📑 Table of Contents

Pengawakutuan[1] () adalah sebuah metode yang dilakukan oleh para pemrogram dan pengembang perangkat lunak untuk menganalisis alur kerja program, mencari dan mengurangi kutu (Bug), atau kerusakan di dalam sebuah program komputer atau perangkat keras sehingga dapat bekerja sesuai dengan harapan. Pengawakutuan cenderung lebih rumit ketika beberapa subsistem lainnya terikat dengan ketat dengannya, sebuah perubahan di satu sisi memungkinkan menyebabkan munculnya kutu lain di dalam subsistem lainnya.

Peralatan

sunting

Pengawakutuan bervariasi dalam hal kompleksitas, dari memperbaiki kesalahan sederhana sampai melakukan tugas-tugas panjang dan melelahkan seperti pengumpulan data, analisis, dan penjadwalan tambalan. Banyak bahasa-bahasa pemrograman dan alat pengembangan perangkat lunak yang juga menawarkan program untuk membantu proses pengawakutuan, alat tersebut dikenal sebagai pengawakutu (debugger).

Referensi

sunting
  1. ^ (Indonesia) Glosarium Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia "Entri lema pengawakutuan". Diakses tanggal 2020-03-27.

Lihat pula

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Betty Holberton

Holberton merupakan penemu dari breakpoints dalam proses Pengawakutuan (debugging) komputer. Holberton lahir dengan nama Frances Elizabeth Snyder di Philadelphia

Grace Hopper

sehari-hari. Hopper juga dianggap sebagai tokoh yang memopulerkan istilah "debugging" untuk memperbaiki gangguan pada komputer (terinspirasi dari ngengat yang

ChatGPT

membuat daftar referensi, membuat draf pertama, mengatasi persamaan, debugging, dan bimbingan belajar. Menurut kutipan CEO OpenAI Sam Altman oleh The

PlayStation 2

(SIF2), digunakan untuk kompatibilitas mundur dengan permainan PS1 dan debugging Performa titik mengambang: 6,2 GFLOPS (titik mengambang 32-bit presisi

Go (bahasa pemrograman)

memanggil kode generator Hal ini juga termasuk profiling dan dukungan debugging, runtime instrumentasi (untuk, misalnya, melacak pengumpulan sampah jeda)

Bahasa rakitan

pengembangan program, mengontrol proses perakitan, dan alat bantu pengawakutuan (debugging). Ada beberapa dasar alasan menggunakan bahasa rakitan dilihat dari sudut

Pemrograman

bahasa (meremehkan ini jumlah pengguna bahasa bisnis seperti COBOL). Debugging (pengawakutuan) adalah tugas yang sangat penting dalam proses pengembangan

Telnet

persyaratan tersebut. Namun demikian, Telnet masih dapat digunakan dalam debugging layanan jaringan seperti SMTP, IRC, HTTP, FTP atau POP3, untuk mengeluarkan