📑 Table of Contents
Litografi oleh Auguste van Pers yang menggambarkan seorang pangeran dari pulau Madura dan pelayannya pada masa Hindia Belanda

Litografi (dari Bahasa Yunani Kuno λίθος, lithos 'batu' dan γράφειν, graphein 'menulis')[1] atau cetak batu adalah sebuah metode untuk percetakan di atas permukaan licin dan juga sebuah cara untuk memproduksi semikonduktor dan peralatan MEMS. Pencetakannya dari batu (batu gamping litograf) atau pelat logam dengan permukaan halus. Teknik ini ditemukan pada 1796 oleh penulis dan aktor Jerman Alois Senefelder sebagai metode murah untuk menerbitkan karya teater.[2][3] Litografi dapat digunakan untuk mencetak teks atau karya seni di atas kertas atau bahan lain yang sesuai.

Referensi

sunting
  1. ^ "Lithography". 1911 Encyclopædia Britannica. Volume 16.
  2. ^ Meggs, Philip B. (1998). A history of graphic design (Edisi 3rd ed). New York: John Wiley & Sons. ISBN 0-471-29198-6. OCLC 37594815.
  3. ^ "Advanced organic chemistry Third edition), by G. W. Wheland. Pp. xi + 871. John Wiley & Sons Inc., New York; John Wiley & Sons Ltd, London. 1960. E7 net". Endeavour. 20 (79): 171. 1961-07. doi:10.1016/0160-9327(61)90030-8. ISSN 0160-9327.

Bacaan lanjutan

sunting
  • Ivins, William Jr., Prints and Visual Communication. Cambridge: Harvard University Press, 1953. ISBN 0-262-59002-6

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Willy Stöwer

dan penulis pada masa Kekaisaran. Ia dikenal dengan lukisan maritim dan litografi. Banyak karyanya yang menggambarkan peristiwa sejarah maritim seperti

Litografi ultraviolet ekstrim

Litografi ultraviolet ekstrem (bahasa Inggris: Extreme ultraviolet litography), dalam bahasa Inggris disingkat sebagai EUV atau EUVL, merupakan teknologi

Banten

Litografi berdasarkan lukisan oleh Abraham Salm dengan pemandangan di Banten (1865-1872)

Gunung Kawi

camping Ground Sabana Kawi Pemandangan Gunung Kawi pada tahun 1865-1872 (litografi berdasarkan lukisan oleh Abraham Salm) Daftar gunung di Indonesia https://sv

Gunung Gede

semadi, bertapa maupun melakukan upacara religius. Litografi karya Junghuhn tahun 1856 Litografi karya A. J. Bik tahun 1828 Tampilan drone dari arah

Delman

seorang pengemudi dan penumpang Penggambaran delman dalam wayang. Bendi Litografi sebuah bendi (1883–1889) Bendi tradisional Minangkabau di Bukittinggi

Gunung Papandayan

28 Oktober 2010, status Papandayan kembali meningkat menjadi level 2. Litografi karya F. C. Wilsen yang menggambarkan kawah Papandayan (tahun 1865-1876)

Kesultanan Banten

Lukisan litograf Masjid Agung Banten pada kurun 1882-1889.