Benteng Balangnipa terletak di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Indonesia. Letak Benteng Balangnipa secara khusus berada di wilayah dusun Tokinjong, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara. Jaraknya dari Kota Makassar mencapai 233 kilometer. Bagian depan dari Benteng Balangnipa menghadap ke sungai Tangka yang bermuara di Teluk Bone. Morfologi wilayah Benteng Balangnipa di bagian timur Gunung Lompobattang. Sebanyak 80% wilayah ini merupakan bukit dan gunung dengan tanah yang bergelombang. Nama Balangnipa berasal dari dua kata dalam bahasa Bugis yaitu balang dan nipa. Balang berarti lumpur, sedangkan nipa berarti nipah. Benteng Balangnipa dikelilingi oleh perumahan penduduk.[1]

Referensi

sunting
  1. ^ Sarjiyanto (2002). "Benteng Balangnipa Di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Pola Tata Ruang Dan Arti Penting Kedudukannya)". Berkala Arkeologi. 22 (1): 81. doi:10.30883/jba.v22i1.852.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Balangnipa, Sinjai Utara, Sinjai

sebuah benteng bernama Benteng Balangnipa. pada tahun 2006 terjadi bencana banjir bandang hebat. tepatnya terjadi tanggal 20/06/2006 pukul 00:30 Benteng Balangnipa

Kerajaan Tondong

sebelum menjadi muslim. Peninggalan dari Kerajaan Tondong antara lain Benteng Balangnipa dan Tari Pasere. Dalam naskah lontara yang memperlihatkan silsilah

Kerajaan Lamatti

Sinjai. Peninggalan dari Kerajaan Lamatti antara lain Masjid Nur dan Benteng Balangnipa. Kerajaan Lamatti merupakan kerajaan yang wilayahnya terletak di pesisir

Masjid Istiqlal, Jakarta

Masjid ini dulunya merupakan lokasi Taman Wilhelmina dan benteng abad ke-19 yaitu Benteng Prins Frederik. Panitia pembangunan Masjid Istiqlal yang dipimpin

Daftar cagar budaya di Indonesia

Der Capellen Gereja Beth Eden Benteng Beverwijk Benteng Duurstede Benteng Hoorn/Pelauw Benteng Nieuw Zeelandia/ Benteng Haruku Gereja Tua Menara Iman

Kabupaten Sinjai

terjun Barania Air terjun Pincuni Hutan Mangrove Tongke-tongke Benteng Oval Balangnipa Kampung galung Taman Hutan Raya Abd. Latief Sinjai TV Radio Suara

Masjid Tua Wapauwe

meter dari gereja ke utara, berdiri dengan kokoh sebuah benteng tua Nieuw Amsterdam. Benteng peninggalan Belanda yang mulanya adalah loji Portugis ini

Masjid Katangka

(cm). Penyebab utamanya karena masjid ini juga pernah dijadikan sebagai benteng pertahanan saat Raja Gowa melawan penjajah. Masjid ini telah mengalami