Kabupaten Garut
Transkripsi bahasa daerah
 • Aksara Sundaᮌᮛᮥᮒ᮪
Bendera Kabupaten Garut
Lambang resmi Kabupaten Garut
Julukan: 
  • Kabupaten Domba
  • Intan
  • Swiss Van Java
Motto: 
Tata tengtrem kerta raharja
(Sunda) Tertib, tenteram, sejahtera, dan berkecukupan
Peta
Peta
Garut di Kabupaten Garut
Garut
Garut
Peta
Garut di Jawa Barat
Garut
Garut
Garut (Jawa Barat)
Garut di Jawa
Garut
Garut
Garut (Jawa)
Garut di Indonesia
Garut
Garut
Garut (Indonesia)
Koordinat: 7°12′17″S 107°53′15″E / 7.20469407°S 107.88758994°E / -7.20469407; 107.88758994
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal berdiriFebruari 16, 1813
(213 tahun lalu)
 (1813-02-16)
Dasar hukumPeraturan Daerah Kabupaten Garut №30/2011
Hari jadi16 Februari 1813
Ibu kotaTarogong Kidul
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
  • Kecamatan: 42
  • Kelurahan: 21[1]
  • Desa: 424
Pemerintahan
 • BupatiAbdusy Syakur Amin
 • Wakil BupatiLuthfianisa Putri Karlina
 • Sekretaris DaerahNurdin Yana
 • Ketua DPRDAris Munandar
Luas
 • Total3.065,19 km2 (1,183,48 sq mi)
Populasi
 • Total2.716.950
 • Kepadatan890/km2 (2,300/sq mi)
Demografi
 • Agama
  • 98,83% Islam
  • 0,01% Buddha
  • 0,01% Hindu
  • 0,01% Lainnya[4]
 • BahasaSunda
Indonesia
 • IPMKenaikan 69, 91 (2024)
sedang[5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
Kode BPS
3205 Suntingan nilai di Wikidata
Kode area telepon+62 262
Pelat kendaraanZ xxxx
Kode Kemendagri32.05 Suntingan nilai di Wikidata
PADRp538.398.717.097 (27 Desember 2021)[6]
DAURp1.876.965.358.000.000,00- (2020)
Situs webwww.garutkab.go.id


Kabupaten Garut (aksara Sunda Baku: ᮌᮛᮥᮒ᮪) adalah sebuah wilayah kabupaten yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kecamatan Tarogong Kidul. Kabupaten Garut berbatasan dengan Kabupaten Sumedang di utara, Kabupaten Tasikmalaya di timur, Samudra Hindia di selatan, Kabupaten Bandung di barat dan barat laut, serta Kabupaten Cianjur di barat.

Sejarah

sunting
Hotel Ngamplang pada tahun 1920-an.

Sejarah Garut tak bisa dilepaskan dari Kabupaten Limbangan. Kabupaten Limbangan adalah Kabupaten lama yang ibu kotanya dipindahkan ke Garut kini karena sering kali terjadi bencana alam berupa banjir yang melanda daerah ibu kota. Selain itu, kurang berkembangnya pusat pemerintahan karena jauh dari sungai yang menjadi sarana transportasi dan irigasi areal pesawahan dan perkebunan. Bupati Adiwijaya (1813–1831) membentuk panitia survei lokasi untuk ibu kota kabupaten yang baru. Pilihan akhirnya jatuh di tempat yang dikelilingi gunung dan memiliki mata air yang mengalir ke Cimanuk.

Tempat tersebut berjarak ± 17 km dari pusat kota lama. Saat menemukan mata air, seorang panitia kakarut (bahasa sunda: tergores) belukar. Orang Belanda yang ikut survei tak dapat menirukan kata tadi, dan menyebutnya gagarut. Pada awalnya, nama kabupaten yang ibu kotanya telah dipindahkan tidak akan diubah, masih Kabupaten Limbangan. Namun, atas saran sesepuh hendaknya nama kabupaten diganti dengan nama baru sehingga tidak menimbulkan bencana dan malapetaka dikemudian hari seperti yang sering menimpa kabupaten Limbangan. Dari kejadian kakarut tersebut, yang dilafalkan oleh orang Belanda dengan gagarut, telah muncul ide untuk nama kabupaten baru, yaitu "Garut". Hari jadi Garut diperingati setiap tanggal 16 Februari.

Geografi

sunting
Titik ekstrem Kabupaten Garut
Barat 7°27′44.3″S 107°25′13.2″E / 7.462306°S 107.420333°E / -7.462306; 107.420333 Cimahi, Caringin, Garut
Selatan 7°44′25.8″S 107°52′29.5″E / 7.740500°S 107.874861°E / -7.740500; 107.874861 Sancang, Cibalong, Garut
Timur 7°3′3.6″S 108°8′8.4″E / 7.051000°S 108.135667°E / -7.051000; 108.135667 Malangbong, Malangbong, Garut
Utara 6°56′44.62″S 107°54′57.4″E / 6.9457278°S 107.915944°E / -6.9457278; 107.915944 Pangeureunan, Balubur Limbangan, Garut

Luas wilayah Kabupaten Garut adalah 3.065,19 km2.[7] Sebagian besar wilayah kabupaten ini adalah pegunungan, kecuali di sebagian pantai selatan berupa dataran rendah yang sempit. Di antara gunung-gunung di Garut adalah: Gunung Papandayan (2.262 m) dan Gunung Guntur (2.249 m), keduanya terletak di perbatasan dengan Kabupaten Bandung, serta Gunung Cikuray (2.821 m) di selatan kota Garut.

Kabupaten Garut yang secara geografis berdekatan dengan Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi Jawa Barat, merupakan daerah penyangga dan hinterland bagi pengembangan wilayah Bandung Raya. Karena itu, Kabupaten Garut mempunyai kedudukan strategis dalam memasok kebutuhan warga Kota dan Kabupaten Bandung, sekaligus berperan di dalam pengendalian keseimbangan lingkungan.

