Barda Nawawi Arief
Dekan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro
Masa jabatan
1992โ€“1999
Ketua Tim Buku I Panitia Terpadu Penyusunan RUU tentang KUHP
Informasi pribadi
Lahir(1943-01-23)23 Januari 1943
Cirebon, Jawa Barat
KebangsaanIndonesia
AlmamaterUniversitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro
ProfesiDosen
Dikenal karenaTim Panitia Terpadu Penyusunan RUU tentang KUHP
Panitia Fasilitasi dan Evaluasi Materi RUU tentang KUHP
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Barda Nawawi Arief (lahir 23 Januari 1943) adalah seorang Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Diponegoro.[1] Ia dikenal sebagai pakar Hukum Pidana. Selain mengajar ia merupakan aktivis penyusun Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU KUHP). Di mana KUHP) yang saat ini berlaku di Indonesia masih merupakan warisan kolonial Belanda dan sudah saatnya diperbaharui dengan KUHP) yang ber-Pancasila dan mengakomodir nilai-nilai hukum yang modern.

Pemikiran Singkat Tentang Hukum Pidana

sunting
  • Dengan memanfaatkan pendekatan keilmuan (pemikiran hukum) yang integral antara pendekatan juridis (hukum) - ilmiah (keilmuan) - religius (keagamaan), pendekatan juridis - kontekstual, pendekatan juridis (hukum) - kultural (budaya), dan pendekatan juridis berwawasan global/komparatif, diharapkan penegakan hukum (law enforcement) juga dapat memberikan kontribusi bagi terwujudnya pembaharuan dan pembangunan hukum (law reform and development) yang berkualitas di Indonesia;
  • Seperti halnya perhatian/pandangan abad 19 yang telah beralih dari โ€œperbuatanโ€ ke โ€œorangโ€, yaitu dari โ€œkejahatanโ€ ke sipembuatnya yaitu โ€œpenjahatโ€, maka seharusnya kita melangkah lebih lanjut dan memusatkan perhatian kita, tidak pada penjahat tetapi kepada sipembuatnya yaitu โ€œmasyarakatโ€;
  • Pemberlakuan Wetboek van Straftrecht (WvS)/KUHP Hindia Belanda berdasarkan Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946, pada hakikatnya asas-asas dan dasar-dasar tata hukum pidana dan hukum pidana masih tetap dilandaskan pada ilmu hukum pidana dan praktik hukum pidana kolonial. Sudah saatnya Sistem Hukum Nasional (Termasuk Sistem Hukum Pidana di Indonesia) merupakan sistem Hukum Pancasila yang menjabarkan sila - sila Pancasila secara keseluruhan;

Riwayat Pendidikan

sunting

Jabatan

sunting

Karya-Karya Terkenal

sunting
  • Bunga Rampai Kebijakan Hukum Pidana (CV CITRA ADITYA BAKTI, Bandung)
  • Beberapa Aspek Kebijakan Penegakan dan Pengembangan Hukum Pidana (CV CITRA ADITYA BAKTI, Bandung)
  • Perbandingan Hukum Pidana (CV RAJAWALI, Jakarta)
  • Teori dan Kebijakan Pidana (ditulis bersama Muladi, penerbit ALUMNI, Bandung)
  • Bunga Rampai Hukum Pidana (ditulis bersama Muladi, penerbit ALUMNI, Bandung)
  • Masalah Penegakan Hukum dan Kebijakan Penanggulangan Kejahatan (PT Citra Aditya Bakti, Bandung)
  • Kapita Selekta Hukum Pidana (CV Citra Aditya Bakti, Bandung).
  • Pembaharuan Hukum Pidana Dalam Perspektif Kajian Perbandingan (CV Citra Aditya Bakti, Bandung)
  • Tindak Pidana Mayantara: Perkembangan Kajian Cyber Crime di Indonesia, PT RajaGrafindo, Jakarta
  • Mediasi Penal: Penyelesaian Perkara Pidana Di Luar Pengadilan, Pustaka Magister Semarang

Kegiatan Ilmiah di Luar Negeri

sunting
  • 1988: Peserta โ€œThe Xth International Congress on Criminologyโ€ di Hamburg, Jerman;
  • 1993: Peserta โ€œSecond Regional Symposium On Economic Crimeโ€, di Kuala Lumpur, Malaysia;
  • 1995: Anggota Utusan Indonesia pada โ€œThe IXth United Nations Congress On The Prevention of Crime and the Treatment of Offendersโ€, di Kairo, Mesir.

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Barda

Barda dapat mengacu pada beberapa hal berikut: Barda (rayon) Barda, Azerbaijan Barda, Perm (Oblast Perm) [1] Jean-Pierre Barda Olaf Barda Elyaniv Barda

Barda (rayon)

Barda (Bษ™rdษ™) adalah rayon Azerbaijan yang ibu kotanya terletak di Barda. Menurut sensus tahun 1999, rayon ini memiliki populasi sebesar 129.600 jiwa.

Masjid Barda

Masjid Katedral Barda (bahasa Rusia: ะ‘ะฐั€ะดั‹ะผัะบะฐั ัะพะฑะพั€ะฝะฐั ะผะตฬั‡ะตฬั‚ัŒ), atau lebih dikenal dengan Masjid Barda (bahasa Rusia: ะ‘ะฐั€ะดั‹ะผัะบะฐั ะผะตฬั‡ะตฬั‚ัŒ) adalah sebuah

Barda, Azerbaijan

Barda (bahasa Azerbaijan: Bษ™rdษ™) adalah kota yang merupakan ibu kota dari distrik Barda, Azerbaijan. Barda adalah kota kecil yang terletak didekat sungai

Vaksin Covid-19 Moderna

Diseases (NIAID), Biomedical Advanced Research and Development Authority (BARDA), dan Moderna. Vaksin tersebut dipakaikan melalui suntikan intraotot. Pada

Gujarat

"sanctuary" kehidupan liar dan perlindungan alam, termasuk Anjal, Balaram-Ambaji, Barda, Jambughoda, Jessore, Kachchh Desert, Khavda, Nal Sarovar, Narayan Sarovar

Si Buta dari Gua Hantu

pada zaman kolonial Hindia Belanda ini menceritakan kisah hidup tragis Barda Mandrawata, seorang pendekar silat dari perguruan pencak silat Elang Putih

Kuntowijoyo

Nasional Indonesia. Dramanya berjudul Tidak Ada Waktu bagi Nyonya Fatma, Barda dan Cartas (1972) dan Topeng Kayu memperoleh hadiah dalam sayembara Penulisan