| Bendara ๊ฆง๊ฆผ๊ฆค๊ง๊ฆข๊ฆซ | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Gusti Kanjeng Ratu | |||||
Bendara pada 2025. | |||||
| Miss Indonesia DI Yogyakarta | |||||
| Pendahulu | Lidya Kharismawati | ||||
| Penerus | Clarashinta Arumdani | ||||
| Kelahiran | Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni 18 September 1986 Yogyakarta, Indonesia | ||||
| Pasangan | |||||
| Keturunan |
| ||||
| |||||
| Wangsa | Hamengkubuwono | ||||
| Ayah | Hamengkubuwono X | ||||
| Ibu | Ratu Hemas | ||||
| Almamater | Universitas Edinburgh Napier (BA) IMI International Management Institute (MSc) | ||||
| Keluarga Sultan Yogyakarta |
|---|
Sri Sultan Hamengkubawana X GKR Hemas |
|
Keluarga Inti
Keluarga Besar
|
Gusti Kanjeng Ratu Bendara (bahasa Jawa: ๊ฆง๊ฆผ๊ฆค๊ง๊ฆข๊ฆซ, translit.ย Bendara; lahir 18 September 1986 dengan nama Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni) adalah anggota keluarga kerajaan Kesultanan Yogyakarta. Ia merupakan anak bungsu yang kelima dari penguasa Yogyakarta saat ini, Hamengkubuwana X dengan istrinya Hemas.
Masa kecil dan pendidikan
suntingNurastuti Wijareni lahir pada 18 September 1986 di Yogyakarta. Ia menghabiskan masa awal pertumbuhannya di kawasan perumahan Pabrik Gula Madukismo di Kasihan, Bantul.[1][2] Pada periode tersebut, ayahnya mulai disibukkan dengan tugas-tugas kerajaan sementara ibunya memulai kiprah di bidang politik dan filantropi. Kondisi tersebut menyebabkan Nurastuti beserta keempat saudara perempuannya kerap ditinggalkan oleh kedua orang tua mereka untuk sementara waktu, sehingga mereka sering dititipkan kepada kerabat kerajaan lain yang juga tinggal di kompleks perumahan yang sama.[3]
Ayah Nurastuti, yang telah bergelar KGPH. Mangkubumi, merupakan putra tertua dari Hamengkubuwana IX yang diposisikan sebagai pewaris utama suksesi Kesultanan Yogyakarta. Pada tahun 1989, menyusul mangkatnya sang kakek, ayahnya dinobatkan sebagai Hamengkubuwana X, sementara ibunya, BRAy. Mangkubumi, dinobatkan menjadi permaisuri dengan perubahan nama menjadi Hemas.[4][5] Setelah penobatan tersebut, Nurastuti bersama seluruh saudari kandungnya menetap secara penuh di dalam Keraton Yogyakarta terhitung sejak Februari 1989.[6]
Pendidikan dasar hingga menengah pertama ditempuh Nurastuti di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan di salah satu SMP Negeri, ia menempuh pendidikan di Singapura dan lulus dari International School of Singapore (ISS).[7][8] Selepas dari ISS, Nurastuti lulus dengan gelar Bachelor of Arts (BA) di program International Hospitality and Tourism Management dari International Hospitality Management Institute (IMI), Swiss.[9][10] Pasca pernikahan, ia melanjutkan studi jenjang Magister pada program International Tourism Destination Management di Universitas Edinburgh Napier, Skotlandia.[9][10] Pada 2013, ia berhasil lulus dengan gelar Master of Science (MSc) setelah menyusun tesis yang mengangkat topik tentang Yogyakarta.[11]
Kehidupan pribadi
suntingNurastuti Wijareni menikah dengan Achmad Ubaidillah pada 18 Oktober 2011 melalui rangkaian upacara Dhaup Ageng di Keraton Yogyakarta.[12] Ia merupakan satu-satunya putri Hamengkubuwana X dan Ratu Hemas yang menikah dengan pria yang tidak memiliki garis keturunan bangsawan Jawa.[13]
Sebelum pernikahan, Nurastuti bersama calon suaminya dianugerahi gelar oleh melalui upacara wisudan pada 3 Juli 2011 di Bangsal Kasatriyan, masing-masing kemudian berganti nama menjadi Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara dan Kanjeng Pangeran Harya (KPH) Yudanegara.[14][15][16] Karena mendahului kakaknya, Nurabra Juwita, dalam menikah, Bendara terlebih dahulu menjalani upacara langkahan. Rangkaian prosesi pernikahan dilakukan sesuai adat keraton, meliputi nyantri, siraman, dan upacara tantingan.[17][18][19]