Iklim dan Cuaca

sunting

Secara umum iklim di wilayah Kabupaten Garut dapat dikatagorikan sebagai daerah beriklim tropis basah (humid tropical climate) karena termasuk tipe Af sampai Am dari "klasifikasi iklim Koppen". Berdasarkan studi data sekunder, iklim dan cuaca di daerah Kabupaten Garut dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu pola sirkulasi angin musiman (monsoonal circulation pattern), topografi regional yang bergunung-gunung di bagian tengah Jawa Barat; dan elevasi topografi di Bandung. Curah hujan rata-rata tahunan di sekitar Garut berkisar antara 2.589mm dengan bulan basah 9 bulan dan bulan kering 3 bulan, sedangkan di sekeliling daerah pegunungan mencapai 3500–4000mm. Variasi temperatur bulanan berkisar antara 24 °C – 27 °C. Besaran angka penguap keringatan (evapotranspirasi) menurut Iwaco-Waseco (1991) adalah 1572mm/tahun.[butuh rujukan] Dalam sehari intensitas hujan yang melanda Kabupaten Garut melebihi 200mm.[8] Adapun kapasitas ambang batas serapan hujan menurut BMKG dipatok pada 150mm sehingga ada 50mm air hujan yang tidak terserap.[8] Air hujan yang tidak terserap tersebut membuat Kabupaten Garut menjadi daerah rawan banjir.[8]

Selama musim hujan, secara tetap bertiup angin dari Barat Laut yang membawa udara basah dari Laut Tiongkok Selatan dan bagian barat Laut Jawa. Pada musim kemarau, bertiup angin kering bertemperatur relatif tinggi dari arah Australia yang terletak di tenggara.

Data iklim Garut, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 25.7
(78.3)
25.7
(78.3)
26
(79)
26.1
(79)
26
(79)
25.7
(78.3)
25.4
(77.7)
25
(77)
25.7
(78.3)
25.7
(78.3)
26
(79)
25.8
(78.4)
25.73
(78.38)
Rata-rata harian °C (°F) 21.9
(71.4)
21.9
(71.4)
22.1
(71.8)
22.2
(72)
22.2
(72)
21.7
(71.1)
21.2
(70.2)
21.2
(70.2)
21.8
(71.2)
22.2
(72)
22.3
(72.1)
22.1
(71.8)
21.9
(71.43)
Rata-rata terendah °C (°F) 19.4
(66.9)
19.4
(66.9)
19.4
(66.9)
19.6
(67.3)
19.4
(66.9)
18.7
(65.7)
17.9
(64.2)
17.6
(63.7)
18.4
(65.1)
19.4
(66.9)
19.9
(67.8)
19.7
(67.5)
19.07
(66.32)
Presipitasi mm (inci) 366
(14.41)
342
(13.46)
396
(15.59)
320
(12.6)
213
(8.39)
125
(4.92)
74
(2.91)
61
(2.4)
93
(3.66)
227
(8.94)
375
(14.76)
387
(15.24)
2.979
(117,28)
Rata-rata hari hujan 18 17 18 16 11 7 5 3 5 11 17 18 146
% kelembapan 88 90 89 87 85 82 79 77 78 80 82 85 83.5
Rata-rata sinar matahari harian 5.6 5.2 6.1 6.7 7.3 7.6 7.9 8.1 8.2 7.8 7.0 6.2 6.98
Sumber #1: Climate-Data.org[9]
Sumber #2: BMKG[10]

Geomorfologi

sunting
Sociestraat atau Jalan Jend. Ahmad Yani pada sekarang pada tahun 1936.

Bentang alam Kabupaten Garut Bagian Utara terdiri dari atas dua aransemen bentang alam, yaitu: (1) dataran dan cekungan antar gunung berbentuk tapal kuda membuka ke arah utara, (2) rangkaian-rangkaian gunung api aktif yang mengelilingi dataran dan cekungan antar gunung, seperti komplek G. Guntur – G. Haruman – G. Kamojang di sebelah barat, G. Papandayan – G. Cikuray di sebelah selatan tenggara, dan G. Cikuray – G. Talagabodas – G. Galunggung di sebelah timur. Bentang alam di sebelah Selatan terdiri dari dataran dan hamparan pesisir pantai dengan garis pantai sepanjang 80 km.

Evolusi bentang alam Kabupaten Garut khususnya Garut Utara dapat dijelaskan melalui 2 (dua) pendekatan hipotesis, yaitu:

  1. Bemmelen (1949) berpendapat bahwa terbentuknya tataan bentang alam, khususnya di sekitar Garut, dikontrol oleh aktivitas vulkanik yang berlangsung pada periode Kuarter (sekitar 2 juta tahun lalu sampai sekarang). Setelah terjadi pergerakan tektonik yang memicu pembentukan pegunungan di akhir Pleistosen, terjadilah deformasi regional yang digerakkan oleh beberapa patahan, seperti patahan Lembang, patahan Kancana, dan patahan Malabar-Tilu. Khusus di sekitar dataran antar gunung Garut diperkirakan telah terjadi suatu penurunan (depresi) akibat isostasi (proses menuju keseimbangan) dari batuan dasar dan pembebanan batuan sedimen vulkaniklastik di atasnya.
  1. Menurut konsep Tektonik Lempeng (Hamilton, 1979), proses pembentukan gunung api di Zona Bandung tidak terlepas dari proses pembentukan busur magmatis Sunda yang dikontrol oleh aktivitas penunjaman (subduksi) Lempeng Samudra Indonesia yang menyusup sekitar 6–10 cm/tahun di bawah Lempeng Kontinen Asia. Bongkahan (slab) lempeng samudra setebal lebih dari 12 km tersebut akan tenggelam ke mantel bagian luar yang bersuhu lebih dari 3000°, sehingga mengalami pencairan kembali. Akibat komposisi lempeng kerak samudra bersifat basa, sedangkan mantel bagian luar bersifat asam, maka pada saat pencairan akan terjadi asimilasi magma yang memicu bergeraknya magma ke permukaan membentuk busur magmatis berkomposisi andesitis-basaltis. Setelah terbentuk busur magmatis, pergerakan tektonik internal (intra-arctectonics) selanjutnya bertindak sebagai penyebab utama terjadinya proses perlipatan, patahan, dan pembentukan cekungan antar gunung.

Topografi

sunting

Ibu kota Kabupaten Garut berada pada ketinggian 717 m dpl dikelilingi oleh Gunung Karacak (1.838 m), Gunung Cikuray (2.821 m), Gunung Papandayan (2.622 m), dan Gunung Guntur (2.249 m).

Karakteristik topografi Kabupaten Garut: sebelah Utara terdiri dari dataran tinggi dan pegunungan, sedangkan bagian Selatan (Garut Selatan) sebagian besar permukaannya memiliki tingkat kecuraman yang terjal dan di beberapa tempat labil. Kabupaten Garut mempunyai ketinggian tempat yang bervariasi antara wilayah yang paling rendah yang sejajar dengan permukaan laut hingga wilayah tertinggi di puncak gunung. Wilayah yang berada pada ketinggian 500–100 m dpl terdapat di kecamatan Pakenjeng dan Pamulihan dan wilayah yang berada pada ketinggian 100–1500 m dpl terdapat di kecamatan Cikajang, Pakenjeng, Pamulihan, Cisurupan dan Cisewu. Wilayah yang terletak pada ketinggian 100–500 m dpl terdapat di kecamatan Cibalong, Cisompet, Cisewu, Cikelet dan Bungbulang serta wilayah yang terletak di daratan rendah pada ketinggian kurang dari 100 m dpl terdapat di kecamatan Cibalong dan Pameungpeuk.

