DDT
Chemical structure of DDT
Nama
Nama IUPAC
1,1,1-Trichloro-2,2-bis(4-chlorophenyl)ethane
Penanda
Model 3D (JSmol)
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
Nomor EC
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C14H9Cl5/c15-11-5-1-9(2-6-11)13(14(17,18)19)10-3-7-12(16)8-4-10/h1-8,13Hย checkY
    Key:ย YVGGHNCTFXOJCH-UHFFFAOYSA-Nย checkY
  • InChI=1/C14H9Cl5/c15-11-5-1-9(2-6-11)13(14(17,18)19)10-3-7-12(16)8-4-10/h1-8,13H
    Key:ย YVGGHNCTFXOJCH-UHFFFAOYAJ
  • Clc1ccc(cc1)C(c2ccc(Cl)cc2)C(Cl)(Cl)Cl
Sifat
C14H9Cl5
Massa molar 354,48ย gยทmolโˆ’1
Densitas 0.99ย g/cmยณ[1]
Titik lebur 1.085ย ยฐC (1.985ย ยฐF; 1.358ย K)
Titik didih 260ย ยฐC (500ย ยฐF; 533ย K)
Bahaya
Beracun T Beracun bagi lingkungan N
Frasa-R R25 R40 R48/25 R50/53
Frasa-S (S1/2) S22 S36/37 S45 S60 S61
Dosis atau konsentrasi letal (LD, LC):
113 mg/kg (rat)
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25ย ยฐC [77ย ยฐF], 100ย kPa).
Nย verifikasiย (apa iniย checkYNย ?)
Referensi

DDT (singkatan dari diklorodifeniltrikloroetana, Bahasa Inggris: dichlorodiphenyltrichloroethane) adalah senyawa kimia organoklorida berbentuk kristalin yang tidak berwarna, tidak memiliki rasa, dan hampir tidak berbau.[2] Awalnya ia dikembangkan sebagai insektisida dan terkenal akan dampak lingkungannya. DDT pertama kali disintesis oleh ahli kimia Austria Othmar Zeidler di tahun 1874, dan kemampuan DDT sebagai insektisida ditemukan oleh ahli kimia Swiss Paul Hermann Mรผller di tahun 1939. DDT digunakan pada masa Perang Dunia II untuk membatasi penyebaran penyakit malaria dan Rickettsia yang disebarkan oleh serangga kepada tentara dan masyarakat umum. Mรผller dianugerahi Penghargaan Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 1948 atas jasanya tersebut.[3]

Sejarah

sunting

Ahli Kimia Swiss Paul Hermann Mรผller dalam 1948 mendapatkan penghargaan nobel atas penemuan DDT yang ampuh melawan serangga.[4] Penggunaan DDT berkembang pesat setelah perang dunia kedua, tetapi konsekuensi ekologis belum begitu dirasakan.[5] Tahun 1950, ilmuan telah mempelajari bahwa DDT akan tetap bertahan dalam lingkungan dan ditransportasi oleh air menuju area yang lebih jauh dari tempat.[5]

Dampak

sunting

Dampak yang pertama kali dirasakan pada tahun 1950 adalah penurunan populasi burung pelikan, elang tiram, dan elang, burung-burung tersebut merupakan puncak dari jaring-jaring makanan.[5] Setelah diteliti, ternyata DDT dapat menurunkan jumlah kalsium pada cangkang telur.[5] Ketika burung tersebut mengerami telur, telur tersebut pecah karena tidak mampu menahan bobot inang.[5] Sehingga pada tahun 1971, DDT dilarang dari Amerika Serikat.[5]

Penggunaan saat ini

sunting

Hingga saat ini DDT masih digunakan untuk mengendalikan nyamuk yang menyebarkan malaria dan penyakit lainnya, tetapi jumlahnya sudah semakin berkurang dengan adanya alternatif seperti penggunaan kawat nyamuk.[5]

Referensi

sunting
  1. ^ Toxicological Profile: for DDT, DDE, and DDE. Agency for Toxic Substances and Disease Registry, September 2002.
  2. ^ DDT and its derivatives, Environmental Health Criteria monograph No.ย 009, Jenewa: Organisasi Kesehatan Dunia, 1979, ISBNย 92-4-154069-9
  3. ^ NobelPrize.org: The Nobel Prize in Physiology of Medicine 1948, accessed July 26, 2007.
  4. ^ (Inggris) Nobelprize.org. 1979. The nobel prize in physiology or medicine 1948 [terhubung berkala]. http://www.nobelprize.org/nobel_prizes/medicine/laureates/1948/ [29 Mei 2014]
  5. ^ a b c d e f g (Inggris) Reece et al. 2011. Campbell Biology. Ed ke-9. New York: Springer.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tabrakan kereta api Bekasi Timur 2026

29138/ijti.v4i1.1161. ISSNย 2597-4769. Shofyan, Abu (2025-15-15). "Masuk PSN DDT, Anne Purba Beberkan Dua Fungsi Utama Stasiun Bekasi". iNews. Diakses tanggal

Insektisida

maupun kehutanan. Salah satu produk yang paling terkenal adalah insektisida DDT yang dikomersialkan sejak tahun 1946. Selanjutnya mulai bermunculan golongan

Komando Operasi Udara Nasional

Udara Leo Wattimena (LWM), Morotai Pangkalan Udara Dominicus Dumatubun (DDT), Tual Pangkalan Udara Yohanis Kapiyau (YKU), Timika Pangkalan Udara Ignatius

Pelikan

lingkungan oleh DDT, dan spesies ini terdaftar sebagai terancam punah di AS pada tahun 1970. Dengan adanya pembatasan penggunaan DDT di AS sejak tahun

Pestisida

rotenon dari akar sayuran mulai dikembangkan. Dikloro Difenil Trikloroetana (DDT) adalah jenis insektisida golongan organoklorin yang sangat kuat dan pernah

Rachel Carson

tentang bahaya pestisida kimia dan menghasilkan larangan nasional terhadap DDT dan pestisida lainnya, serta memicu gerakan yang akhirnya mengarah pada pembentukan

Stasiun Bekasi

2019-09-08. Antara (2018-03-03). Luciana, Anisa (ed.). "Dikebut, Pembangunan DDT Manggarai-Cikarang Ditarget Rampung 2020". Tempo.co. Diarsipkan dari asli

Stasiun Klender Baru

tanggal 2019-02-27. Merdeka. Azzura, Siti Nur (ed.). "5 Stasiun Kereta Api DDT Jabodetabek Beroperasi Akhir 2018". Merdeka.com. Diakses tanggal 2019-01-25