sendiri.

Sistem penulisan bahasa Jepang terbagi menjadi tiga:

  • Kanji (ใ‹ใ‚“ใ˜ / ๆผขๅญ—) yang berasal dari Tiongkok
  • Hiragana (ใฒใ‚‰ใŒใช / ๅนณไปฎๅ) dan
  • Katakana (ใ‚ซใ‚ฟใ‚ซใƒŠ / ็‰‡ไปฎๅ); keduanya berunsur dari aksara kanji dan dikembangkan pada abad ke-8 Masehi oleh rohaniawan Buddha untuk membantu melafalkan aksara-aksara Tionghoa.

Kedua aksara terakhir ini biasa disebut kana dan keduanya terpengaruh fonetik Bahasa Sanskerta. Hal ini bisa dilihat dari urutan aksara Kana. Selain itu, ada juga sistem alih aksara yang disebut romaji.

Bahasa Jepang yang kita kenal sekarang ini, ditulis dengan menggunakan kombinasi aksara Kanji, Hiragana, dan Katakana. Kanji dipakai untuk menyatakan arti dasar dari kata (baik berupa kata benda, kata kerja, maupun kata sifat). Hiragana ditulis sesudah kanji untuk mengubah arti dasar dari kata tersebut, dan menyesuaikan dengan peraturan tata bahasa Jepang.

Kana

sunting

Aksara Hiragana dan Katakana (kana) memiliki urutan seperti dibawah ini, memiliki 46 set huruf masing-masing. Keduanya (Hiragana dan Katakana) tidak memiliki arti apapun, seperti abjad dalam Bahasa Indonesia, hanya melambangkan suatu bunyi tertentu, meskipun ada juga kata-kata dalam bahasa Jepang yang terdiri dari satu 'suku kata', seperti me (mata), ki (pohon), ni (dua), dsb. Abjad ini diajarkan pada tingkat pra-sekolah (TK) di Jepang.

Kanji

sunting

Banyak sekali kanji yang diadaptasi dari Tiongkok, sehingga menimbulkan banyak kesulitan dalam membacanya. Dai Kanji Jiten adalah kamus kanji terbesar yang pernah dibuat, dan berisi 30.000 kanji. Kebanyakan kanji sudah punah, hanya terdapat pada kamus, dan sangat terbatas pemakaiannya, seperti pada penulisan suatu nama orang.

Oleh karena itu, Pemerintah Jepang membuat suatu peraturan baru mengenai jumlah aksara kanji dalam Joyล Kanji atau kanji sehari-hari yang dibatasi penggunaannya sampai 1945 huruf saja. Aksara kanji melambangkan suatu arti tertentu. Suatu Kanji dapat dibaca secara dua bacaan, yaitu Onyลmi (adaptasi dari cara baca China) dan Kunyลmi (cara baca asli Jepang). Satu kanji bisa memiliki beberapa bacaan Onyomi dan Kunyomi.[19]

Tanda baca

sunting

Dalam kalimat bahasa Jepang tidak ada spasi yang memisahkan antara kata dan tidak ada spasi yang memisahkan antara kalimat. Walaupun bukan merupakan tanda baca yang baku, kadang-kadang juga dijumpai penggunaan tanda tanya dan tanda seru di akhir kalimat.

Tanda baca yang dikenal dalam bahasa Jepang:

  • ใ€‚(ๅฅ็‚น/kuten) Fungsinya serupa dengan tanda baca titik yakni untuk mengakhiri kalimat.
  • ใ€(่ชญ็‚น/toten) Fungsinya hampir serupa dengan tanda baca koma yakni untuk memisahkan bagian-bagian yang penting dalam kalimat agar lebih mudah dibaca

Angka dan Sistem Penghitungan

sunting

Bangsa Jepang pada zaman dahulu (dan dalam jumlah yang cukup terbatas pada zaman sekarang) menggunakan angka-angka Tionghoa, yang lalu dibawa ke Korea dan sampai ke Jepang. Berikut ini adalah daftar angka-angka Jepang.

ไธ€
Ichi
1
ไบŒ
Ni
2
ไธ‰
San
3
ๅ››
Yon
4
ไบ”
Go
5
ๅ…ญ
Roku
6
ไธƒ
Nana
7
ๅ…ซ
Hachi
8
ไน
Kyลซ
9
ๅ
Jลซ
10

Setelah Kekaisaran Jepang mulai dipengaruhi oleh Eropa, angka-angka Arab mulai digunakan secara besar-besaran, dan hampir mengganti sepenuhnya kegunaan angka Tionghoa ini.

