Santo

Karolus Borromeus
Uskup Agung Milan
Karolus Borromeus, karya Giovanni Figino. Minyak diatas kanvas, 41ย ร—ย 48 cm. Biblioteca Ambrosiana
Nama asal
Carlo Borromeo
Keuskupan agung
Milan
TakhtaMilan
Penunjukan12 Mei 1564
Masa jabatan berakhir
3 November 1584
PendahuluGiovanni Angelo deโ€™ Medici
PenerusGaspare Visconti
Jabatan lainKardinal-Imam Santa Prassede
Imamat
Tahbisan imam
4 September 1563
olehย Federico Cesi
Tahbisan uskup
7 Desember 1563
olehย Giovanni Serbelloni
Pelantikan kardinal
31 Januari 1560
PeringkatCardinal-Priest
Informasi pribadi
Nama lahirCount Carlo Borromeo di Arona
Lahir(1538-10-02)2 Oktober 1538
Castle of Arona, Kadipaten Milan
Meninggal3 November 1584(1584-11-03) (umurย 46)
Milan
MakamKatedral Milan
DenominasiKatolik Roma
Orang tua
  • Gilberto Borromeo, 7th Count of Arona
  • Margherita de' Medici di Marignano
Jabatan sebelumnya
LambangLambang Karolus Borromeus
Orang kudus
Hari peringatan4 November
VenerasiGereja Katolik
Beatifikasi12 Mei 1602
olehย Paus Paulus V
Kanonisasi1 November 1610
olehย Paus Paulus V
Atributcord, seragam kardinal merah
Pelindungagainst ulcers; kebun apel; uskup; katekis; katekumen; colic; intestinal disorders; Lombardy, Italy; Monterey California; kardinal; seminarians; spiritual directors; pemimpin spiritual; starch makers; stomach diseases; kota Sรฃo Carlos di Brazil (as the name indicates)
Lokasi ziarah
Katedral Milan

Santo Karolus Borromeus (bahasa Italia: Carlo Borromeo, bahasa Latin: Carolus Borromeus, 1538โ€“1584) merupakan kardinal uskup agung Milan dari 1564 sampai 1584. Ia berasal dari keluarga bangsawan dan belajar hukum sipil serta kanonik.[1] Ketika pamannya menjadi Paus Pius IV, Karolus dipanggil ke Roma dan umur enam belas tahun diangkat menjadi Uskup Agung Milano, kardinal dan sekretaris negara, pelindung umat katolik di Belanda, Belgia, Portugal dan pelindung beberapa serikat religius. Akibat kematian kakaknya pada tahun 1563, cita-citanya yang semula humanistis dan duniawi berubah menjadi pembaruan rohani. Pada tahun 1563, ia ditahbiskan menjadi imam yang membangkitkan minatnya untuk hidup saleh secara tegas. Di samping memainkan peran penting dalam sidang terakhir Konsili Ekumenis di Trento, ia membantu memperbaharui Dewan Kardinal dan merevisi buku Misa serta Brevir. Prestasinya yang terpenting adalah membaharui keuskupannya sehingga ia diaangap sebagai uskup teladan. Berkat sinode sekeuskupan dan seprovinsi gerejani yang disiapkannya dengan baik, terbentuklah kerangka hukum untuk pembaruan tata tertib hidup umat.

Ia diangkat sebagai seorang santo dalam Gereja Katolik dan hari perayaannya adalah 4 November.

Masa muda

sunting

Karolus Borromeus merupakan keturunan bangsawan. Keluarga Karolus merupakan turunan keluarga yang kaya di Lombardy. Banyak keturunan keluarganya yang menjadi tokoh baik di gereja maupun di negara bagian.[2] Lambang keluarga termasuk cincin Borromean, yang sering digunakan untuk melambangkan Tritunggal Mahakudus. Ayah Karolus, Gilbert, adalah Pangeran Arona. Ibunya, Margaret, adalah anggota cabang dari Wangsa Medici di Milan. Ia merupakan anak ketiga dari enam bersaudara, ia lahir di kastil Arona di Danau Maggiore 36 mil dari Milan pada 2 Oktober 1538.