Rangkaian pegunungan vulkanik yang mengelilingi dataran antar gunung Garut Utara umumnya memiliki lereng dengan kemiringan 30-45% di sekitar puncak, 15-30% di bagian tengah, dan 10-15% di bagian kaki lereng pegunungan. Lereng gunung tersebut umumnya ditutupi vegetasi cukup lebat karena sebagian di antaranya merupakan kawasan konservasi alam. Wilayah Kabupaten Garut mempunyai kemiringan lereng yang bervariasi antara 0-40%, di antaranya sebesar 71,42% atau 218.924 Ha berada pada tingkat kemiringan antara 8-25%. Luas daerah landai dengan tingkat kemiringan di bawah 3% mencapai 29.033 Ha atau 9,47%; wilayah dengan tingkat kemiringan sampai dengan 8% mencakup areal seluas 79.214 Ha atau 25,84%; luas areal dengan tingkat kemiringan sampai 15% mencapai 62.975 Ha atau 20,55% wilayah dengan tingkat kemiringan sampai dengan 40% mencapai luas areal 7.550 Ha atau sekitar 2.46%.

Secara topografi, arah aliran sungai-sungai di Kabupaten Garut dapat dibagi menjadi dua yaitu, daerah aliran sungai (DAS) dengan aliran utama yang mengarah ke pesisir utara dan bermuara di Laut Jawa serta DAS yang mengarah ke pesisir selatan dan bermuara di Samudra Hindia. Beberapa sungai dalam kelompok DAS pantai selatan di antaranya, Ci Layu, Ci Laki Ci Kandang dan Ci Kaengan. Kelompok DAS belahan selatan tersebut secara umum alirannya relatif pendek, sempit dan berlembah-lembah hingga ke bagian hilirnya. Satu-satunya aliran dalam DAS yang mengalir ke pesisir utara Jawa adalah DAS Cimanuk dengan aliran utama Ci Manuk.Wilayah Kabupaten Garut terdapat 36 buah sungai dan 112 anak sungai dengan panjang sungai seluruhnya 1.403,35 km; di mana sepanjang 92 km di antaranya merupakan panjang aliran Sungai Cimanuk dengan 60 buah anak sungai.[11][12]

Berdasarkan interpretasi citra landsat Zona Bandung, tampak bahwa pola aliran sungai yang berkembang di wilayah dataran antar gunung Garut Utara menunjukkan karakter mendaun, dengan arah aliran utama berupa sungai Cimanuk menuju ke utara. Aliran Sungai Cimanuk dipasok oleh cabang-cabang anak sungai yang berasal dari lereng pegunungan yang mengelilinginya. Secara individual, cabang-cabang anak sungai tersebut merupakan sungai-sungai muda yang membentuk pola penyaliran sub-paralel, yang bertindak sebagai subsistem dari DAS Cimanuk.[11]

Geologi

sunting
Air terjun Cisanggiri pada tahun 1920-an.

Berdasarkan peta geologi skala 1:100.000 lembar Arjawinangun, Bandung dan Garut yang dikompilasi oleh Ratman & Gafor (1998) menjadi peta geologi skala 1:500.000, tataan dan urutan batuan penyusun di wilayah Kabupaten Garut bagian utara didominasi oleh material vulkanik yang berasosiasi dengan letusan (erupsi) gunung api, di antaranya erupsi G. Cikuray, G. Papandayan dan G. Guntur. Erupsi tersebut berlangsung beberapa kali secara sporadik selama periode Kuarter (2 juta tahun) lalu, sehingga menghasilkan material vulkanis berupa breksi, lava, lahar dan tufa yang mengandung kuarsa dan tumpuk menumpuk pada dataran antar gunung di Garut.

Batuan tertua yang tersingkap di lembah Sungai Cimanuk di antaranya adalah breksi vulkanik bersifat basaltik yang kompak, menunjukkan kemas terbuka dengan komponen berukuran kerakal sampai bongkah. Secara umum, batuan penyusun dataran antar gunung Garut didominasi oleh material vulkaniklastik berupa alluvium berisi pasir, kerakal, kerikil, dan lumpur.

Jenis tanah kompleks podsolik merah kekuning-kuningan, podsolik kuning dan regosol merupakan bagian yang paling luas terutama di bagian Selatan, sedangkan di bagian Utara didominasi tanah andosol yang memberikan peluang terhadap potensi usaha sayur-mayur.

Penggunaan lahan

sunting

Berdasarkan jenis tanah dan medan topografi di Kabupaten Garut, penggunaan lahan secara umum di Garut Utara digunakan untuk persawahan dan Garut Selatan didominasi oleh perkebunan dan hutan.

Pemerintahan

sunting

Bupati

sunting
Bupati Mulai jabatan Akhir jabatan Masa Jabatan Prd. Wakil Bupati
Abdusy Syakur Amin 20 Februari 2025 Petahana 1 tahun, 83 hari 25
(2024)
Luthfianisa Putri Karlina

Dewan Perwakilan

sunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Garut dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014–2019[13] 2019–2024[14] 2024–2029[15]
PKB 5 Kenaikan 6 Kenaikan 8
Gerindra 4 Kenaikan 8 Penurunan 7
PDI-P 6 Penurunan 5 Penurunan 4
Golkar 8 Steady 8 Steady 8
NasDem 2 Penurunan 0 Kenaikan 3
PKS 4 Kenaikan 5 Kenaikan 7
Hanura 5 Penurunan 1 Penurunan 0
PAN 5 Steady 5 Penurunan 2
Demokrat 5 Steady 5 Penurunan 4
PPP 6 Kenaikan 7 Steady 7
Jumlah Anggota 50 Steady 50 Steady 50
Jumlah Partai 10 Penurunan 9 Steady 9