Dalam penggunaannya di Bahasa Jepang, angka-angka ini tidak bisa digunakan sendiri untuk menyatakan sebuah jumlah dari suatu barang, waktu dan sebagainya. Pertama-tama, jenis barangnya harus dipertimbangkan, lalu ukurannya, dan akhirnya jumlahnya. Cara berhitung untuk waktu dan tanggal pun berbeda-beda, maka satu hal yang harus dilakukan adalah menghafalkan cara angka-angka ini bergabung dengan satuannya.

Cara menghitung barang

sunting

Barang secara umum

sunting

Selain sistem angka Tionghoa, Bahasa Jepang juga memiliki sistem satuan sendiri untuk menghitung apapun, kecuali untuk orang dan makhluk hidup lainnya. Satuan ini hanya berlaku untuk 1 sampai 10 kemudian digunakan lagi angka biasanya. Berikut ini adalah satuannya.

Satu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh Delapan Sembilan Sepuluh
ใฒใจใค ใตใŸใค ใฟใฃใค ใ‚ˆใฃใค ใ„ใคใค ใ‚€ใฃใค ใชใชใค ใ‚„ใฃใค ใ“ใ“ใฎใค ใจใ†
hitotsu futatsu mittsu yottsu itsutsu muttsu nanatsu yattsu kokonotsu tou

Barang panjang

sunting

Untuk mengucapkan barang panjang, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan ใปใ‚“ (hon) sebagai akhiran, Misal: 1 batang ใ„ใฃใฝใ‚“ (ippon), 2 batang ใซใปใ‚“ (nihon), 3 batang ใ•ใ‚“ใผใ‚“ (sanbon), 4 batang ใ‚ˆใ‚“ใปใ‚“ (yonhon), 5 batang ใ”ใปใ‚“ (gohon), dst. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah pensil, pulpen, dan benda panjang lainya.

Barang tipis

sunting

Untuk menghitung barang tipis, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan ใพใ„ (mai) sebagai akhiran, Misal: 1 lembar ใ„ใกใพใ„ (ichimai), 2 lembar ใซใพใ„ (nimai), 3 lembar ใ•ใ‚“ใพใ„ (sanmai), 4 lembar ใ‚ˆใ‚“ใพใ„ (yonmai), 5 lembar ใ”ใพใ„ (gomai), dst.. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah kertas, baju, prangko, dan benda tipis lainnya.

Barang besar

sunting

Untuk menghitung barang besar, hanya perlu angka biasa ditambahkan dengan satuan ใ ใ„ (dai) sebagai akhiran, Misal: 1 buah ใ„ใกใ ใ„ (ichidai), 2 buah ใซใ ใ„ (nidai), 3 buah ใ•ใ‚“ใ ใ„ (sandai), 4 buah ใ‚ˆใ‚“ใ ใ„ (yondai), 5 buah ใ”ใ ใ„ (godai), dst.. Bisa digunakan untuk menghitung jumlah barang elektronik yang besar, atau barang besar pada umumnya, seperti televisi, kulkas, rumah, mobil dan sebagainya.

Orang

sunting

Untuk mengucapkan seorang dan seterusnya menggunakan angka biasa ditambahkan dengan satuan ใซใ‚“ (nin), misal: 3 orang ใ•ใ‚“ใซใ‚“ (sannin), 7 orang ใ—ใกใซใ‚“/ใชใชใซใ‚“ (shichinin/nananin), untuk satu orang dan dua orang, terjadi pengecualian yaitu: 1 orang ใฒใจใ‚Š (hitori) dan 2 orang ใตใŸใ‚Š (futari).

Tata bahasa

sunting

Tata kalimat dalam Bahasa Jepang memakai aturan subjek-objek-verba. Subjek, objek dan relasi gramatika lainnya biasa ditandai dengan partikel, yang menyisip di kalimat dan disebut posisi akhir (postposition). Struktur dasar kalimat memakai cabang topik. Contohnya dalam kalimat ็งใฏใ‚Šใ‚“ใ”ใ‚’้ฃŸในใพใ™ (Watashi-wa ringo-wo tabemasu), di sini watashi bertindak sebagai topik karena diikuti oleh partikel topik wa, sedangkan kalimat ringo-wo tabemasu bertindak sebagai pelengkap/informasi tentang topik tersebut.

