Daniel Alexander Maukar
Daniel Maukar (kiri) dan Sam Karundeng (kanan) diadili di Jakarta (1960)
JulukanDani, "Harimau Terakhir", "Harimau"
Lahir(1932-04-20)20 April 1932
Bandung, Hindia Belanda
Meninggal16 April 2007(2007-04-16) (umurย 74)
Jakarta, Indonesia
DikebumikanTPU Pondok Ranggon, Jakarta
PengabdianIndonesia
Dinas/cabang TNI Angkatan Udara
Pangkat Letnan Dua
KesatuanSkadron Udara 11
Pekerjaanย lainImam

Daniel Alexander Maukar (20 April 1932ย โ€“ย 16 April 2007)[1] adalah seorang pilot Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang dikenal karena menembaki Istana Negara pada 9 Maret 1960.[2] Meskipun awalnya dibawa ke pengadilan militer dan diancam hukuman mati, Maukar menerima pengampunan dari Presiden Soekarno. Alih-alih hukuman mati yang semula dijatuhkan, ia dijatuhi hukuman 8 tahun penjara. Pada awal Orde Baru, Maukar dibebaskan oleh Soeharto, yang baru saja menjabat sebagai Presiden ke-2 Indonesia.

Kehidupan awal

sunting

Daniel lahir di Bandung pada 20 April 1932 dari pasangan Karel Herman Maukar dan Enna Talumepa, dan ia berasal dari keturunan Minahasa. Ia kemudian dibesarkan di Menteng, Jakarta.[3] Tidak banyak informasi pribadi yang tersedia tentang kehidupan pribadinya sebelum kejadian tersebut.[4] Saat belajar menjadi pilot di AURI, Daniel dibimbing oleh Heru Atmodjo, seorang pilot senior di AURI. Ia dikenal sebagai pilot muda yang cerdas dengan potensi tinggi sebagai calon pilot tempur. Bagi mentornya, ia dianggap sebagai salah satu anggota terbaik di generasinya, sehingga ia mendapat julukan "Harimau".[5] Bagi pemerintah, ia dicap sebagai pilot jet tempur terbaik kedua di TNI Angkatan Udara.[6] Kepercayaan pada kemampuannya ini membawanya menjadi pilot tempur Angkatan Udara di Skadron Udara 11, di mana ia dipercayakan untuk menerbangkan jet tempur Mikoyan MiG-17 yang bergengsi, salah satu pesawat paling canggih yang dimiliki Indonesia pada tahun 1960-an.[7]

Kontroversi

sunting

Pada 9 Maret 1960, sekitar pukul 12:10, Istana Merdeka dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23ย mm pesawat MiG-17F. Pesawat tersebut kemudian meninggi dan melakukan manuver dengan mengambil ancang-ancang untuk mengulangi serangan terhadap sasaran yang sama.

Setelah itu, MiG-17 tersebut terbang ke tempat lain untuk menghancurkan kilang minyak di Tanjung Priok, tetapi ternyata tembakan meleset. Penerbangan dilanjutkan ke arah Garut untuk melakukan pendaratan darurat di sebuah tempat yang telah ditentukan.

Karena bahan bakar yang tidak mencukupi untuk mencapai tempat tujuan, pesawat itu terpaksa mendarat darurat di daerah Leles, Garut, Jawa Barat. Pesawat tersebut diterbangkan oleh Letnan Udara Daniel Alexander Maukar.

Atas perbuatannya, Maukar dikenakan sanksi hukuman mati. Namun pada tahun 1964, Maukar diberikan pengampunan oleh Presiden Soekarno. Pada Maret 1968, ia benar-benar dibebaskan pada era Presiden Soeharto.