Kecamatan

sunting

Kabupaten Garut terdiri dari 42 kecamatan, 21 kelurahan, dan 421 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.210.017 jiwa dengan luas wilayah 3.074,07 km² dan sebaran penduduk 719 jiwa/km².[16][17]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Garut, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kelurahan Desa Kodepos[18] Status Daftar
Desa/Kelurahan
32.05.23 Banjarwangi 11 44172 Desa
32.05.06 Banyuresmi 15 44191 Desa
32.05.17 Bayongbong 18 44162 Desa
32.05.38 Balubur Limbangan 14 44186 Desa
32.05.31 Bungbulang 13 44165 Desa
32.05.36 Caringin 6 44169 Desa
32.05.29 Cibalong 11 44176 Desa
32.05.12 Cibatu 11 44185 Desa
32.05.40 Cibiuk 5 44193 Desa
32.05.18 Cigedug 5 44156 Desa
32.05.25 Cihurip 4 44179 Desa
32.05.22 Cikajang 12 44171 Desa
32.05.30 Cikelet 11 44177 Desa
32.05.19 Cilawu 18 44181 Desa
32.05.35 Cisewu 9 44166 Desa
32.05.28 Cisompet 11 44174 Desa
32.05.20 Cisurupan 17 44163 Desa
32.05.01 Garut Kota 11 - 44111-44119 Kelurahan
32.05.10 Kadungora 14 44153 Desa
32.05.02 Karangpawitan 4 16 44182 Desa
Kelurahan
32.05.16 Karangtengah 4 44189 Desa
32.05.13 Kersamanah 6 44194 Desa
32.05.09 Leles 12 44152 Desa
32.05.11 Leuwigoong 8 44192 Desa
32.05.14 Malangbong 24 44188 Desa
32.05.32 Mekarmukti 5 44199 Desa
32.05.33 Pakenjeng 13 44164 Desa
32.05.27 Pameungpeuk 8 44175 Desa
32.05.34 Pamulihan 5 44168 Desa
32.05.41 Pangatikan 8 44195 Desa
32.05.08 Pasirwangi 12 44154 Desa
32.05.26 Peundeuy 6 44178 Desa
32.05.07 Samarang 13 44161 Desa
32.05.39 Selaawi 7 44187 Desa
32.05.24 Singajaya 9 44173 Desa
32.05.42 Sucinaraja 7 44196 Desa
32.05.21 Sukaresmi 7 44155 Desa
32.05.15 Sukawening 11 44184 Desa
32.05.37 Talegong 7 44167 Desa
32.05.04 Tarogong Kaler 1 12 44131-44139 Desa
Kelurahan
32.05.05 Tarogong Kidul 5 7 44121-44129 Desa
Kelurahan
32.05.03 Wanaraja 9 44183 Desa
TOTAL 21 421

Demografi

sunting

Kependudukan

sunting

Pada tahun 2021 tercatat penduduk di Kabupaten Garut berada pada jumlah 2.636.637 jiwa dengan kepadatan 857/km². Wilayah yang berada di bagian tengah Kabupaten Garut seperti Garut Kota, Wanaraja, Tarogong Kaler, Tarogong Kidul dan Samarang memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, hal itu dikarenakan sebagian pusat ekonomi dan pemerintahan berpusat di wilayah-wilayah tersebut. Sementara wilayah Garut bagian selatan seperti kecamatan Pakenjeng, Cikelet, Cisewu, Bungbulang dan Pameungpeuk memiliki kepadatan penduduk yang relatif rendah karena sebagian besar wilayah disana masih berupa hutan.

Bahasa

sunting

Bahasa Sunda digunakan oleh mayoritas warga Garut sebagai bahasa ibu dan sebagai bahasa pergaulan.

Agama

sunting

Islam merupakan agama mayoritas penduduk Kabupaten Garut. Namun ada sebagian kecil pemeluk agama Katolik dan Protestan yang umumnya di anut oleh etnis Tionghoa, Batak, dan sebagian kecil Jawa. Lalu agama Buddha dan Konghucu dianut oleh warga keturunan Tionghoa.

Pendidikan

sunting

Kabupaten Garut memiliki Sarana Pendidikan yang dikelola dengan baik, baik yang berstatus Negeri maupun Swasta. Berikut daftar Sarana Pendidikan yang ada di kawasan kota:

SMA/SMK/MA

sunting

Beberapa sekolah di Kabupaten Garut meliputi

SMA Negeri di Kabupaten Garut

Perguruan Tinggi

sunting

Kesehatan

sunting

Catatan BKKBN menyebutkan bahwa Garut, bersama dengan Kabupaten Bandung, Cianjur, dan Kota Cirebon, pada tahun 2022, menjadi daerah berstatus darurat stunting. Hal ini disebabkan persentase stunting pada anak berusia di bawah 12 tahun[butuh rujukan] mencapai lebih dari 30%.[19]

Transportasi

sunting

Pariwisata

sunting

Kabupaten Garut menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Jawa Barat. Terbentangnya Kabupaten Garut dari Garut Utara sampai dengan Garut Selatan juga memiliki berbagai objek wisata. Kondisi topografi yang berada di ketinggian terendah 0 mdpl di sepanjang pesisir pantai Garut Selatan sampai dengan ketinggian 2821 mdpl di puncak gunung Cikuray, menawarkan berbagai jenis wisata di Garut.[butuh rujukan]

Tempat dan Destinasi Wisata di Kabupaten Garut

sunting

Kabupaten Garut, yang dijuluki "Swiss van Java", memiliki beragam destinasi wisata mulai dari pusat perbelanjaan, cagar budaya, danau, air terjun (curug), pantai, pemandian air panas, hingga wisata petualangan alam. Berikut daftar tempat dan destinasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Garut.

