Avidyฤ adalah kata dari bahasa Sanskerta yang bermakna "kebodohan", "kedunguan", "ketidaktahuan", "tidak mengerti" dan segala sesuatu hal yang bertentangan dengan ''vidya''. Istilah ini sering dibahas dalam ajaran agama Hindu.

Avidya sumber kesengsaraan

sunting

Disebutkan bahwa avidya adalah cikal-bakal penderitaan. Hal ini memang amat patut untuk ditakuti oleh seorang penekun jalan spiritual, yang mendambakan kebebasan. Berpangkal pada avidya inilah bermunculan dosa-dosa yang merupakan sumber dari segala sumber penderitaan; persis seperti disebutkan bahwa avidya merupakan "bidang gerak" bagi dosa-dosa yang terpendam, menghilang, teratasi, ataupun malah lebih meluas.

Terhapusnya avidya oleh vidya, berarti meniadakan "bidang gerak" dari dosa-dosa yang lainnya, sehingga peluang masuknya dosa tersebut tidak menemukan pijakan dalam batin kita. Avidya melahirkan egoisme semu (asmita); hadirnya asmita melahirkan suka-tidak-suka (raga-dvesa); segala penilaian yang berdasarkan atas raga-dvesa, semakin mempertebal kabut avidya dan memperkuat asmita. Dengan semakin kuatnya asmita, mempertebal kepemilikan atas segala sesuatu.

Kefanatikan karena kebodohan

sunting

Avidya cendrung dogmatis dan sangat fanatik dengan apa yang mampu mereka ketahui tentang ajaran yang dianutnya. Umumnya, mereka dengan intelektualitas rendah ini amat realistik dan benar-benar dapat diamati di dalam kehidupan sehari-hari

Referensi

sunting


Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Avidyฤ

avidya Avidyฤ dapat merujuk pada: Avidyฤ (Buddhisme), sebuah konsep Buddhis yang menunjukkan ketidaktahuan terhadap Empat Kebenaran Mulia atau kesalahpahaman

Ketidaktahuan (Buddhisme)

Buddhisme, ketidaktahuan atau kebodohan (Pali: avijjฤ; Sanskerta: เค…เคตเคฟเคฆเฅเคฏเคพ, avidyฤ) merujuk pada kesalahpahaman atas hakikat realitas, khususnya tentang ketidakkekalan

Moksa

pembebasan psikologi dari adhyasa (ketakutan dalam hidup seseorang) dan avidya (penolakan atau apapun yang bukan pengetahuan sejati). Banyak mazhab Hinduisme

Pengotor batin

(Sanskerta: rฤga) Antipati (Sanskerta: pratigha) Ketidaktahuan (Sanskerta: avidyฤ) Kesombongan/tipu daya (Sanskerta: mฤna) Keraguan (Sanskerta: vicikitsฤ)

Karma dalam Buddhisme

dan kematian dalam siklus berulang yang digerakkan oleh ketidaktahuan (avidyฤ), nafsu keinginan (tแน›แนฃแน‡ฤ), dan kebencian (dveแนฃa). Siklus ini disebut samsฤra

Belenggu (Buddhisme)

daftar: nafsu (anunaya), antipati (pratigha), kesombongan (mฤna), kebodohan (avidyฤ), keraguan (vicikitsฤ), pandangan salah (dแน›แนฃแนญi), kemelekatan (parฤmarล›a)

Gugusan (Buddhisme)

mengidentifikasi gugusan materi sebagai "pemadatan" ketidaktahuan (Skt.: avidyฤ), yang memungkinkan seseorang untuk memiliki ilusi bahwa ia "memiliki" kebijaksanaan

Anagami

(Pali; Sanskerta: auddhatya) - Kegelisahan batin Avijjฤ (Pali; Sanskerta: avidyฤ) - Ketidaktahuan atau kebodohan batin Kฤma-rฤga dan vyฤpฤda, yang mana seorang