Akad nikah dilaksanakan di Masjid Panepen dengan bahasa Jawa.[20][21] Setelah ijab kabul, dilakukan upacara panggih di Bangsal Kencana yang dihadiri oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono, serta pejabat tinggi negara dan duta besar.[22][23][24] Dalam upacara ini dilakukan tradisi pondongan, yakni mempelai pria mengangkat mempelai wanita sebagai simbol penghormatan terhadap putri raja. Prosesi diakhiri dengan kirab menuju Kepatihan sebagai lokasi resepsi.[25] Dari pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak bernama Nisaka Irdina Yudonegoro dan Radityo Mandhala Yudo.[26]
Karier
suntingSebelum menjabat dalam struktur organisasi keraton, Nurastuti merintis karier sebagai wirausaha mandiri. Setelah menyelesaikan studi sarjananya di Swiss pada 2008, ia sempat mengelola bisnis produk dan jasa di Jakarta. Ia sempat berbisnis memasarkan tiket travel, kemudian produk perawatan kulit, dan akhirnya aktif berjualan garmen batik dengan melakukan pengadaan kain secara langsung dari Yogyakarta dan Pasar Klewer, Surakarta, dibantu oleh kekasihnya Achmad Ubaidillah saat itu.[27][28] Mereka lebih sering menjual produk batiknya di Blok M Square, Jakarta Selatan.[29][27]
Pada 2009, Nurastuti berpartisipasi dalam kontes kecantikan Miss Indonesia ke-5 dengan mewakili provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kontes digelar di Jakarta Convention Center pada 5 Juni 2009. Di akhir acara, Nurastuti berhasil masuk dalam babak 10 Besar dan menjadi salah satu dari tiga kontestan Pulau Jawa yang masuk dalam penempatan kontes.[30][31] Ini juga menandai untuk ketiga kalinya provinsi DIY berhasil masuk di penempatan kontes setelah Deasy Harri Rachmawati di edisi pertama dan Dewi Noor Kumalasari di edisi kedua.
Di luar lingkungan keraton, Bendara pernah menjabat sebagai Direktur Operasional Nurkadhatyan Spa.[32][33] Sejak tahun 2021, ia menjabat sebagai Wakil Ketua III Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY untuk masa bakti 2017โ2022.[34] Dalam sektor pemberdayaan ekonomi, ia terlibat dalam pengelolaan usaha kecil menengah di bawah Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) serta menangani urusan usaha menengah-besar melalui International Council for Small Business (ICSB) wilayah DIY pada 2019โ2024.[9][34] Selain itu, ia memegang jabatan sebagai Ketua Perhimpunan Pengusaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) DIY dan Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY.[9][34] Ia juga duduk dalam Dewan Pertimbangan Tourism Board dan pernah menjabat sebagai Ketua Pelaksana ASEAN Tourism Forum (ATF) pada tahun 2023.[35][36] Melalui media sosial, ia membagikan konten terkait ekosistem budaya dan destinasi wisata Yogyakarta sebagai bagian dari aktivitas promosi pariwisata daerah.[34][37]
Kiprah di keraton
suntingSejak tahun 2021, Bendara menggantikan pamannya Prabukusuma, menjabat sebagai Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Nitya Budaya, struktur organisasi di Keraton Yogyakarta yang mengelola museum, kearsipan, dan perpustakaan.[9][38] Dalam posisi ini, ia mengoordinasikan pemeliharaan museum, pelaksanaan digitalisasi manuskrip, serta penyelenggaraan pameran temporer dan simposium di dalam keraton.[39] Tugas operasionalnya mencakup pendampingan tamu kenegaraan dan delegasi asing untuk memberikan penjelasan mengenai koleksi serta sejarah objek berdasarkan data kearsipan kesultanan.[40][41]
Selain manajemen museum, Bendara mengatur regulasi internal terkait penggunaan motif batik awisan (batik larangan) di lingkungan keraton.[42] Ia menyusun standarisasi materi informasi bagi pemandu wisata (abdi dalem) dan mengawasi klasifikasi benda koleksi untuk keperluan publikasi. Dalam menjalankan tugasnya, ia berkolaborasi dengan kakaknya Hayu selaku Penghageng Tepas Tandha Yekti dan iparnya Notonegoro selaku Penghageng KHP Kridha Mardawa untuk penyelenggaraan pementasan seni, dokumentasi, dan kegiatan edukasi publik, seperti kelas seni tari dan aksara Jawa di lingkungan keraton.
