Cui Yan | |
|---|---|
| ๅด็ฐ | |
| Komandan Ibukota (ไธญๅฐ) | |
| Masa jabatan 216 | |
| Penguasa monarki | Kaisar Xian dari Han |
| Kanselir | Cao Cao |
| Juru Penulis (ๅฐๆธ) | |
| Masa jabatan 216 | |
| Penguasa monarki | Kaisar Xian dari Han |
| Kanselir | Cao Cao |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 165 Gucheng, Hebei |
| Meninggal | 216[1] |
| Hubungan | "lihat Keluarga Cui dari Qinghe" |
| Pekerjaan | Politisi |
| Nama kehormatan | Jigui (ๅญฃ็ช) |
Cui Yan (165โ216), nama kehormatan Zigui adalah seorang politikus Tiongkok yang mengabdi kepada Cao Cao pada masa akhir Dinasti Han. Pada awal kehidupannya, ia bertugas sebentar di kantor distrik setempat sebelum meninggalkan rumah untuk belajar di bawah bimbingan sarjana Konfusianisme Zheng Xuan. Pada akhir tahun 190-an, Cui Yan menjadi bawahan panglima perang utara Yuan Shao tetapi tidak mencapai prestasi signifikan di bawah panglima perang tersebut, yang mengabaikan sarannya. Setelah kematian Yuan Shao pada tahun 202, Cui Yan dipenjarakan karena dia menolak membantu salah satu putra YuanโYuan Shang dan Yuan Tanโdalam perjuangan mereka memperebutkan wilayah ayah mereka. Setelah dia dibebaskan, Cui Yan datang untuk bertugas di bawah Cao Cao, kepala de facto pemerintah pusat Han. Selama bertahun-tahun mengabdi di bawah Cao Cao, Cui Yan menjalankan tugasnya dengan setia dan rajin, menjaga hukum dan ketertiban di bironya dan merekomendasikan orang-orang berbakat untuk bergabung dengan pegawai negeri. Pada tahun 216, dalam sebuah insiden yang secara luas dianggap sebagai kasus ketidakadilan yang menyedihkan, Cui Yan dituduh mencemarkan nama baik Cao Cao dalam sebuah surat dan akhirnya dicopot dari jabatannya, dijebloskan ke penjara dan kemudian dipaksa untuk bunuh diri.
Mengabdi kepada Cao Cao
suntingPada 205, setelah Cao Cao mengalahkan saudara Yuan dan menduduki Provinsi Ji, ia ingin merekrut Cui Yan sebagai ajudannya (ๅฅ้งๅพไบ). Ia berkata kepada Cui Yan, "Menurut catatan resmi, ada 300.000 tentara di bawah komando saya sekarang. (Provinsi Ji) memang provinsi besar.โ Cui Yan menjawab, "Kekaisaran berada dalam keadaan kacau dan Sembilan Provinsi terpecah, sementara saudara-saudara Yuan bertempur di antara mereka sendiri dan mayat-mayat tersebar di seluruh hutan belantara. Rakyat belum melihat bagaimana kekuatanmu akan membawa kehancuran." pemerintahan yang baik hati dan bantuan kemanusiaan kepada mereka dan membebaskan mereka dari perang dan bencana, tapi sekarang hal pertama yang kamu lakukan adalah memeriksa catatan jumlah pasukan dan peralatan militer yang kamu peroleh. Inikah yang diharapkan oleh orang-orang di provinsi ini Anda?" Mereka yang hadir di tempat kejadian semuanya terkejut dengan tanggapan Cui Yan. Ekspresi wajah Cao Cao berubah dan dia berterima kasih kepada Cui Yan atas nasihatnya.[2]
Saat Cao Cao kembali berperang, kali ini dengan keponakan Yuan Shao, Gao Gan di Provinsi Bing, Cui Yan diperintah untuk membimbing Cao Pi saat Cao Pi ditugaskan untuk mempertahankan Ye, ibukota Provinsi Ji. Suatu ketika, ketika Cao Pi pergi berburu untuk bersenang-senang, Cui Yan menulis surat panjang kepadanya, memarahi Cao Pi karena terlalu menuruti kesenangan pribadi dan mengabaikan tugasnya. Cao Pi kemudian mengirimkan balasan, menyatakan bahwa dia telah menghancurkan peralatan berburunya dan berterima kasih kepada Cui Yan atas ceramahnya.[3]
