Candi Ananda
အာနန္ဒာဘုရား
Candi Ananda
PetaKoordinat: 21°10′15.2508″N 94°52′3.7668″E / 21.170903000°N 94.867713000°E / 21.170903000; 94.867713000
Agama
AfiliasiBuddhisme Theravada
Lokasi
NegaraMyanmar
Candi Ananda di Myanmar
Candi Ananda
Letak di Myanmar
Koordinat21°10′14.90″N 94°52′04.28″E / 21.1708056°N 94.8678556°E / 21.1708056; 94.8678556
Arsitektur
Rampung1105; 921 tahun lalu (1105)

Candi Ananda (bahasa Burma: အာနန္ဒာဘုရား, diucapkan [ànàɴdà pʰəjá]), terletak di Bagan, Myanmar adalah sebuah candi Buddhis yang dibangun pada 1105 M semasa pemerintahan Raja Kyanzittha (1084–1113) dari Dinasti Pagan. Candi ini merupakan salah satu dari empat candi yang masih bertahan di Bagan. Tata letak candi adalah dalam sebuah bentuk salib dengan beberapa teras mengarah ke sebuah pagoda kecil di bagian atas yang ditutupi oleh payung yang dikenal sebagai hti, yang merupakan nama payung atau ornamen bubungan yang ditemukan di hampir semua pagoda di Myanmar. Candi Buddhis ini menyimpan empat patung Buddha berdiri, masing-masing menghadap ke arah utama Timur, Utara, Barat, dan Selatan. Candi ini dikatakan sebagai keajaiban arsitektur dengan perpaduan antara gaya arsitektur Mon dan adopsi India. Candi yang mengesankan ini juga telah diberi julukan "Westminster Abbey dari Burma".[1][2][3][4] Candi ini memiliki kemiripan dengan Candi Pathothamya pada abad ke-10-11, dan juga dikenal sebagai "museum batu yang sesungguhnya".[5][6]

Etimologi

sunting

Nama Ananda dari candi ini berasal dari Yang Ariya Ananda, sepupu tertua Buddha, sekretaris pribadi, salah satu dari banyak murid utamanya dan seorang pengiring yang setia. Dulu dikenal sebagai Candi Ananta, berasal dari frasa 'ananta pinya' dalam bahasa Sanskerta, yang diterjemahkan sebagai "kebijaksanaan tak terhingga". Namun, kata 'Ānanda' dalam bahasa Pali, Sanskerta, dan juga bahasa India lainnya berarti "kebahagiaan". Ini adalah nama Buddhis dan Hindu yang populer. Atribut Buddha, kebijaksanaannya yang tak terbatas "Anandapinnya dalam bahasa Burma dan Pali" diperingati dalam namanya, 'Ananda'.[1][2][7]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Ananda Temple". Ancient Bagan. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-07-19. Diakses tanggal 2010-03-18.
  2. ^ a b "Ananda Temple". Myanmar Information 2009. Diarsipkan dari asli tanggal 2009-03-18. Diakses tanggal 2010-03-18.
  3. ^ Schober, Juliane (2002). Sacred biography in the Buddhist traditions of South and Southeast Asia. Motilal Banarsidass Publ. hlm. 87–92. ISBN 81-208-1812-1. Diakses tanggal 2010-03-19.
  4. ^ Murari, Krishna (1985). Cultural heritage of Burma. Inter-India Publications. hlm. 23. Diakses tanggal 2010-03-19.
  5. ^ Journal of Indian history, Volume 49. Dept. of Modern Indian History. 1971. hlm. 80. Diakses tanggal 2010-03-19.
  6. ^ Majumdar, R.C (1994). Ancient India. Motilal Banarsidass Publ. hlm. 496–497. ISBN 81-208-0436-8. Diakses tanggal 2010-03-19.
  7. ^ Takkasuili, Ranikunj (1986). Glimpses of glorious Pagan. Universities Press. hlm. =15, 59. Diakses tanggal 2010-03-19. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kyansittha

menyelesaikan Pagoda Shwezigon Anawrahta dan membangun pencapaian puncaknya, Candi Ananda. Pagan menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Buddha Theravada terus

Ānanda

Ānanda (Pali dan Sanskerta: आनन्द; abad ke-5–ke-4 SM) adalah pelayan utama sekaligus salah satu dari sepuluh murid utama Sang Buddha. Di antara sekian

Buddhisme

Pawon, candi ini juga terletak pada garis lurus arah timur antara Candi Borobudur dan Candi Mendut. Candi Borobudur, candi ini merupakan candi Buddha

Pagoda Burma

Candi Ananda di Bagan adalah sebuah contoh klasik dari pahto.

Kusumawardhani

Kusumawardhani sebagai raja Majapahit hingga tahun 1429. Siwi Sang, GIRINDRA: Pararaja Tumapel-Majapahit, Pena Ananda Indie Publishing, Desember 2013.

Kabupaten Blitar

Adventure Candi Gambarwetan Candi Penataran Candi Plumbangan Candi Kotes Candi Rambut Monte Candi Sawentar Candi Mleri Candi Simping Candi Selotumpuk Candi Sumbernanas

Harashta Haifa Zahra

and Prosperity Event yang digelar di Taman Aksobhya–bagian dari kompleks Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Acara tersebut digelar untuk

Paṭikūlamanasikāra

adiduniawi. Misalnya saja dalam Girimānanda Sutta (AN 10.60), resitasi Ānanda atas perenungan ini dan perenungan lainnya dapat segera menyembuhkan seorang