Filmografi
sunting| Tahun | Judul | Peran | Genre | Ref. |
|---|---|---|---|---|
| 2013 | Dhaup Ageng | Diri sendiri | Dokumenter | [43] |
Gelar dan gaya
suntingNurastuti lahir dengan gelar kebangsawanan Jawa Gusti Raden Ajeng (GRAj), yang merupakan gelar bagi putri penguasa sebelum menikah. Berdasarkan tradisi, gelar tersebut biasanya berubah menjadi Gusti Raden Ayu (GRAy) setelah menikah. Namun, sebelum pernikahannya pada tahun 2011, ia bersama calon suaminya menjalani prosesi wisuda gelar di mana ia langsung ditetapkan sebagai Gusti Kanjeng Ratu (GKR) oleh ayahnya dengan nama pilihan sebagai Bendara.[14][15][16]
Berbeda dengan ketiga kakak perempuannya yang secara tradisional sempat menyandang gelar Gusti Raden Ayu dan menyandang nama suami sebelum akhirnya bergelar Gusti Kanjeng Ratu, Bendara langsung menggunakan nama pemberian sendiri tanpa menyandang nama suaminya. Dalam lingkungan keraton dan masyarakat, penyandang gelar Gusti Kanjeng Ratu secara formal disapa dengan sebutan "Gusti" atau "Gusti Ratu" sebagai bentuk penghormatan, yang secara umum setara dengan sapaan "Paduka".
Referensi
sunting- ^ Pranata, Anugrah Yogi (2013-10-16). "Profil Gusti Raden Ajeng Nurabra Juwita". merdeka.com. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ^ Pricilla, Shandya (2023-11-19). "Potret Cantik GKR Bendara, Putri Bungsu Sultan Yogyakarta yang Pernah Viral Karena Naik Becak". Fimela. Diakses tanggal 2025-12-04.
- ^ Syamsi, Indra (2012). G.K.R. Hemas: Ratu di Hati Rakyat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBNย 978-979-709-672-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ S. Dian Andryanto, ed. (3 April 2022). "76 Tahun Herjuno Darpito Sri Sultan Hamengkubuwono X". Tempo Nasional. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 5 Juni 2023.
- ^ Hariadi Saptono, Djoko Poernomo, Soelastri Soekirno, Julius Pourwanto (27 Juni 2022). "KGPH H Mangkubumi Dinobatkan Jadi Sultan Hamengku Buwono X (Arsip Kompas)". Kompas. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-06-05. Diakses tanggal 5 Juni 2023. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ^ Wardayati, K. Tatik; Sulaeman, Ade (2018-12-21). "Kisah GKR Hemas: Pernah Beli Narkotika untuk Teman Hingga Pernah Kabur karena Takut Menikah dengan Calon Raja". Intisari. Diakses tanggal 2026-01-27.
- ^ Fatmawati, Indah (2024-12-10). "GKR Bendara, Perempuan Jawa Pendobrak Pintu Istana". She Builds Peace Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ Putri, Natasa Kumalasah; El Hida, Ramdania; Simbolon, Huyogo (2024-01-18). "Mengenal GKR Bendara, Anak Bungsu Sultan Hamengkubuwono X". Liputan6. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ a b c d e "GKR Bendara, Sosok Pembaharu Wisata Budaya Keraton Yogyakarta". kratonjogja.id. 2020-02-25. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ a b Rojani, Deden M (2020-12-29). Msyaifullah (ed.). "GKR Bendara Afiliasi Adaptif dari Yogyakarta". Media Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ Demo, Yohanes (2023-03-24). "Profil GKR Bendara, Putri Raja Jogja yang Dikenal Sederhana". iNews.ID. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ "2.500 tamu undangan menghadiri pernikahan keraton". The Jakarta Post. 2011-10-17. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-10. Diakses tanggal 2014-04-25.
- ^ Rahmayunita, Husna (2024-08-27). "Bukan Keturunan Ningrat, Rekam Jejak KPH Yudanegara Suami GKR Bendara yang Seorang PNS". Suara.com. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ a b "Putri Bungsu Raja Yogyakarta Menikah Dengan Rakyat Biasa". Tempo. 2011-05-24. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ a b Ganux, ed. (2011-07-04). "Sebulan Pikirkan Nama Yudanegara". Tribunjogja.com. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ a b "Calon menantu Sultan HB X dapatkan nama dan gelar baru". Espos. 2011-07-03. Diakses tanggal 2026-12-31.
- ^ "KPH Yudonegoro Nyantri, GKR Bendoro Dipingit". Suara Merdeka Online. 2011-10-17. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-25. Diakses tanggal 2014-04-25.