Infleksi dan konjugasi

sunting

Dalam bahasa Jepang, kata benda tidak memiliki bentuk numeral, jenis kelamin, atau aspek lainnya. Contohnya pada kata benda hon (ๆœฌ) yang mungkin berarti buku atau berarti buku-buku. Juga pada kata hito (ไบบ) yang mungkin berarti orang atau sekumpulan orang. Kata untuk menyebut orang biasanya dalam bentuk tunggal, contohnya Harada-san. Jika kata panggil jamak, biasanya ditambahkan akhiran -tachi. Misalnya tomodachi (teman) ditambahkan tachi menjadi tomodachitachi yang berarti teman-teman.

Pertanyaan mempunyai bentuk yang sama dengan kalimat afirmatif. Intonasi akan meninggi setiap akhir dari kalimat pertanyaan. Dalam situasi resmi, biasanya kalimat pertanyaan disertai partikel -ka. Contohnya, kalimat ii desu (ใ„ใ„ใงใ™) yang berarti "Baiklah" menjadi bentuk ii desu ka (ใ„ใ„ใงใ™ใ‹?) yang berarti "Boleh kan?". Biasanya pada situasi tidak resmi, partikel -no (ใฎ) untuk menunjukkan penekanan, contohnya pada kalimat Doshite konai-no? yang berarti "Kenapa (kamu) tidak datang?".

Kalimat negatif dibentuk dengan mengubah bentuk kata kerja. Contohnya pada kalimat Pan-(w)o tabemasu (ใƒ‘ใƒณใ‚’้ฃŸในใพใ™) yang artinya "Saya makan roti" menjadi Pan-(w)o tabemasen (ใƒ‘ใƒณใ‚’้ฃŸในใพใ›ใ‚“) yang artinya "Saya tidak makan roti".

Adjektiva

sunting

Ada tiga bentuk kata sifat dalam bahasa Jepang:

  • ๅฝขๅฎน่ฉž (keiyoshi) yaitu penambahan partikel -i, yang memiliki akhiran konjugasi ใ„ (i). Contohnya: ๆš‘ใ„ๆ—ฅ (atsui hi) yang berarti "hari yang panas"
  • ๅฝขๅฎนๅ‹•่ฉž (keiyodoshi) yaitu penambahan partikel -na. Contoh: ๅค‰ใชใฒใจ (henna hito) yang berarti "orang aneh"
  • ้€ฃไฝ“่ฉž (rentaishi) yaitu kata sifat sebenarnya. Contoh: ใ‚ใฎๅฑฑ (ano yama)

Partikel

sunting

Bahasa Jepang juga memiliki beberapa partikel yaitu:

Kesopanan

sunting

Biasanya untuk menghormati orang yang lebih tinggi, seperti kepada menteri atau direktur, dipakai bahasa Jepang sopan yang disebut (ไธๅฏง่ชž) teineigo. Untuk menyebut nama menteri, diakhiri dengan partikel -sama atau -sangi. Contoh: Katsumoto-sangi (ๅ‹ๆœฌใƒผๅ‚่ญฐ). Untuk berkenalan, kita harus menggunakan bentuk bahasa sopan. Namun, kalau sudah akrab, kita boleh memakai bahasa umum.

Kosakata

sunting

Bahasa Asli Jepang yaitu berasal dari bahasa asli pemukim Jepang zaman dahulu disebut yamato kotoba (ๅคงๅ’Œ่จ€่‘‰) yang berarti kosakata Yamato. Kosakata Jepang sebagian besar berakar atau berasal dari bahasa Tionghoa disebut kango (ๆผข่ชž) yang masuk pada abad ke-5 lewat Semenanjung Korea. Jepang banyak mengadopsi kosakata dari bahasa Inggris, kata-kata adopsi ini umumnya ditulis menggunakan huruf katakana. Contoh: ใƒžใ‚คใ‚ซใƒผ (maikaa - sama dengan pelafalan "my car") yang berarti "mobil saya"

Belajar Bahasa Jepang

sunting

Beberapa universitas internasional di dunia mengajarkan bahasa Jepang. Mulainya ketertarikan belajar bahasa Jepang sewaktu abad ke-18 Masehi, lalu melonjak ketika Jepang mulai memimpin ekonomi dunia pada tahun 1980. Bahasa Jepang semakin diminati karena mendominasi dunia kartun (anime dan manga) di seluruh penjuru dunia. Kebanyakan dari otaku (penggemar anime) bisa berbicara bahasa Jepang walaupun hanya dasarnya. Pemerintah Jepang sebagai pihak yang mengatur bahasa Jepang menyediakan tes profisiensi sejenis TOEFL yaitu JLPT (Japanese Language Proficiency Test).