Kehidupan selanjutnya

sunting

Pada Maret 1968, ia sepenuhnya dibebaskan pada era Presiden Soeharto. Trauma akibat kejadian tersebut, Daniel mengakui bahwa pikiran tentang kematian terus menghantuinya.[8] Hal ini sangat mempengaruhinya sehingga ia mendedikasikan dirinya untuk teologi dan menjadi seorang imam selama sisa hidupnya.[9][10] Menjalani kehidupan yang sederhana dan tenang, Daniel meninggal pada 16 April 2007, di Rumah Sakit Primaya PGI Cikini.[11]

Referensi

sunting
  1. ^ Matanasi, Petrik (2020-04-16). "Kisah Daniel Maukar, Pilot AURI yang Nekat Menembaki Istana Negara". tirto.id. Diakses tanggal 2024-06-15.
  2. ^ "7 Percobaan pembunuhan terhadap Bung Karno - Piala Dunia | merdeka.com". 2014-07-30. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-07-30. Diakses tanggal 2024-06-15.
  3. ^ Illahi, Kurnia (1 September 2015). "Misteri Motif Penyerangan Istana Negara 1960". SINDOnews Nasional. Diakses tanggal 2024-06-15.
  4. ^ Adryamarthanino, Verelladevanka; Nailufar, Nibras Nada (2022-08-01). "Daniel Maukar, Pilot yang Dituding Mencoba Membunuh Presiden Soekarno". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-06-15.
  5. ^ Lukman, Eduard (10 March 2020). "Saat Pesawat Tempur MiG-17 Menyerang Istana - Kolom Tempo.co". kolom.tempo.co. Diakses tanggal 2024-06-16.
  6. ^ Lestari, Siska Nurazizah. "Peristiwa Maukar (Penembakan Istana Bogor) - Ensiklopedia". esi.kemdikbud.go.id. Diakses tanggal 2024-06-21.
  7. ^ Zahir (12 May 2023). "Biografi Daniel Maukar, Pilot Potensial yang Melakukan Aksi Gila dengan Menyerang Istana Negara". kapito.id.
  8. ^ Doward, Jan S. (1973). Last Tiger Out: The True Story of Dan Maukar, Ace Pilot in the Indonesian Air Force (dalam bahasa Inggris). Pacific Press Pub. Association. hlm.ย 57.
  9. ^ Pohan, Hazairin (2020-10-08). "Menggempur Istana: Benarkah Pacar Pilot AU itu Direbut Soekarno?". Daily News Indonesia. Diakses tanggal 2024-06-19.
  10. ^ "Kisah Istana Presiden Soekarno dibom Mig-17 TNI AU". merdeka.com. 2013-04-25. Diakses tanggal 2024-06-18.
  11. ^ Matanasi, Petrik (2020-04-16). "Kisah Daniel Maukar, Pilot AURI yang Nekat Menembaki Istana Negara". tirto.id. Diakses tanggal 2024-06-15.

Lihat juga

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Samuel Karundeng

menyuruh Daniel Alexander Maukar untuk menembakki Istana Negara pada 9 Maret 1960. Akibatnya, Karundeng diseret ke pengadilan militer bersama dengan Maukar. Menurut

Soekarno

percobaan pembunuhan terhadap Soekarno. Pada tanggal 9 Maret 1960, Daniel Maukar, seorang letnan angkatan udara Indonesia yang bersimpati dengan pemberontakan

Daftar tokoh Minahasa

Indonesia (ABRI) Daniel Alexander Maukar, pilot Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) yang dikenal menembaki Istana Negara Elias Daniel (Daan) Mogot,

Kematian tahun 2007

Cournot Franco Dalla Valle Daniel Alexander Maukar Dashrath Manjhi Laraine Day Andrรฉa de Balmann Andrรฉe de Jongh Alexander Dedyushko A.S. Dharta Michael

Daftar tokoh Sulawesi Utara

SMANTO 170 dan 1 Tondano, Bakal Calon Gubernur Sulawesi Utara 2024. Daniel Alexander Maukar, Pilot yang menyerang Bung Karno di Istana Negara dengan Mig-17

Daniel (disambiguasi)

Hawaii. Daniel Akpeyi โ€” pemain sepak bola berkewarganegaraan Nigeria. Daniel Alexander Maukar โ€” pilot Angkatan Udara Republik Indonesia. Daniel Alfei โ€”