A. Pusat Kota (Kecamatan Garut Kota)

sunting
Daftar Tempat di Kecamatan Garut Kota
No Nama Tempat Kategori Alamat Keterangan
1 Alun-alun Garut Ruang Publik / Wisata Jl. Ahmad Yani No. 22, Kel. Paminggir, Kec. Garut Kota, Kab. Garut 44118 Pusat kota dan titik nol kilometer Garut; direnovasi dan diresmikan kembali Januari 2022; dilengkapi playground dan amphitheater
2 Masjid Agung Garut Tempat Ibadah Jl. Ahmad Yani – Jl. Veteran, Kel. Paminggir, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Masjid utama Kabupaten Garut; berdiri sekitar tahun 1809; terletak di sisi barat alun-alun
3 Pendopo Kabupaten Garut Bangunan Bersejarah / Pemerintahan Jl. Kiansantang No. 2, Kel. Regol, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Rumah dinas Bupati Garut; terletak di sisi selatan alun-alun
4 Babancong Garut Bangunan Bersejarah Kawasan Alun-alun, Kel. Paminggir, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Bangunan panggung khas Sunda di depan pendopo; digunakan untuk upacara dan pidato kenegaraan
5 Makam Para Bupati Garut Situs Bersejarah Jl. Ahmad Yani (sisi barat Masjid Agung), Kel. Paminggir, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Kompleks makam para Bupati Garut termasuk R.A.A. Wiratanudatar dan Raden Ayu Lasminingrat
6 Stasiun Garut Transportasi Jl. Pramuka, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Stasiun kereta api kelas II; bagian dari Daerah Operasi II Bandung; diaktifkan kembali setelah nonaktif sejak 1983
7 Ciplaz Garut (City Plaza Garut) Pusat Perbelanjaan Jl. Guntur Pakuwon No. 2, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Pusat perbelanjaan terbesar di Garut; diresmikan 8 Maret 2024; transformasi dari Ramayana Mall Garut; dikelola PT Jakarta Intiland
8 Tropikana Water Park Garut Wahana Air Jl. Guntur Pakuwon No. 2, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Taman air bertema Meksiko di area Ciplaz Garut; diresmikan 6 April 2024
9 Mercure Garut City Center Hotel Bintang 4 Jl. Guntur Pakuwon No. 2, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Hotel bintang 4; dikelola Accor Hotels; diresmikan 16 Januari 2025; memiliki 160 kamar; hotel pertama di Garut yang dikelola perusahaan mancanegara
10 Dodol Picnic (PT Herlinah Cipta Pratama) Industri Makanan / Oleh-oleh Jl. Pasundan No. 102, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Produsen dodol Garut legendaris; berdiri sejak 1949; bersertifikat BPOM dan MUI
11 Sentra Dodol Jalan Ciledug Kawasan Oleh-oleh Jl. Ciledug, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Kawasan jajaran toko dodol berbagai merek; destinasi utama wisatawan untuk membeli oleh-oleh khas Garut
12 Yogya Supermarket Garut Ritel / Swalayan Jl. Cimanuk No. 265, Kel. Paminggir, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Supermarket yang berlokasi dekat alun-alun Garut
13 Asia Toserba Garut Ritel / Toserba Kel. Paminggir, Kec. Garut Kota, Kab. Garut 44118 Toko serba ada melayani kebutuhan primer dan sekunder warga Garut Kota
14 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Garut Fasilitas Hukum Jl. Ahmad Yani (sisi timur Alun-alun), Kec. Garut Kota, Kab. Garut Bekas penjara zaman kolonial Belanda yang masih difungsikan hingga kini
15 Kantor Bakorwil Priangan Bangunan Bersejarah / Pemerintahan Jl. Ahmad Yani (sisi utara Alun-alun), Kec. Garut Kota, Kab. Garut Awalnya Kantor Asisten Residen Belanda wilayah Priangan; kini difungsikan sebagai kantor pemerintahan
16 Dinas Pariwisata Kabupaten Garut Pemerintahan Jl. Ciledug No. 120, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Kantor dinas kepariwisataan Kabupaten Garut
17 Kantor Kecamatan Garut Kota Pemerintahan Jl. Pramuka No. 14, Kel. Pakuwon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut 44118 Pusat pelayanan administrasi Kecamatan Garut Kota; Telp. (0262) 233729
18 Pengkolan Garut Kawasan Perdagangan Persimpangan Jl. Ahmad Yani – Jl. Cimanuk – Jl. Otto Iskandardinata, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Simpang pusat perdagangan tertua dan tersibuk di Garut; menjadi ikon ekonomi kota
19 Pasar Ceplak (Pasar Baru Garut) Pasar Tradisional Jl. Ciledug, Kel. Kota Kulon, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Pasar tradisional di pusat kota Garut
20 Sentra Kulit Garut Kawasan Industri / Perdagangan Jl. Ahmad Yani – Jl. Otto Iskandardinata, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Kawasan penjualan produk kulit olahan khas Garut (jaket, tas, sepatu, aksesori)
21 Lembah Karacak (Karacak Valley) Wisata Alam / Kebun Jl. Sukanegla, Kel. Sukanegla, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Kebun kopi dan hutan pinus seluas 92 hektare; terdapat Puncak Dogar dan Curug Ngebul; destinasi agrowisata dan camping

B. Wisata Danau dan Situ

sunting
Daftar Wisata Danau / Situ di Kabupaten Garut
No Nama Tempat Kategori Alamat Keterangan
1 Situ Bagendit Danau / Wisata Alam Jl. Raya KH. Hasan Arif, Desa Bagendit, Kec. Banyuresmi, Kab. Garut Danau legenda Nyai Endit; ikon wisata Garut; berjarak ±4 km dari pusat kota; aktivitas rakit bambu, sepeda air, kuliner; buka 08.00–17.00; tiket Rp10.000 (dewasa), Rp5.000 (anak)
2 Situ Cangkuang Danau / Situs Sejarah Desa Cangkuang, Kec. Leles, Kab. Garut Danau yang di dalamnya terdapat Candi Cangkuang (peninggalan Hindu abad ke-8); akses menggunakan rakit tradisional; satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda
3 Situ Lengkong (Panjalu) Danau / Wisata Religi Kec. Panjalu, Kab. Ciamis (perbatasan Garut–Ciamis) Danau sakral di perbatasan Garut; terdapat Pulau Nusa di tengah danau
4 Kawah Talaga Bodas Danau Kawah Desa Sukamenak, Kec. Wanaraja, Kab. Garut Danau kawah berwarna putih kehijauan akibat kandungan sulfur; menjadi latar Gunung Sadahurip; aksesnya relatif mudah

C. Wisata Air Terjun (Curug)

sunting
Daftar Curug (Air Terjun) di Kabupaten Garut
No Nama Curug Ketinggian Alamat / Lokasi Keterangan
1 Curug Sanghyang Taraje 82 meter Desa Pakenjeng, Kec. Pamulihan, Kab. Garut (±45,6 km barat daya Kota Garut) Air terjun tertinggi di Garut; dikenal sebagai "Tangga Menuju Kayangan"; dikaitkan dengan legenda Kian Santang; terdapat dua curahan air kembar; buka 08.00–17.00; tiket Rp10.000
2 Curug Orok ±40 meter Desa Cikandang, Kec. Cikajang, Kab. Garut (±35 km dari pusat Kota Garut) Salah satu curug paling terkenal di Garut; dibalik keindahannya terdapat kisah tragis yang menjadi asal usul namanya; fasilitas lengkap (parkir, toilet, warung); tiket Rp10.000
3 Curug Ngebul ±20 meter Kawasan Lembah Karacak, Kel. Sukanegla, Kec. Garut Kota, Kab. Garut Curug di dalam kawasan Karacak Valley; dinamai "Ngebul" karena cipratan airnya menyerupai asap; mudah diakses dari pusat kota
4 Curug Citiis ±15 meter Kaki Gunung Guntur, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut Air terjun di kaki Gunung Guntur; air bersumber dari mata air yang dingin di tengah kawasan geotermal
5 Curug Cihanyawar ±30 meter Kec. Cikelet, Kab. Garut (Garut Selatan) Curug di kawasan Garut Selatan; air jernih dengan suasana hutan yang masih sangat asri
6 Curug Nyogong ±25 meter Kec. Pamulihan, Kab. Garut (Garut Selatan) Curug tersembunyi di kawasan Garut Selatan; berdekatan dengan jalur menuju Curug Sanghyang Taraje
7 Curug Neglasari ±20 meter Kec. Samarang, Kab. Garut Curug yang berada di kawasan sekitar Gunung Kendang; dikelilingi hutan pinus yang rimbun
8 Curug Leuwi Korsi ±10 meter Kec. Tarogong / Banyuresmi, Kab. Garut Disebut sebagai hidden gem Garut; masih jarang dikunjungi wisatawan; air sangat jernih dan berwarna kehijauan
9 Curug Cikaracak ±15 meter Kec. Bayongbong, Kab. Garut Curug yang populer di kalangan warga sekitar Bayongbong; sering dijadikan tempat mandi dan bermain air