Pada 216, Cao Cao dianugerahi gelar raja vasal oleh Kaisar Xian dari Han sebagai Raja Wei. Cui Yan diangkat sebagai Master of Writing (ๅฐๆธ) di kerajaan bawahan Cao Cao. Pada saat itu, Cao Cao masih belum menetapkan siapa di antara anaknya akan menjadi ahli waris tetap dan ia berpikir untuk menunjuk Cao Zhi, jadi ia secara rahasia memanggil pejabat untuk meminta opini mereka, termasuk Cui Yan. Cui Yan tetapi menjawab secara terbuka bahwa "Menurut etis Konghucu, ahli waris seorang pria haruslah putra sulungnya. Selain itu, Cao Pi orangnya baik, berbakti dan pintar. Jadi ia layak dijadikan ahli waris. Saya akan mendukungnya sampai kematian saya". Cao Cao kagum dengan jawaban Cui Yan karena ia mengikuti Li (Kong Hu Cu) (Keponakan Cui Yan menikahi Cao Zhi, jadi Cao Cao mengira bahwa Cui Yan akan mendukung Cao Zhi tetapi Cui Yan berpegang teguh kepada moral etik jadi ia malah mendukung Cao Pi (putra tertua)". Cao Cao kemudian mengangkat Cui Yan sebagai Komandan Ibukota (ไธญๅฐ).[4]
Anekdot
suntingSuatu ketika, Cao Cao akan menerima tamu dari Xiongnu, ia merasa bahwa dirinya jelek dan mungkin tidak bisa mendapatkan rasa hormat jadi ia memerintah Cui Yan untuk menyamar sebagai Cao Cao sementara Cao Cao memegang pedang dan menyamar sebagai seorang pengawal, berdiri disebelah Cui Yan. Setelah pertemuan itu, Cao Cao mengutus seseorang untuk menanyakan kepada tamu tersebut, "Apa pendapatmu mengenai Raja Wei?". Utusan dari Xiongnu menjawab, "Yang Mulia terlihat ganteng dan luar biasa, tetapi orang yang memegang pedang dan berdiri disebelahnya adalah seorang pahlawan sejati." Cao Cao marah mendengarkan hal tersebut dan membunuh utusan itu.[5]
Cui Yan adalah teman baik Sima Lang, kakak Sima Yi. Ketika Cui Yan memandang Sima Yi, ia berkata kepada Sima Lang bahwa "Adikmu sangat pintar, perseptif dan kuat. Ia bisa melampauimu pada masa depan". Sima Lang menyangkal pernyataan Cui Yan dan mereka berdua sering berdebat karena ini.[6]
Sepupu muda Cui Yan, Cui Lin tidak begitu dihargai pada masa mudanya. Namun Cui Yan menyatakan, "dia adalah seseorang yang kita sebut 'terlambat berkembang'. Ia akan melangkah jauh pada masa depan". Saat Sun Li dan Lu Yu bekerja untuk Cao Cao untuk pertama kalinya, Cui Yan berkata kepada Cao Cao, "Sun Li orangnya energik, kuat, dan tegas. Sementara Lu Yu orangnya berwaspada, bijak dan tangguh. Keduanya mampu memikul tanggung jawab besar di masa depan". Persis seperti yang dikatakan oleh Cui Yan, ketiga orang tersebut menjadi tenar dan menduduki posisi penting di Cao Wei.[7]
Referensi
sunting- ^ (็ปๅธๅปบๅฎไบๅไธๅนด๏ผไธ็ณใไบไธๅ ญๅนด๏ผ ... ๅ๏ผไธญๅฐๅด็ฐ่ฆ้ ้นฟๆฅ่จๆผๆ๏ผๆ็ฆฎ่พไนใๅๆ้ฒ็ต๏ผ่จ็ผ่กจ็จฑ้ ๅๅพทใๆ็ฌ่จๅธไธๆตฎๅฝ๏ผ่ฌ็ฐ็บๅคฑๆ่ใ็ฐๅพ่จๅ่กจ่่ฆไน๏ผ่่จๆธๆฐ๏ผใ็่กจ๏ผไบไฝณ่ณใๆไน๏ผๆไน๏ผๆ็ถๆ่ฎๆใใ็ฐๆฌๆ๏ผ่ญ่ซ่ ๅฅฝ่ญดๅต่ไธๅฐๆ ็ไนใๆๆ่็ฐๅฎฟไธๅนณ่ ๏ผ็ฝ็ฐใๅฒไธๆจ่ฌ๏ผๆๆจไธ้ใ๏ผๆๆ๏ผๆถ็ฐไป็๏ผ้ซก็บๅพ้ธใๅ็ฝ็ฐ่ ๅพฉ็ฝไนไบ๏ผใ็ฐ็บๅพ๏ผๅฐ่ณๅฎข่ฌ้ ็ด่ฆ๏ผ่ฅๆๆ็ใใ้่ณ็ฐๆญปใ) Zizhi Tongjian vol. 67.