- ^ Safri, Regina (2011-10-18). "Pernikahan putri Sultan angkat budaya Yogyakarta". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ "Sebelum dinikahkan, GKR Bendoro ditanting oleh Sultan Hamengkubuwono X". Tempo. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-27. Diakses tanggal 2014-04-26.
- ^ Muhammad, Djibril (2011-10-13). "Akad Nikah Putri Sultan di Masjid Panepen". Republika Online. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ "Heboh Pernikahan Akbar Sang Putri". Nova. 2011-10-30. Diakses tanggal 2026-12-31.
- ^ Burhani, Ruslan, ed. (2011-10-14). "Presiden dan Wapres hadiri pernikahan putri Sultan". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-31.
- ^ "40 Raja Hadiri Pernikahan Putri Sultan". Kompas.com. 2011-10-18. Diakses tanggal 2026-12-31.
- ^ Ridarineni, Nina; Ramadhani, Mutia (2013-10-22). "President attends the Royal Wedding in Yogyakarta". Republika (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-12-31.
- ^ "Pernikahan Putri Sultan Tanpa Kirab Mubeng Beteng". Suara Merdeka Online. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-25. Diakses tanggal 2014-04-25.
- ^ Pamungkas, Andreas Tri (2014-03-04). "Cucu Sultan: Jeng Reni Melahirkan Bayi Perempuan". Harian Jogja. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-25. Diakses tanggal 2014-04-25.
- ^ a b Fauziah, Ririn Yusrin (2024-01-10). "Ayahnya seorang Sultan Jogja, GKR Bendara tak malu berakhir jualan jamu saat bisnis ini tutup total: Supaya omzet..." Hops.id. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Wijana, Eleonora Padmasta Ekaristi (2020-11-29). "Nostalgia Masa Pacaran, GKR Bendara Kenang Rintis Bisnis di Pasar Klewer". Suarajogja.id. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Fauziah, Ririn Yusrin (2023-11-25). "Terlahir jadi anak Sultan Hamengkubuwono X, GKR Bendara yang lulusan luar negeri tak sungkan jualan batik di tempat ini: Di sebrangโฆ". Hops ID. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ "10 Besar Miss Indonesia 2009". Oktavita.com. 2009-06-05. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-27. Diakses tanggal 2009-06-10.
- ^ Cahyono, Budi (2009-06-06). "Putri Hamengkubuwono X terhenti di 10 Besar". solopos.com. Diakses tanggal 10 September 2021.
- ^ "Rahasia Kecantikan Putri Keraton Yogyakarta Kini Jadi Daya Tarik Wisata". Tempo. 2022-03-28. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Prass, Ary B. (2022-03-27). "Rahasia Perawatan Putri Kraton Yogya Dibongkar, Cantik dengan Ramuan Rempah Beringharjo". Krjogja. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ a b c d Paradewi, PIlar (2023-11-18). "GKR Bendara: Modern-Day Princess dan Cita-citanya Memajukan Pariwisata Yogya". Kumparan. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Megasari, Paradisa Nunni (2023-03-16). "Profil GKR Bendara, Putri Sultan Jogja Viral Naik Becak-Dikomentari Gibran". detikjateng. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ "Tuan Rumah ATF 2023, GKR Bendara: Masyarakat agar "Demam" ATF". Kompas.id. 2022-12-21. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Pratama, Gigih Windar (2023-07-25). "GKR Bendara Manfaatkan Medsos untuk Dekatkan Kebudayaan dengan Masyarakat". Solopos Espos. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ "Role Model: GKR Bendara, Putri Keraton dalam Harmoni Budaya dan Modernitas Zaman". Kumparan. 2025-12-11. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Adiyanto (2022-03-08). "Keraton Yogyakarta Gelar Simposium Internasional dan Pameran Jayapatra". Media Indonesia. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Pertana, Pradito Rida (2020-02-06). "GKR Bendara: Presiden Singapura Terkesan dengan Manuskrip Keraton Yogya". detiknews. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ "Singapore president once backpacked in Yogyakarta, says royal". The Jakarta Post (dalam bahasa Inggris). 2020-02-06. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Susanto, Heri (2021-10-02). "Putri Sultan HB X Ingatkan Jangan Taruh Batik Ini di Lantai, Sebab..." detiknews. Diakses tanggal 2026-02-01.
- ^ Atmasari, Nina (2013-09-19). "ROYAL WEDDING NGAYOGYAKARTAย : Dhaup Agung Diputar di Bioskop XXI". Harian Jogja. Diakses tanggal 2026-02-01.
Pranala luar
sunting| Penghargaan dan prestasi | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Lidya Kharismawati |
Miss Indonesia DI Yogyakarta 2009 |
Diteruskanย oleh: Clarashinta Arumdani |