The Theory and Practice of Oligarchical Collectivism (bahasa Indonesia: Teori dan Praktik Kolektivisme Oligarkis) adalah buku fiktif yang digunakan sebagai unsur cerita dalam novel distopia karya George Orwell yang berjudul Nineteen Eighty-Four. Di dalam cerita novel tersebut, buku ini konon ditulis oleh Emmanuel Goldstein yang telah dijadikan musuh utama negara di dalam sebuah negara totalitarian yang bernama Oceania. Ia sebelumnya adalah anggota Partai Dalam dan Partai Ingsoc menggambarkannya sebagai orang yang terus menerus membuat konspirasi untuk menjatuhkan kepemimpinan Big Brother. Pada awal cerita, tokoh utama novel ini, yaitu Winston Smith, memikirkan hal berikut: "Terdapat ... desas desus mengenai buku yang mengerikan, kumpulan dari segala hal yang bidaah, dan Goldstein adalah penulisnya dan disebarkan secara diam-diam di sini dan di sana. Ini adalah buku tanpa judul. Orang menyebutnya, jika memang menyebutnya, hanya dengan sebutan Buku Itu".

Winston secara diam-diam membenci Partai Ingsoc dan Big Brother. Pada akhirnya, ia mendekati O'Brien, seorang petinggi Partai Dalam, karena ia mengira bahwa O'Brien adalah anggota gerakan The Brotherhood. O'Brien awalnya terlihat seperti anggota gerakan perlawanan dan bahkan ia menyediakan salinan buku ini kepada Winston. Dari sini diketahui bahwa buku ini terdiri dari "Bab I: Kebodohan adalah Kekuatan" dan "Bab III: Perang adalah Perdamaian", yang merupakan slogan-slogan Partai Ingsoc (Bab II, yang kemungkinan berjudul "Kebebasan adalah Perbudakan" yang merupakan slogan Partai Ingsoc yang lain, tidak disebutkan di dalam novel ini). Winston tidak pernah selesai membaca buku ini karena ternyata O'Brien adalah anggota Partai Dalam yang setia, sehingga Winston pun ditangkap. O'Brien lalu menyiksa Winston untuk menghilangkan keyakinan Winston bahwa terdapat kenyataan yang objektif yang berada di luar partai. Saat sedang berbicara di ruang penyiksaan, ia memberi tahu Winston bahwa buku ini ditulis oleh sebuah komite dan ia adalah salah satu anggotanya.

Referensi

sunting
  • Orwell, George, Nineteen Eighty-Four (1949), London:The Folio Society, 2001

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kolektivisme

fundamental satu sama lain. Triandis, Harry C. (2001). "Individualism-Collectivism and Personality". Journal of Personality. 69 (6): 909. doi:10.1111/1467-6494

Komunikasi lintas budaya

of Intercultural Sensitivity Using the Concepts of Individualism and Collectivism", International Journal of Intercultural Relations(16), 413โ€“36. Ellingsworth

Asosiasi Pekerja Internasional

(Winter 1941), pp.ย 24โ€“42. In JSTOR. Alex Blonna, Marxism and Anarchist Collectivism in the International Workingman's Association, 1864-1872. M.A. thesis

Emmanuel Goldstein

dan konon telah menulis buku The Theory and Practice of Oligarchical Collectivism. Goldstein selalu menjadi subjek "Two Minutes Hate", yaitu program harian

Psikologi korupsi

ISBNย 978-1-003-19608-2. "Corruptive Tendencies, Conscientiousness, and Collectivism". Procedia - Social and Behavioral Sciences (dalam bahasa Inggris). 153:

Anarkisme-Kolektif

Essential Library. p. 97. "Collectivist anarchism, also called anarcho-collectivism, arose after mutualism." ISBN 978-1617147883. Esenwein 1989, hlm.ย 104-105;

Manajemen gaya Jepang

jepang yang dianut ini memiliki empat elemen utama, yaitu: Kebersamaan (Collectivism), di mana nilai kebersamaan mampu mempertahankan efektivitas dan semangat

Filsafat politik

ย 356โ€“357 Fiala 2015, hlm.ย 230โ€“231, 240 Brown, McLean & McMillan 2018, ยง Collectivism, ยง Communitarianism, ยง Individualism Fiala 2015, hlm.ย 243 Scruton 2007