D. Wisata Pemandian Air Panas

sunting
Daftar Wisata Pemandian Air Panas di Kabupaten Garut
No Nama Tempat Alamat / Lokasi Keterangan
1 Kawasan Cipanas Garut Jl. Raya Cipanas, Rancabango, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut Kawasan wisata air panas paling terkenal di Garut; sumber air berasal langsung dari Gunung Guntur; telah eksis sejak zaman kolonial 1800-an; tersedia berbagai pilihan pemandian dan hotel berbintang
2 Sabda Alam Resort & Water Park Jl. Raya Cipanas No. 3, Rancabango, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut Resor air panas lengkap dengan hotel, glamping, waterpark, taman burung, kolam ombak, lazy river, dan kafe; tiket weekday Rp45.000, weekend Rp60.000; buka 08.00–16.00
3 Kampung Sumber Alam Jl. Raya Cipanas No. 57, Langensari, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut Resor bertemakan perkampungan Sunda dengan kolam air panas alami; salah satu pemandian air panas tertua di kawasan Cipanas
4 Darajat Pass Jl. Darajat Km. 14, Kp. Bedeng, Desa Karyamekar, Kec. Pasirwangi, Kab. Garut Kawasan wisata air panas di ketinggian 1.512 mdpl; terdapat waterpark, kolam renang air panas, area outbound (flying fox, ATV, paintball, trampolin); dikelilingi pegunungan hijau; mirip suasana Kawah Putih Bandung
5 Cipanas Indah Jl. Raya Cipanas No. 130, Rancabango, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut Pemandian air panas tradisional; pilihan terjangkau di kawasan Cipanas; populer di kalangan keluarga
6 Tirta Merta Cipanas Jl. Raya Cipanas, Kec. Tarogong Kaler, Kab. Garut Kolam renang dan pemandian air panas dengan konsep keluarga; dilengkapi wahana water slide untuk anak
7 Galunggung Hot Spring Kp. Cipanas, Desa Linggarjati, Kec. Sukaratu, Kab. Tasikmalaya (akses via Garut) Pemandian air panas di kaki Gunung Galunggung; diakses melewati rute wisata Garut–Tasikmalaya

E. Wisata Pantai (Garut Selatan)

sunting
Daftar Wisata Pantai di Kabupaten Garut
No Nama Pantai Alamat / Lokasi Keterangan
1 Pantai Santolo Jl. Pantai Santolo, Ds. Mancagahar, Kec. Pameungpeuk, Kab. Garut (±80 km dari Kota Garut) Pantai paling terkenal di Garut; pasir putih halus, air jernih, ombak sedang; terdapat mercusuar putih ikonik; akses via jalur Cikajang–Pameungpeuk
2 Pantai Sayang Heulang Ds. Mancagahar, Kec. Pameungpeuk, Kab. Garut Pantai karang berdampingan dengan Pantai Santolo; populer untuk memancing; dapat dicapai dengan menyeberang dari Pantai Santolo menggunakan perahu
3 Pantai Rancabuaya Kec. Caringin, Kab. Garut (Garut Selatan) Pantai eksotis dengan batu karang besar yang menjulang; deburan ombak khas Samudra Hindia yang syahdu; terdapat air terjun kecil yang mengalir langsung ke laut; air jernih dan pasir putih
4 Pantai Cijeruk Indah Kec. Pameungpeuk, Kab. Garut Pantai yang lebih sepi dan alami dibanding Santolo; sering dijadikan tujuan alternatif wisatawan yang menginginkan ketenangan
5 Pantai Gunung Geder (Puncak Guha) Kec. Cikelet, Kab. Garut (Garut Selatan) Pantai dengan tebing karst dan goa laut yang eksotis; terdapat goa besar (Puncak Guha) yang menghadap langsung ke Samudra Hindia
6 Pantai Karang Paranje Kec. Cibalong, Kab. Garut (Garut Selatan) Pantai pasir putih yang masih sangat alami di kawasan Garut Selatan; berdekatan dengan Cagar Alam Sancang
7 Pantai Manalusu Kec. Bungbulang, Kab. Garut (Garut Selatan) Pantai tersembunyi di kawasan Garut Selatan; dikelilingi hutan dan perbukitan hijau; belum banyak dikenal wisatawan

