Ci Liwung
Sungai Ciliwung, Tji Liwoeng, Tjiliwoeng, Tjiliwung
Ci Liwung hilir di Jakarta
Ci Liwung di Jawa
Ci Liwung
Ci Liwung di Indonesia
Ci Liwung
Peta
Peta
Peta
Koordinat:
Lokasi
NegaraIndonesia
ProvinsiJawa Barat, DKI Jakarta
KotaJakarta, Depok, Bogor
Ciri-ciri fisik
Hulu sungaiย 
ย -ย lokasiGunung Pangrango, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Indonesia
ย -ย koordinat6ยฐ44โ€ฒ23โ€ณS 106ยฐ56โ€ฒ59โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ6.739846ยฐS 106.949692ยฐE๏ปฟ / -6.739846; 106.949692
ย -ย elevasi3.002ย m (9.849ย ft)
Muara sungaiย 
ย -ย lokasiJakarta Utara, DKI Jakarta, Indonesia
ย -ย koordinat6ยฐ07โ€ฒ00โ€ณS 106ยฐ49โ€ฒ42โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ6.11667ยฐS 106.82833ยฐE๏ปฟ / -6.11667; 106.82833
ย -ย elevasi0ย m (0ย ft)
Panjang119ย km (74ย mi)
Daerah Aliran Sungai
Luas DAS427ย km2 (165ย sqย mi)
Peta DAS Ciliwung

Ci Liwung, atau biasa ditulis Ciliwung[1] adalah salah satu sungai terpenting di Tatar Sunda, Jawa, Indonesia; terutama karena melalui wilayah ibu kota, DKI Jakarta, dan kerap menimbulkan banjir tahunan di wilayah hilirnya.

Ci Liwung (โ€œK. Ciliwungโ€), bagian tengah bawah pada peta sungai dan kanal Jakarta (2012)
Ci Liwung di daerah Bogor dengan latar belakang Gunung Salak dari akhir abad ke-19. Foto koleksi Tropenmuseum Amsterdam.
Muara Ci Liwung pada tahun 1880-an (litografi berdasarkan lukisan oleh Josias Cornelis Rappard)

Panjang aliran utama sungai ini adalah mencapai 120ย km yang membentang dari selatan ke utara.[2][3] Sungai ini relatif lebar dan di bagian hilirnya dulu dapat dilayari oleh perahu kecil pengangkut barang dagangan. Wilayah yang dilintasi Ci Liwung adalah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, dan DKI Jakarta.

Hulu sungai berada di dataran tinggi yang terletak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, atau tepatnya di mata air, Gunung Pangrango dan Telaga Saat yang terletak di lereng Pegunungan Jonggol sebelah utara Kawasan Puncak. Setelah melewati bagian timur Kota Bogor, sungai ini mengalir ke utara, di sisi barat Jalan Raya Jakarta-Bogor, sisi timur Depok, dan memasuki wilayah Jakarta sebagai batas alami wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Ci Liwung bermuara di daerah Luar Batang, di dekat Pasar Ikan sekarang.[4]

Hidrologi DAS Ciliwung

sunting

Kali Ciliwung merupakan aliran utama dalam sistem daerah aliran sungai atau DAS Ciliwung dengan luas daerah tangkapan air sekitar 42.676ย ha (426,76ย km2) yang mencakup lereng utara Gunung Pangrango hingga Teluk Jakarta.[2]

Batas DAS Ciliwung

sunting

Sebelah Timur DAS Ciliwung[2]

Sebelah Barat DAS Ciliwung[2]

Sebelah Selatan DAS Ciliwung[2]

Kerusakan & Bencana Hidrologi

sunting

Perubahan tutupan lahan dapat sangat memengaruhi hidrologi DAS dan kualitas air. Urbanisasi dan pembangunan dapat meningkatkan tutupan lahan kedap air, menyebabkan lebih banyak air mengalir di permukaan daripada meresap ke dalam tanah. Hal ini dapat mengurangi pengisian ulang air tanah dan aliran dasar sungai, atau aliran yang terjadi selama musim kemarau. Deforestasi dan pembukaan lahan pertanian di kawasan hulu seringkali disertai dengan peningkatan erosi tanah dan beban sedimen di kawasan hilir. Jenis penggunaan lahan lainnya berkaitan dengan pencemaran air, misalnya, pertanian yang dapat meningkatkan beban pestisida dan nutrisi (nitrogen dan fosfor) dari pupuk. Urbanisasi dan industrialisasi di dalam DAS dapat menyebabkan kontaminasi dari berbagai macam bahan kimia yang digunakan di rumah tangga dan industri.

