Gejala Sindrom Cushing[1]
Increased hair and stria in a 30 year old female patient with iatrogenic Cushing's syndrome
Diagram dengan legenda menunjukkan kelenjar adrenal, ginjal dan ureter, serta vena cava inferior dan ginjal, serta aorta dan arteri ginjal.

Sindrom Cushing, atau kadang disebut juga hiperkortisolisme, adalah sekumpulan tanda dan gejala yang diakibatkan oleh peningkatan kadar hormon kortisol melebihi batas normal.[2] Penyakit ini secara sistemik ditandai dengan obesitas sentral, hipertensi, diabetes melitus, osteoporosis, atrofi otot, dislipidemia, batu ginjal, dan moon face (wajah bulat).[3]

Sejarah

sunting

Pada tahun 1932, Harvey W. Cushing, seorang ahli bedah saraf Amerika, melaporkan 12 pasien yang menderita gangguan metabolik serius yang ia kaitkan dengan tumor basofilik pada kelenjar pituitari.[4] Gangguan ini ditandai oleh produksi hormon kortisol yang berlebihan, menyebabkan gejala seperti obesitas sentral, hipertensi, dan gangguan metabolisme. Pada tahun yang sama, peneliti Bishop dan Close mengusulkan nama "sindrom Cushing" untuk kondisi ini.[5]

Penyebab

sunting

Sebagian besar kasus sindrom Cushing disebabkan oleh penggunaan obat glukokortikoid eksogen (iatrogenik), tetapi ada juga yang disebabkan oleh produksi kortisol yang berlebihan secara endogen. Semua mekanisme tersebut mengarah pada kondisi kelebihan kortisol dalam tubuh.[6]

Eksogen

sunting

Cushing sindrom eksogen dapat disebabkan oleh konsumsi obat yang mengandung kortikosteroid seperti medroksiprogesteron asetat[7][8] yang biasa digunakan untuk berbagai pengobatan penyakit akut atau konsumsi bahan kontrasepsi yang mengandung estrogen seperti mestranol.[9]

Endogen

sunting

Tiga penyebab utama sindrom Cushing endogen meliputi gangguan hipotalamus-hipofisis primer, tumor non-hipofisis, dan neoplasma adrenokortikal primer.[6] Pada gangguan hipotalamus-hipofisis primer, terjadi sekresi berlebihan hormon adrenokortikotropik (ACTH). Kondisi ini dapat disebabkan oleh prosedur adrenalektomi yang mengakibatkan terjadinya adenoma pada kelenjar hipofisis.[10][11]

Gejala

sunting

Gejala yang menjadi ciri khas dari sindrom Cushing adalah peningkatan berat badan akibat akumulasi lemak di bagian tubuh tertentu, terutama di area perut, wajah (moon face), serta leher belakang dan punggung bagian atas (sering disebut sebagai "buffalo hump").[12] Berikut adalah beberapa gejala dari sindrom Cushing:[13]

Gejala yang Umum Terjadi Gejala yang Jarang Terjadi
Penurunan libido Abnormalitas EKG atau aterosklerosis
Obesitas atau peningkatan berat badan Penumpukan lemak di bagian dorsal
Bengkak di wajah Edema
Moon face Abnormalitas toleransi glukosa
Perubahan siklus menstruasi Osteopenia atau fraktur
Striae Sakit kepala
Hipertensi Nyeri punggung
Hirsutisme Infeksi berulang
Ekimosis Nyeri perut
Letargi, depresi Jerawat
Kelemahan otot bagian proksimal Kebotakan pada wanita