Karolus menerima tonsur saat ia berusia sekitar dua belas tahun. Pada saat ini paman dari pihak ayah Giulio Cesarke Borromeo, menyerahkan kepadanya penghasilan dari biara Benediktin di Sts. Gratinian dan Felin. Karolus menjelaskan kepada ayahnya bahwa semua pendapatan dari biara di luar apa yang diperlukan untuk mempersiapkannya untuk berkarier di Gereja adalah milik orang miskin dan tidak dapat digunakan untuk hal yang bersifat duniawi. Ia mendaftar di Universitas Pavia dan mengambil bidang studi hukum perdata dan kanonik. Karena adanya hambatan bicara, ia dianggap lamban tetapi ketekunan dan usahanya membuatnya mengalami kemajuan dengan pesat.[3] Pada tahun 1554 ayahnya meninggal, dan meskipun ia memiliki saudara yang lebih tua, ia diminta keluarganya untuk menangani pengelolaan usaha domestik mereka. Ia menyelesaikan pendidikannya pada tanggal 6 Desember 1559 .

Periode Roma

sunting

Pada 25 Desember 1559, paman Karolus, Kardinal Giovanni Angelo Medici terpilih sebagai Paus Pius IV. Paus yang baru terpilih meminta keponakannya untuk datang ke Roma, dan pada 13 Januari 1560 mengangkatnya sebagai apostolik protonotaris.[4] Tak lama kemudian, pada 31 Januari 1560, paus mengangkatnya menjadi kardinal, dan sebagai kardinal keponakan, ia dipercayakan dalam hal publik maupun segel rahasia gerejawi.[5] Dia juga dibawa ke pemerintahan Negara Gereja dan menunjuknya menjadi pengawas dari Fransiskan, Karmelit dan Ksatria Hospitaller

Selama empat tahun di Roma, Karolus hidup dalam kesederhanaan, menjalankan kewajiban Kuria Roma untuk mengenakan pakaian hitam, dan mendirikan akademi orang terpelajar, Akademi Malam Vatikan, menerbitkan memoar mereka sebagai Noctes Vaticanae.[6]

Karolus mengorganisasi sesi ketiga dan terakhir dari Konsili Trento, pada tahun 1562-63. Dia memiliki andil besar dalam pembuatan Catechismus Romanus. Pada tahun 1561, Karolus mendirikan dan menganugerahkan sebuah perguruan tinggi di Pavia, hari ini dikenal sebagai Almo Collegio Borromeo, yang ia dedikasikan untuk St. Justina dari Padua.

Pada tanggal 19 November 1562, kakak lelakinya, Federico, tiba-tiba meninggal. Keluarganya mendesak Karolus untuk meninggalkan gereja untuk menikah dan memiliki anak, sehingga nama keluarga mereka tidak punah, tetapi ia memutuskan untuk tidak meninggalkan negara gerejawi.[7] Kematian saudara laki-lakinya, bersama dengan kontaknya dengan para Yesuit dan Teatin dan teladan dari para uskup seperti Bartholomeus dari Braga, adalah pendorong semangat Karolus terhadap kehidupan Kristen yang lebih ketat dan operatif, dan ia bertekad untuk mengamalkan martabat dan tugas-tugas uskup sebagaimana disusun oleh Konsili Trent baru-baru ini.[6]

Uskup Milan

sunting

Karolus ditunjuk menjadi administrator di Keuskupan Agung Milan pada 7 Februari 1560. Setelah keputusannya untuk mempraktikkan peran uskup, ia memutuskan untuk ditahbiskan menjadi imam pada 4 September 1563, dan pada tanggal 7 Desember 1563 ia ditahbiskan menjadi uskup di Kapel Sistina oleh Kardinal Giovanni Serbelloni.[8] Karolus secara resmi diangkat sebagai uskup agung Milan pada 12 Mei 1564 setelah Uskup Agung Ippolito II d'Este memutuskan untuk mengundurkan diri, tetapi ia hanya diizinkan oleh paus untuk meninggalkan Roma satu tahun kemudian. Karolus secara resmi menjabat sebagai Uskup Agung Milan pada tanggal 23 September 1565.[7]

Reformasi di Milan

sunting
Lukisan Perantaraan Karolus Borromeus yang didukung oleh Santa Perawan Maria oleh Rottmayr (Karlskirche, Wina)