Kekerabatan bahasa Jepang

sunting

Para pakar bahasa tidak mengetahui secara pasti kekerabatan bahasa Jepang dengan bahasa lain. Ada yang menghubungkannya dengan bahasa Altai, tetapi ada pula yang menghubungkannya dengan bahasa Austronesia.[20] Selain itu ada pula kemiripan secara tata bahasa dan dalam susunan kalimat serta secara fonetik dengan bahasa Korea meski secara kosakata tidaklah begitu mirip.

Bilangan dalam bahasa Jepang dengan bahasa Indonesia

sunting
Bilangan Aksara Sino-Jepang Kanji Bahasa Jepang Bahasa Indonesia
0 ้›ถ ใ‚Œใ„
ใœใ‚
rei
zero
nol
1 ไธ€ ใ„ใก ichi satu
2 ไบŒ ใซ ni dua
3 ไธ‰ ใ•ใ‚“ san tiga
4 ๅ›› ใ‚ˆใ‚“
ใ—
yon
shi
empat
5 ไบ” ใ” go lima
6 ๅ…ญ ใ‚ใ roku enam
7 ไธƒ ใช ใช
ใ—ใก
nana
shichi
tujuh
8 ๅ…ซ ใฏใก hachi delapan
9 ไน ใใ‚…ใ†
ใ
kyลซ
ku
sembilan
10 ๅ ใ˜ใ‚…ใ† jลซ sepuluh
11 ๅไธ€ ใ˜ใ‚…ใ†ใ„ใก jลซ-ichi sebelas
20 ไบŒๅ ใซใ˜ใ‚…ใ† ni-jลซ dua puluh
30 ไธ‰ๅ ใ•ใ‚“ ใ˜ใ‚…ใ† san-jลซ tiga puluh
40 ๅ››ๅ ใ‚ˆใ‚“ใ˜ใ‚…ใ† shi-jลซ empat puluh
50 ไบ”ๅ ใ”ใ˜ใ‚…ใ† go-jลซ lima puluh
60 ๅ…ญๅ ใ‚ใใ˜ใ‚…ใ† roku-jลซ enam puluh
70 ไธƒๅ ใชใชใ˜ใ‚…ใ† nana-jลซ tujuh puluh
80 ๅ…ซๅ ใฏใกใ˜ใ‚…ใ† hachi-jลซ delapan puluh
90 ไนๅ ใใ‚…ใ†ใ˜ใ‚…ใ† kyลซ-jลซ sembilan puluh
100 ็™พ ใฒใ‚ƒใ hyaku seratus
1.000 ไธ‡ sen seribu
10.000 ๅƒ man sepuluh ribu
100.000 ๅๅƒ jลซ-man seratus ribu
1.000.000 ็™พๅƒ hyaku-man satu juta
10.000.000 ไธ‡ๅƒ sen-man sepuluh juta
100.000.000 oku seratus juta
1.000.000.000 jลซ-oku satu miliar
1.000.000.000.000 chล satu triliun

