Congdut, yang merupakan kependekan dari Keroncong-Dangdut adalah suatu bentuk campursari yang populer di daerah berbahasa Jawa.[1][2][3] Dari namanya diketahui bahwa subgenre musik ini merupakan crossover dari keroncong (terutama langgam Jawa) dan dangdut. Masuknya unsur tabla dan suling membuat lagu-lagu langgam Jawa lebih dinamis dan disukai pendengar muda. Tokoh terkemuka aliran ini adalah Didi Kempot .[4][5][6]

Referensi

sunting
  1. ^ Rahmawati, L. P. (2017). Eksistensi musik campursari karya didi kempot. Pendidikan Seni Musik, 6(1), 31-36
  2. ^ Sari, Nigar Pandrianto, Gregorius Genep Sukendro, Roswita Oktavianti, Wulan Purnama (2023-02-06). Budaya Pop: Komunikasi dan Masyarakat (dalam bahasa Arab). Gramedia Pustaka Utama. hlm.ย 78. ISBNย 978-602-06-6870-3. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ "March 2011". Managemen Sekolah (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-02-05.
  4. ^ "Didi Kempot dan Bias Identitas Campursari". CNN Indonesia. Diakses tanggal 27 july 2010.
  5. ^ "Didi Kempot dan Bias Identitas Campursari". hiburan. Diakses tanggal 2026-02-05.
  6. ^ "Merawat Ekosistem Campursari Didi Kempot โ€“ Dangdut Studies" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-02-05.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Didi Kempot

๊ฆ๊ฆถ๊ฆ๊ฆถ๊ฆ๊ฆผ๊ฆฉ๊ง€๊ฆฅ๊ฆบ๊ฆด๊ฆ ๊ง€), adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut dari Surakarta. Ia merupakan putra dari seniman tradisional terkenal, Hadi

Stasiun Solo Balapan

Pulau Sumatra. Stasiun Solo Balapan menjadi inspirasi bagi salah satu lagu congdut yang sangat populer pada tahun 1990-an dari Didi Kempot, "Stasiun Balapan"

Dangdut

langgam Jawa (dikenal sebagai suatu bentuk musik campur sari yang dinamakan congdut, dengan tokohnya Didi Kempot), atau zapin. Mudahnya dangdut menerima unsur

Cintamu Sepahit Topi Miring

juga merupakan ayah dari pelawak Mamiek Prakoso dan penyanyi-penulis lagu congdut Didi Kempot. Agung Rahmadsyah dalam CNN Indonesia mengulas, bagian yang

Campursari

Nurhana), campuran gamelan dan dangdut, serta campuran keroncong dan dangdut (congdut, populer dari lagu-lagu Didi Kempot). Meskipun perkembangan campursari

Keroncong

lagi pakem bentuk keroncong asli atau stambul, ada irama nuansa dangdut (congdut), mulai tahun 1998 musik rap mulai masuk (Bondan Prakoso), dlsb. Bentuk

Pop melankolis

akhir 1990-an, genre ini hampir sepenuhnya menghilang. Genre campuran congdut (gabungan kroncong dan dangdut), yang dipopulerkan oleh Didi Kempot dan

Terminal Tirtonadi

diciptakan oleh Didi Kempot, seorang penyanyi legendaris campursari dan congdut asal Surakarta. "Sejarah Terminal Bus Tirtonadi Solo". Diakses tanggal