Dalam Gereja Katolik Roma, Censor Librorum adalah sebuah otoritas gereja yang bertugas untuk meninjau tulisan-tulisan dan menganugerahkan nihil obstat. Dalam Bahasa Latin Censor Librorum artinya "sensor buku".

Walau namanya memberikan indikasi bahwa tugasnya adalah menekan buku-buku yang kritis terhadap atau tidak popular di mata gereja, semua hal itu bukanlah fungsi dari Censor Librorum. Melainkan tugas 'Censor Librorum itu adalah untuk meninjau tulisan-tulisan yang diajukan dalam hubungannya dengan keakuratan doktrin gereja. Sebuah tulisan yang menurut doktrin adalah benar (yaitu yang tidak mengandung kata-kata apapun yang berlawanan dengan doktrin gereja) tetapi menggambarkan pihak Gereja atau aparat Gereja dalam bentuk yang negatif harus tetap diberikan nihil obstat.

Kantor Censor Librorum adalah di Keuskupan, yang ditentukan oleh Sang Uskup. Fungsi kantor ini biasanya dilakukan oleh seorang imam, tetapi apabila tidak ada imam yang tersedia, fungsinya bisa dilakukan oleh seorang awam yang memiliki latar belakang pendidikan teologi dengan dasar sebuah dispensasi khusus.

Lihat juga

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Nihil obstat

buku itu tidak mengandung apapun yang dapat merusak iman atau moral". Censor Librorum yang ditugaskan oleh Uskup Gereja Katolik untuk meninjau tulisan yang

Paus Gregorius XVI

usia 22 tahun. Pada tahun 1790, di usia 25 tahun, ia diangkat sebagai censor librorum untuk Ordo-nya, serta untuk Kantor Suci di Venesia. Ia pergi ke Roma