Papan Pa Kua.

Pa Kua atau Ba Gua (Hanzi: 八卦; Pinyin: bāguà; harfiah: 'delapan trigram') adalah simbol yang merupakan dasar sistem kosmogoni dan falsafat Tiongkok kuno.[1] Dilihat dari asal katanya, "Ba" berarti delapan, sedangkan "Gua" adalah trigram (tiga garis).[2] Setiap Gua terdiri dari tiga simbol Yao.[2] Simbol Yao melukiskan bentuk Yin atau Yang.[2] Menurut sejarah, orang pertama yang Pa Kua adalah Kaisar Fu Shi (± 2800 sebelum Masehi).[1] Menurut kosmogoni Tiongkok kuno, untuk menggambarkan keempat musim yang membentuk Yin dan Yang, digunakan garis utuh dan garis bersela.[1] Kombinasi dari empat garis utuh dan garis bersela merupakan lambang dari langit, angin, air, gunung, bumi, guntur, api, dan tanah rendah.[1] Di bagian tengah dari suatu Pa Kua terdapat bagan yang melambangkan asas Taichi.[1]

Pa Kua memiliki sembilan bidang yang membentuk bidang oktagon.[2] Ahli Feng Shui Cina menggunakan Pa Kua untuk memprediksi nasib.[2] Kedelapan simbol trigram melambangkan delapan area hidup yang meliputi: karier, anak, pengetahuan, teman, keluarga, kesejahteraan, popularitas, dan hubungan jodoh.[2] Bidang kesembilan dari Pa Kua terdapat pada bagian tengah oktagon yang dapat diartikan sebagai anda, hidup, dan vitalitas (Taichi).[2]

八卦 Bā Guà—Delapan Trigram
乾 Qián
兌 Duì
離 Lí
震 Zhèn
巽 Xùn
坎 Kǎn
艮 Gèn
坤 Kūn
Surga/Langit Danau/Rawa Api Guntur Angin Air Gunung Bumi
天 Tiān 澤(泽) Zé 火 Huǒ 雷 Léi 風(风) Fēng 水 Shuǐ 山 Shān 地 Dì

Rujukan

sunting
  1. ^ a b c d e Shadily, Hassan. Ensiklopedi Indonesia. Ichtiar Baru-Van Hoeve dan Elsevier Publishing Projects. Jakarta, 1984. Hal. 2517
  2. ^ a b c d e f g Circle-of-light.com, What is a Ba-Gua? Diakses pada 29 Juli 2011.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Konfusianisme

dalam Sungai Huang Ho. Lambang wahyu tersebut kini dikenal sebagai lambang Bagua. Nabi Nu Wa (Hokkien:Lie Kwa), istri Fuxi, menciptakan Hukum Pernikahan

Orang Hakka

persegi empat, bentuk U, setengah bulat, bentuk segi delapan seperti bentuk bagua dan sebagainya. Bahasa Hakka Bahasa Hakka Kalimantan Barat 客家人文化精神的形成 (Pembentukan

Baguadao

Baguadao (Hanzi: 八卦道; Pinyin: Bāguà dào; harfiah: 'Jalan Delapan Trigram') atau Sekte Delapan Trigram (Hanzi: 八卦教; Pinyin: Bāguà jiào) atau Ajaran Mencapai

Hongyang Jiao

pada abad ke-16, yang dikenal karena keterlibatannya dalam pemberontakan Bagua di tahun 1813. Hongyangjiao didirikan oleh Han Taihu (韓太湖) yang berasal

Sun Go Kong

untuknya gagal, sehingga Sun Go Kong akhirnya dikurung dalam sebuah tungku bagua Lao Tzu untuk disuling menjadi pil obat dengan cara dibakar menggunakan

Fúxī

empat, mendengar suara dari delapan angin, mengambarkan Delapan Trigram/Bagua. Bagua berkembang menjadi Yijing, yang merupakan asal mula kultur dan budaya

Pemberontakan Delapan Trigram tahun 1813

Henan di Tiongkok. Pada tahun 1812, para pemimpin Sekte Delapan Trigram (Bagua jiao) yang juga dikenal sebagai Sekte Ketertiban Surgawi (Tianli jiao) mengumumkan

Dewa-dewi Tionghoa

surga (天皇, Tiānhuáng), juga disebut Bāguàzǔshī (八卦祖師, “Yang Mulia Penemu Bagua”) oleh para penganut Taoisme, adalah seorang dewa yang terkenal telah mengajarkan