Setelah pamannya meninggal, Pius IV (1566) Ia merasa bahwa keadaan di Roma sudah semakin memburuk. Selanjutnya Ia mengabdikan dirinya untuk melakukan reformasi di Roma. Ia berkeyakinan bahwa hal ini akan membimbingnya untuk mengoreksi seluruh dunia setelah dia selesai dengan Roma.[9] Milan adalah keuskupan agung terbesar di Italia pada saat itu, dengan lebih dari 3.000 klerus dan 800.000 umat. Baik klerus maupun umat awam banyak yang telah menyimpang dari ajaran gereja. Indulgansi dan pelayanan gerejawi banyak di perjualbelikan. Biara-biara tidak tertib, banyak biarawan yang "malas, tidak peduli dan kurang bermoral".[9] Ia melakukan banyak kunjungan pastoral, dan mengembalikan martabat ke layanan Ilahi. Ia mendesak gereja-gereja untuk kembali ke dekrit Konsili Trente, yang menyatakan bahwa seni suci dan arsitektur yang kurang memiliki landasan alkitabiah pada dasarnya dilarang, seperti juga dimasukkannya unsur-unsur pagan klasik dalam seni religius.[10] Dia memisahkan ruang gereja menjadi dua kompartemen untuk memisahkan jenis kelamin pada saat ibadah.

Sumber, referensi dan pranala luar

sunting
  1. ^ Adolf Heuken, SJ (2004). Ensiklopedi Gereja Jilid I. Jakarta: Cipta Loka Caraka. hlm.ย 207.
  2. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama butler
  3. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama lives
  4. ^ Salvador Miranda. "Borromeo, Carlo". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-11-04. Diakses tanggal 20 Jan 2013.
  5. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama foley
  6. ^ a b De Certau, Michel (1977). "Carlo Borromeo, santo". Dizionario Biografico degli Italiani (dalam bahasa Italian). Vol.ย 20. Treccani. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  7. ^ a b Cazzani, Eugenio (1996). Vescovi e arcivescovi di Milano (dalam bahasa Italian). Milano: Massimo. hlm.ย 226โ€“230. ISBNย 88-7030-891-X. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  8. ^ (Inggris) "St. Charles Cardinal Borromeo". Catholic-Hierarchy.org. David M. Cheney. Diakses tanggal 20 Jan 2013.
  9. ^ a b Swetnam, Susan H., "My Best Teachers Were Saints", Loyola Press ISBN 978-0-8294-2329-7
  10. ^ Blunt, Anthony, Artistic Theory in Italy, 1450โ€“1660, chapter VIII, especially pp. 107โ€“128, 1940 (refs to 1985 edn), OUP, ISBN 0-19-881050-4

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Edoardo Borromeo

Edoardo Borromeo (3 Agustus 1822ย โ€“ย 30 November 1881) adalah seorang kardinal Gereja Katolik Roma Italia. Ia menjadi Maestro di Camera untuk Pius IX dan

Paus Gregorius XIII

lepas dari dukungan Raja Spanyol, Phillip II, dan Uskup Agung Milan, Carlo Borromeo. Ia mengambil nama kepausan Gregorius, terinspirasi dari Paus Gregorius

Oratorium Santo Carolus, Bologna

Pada tahun 1612 persaudaraan berganti nama menjadi Persaudaraan San Carlo Borromeo. Kapel Oratorium dibangun pada tahun 1667. Mereka mempekerjakan pelukis

Carlos III dari Spanyol

[Carlos] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan); bahasa Italia: [Carlo] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan); 20 Januari 1716ย โ€“ย 14

Basilika Santo Petrus

Basilika ini dirancang secara utama oleh Donato Bramante, Michelangelo, Carlo Maderno dan Gian Lorenzo Bernini. Basilika Santo Petrus merupakan salah

Konklaf 1623

Bandini Federico Borromeo Andrea Baroni Peretti Montalto Bonifazio Bevilacqua Aldobrandini Alessandro d'ร‰ste Domenico Ginnasi Carlo Gaudenzio Madruzzo

Gereja Santo Carolus, Monte Carlo

gereja untuk Santo Carolus Borromeus menyoroti hubungan historis keluarga Borromeo dengan keluarga Grimaldi, keluarga penguasa Monako. Uskup Charles Theuret

Basilika Santo Bartolomeus dan Santo Gaetanus, Bologna

Colonna dan Giacomo Alboresi. Altar kedua di sebelah kanan memiliki San Carlo Borromeo di pemakaman Varallo (1614) oleh Ludovico Carracci. Altar ke-4 di sebelah