- ^ (ๅคช็ฅ็ ด่ขๆฐ๏ผ้ ๅ พๅท็ง๏ผ่พ็ฐ็บๅฅ้งๅพไบ๏ผ่ฌ็ฐๆฐ๏ผใๆจๆกๆถ็ฑ๏ผๅฏๅพไธๅ่ฌ่ก๏ผๆ ็บๅคงๅทไนใใ็ฐๅฐๆฐ๏ผใไปๅคฉไธๅๅดฉ๏ผไนๅทๅน ่ฃ๏ผไบ่ขๅ ๅผ่ฆชๅฐๅนฒๆ๏ผๅ พๆน่ธๅบถๆด้ชจๅ้ใๆช่็ๅธซไป่ฒๅ ่ทฏ๏ผๅญๅ้ขจไฟ๏ผๆๅ ถๅก็ญ๏ผ่ๆ ก่จ็ฒๅ ต๏ผๅฏๆญค็บๅ ๏ผๆฏ่ฑ้ๅทๅฃซๅฅณๆๆๆผๆๅ ฌๅ๏ผใๅคช็ฅๆนๅฎน่ฌไนใไบๆ่ณๅฎข็ไผๅคฑ่ฒใ) Sanguozhi vol. 12.
- ^ (ๅคช็ฅๅพๅนถๅท๏ผ็็ฐๅ ๆๅธๆผ้ดใไธๅญไปๅบ็ฐ็ต๏ผ่ฎๆๆไน๏ผๅฟๅจ้ฉ ้ใ็ฐๆธ่ซซๆฐ๏ผใ่่็คไบๆธธ็ฐ๏ผๆธไนๆๆ๏ผ้ญฏ้ฑ่ง้ญ๏ผๆฅ็ง่ญไน๏ผๆญคๅจใๅญไนๆ ผ่จ๏ผไบ็ถไนๆ็พฉใๆฎท้ๅคๅ๏ผ่ฉฉ็จฑไธ้ ๏ผๅญๅฏไธๆจ๏ผ็ฆฎไปฅ็บๅฟ๏ผๆญคๅ่ฟ่ ไนๅพๅคฑ๏ผไธๅฏไธๆทฑๅฏไนใ่ขๆๅฏๅฝ๏ผๅ ฌๅญๅฏฌๆพ๏ผ็คๆธธๆปไพ๏ผ็พฉ่ฒไธ่๏ผๅฒไบบๅๅญ๏ผไฟๆ่ฒๆฏไนๅฟ๏ผ็็พๅฃฏๅฃซ๏ผๅขฏๆผๅๅฌไน็จ๏ผๅบๆไปฅๆๅพ็พ่ฌ๏ผ่ทจๆๆฒณๆ๏ผ็กๆๅฎน่ถณไนใไป้ฆๅๆฎ็๏ผๆ ๅบทๆชๆดฝ๏ผๅฃซๅฅณไผ่ธต๏ผๆๆ่ ๅพทใๅตๅ ฌ่ฆชๅพกๆ้ฆฌ๏ผไธไธๅๆ ๏ผไธๅญๅฎ้ตๅคง่ทฏ๏ผๆ ไปฅ่กๆญฃ๏ผๆ็ถๅไน้ซ็ฅ๏ผๅ ง้่ฟๆ๏ผๅคๆ้ ็ฏ๏ผๆทฑๆๅฒๅฏ๏ผไปฅ่บซ็บๅฏถใ่็ฅ่ฅฒ่ๆ ไน่ณคๆ๏ผๅฟฝ้ฆณ้จ่้ต้ช๏ผๅฟ้ๅ ไนๅฐๅจ๏ผๅฟ็คพ็จทไน็บ้๏ผๆฏ่ช ๆ่ญๆไปฅๆปๅฟไนใๅฏไธๅญ็็ฟณๆ่คถ๏ผไปฅๅก่กๆ๏ผไธไปค่่ฃ็ฒ็ฝชๆผๅคฉใใไธๅญๅ ฑๆฐ๏ผใๆจๅฅๅๅฝ๏ผๆ ็คบ้ ๆธ๏ผๆฌฒไฝฟ็็ฟณๆ่คถ๏ผ็ฟณๅทฒๅฃ็ฃ๏ผ่คถไบฆๅป็ใๅพๆๆญคๆฏ๏ผ่ๅพฉ่ชจ่ซธใใ) Sanguozhi vol. 12.