F. Wisata Gunung

sunting
Daftar 10 Gunung di Kabupaten Garut, Jawa Barat
No Nama Gunung Ketinggian (mdpl) Tipe Status Vulkanik Lokasi / Kecamatan Daya Tarik Utama
1 Gunung Cikuray 2.821 Stratovolkano Tidak aktif (tidak berkawah) Kec. Cilawu, Bayongbong, Cigedug, Cikajang Gunung tertinggi di Garut dan ke-4 tertinggi di Jawa Barat; dikenal sebagai "Negeri di Atas Awan"; terdapat jalur pendakian via Pemancar Cilawu, Bayongbong, dan Cikajang; pemandangan lautan awan yang sangat tebal; areal perkebunan sayur, kayu, dan kopi
2 Gunung Papandayan 2.665 Stratovolkano Aktif (terakhir meletus 2002) Kec. Cisurupan Gunung paling terkenal di Garut; kawah aktif: Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk; terdapat Hutan Mati, Tegal Alun (padang edelweiss terbesar di Asia Tenggara), Pondok Saladah, dan Orchid Garden; ramah untuk pendaki pemula; pernah digunakan sebagai lokasi syuting film Gie
3 Gunung Guntur 2.249 Stratovolkano Aktif (terakhir meletus 1847) Kec. Tarogong Kaler Gunung berapi aktif terdekat dari pusat Kota Garut; bagian dari Kawasan Cagar Alam Kamojang Timur; terdapat tiga kawah berbeda; jalur berbatu, berpasir, dan gersang; di kaki gunung terdapat Curug Citiis; dari puncak terlihat pemandangan Kota Garut, Gunung Cikuray, Papandayan, dan Galunggung; sudah meletus sebanyak 23 kali (1690–1847)
4 Gunung Sagara 2.132 Stratovolkano Aktif Kec. Sucinaraja (Kp. Sagara, Ds. Tenjonagara) Terletak di timur laut Kabupaten Garut; dari puncak dapat menyaksikan lautan awan dan Kawah Talaga Bodas; jalur pendakian ramah pemula (3–4 jam); pemandangan lanskap Kota Tasikmalaya terlihat jelas dari puncak
5 Gunung Talagabodas (Talaga Bodas) 2.201 Stratovolkano Aktif Perbatasan Kab. Garut – Kab. Tasikmalaya (Kec. Wanaraja / Kec. Singaparna) Gunung berapi tua; terdapat danau kawah berwarna putih kehijauan (Talaga Bodas) yang menjadi ikon wisata; destinasi favorit berkemah; pemandangan Gunung Sadahurip berbentuk piramida terlihat dari sisi selatannya; akses kendaraan hingga area parkir
6 Gunung Kendang 2.617 Stratovolkano Aktif (fumarol & mata air panas) Perbatasan Kec. Kertasari (Kab. Bandung) – Kec. Samarang (Kab. Garut) Gunung tertinggi di kawasan Bandung Raya; terdapat fumarol dan sumber geotermal yang signifikan; jalur pendakian utama dari Desa Neglawangi, Kertasari; pemandangan kawasan Garut dan Bandung dari puncak
7 Gunung Putri (Garut) 1.434 Bukit / Gunung kecil Tidak aktif Kec. Tarogong Kaler (berdekatan dengan Gunung Guntur) Gunung paling mudah diakses di Garut; hanya butuh 1–2 jam dari tempat parkir ke puncak; cocok untuk pemula dan keluarga; dari puncak terlihat panorama Kota Garut dan lautan awan; populer sebagai spot camping singkat akhir pekan
8 Gunung Sadahurip 1.300 Kerucut vulkanik Tidak aktif Kec. Pengatikan (Ds. Sukahurip), Kab. Garut Dikenal sebagai "Piramida Garut" atau "Dieng-nya Garut" karena bentuknya yang sangat menyerupai piramida; meski belum ada bukti ilmiah bahwa ini merupakan piramida buatan, bentuknya yang unik menjadi daya tarik tersendiri; terletak di kawasan selatan Garut, berdekatan dengan Talagabodas
9 Gunung Haruman 1.571 Perbukitan vulkanik Tidak aktif Kec. Leles, Kab. Garut Dikenal dengan kisah sejarah dan mitologi Sunda; dipercaya sebagai tempat penyebaran Islam di kawasan Garut; diselimuti cerita mistis yang menarik peminat wisata ziarah dan pendaki; merupakan bagian dari kawasan bersejarah Leles
10 Gunung Karacak ± 1.838 Perbukitan vulkanik Tidak aktif Perbatasan Kab. Garut – Kab. Tasikmalaya Terletak di perbatasan Garut dan Tasikmalaya; memiliki beberapa puncak seperti Puncak Karacak dan Puncak Gede; terdapat sumber mata air; merupakan hulu dari beberapa sungai besar di Garut; menjadi batas alam alami antara kedua kabupaten

G. Wisata Alam dan Ekowisata

sunting
Daftar Wisata Alam dan Ekowisata di Kabupaten Garut
No Nama Tempat Alamat / Lokasi Keterangan
1 Cagar Alam Leuweung Sancang Ds. Sancang, Kec. Cibalong, Kab. Garut (Garut Selatan) Konservasi hutan bertaraf internasional; melindungi flora dan fauna langka (owa Jawa, kaboa, meranti merah); terdapat pantai liar dan hutan mangrove
2 Kebun Teh Dayeuh Manggung Kec. Cilawu (kaki Gunung Cikuray), Kab. Garut Hamparan perkebunan teh hijau di lereng Gunung Cikuray; cocok untuk trekking ringan dan fotografi alam; udara sejuk khas dataran tinggi
3 Kampung Sampireun Resort & Spa Jl. Raya Samarang No. 64, Ds. Sukakarya, Kec. Samarang, Kab. Garut Resor berkonsep perkampungan Sunda autentik; terdapat kolam dan sungai alami; cocok untuk staycation mewah bergaya tradisional
4 D'Leuwi Garut Kp. Panauwan RT 3/11, Jl. Pembangunan, Kec. Tarogong, Kab. Garut (±4,4 km dari Stasiun Garut) Wisata alam tepi sungai; tersedia area camping, glamping, kuliner tradisional, dan kopi Garut; buka 08.00–21.00; tanpa tiket masuk
5 Desa Wisata Sindangkasih Kec. Cilawu (perbatasan Garut–Tasikmalaya), Kab. Garut Desa wisata dengan nuansa alam asri; terdapat fasilitas river tubing dan spot foto kekinian
6 Taman Satwa Cikembulan Kp. Jati, Desa Cikembulan, Kec. Kadungora, Kab. Garut Kebun binatang terbesar dan satu-satunya di Kabupaten Garut; dibuka untuk umum tahun 2009; memiliki lebih dari 400 ekor hewan dari 111 spesies; meliputi reptil, mamalia, dan primata
7 Perkebunan Kopi Gunungpuntang Kec. Cikajang, Kab. Garut Perkebunan kopi arabika di dataran tinggi Garut; menjadi salah satu sentra kopi specialty Jawa Barat
8 Sungai Cikandang (Arung Jeram) Kec. Cikajang – Garut, Kab. Garut Lokasi olahraga arung jeram; arus deras dengan jeram menantang; pemandangan alam yang indah di tepian sungai