Lihat pula

sunting

Rujukan

sunting
  1. ^ "Cushing syndrome". Mayo Clinic. March 28, 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 25, 2015. Diakses tanggal 2015-05-25.
  2. ^ Nishioka, Hiroshi; Yamada, Shozo (2019-11). "Cushing's Disease". Journal of Clinical Medicine (dalam bahasa Inggris). 8 (11): 1951. doi:10.3390/jcm8111951. ISSNย 2077-0383. PMCย 6912360. PMIDย 31726770. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  3. ^ Ko, Eugene; Panchal, Neeraj (2020-10-01). "Pigmented Lesions". Dermatologic Clinics. Oral Medicine in Dermatology. 38 (4): 485โ€“494. doi:10.1016/j.det.2020.05.009. ISSNย 0733-8635.
  4. ^ Cushing, Harvey (1994-09). "The Basophil Adenomas of the Pituitary Body and Their Clinical Manifestations (Pituitary Basophilism) 1". Obesity Research (dalam bahasa Inggris). 2 (5): 486โ€“508. doi:10.1002/j.1550-8528.1994.tb00097.x. ISSNย 1071-7323.
  5. ^ Lindholm, J. (2000-10-01). "Cushing's Syndrome: Historical Aspects". Pituitary (dalam bahasa Inggris). 3 (2): 97โ€“104. doi:10.1023/A:1009905808033. ISSNย 1573-7403.
  6. ^ a b Kumar, Vinay; Abbas, Abul K.; Aster, Jon C.; Deyrup, Andrea T. (2023). Robbins & Kumar basic pathology (Edisi Eleventh edition). Philadelphia, PA: Elsevier. ISBNย 978-0-323-79018-5. OCLCย 1351696609.
  7. ^ (Inggris) "Medroxyprogesterone induced Cushing's syndrome". Department of Endocrinology, Royal North Shore Hospital; Learoyd D, McElduff A. Diakses tanggal 2011-04-20.
  8. ^ (Inggris) "The Cushing syndrome induced by medroxyprogesterone acetate". Toronto General Hospital; Siminoski K, Goss P, Drucker DJ. Diakses tanggal 2011-04-20.
  9. ^ (Inggris) "The effect of oral contraceptives on cortisol metabolism". C. W. Burke. Diakses tanggal 2011-04-20.
  10. ^ (Inggris) "ACTH-producing pituitary tumors following adrenalectomy for Cushing's syndrome". NELSON DH, MEAKIN JW, THORN GW. Diakses tanggal 2011-04-20.
  11. ^ (Inggris) "The prevalence of pituitary adenomas: a systematic review". Department of Medicine, University of Toronto and Mount Sinai Hospital; Ezzat S, Asa SL, Couldwell WT, Barr CE, Dodge WE, Vance ML, McCutcheon IE. Diakses tanggal 2011-04-20.
  12. ^ Braun, Leah T.; Riester, Anna; OรŸwald-Kopp, Andrea; Fazel, Julia; Rubinstein, German; Bidlingmaier, Martin; Beuschlein, Felix; Reincke, Martin (2019-11-08). "Toward a Diagnostic Score in Cushing's Syndrome". Frontiers in Endocrinology (dalam bahasa English). 10. doi:10.3389/fendo.2019.00766. ISSNย 1664-2392. PMCย 6856055. PMIDย 31787931. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link) Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)
  13. ^ Nieman, Lynnette K (2015-10). "Cushing's syndrome: update on signs, symptoms and biochemical screening". European Journal of Endocrinology. 173 (4): M33 โ€“ M38. doi:10.1530/eje-15-0464. ISSNย 0804-4643. PMCย 4553096. PMIDย 26156970. Pemeliharaan CS1: Format PMC (link)


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ingatan air

Miadonna, A.; Tedeschi, A.; Pomeranz, B.; Fortner, P. (1988-06-30). "Human basophil degranulation triggered by very dilute antiserum against IgE". Nature.

Basofil

2019-01-15. Diakses tanggal 2020-07-01. Wikimedia Commons memiliki media mengenai Basophils. Basophil Activation Tests (BAT) - Customized Assays or Kits? l b s

Teleportasi DNA

Belon, P.; Sainte-Laudy, J.; Poitevin, B.; Benveniste, J. (1988). "Human basophil degranulation triggered by very dilute antiserum against IgE". Nature.

Abrositinib

(2023). "JAK1 inhibition with abrocitinib decreases allergen-specific basophil and T-cell activation in pediatric peanut allergy". Journal of Allergy