Pengendalian banjir

sunting

Di daerah Manggarai aliran Ci Liwung banyak dimanipulasi untuk mengendalikan banjir. Aliran aslinya mengalir melalui daerah Cikini, Gondangdia, hingga Gambir, tetapi setelah Pintu Air Istiqlal jalur lama tidak ditemukan lagi karena telah dibuat kanal-kanal semenjak zaman Belanda dulu, seperti kanal di sisi barat Jalan Gunung Sahari dan Kanal Molenvliet di antara Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk.[5] Di Manggarai, dibuat Kanal Banjir Barat yang mengarah ke barat, lalu membelok ke utara melewati Tanah Abang, Tomang, Jembatan Lima, hingga ke Pluit. Sedangkan Kanal Banjir Timur direncanakan mulai dari sekitar wilayah Kampung Melayu ke timur, menghubungkan aliran-aliran Ci Liwung, Ci Lilitan, Ci Pinang, Kali Sunter, Kali Buaran, Kali Cakung, hingga ke wilayah Marunda.[6] Dari 13 sungai yang mengalir di Jakarta, Ci Liwung memiliki dampak yang paling luas ketika musim hujan karena ia mengalir melalui tengah kota Jakarta dan melintasi banyak perkampungan, perumahan padat, dan permukiman-permukiman kumuh. Sungai ini juga dianggap sungai yang paling parah mengalami perusakan dibandingkan sungai-sungai lain yang mengalir di Jakarta. Selain karena daerah tangkapan airnya di bagian hulu di wilayah Puncak dan Bogor yang rusak, badan sungai di wilayah Jakarta juga banyak mengalami penyempitan dan pendangkalan yang mengakibatkan daya tampung air sungai menyusut, dan mudah menimbulkan banjir.

Sistem pengendalian banjir sungai ini mencakup pembuatan sejumlah pintu air atau pos pengamatan banjir, yaitu di Katulampa (Kota Bogor), Depok, Manggarai, Karet, serta Pintu Air Istiqlal; serta dengan membagi aliran Ci Liwung melalui kanal-kanal banjir seperti yang diuraikan di atas. Pemerintah telah membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi di Megamendung, Bogor sebagai cara untuk mengendalikan aliran sejak dari bagian hulu.

Lihat pula

sunting

Galeri

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Nama aslinya adalah Ci (Sd.: air) Haliwung (Sd: keruh) dan disebut dalam naskah Sunda "Bujangga Manik" (abad ke-15).
  2. ^ a b c d e "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK". geoportal.menlhk. Diakses tanggal 2025-08-22.
  3. ^ Hendrayanto. 2008. Transboundary watershed management. A case study of upstream-downstream relationships in Ciliwung watershed[pranala nonaktif permanen]. Proceedings of International Workshop on Integrated Watershed Management for Sustainable Water Use in a Humid Tropical Region, JSPS-DGHE Joint Research Project, Tsukuba, October 2007. Bull. TERC, Univ. Tsukuba, No.8 Supplement, no. 2, 2008
  4. ^ BPDAS Citarum-Ciliwung. 2011. Penyusunan Rencana Tindak Pengelolaan DAS Ciliwung. Fakultas Kehutanan IPB dan BP DAS Citarum-Ciliwung, Kementerian Kehutanan RI. (tidak diterbitkan)
  5. ^ Kanal Molenvliet dibangun pada pertengahan abad ke-17 (lihat Batavia).
  6. ^ Pemda DKI. Pengembangan Kawasan Banjir Kanal Timur[pranala nonaktif permanen], diakses 01/01/2014.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kuntilanak Ciliwung

Kuntilanak Ciliwung adalah film horor Indonesia yang dirilis pada 9 Oktober 2014. Flora membuat kehebohan dengan status facebook-nya yang bertulisan: aku

Brandal-Brandal Ciliwung

Brandal-Brandal Ciliwung adalah film Indonesia yang dirilis pada tanggal 16 Agustus 2012. Film ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto. Film ini dibintangi

Ciliwung Blue Line

Ciliwung Blue Line adalah jalur rute kereta api dalam Jakarta yang pernah beroperasi, kereta api ini menjadi salah satu upaya menghadapi kemacetan di Jakarta

Gedung AA Maramis

bertujuan untuk memindahkan Kastil Batavia yang semula berada di muara Sungai Ciliwung untuk dipindahkan ke Ibu Kota Jakarta. Ini adalah bangunan tertua kedua

Daerah Khusus Ibukota Jakarta

bernama Sunda Kalapa (Aksara Sunda: แฎžแฎฅแฎ”แฎชแฎ“ แฎŠแฎœแฎ•), berlokasi di muara Sungai Ciliwung. Ibu kota Kerajaan Sunda yang dikenal sebagai Dayeuh Pakuan Padjadjaran

Astronot Ciliwung

Astronot Ciliwung adalah serial televisi Indonesia produksi Wahana Pictures dan Smaradana Pro yang ditayangkan perdana 11 Desember 2022 pukul 08:45 WIB

Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat

ini berbatasan dengan jalan kali beton pinangsia di sebelah utara, kali ciliwung di sebelah barat, kali tangki di sebelah timur dan jalan mangga besar raya

Jerhemy Owen

bersih-bersih sungai serentak di 38 provinsi di Indonesia yang berpusat di Kali Ciliwung, DKI Jakarta. Jerhemy Owen lahir di Jakarta pada tanggal 29 April 2002