H. Wisata Sejarah dan Budaya

sunting
Daftar Wisata Sejarah dan Budaya di Kabupaten Garut
No Nama Tempat Alamat / Lokasi Keterangan
1 Candi Cangkuang Pulau di tengah Situ Cangkuang, Desa Cangkuang, Kec. Leles, Kab. Garut Peninggalan Hindu abad ke-8; satu-satunya candi Hindu di Tatar Sunda; terletak di pulau kecil di tengah Situ Cangkuang; dikombinasikan dengan makam Arief Muhammad; akses menggunakan rakit tradisional
2 Makam Godog (Prabu Kiansantang) Kp. Godog, Desa Lebakagung, Kec. Karangpawitan, Kab. Garut Situs ziarah bersejarah; dipercaya sebagai makam Prabu Kiansantang (Sunan Rohmat), putra Prabu Siliwangi yang menyebarkan Islam di Tatar Sunda; dikunjungi ribuan peziarah setiap tahun
3 Makam Keramat Godog Kec. Karangpawitan, Kab. Garut Kompleks pemakaman tokoh-tokoh bersejarah di Garut; sering dikunjungi peziarah dari berbagai daerah
4 Kampung Pulo Leles Kec. Leles, Kab. Garut (berdekatan dengan Situ Cangkuang) Kampung adat Sunda yang masih mempertahankan tradisi leluhur; hanya boleh dihuni tujuh kepala keluarga sesuai adat; menjadi bagian dari paket wisata Candi Cangkuang
5 Museum Garut (Museum Prabu Geusan Ulun) Kec. Tarogong Kidul, Kab. Garut Museum yang menyimpan koleksi benda-benda bersejarah dan budaya Kabupaten Garut

|}

Catatan

sunting
  • Garut dikenal memiliki julukan Kabupaten Seribu Curug karena melimpahnya jumlah air terjun yang tersebar di seluruh wilayahnya.
  • Empat gunung paling populer di kalangan pendaki disingkat SAPAGUCI (Sagara, Papandayan, Guntur, Cikuray).
  • Destinasi di Garut Selatan (pantai, cagar alam, curug) umumnya berjarak 70–90 km dari pusat Kota Garut dan memerlukan waktu tempuh 2–3 jam.
  • Data disusun berdasarkan referensi Dinas Pariwisata Kabupaten Garut, Wikipedia bahasa Indonesia, dan berbagai sumber daring terverifikasi.

Kuliner

sunting
Dodol Garut

Garut memiliki makanan khas yaitu:

  • Dodol Garut, makanan ringan yang terbuat dari bahan-bahan seperti tepung ketan, gula, dan santan yang dimasak hingga mengental dan lengket. Dodol Garut memiliki rasa manis dan tekstur yang legit, dan ada berbagai varian rasa seperti bijan, kacang, dan buah-buahan. Dodol yang terkenal di Garut adalah Picnic, Chocodot dsb.
  • Burayot, adalah makanan tradisional khas Garut yang terbuat dari tepung beras dan gula merah. Kue ini memiliki bentuk unik seperti bergelantungan, karena proses penggorengannya yang ditarik menggunakan bambu, dan rasanya manis legit.
  • Dorokdok
  • Ladu

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Kabupaten Garut: Wilayah Administratif". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-08-10. Diakses tanggal 2013-08-27.
  2. ^ Badan Pusat Statistik 2022, hlm. 6.
  3. ^ Badan Pusat Statistik 2022, hlm. 145.
  4. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama DUKCAPIL
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2021-2022". www.bps.go.id. Diarsipkan dari asli (pdf) tanggal 2021-01-27. Diakses tanggal 17 Juli 2023.
  6. ^ "Pasal 4 Peraturan Daerah Kabupaten Garut №9/2021 tentang APBD tahun 2022" (PDF). Pemerintah Kabupaten Garut. Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut. 27 Desember 2021. hlm. 6. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-11-29. Diakses tanggal 8 Januari 2023.
  7. ^ Kabupaten Garut dalam Angka 2021 (PDF). BPS Kabupaten Garut. 2021. hlm. 3. ISSN 0215-420X. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  8. ^ a b c Purnawati, Tati (25 Oktober 2022). "Longsor di Pasirdatar: Tiga Orang Tewas Tertimbun". Pikiran Rakyat. Sukabumi. hlm. 4.
  9. ^ "Garut, Jawa Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 29 Maret 2025.
  10. ^ "Buku Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020 Indonesia" (PDF). BMKG. hlm. 73 & 138. Diakses tanggal 29 Maret 2025.
  11. ^ a b Sumber Daya Air Diarsipkan 2017-07-30 di Wayback Machine. - Kabupaten Garut. Diakses 26 Juli 2017.
  12. ^ "Peta Interaktif SIGAP Kementerian LHK - Klasifikasi DAS". Geoportal MenLHK. Diakses tanggal 2025-09-17.
  13. ^ Perolehan Kursi DPRD Kabupaten Garut 2014-2019
  14. ^ Tujuh Parpol tidak meraih kursi di DPRD Kabupaten Garut. Antara
  15. ^ Daftar Lengkap Anggota DPRD Garut Periode 2024-2029. Detik News
  16. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019.
  17. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020.
  18. ^ Kode Pos Kabupaten Garut
  19. ^ Arifianto, Bambang; Fahas, Eva; Nurulliah, Novianti; Kasumaningrum, Yulistyne (19 Agustus 2022). "Jabar Masih Harus Terus Berbenah". Pikiran Rakyat. Bandung. hlm. 1.

Kepustakaan

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Commuter Line Garut

diperpanjang sampai Stasiun Garut yang baru direaktivasi. Commuter Line Garut melintasi wilayah persawahan dan pegunungan dari Garut hingga Kiaracondong dan

Abdusy Syakur Amin

terpilih Kabupaten Garut, ia juga menjabat sebagai rektor Universitas Garut (UNIGA) dari 2015 hingga terpilih menjadi Bupati Garut pada 2025. Dia juga

Jalur kereta api Cibatu–Cikajang

Kabupaten Garut dengan panjang lintas kurang lebih 47 km (29 mi), termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung. Saat ini hanya segmen Cibatu–Garut yang beroperasi

Institut Pendidikan Indonesia Garut

Institut Pendidikan Indonesia Garut (aksara Sunda: ᮄᮔ᮪ᮞ᮪ᮒᮤᮒᮥᮒ᮪ ᮕᮨᮔ᮪ᮓᮤᮓᮤᮊᮔ᮪ ᮄᮔ᮪ᮓᮧᮔᮨᮞᮤᮃ ᮌᮛᮥᮒ᮪) atau disingkat IPI Garut adalah perguruan tinggi swasta yang

Stasiun Garut

Stasiun Garut (GRT) merupakan stasiun kereta api kelas II yang terletak di Pakuwon, Garut Kota, Garut. Stasiun yang terletak pada ketinggian +717 meter

Garut Kota, Garut

Kabupaten Garut. Di kecamatan ini terdapat Masjid Agung Garut, Alun-alun Garut, Gedung Pendopo Kabupaten Garut dan juga Stasiun Garut. Kecamatan Garut Kota

Daftar tempat di Indonesia yang berawalan Ci-

Bayongbong, Garut Cinisti, Bayongbong, Garut Cihikeu, Bungbulang, Garut Cimahi, Caringin, Garut Cimuncang, Garut Kota, Garut Ciwalen, Garut Kota, Garut Cikembulan

Jawa Barat

sudah tersebar ke provinsi lainnya di Indonesia. Dodol Garut juga menjadi makanan khas dari Garut, Jawa Barat. Makanan lain yang berasal dari Jawa Barat