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "Japanese". Languages of the World. Diakses tanggal 2008-02-29.
  2. ^ Vovin (2017).
  3. ^ ๆณ•ๅˆถๅŸทๅ‹™ใ‚ณใƒฉใƒ ้›†ใ€Œๆณ•ๅพ‹ใจๅ›ฝ่ชžใƒปๆ—ฅๆœฌ่ชžใ€ (dalam bahasa Jepang). Legislative Bureau of the House of Councillors. Diakses tanggal 19 Januari 2009.
  4. ^ Hammarstrรถm, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Japanese". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  5. ^ Hammarstrรถm, Harald; Forkel, Robert; Haspelmath, Martin, ed. (2023). "Japanesic". Glottolog 4.8. Jena, Jerman: Max Planck Institute for the Science of Human History. ; ;
  6. ^ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  8. ^ "Bahasa Jepang". www.ethnologue.com (dalam bahasa Inggris). SIL Ethnologue.
  9. ^ Wade, Nicholas (4 May 2011). "Finding on Dialects Casts New Light on the Origins of the Japanese People". The New York Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-03. Diakses tanggal 7 May 2011.
  10. ^ Frellesvig & Whitman 2008, hlm.ย 1.
  11. ^ Frellesvig 2010, hlm.ย 11.
  12. ^ Seeley 1991, hlm.ย 25โ€“31.
  13. ^ Frellesvig 2010, hlm.ย 24.
  14. ^ Shinkichi Hashimoto (February 3, 1918)ใ€Œๅ›ฝ่ชžไปฎๅ้ฃ็ ”็ฉถๅฒไธŠใฎไธ€็™บ่ฆ‹โ€•็Ÿณๅกš้พ้บฟใฎไปฎๅ้ฃๅฅฅๅฑฑ่ทฏใซใคใ„ใฆใ€ใ€Žๅธๅ›ฝๆ–‡ๅญฆใ€26โ€“11(1949)ใ€Žๆ–‡ๅญ—ๅŠใณไปฎๅ้ฃใฎ็ ”็ฉถ(ๆฉ‹ๆœฌ้€ฒๅ‰ๅšๅฃซ่‘—ไฝœ้›† ็ฌฌ3ๅ†Š)ใ€(ๅฒฉๆณขๆ›ธๅบ—)ใ€‚
  15. ^ a b Frellesvig 2010, hlm.ย 184
  16. ^ Labrune, Laurence (2012). The Phonology of Japanese. The Phonology of the World's Languages. Oxford University Press. hlm.ย 89โ€“91. doi:10.1093/acprof:oso/9780199545834.003.0003. ISBNย 978-0-19-954583-4. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-10-27. Diakses tanggal 2021-10-14.
  17. ^ Miura, Akira, English in Japanese, Weatherhill, 1998.
  18. ^ Hall, Kathleen Currie (2013). "Documenting phonological change: A comparison of two Japanese phonemic splits" (PDF). Dalam Luo, Shan (ed.). Proceedings of the 2013 Annual Conference of the Canadian Linguistic Association. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-12-12. Diakses tanggal 2019-06-01.
  19. ^ Hary Gunarto, Building Kanji Dictionary as Basic Tool for Machine Translation in Natural Language Processing Applications, Journal of Ritsumeikan Studies in Language and Culture, April 2004, 15/ 3, 177-185
  20. ^ Starostin et al. (2003:8โ€“9)

Daftar pustaka

sunting
  • Starostin, Sergei A., Anna V. Dybo, and Oleg A. Mudrak. 2003. Etymological Dictionary of the Altaic Languages, 3 volumes. Leiden: Brill Academic Publishers. ISBN 90-04-13153-1.
  • Vovin, Alexander (2017), "Origins of the Japanese Language", Oxford Research Encyclopedia of Linguistics (dalam bahasa Inggris), Oxford University Press, doi:10.1093/acrefore/9780199384655.013.277.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Jepang

Jepang (bahasa Jepang: ๆ—ฅๆœฌๅ›ฝ, Nippon-koku atau Nihon-koku) adalah negara kesatuan yang bersistem parlementer dengan berbentuk monarki konstitusional dan

Dialek bahasa Jepang

Dialek bahasa Jepang (ๆ–น่จ€code: ja is deprecated , hลgen) adalah variasi bahasa Jepang yang berbeda-beda menurut pemakai dan daerahnya di Jepang. Bahasa Jepang

Tuturan honorifik dalam bahasa Jepang

dalam bahasa Jepang (ๆ•ฌ่ชžcode: ja is deprecated , keigo, bahasa honorifik) adalah ungkapan hormat yang digunakan oleh penutur dan penulis bahasa Jepang berdasarkan

Pendudukan Jepang di Hindia Belanda

antara pemerintah Belanda dan Jepang, aset-aset Jepang di kepulauan itu dibekukan. Belanda menyatakan perang terhadap Jepang setelah serangan terhadap Pearl

Bahasa di Jepang

Kebanyakan bahasa yang digunakan di Jepang saat ini adalah bahasa Jepang, yang terpisah dalam sejumlah besar dialek dengan dialek Tokyo yang dianggap Jepang standar

Bahasa Jepang Klasik

Halaman bahasa acak Bahasa Jepang Klasik (ๆ–‡่ชžcode: ja is deprecated bungo, berarti "bahasa sastra"), juga disebut sebagai bahasa Jepang Baku Kuno (ๅคๆ–‡code:

Wikipedia bahasa Jepang

Wikipedia bahasa Jepang (Jepang: ใ‚ฆใ‚ฃใ‚ญใƒšใƒ‡ใ‚ฃใ‚ขๆ—ฅๆœฌ่ชž็‰ˆcode: ja is deprecated , diromanisasikan menjadi Uikipedia Nihongo-ban) adalah Wikipedia edisi bahasa Jepang. Hingga

Bahasa Isyarat Jepang

hanya didukung oleh beberapa antarmuka Halaman bahasa acak Bahasa Isyarat Jepang (bahasa Inggris: Japanese Sign Language) (ๆ—ฅๆœฌๆ‰‹่ฉฑcode: ja is deprecated