- ^ (้ญๅๅๅปบ๏ผๆๅฐๆธใๆๆช็ซๅคชๅญ๏ผ่จ่ไพฏๆคๆๆ่ๆใๅคช็ฅ็็๏ผไปฅๅฝไปคๅฏ่จชๆผๅคใๅฏ็ฐ้ฒๆฟ่ ๆฐ๏ผใ่่ๆฅ็งไน็พฉ๏ผ็ซๅญไปฅ้ท๏ผๅ ไบๅฎๅฐไปๅญ่ฆๆ๏ผๅฎๆฟๆญฃ็ตฑใ็ฐไปฅๆญปๅฎไนใใๆค๏ผ็ฐไนๅ ๅฅณๅฃปไนใๅคช็ฅ่ฒดๅ ถๅ ฌไบฎ๏ผๅ็ถๆญๆฏ๏ผ้ทไธญๅฐใ) Sanguozhi vol. 12.
- ^ (้ญๆญฆๅฐ่ฆๅๅฅดไฝฟ๏ผ่ชไปฅๅฝข้๏ผไธ่ถณ้้ ๅ๏ผไฝฟๅดๅญฃ็ชไปฃ๏ผๅธ่ชๆๅ็ซ็้ ญใๆข็ข๏ผไปค้่ซๅๆฐ๏ผใ้ญ็ไฝๅฆ๏ผใๅๅฅดไฝฟ็ญๆฐ๏ผใ้ญ็้ ๆ้ๅธธ๏ผ็ถ็้ ญๆๅไบบ๏ผๆญคไน่ฑ้ไนใใ้ญๆญฆ่ไน๏ผ่ฟฝๆฎบๆญคไฝฟใ) Shishuo Xinyu ch. 14.
- ^ (ๅง็ฐ่ๅธ้ฆฌๆๅ๏ผๆๅฎฃ็ๆนๅฃฏ๏ผ็ฐ่ฌๆๆฐ๏ผใๅญไนๅผ๏ผ่ฆๅฒๆๅ ๏ผๅๆท่ฑ่ทฑ๏ผๆฎ้ๅญไนๆๅไนใใๆไปฅ็บไธ็ถ๏ผ่็ฐๆฏ็งๆญค่ซใ) Sanguozhi vol. 12.
- ^ (็ฐๅพๅผๆ๏ผๅฐ็กๅๆ๏ผ้ๅงปๆ็ถๅค่ผไน๏ผ่็ฐๅธธๆฐ๏ผใๆญคๆ่ฌๅคงๅจๆๆ่ ไน๏ผ็ตๅฟ ้ ่ณใใๆถฟ้กๅญซ็ฆฎใ็งๆฏๅงๅ ฅ่ปๅบ๏ผ็ฐๅๅไนๆฐ๏ผใๅญซ็ไบฎไบข็๏ผๅ็ฐก่ฝๆท๏ผ็งๆธ ่ญฆๆ็๏ผ็พ้ไธๆถ๏ผ็ๅ ฌๆไนใใๅพๆใ็ฆฎใๆฏๅธ่ณ้ผ่ผใ) Sanguozhi vol. 12.

