Dorgon
Pangeran Rui pada Peringkat Pertama
Pangeran Pemangku Kaisar Dinasti Qing
Berkuasa1643 - 1650
Menjabat bersamaJirgalang (1643–1644)
Asisten-PenjabatJirgalang (1644–1647)
Dodo (1647–1649)
Pangeran Rui pada Peringkat Pertama
Berkuasa1636–1650
PendahuluJabatan dibentuk
PenerusChunying
PasanganPutri Borjigin, Permaisuri Chéngzongláng
Nyonya Donggiya
Nyonya Yi
Nyonya Lee
KeturunanPutri Dongmu
Pangeran Duōěrbó, Pangeran Rui (adopsi)
Nama lengkap
Aisin Gioro Dorgon (愛新覺羅 多爾袞)
Nama anumerta
Kaisar Maode Xiuyuan Guangyie Dinggong Anmin Lizheng Cheng Jingyi (懋德修遠廣業定功安民立政誠敬義皇帝)
Nama kuil
Qing Chengzong
清成宗
AyahNurhaci
IbuNyonya Abahai

Dorgon (Manchu: ; Mandarin: 多尔衮; Mandarin tradisional: 多爾袞; pinyin: Duō'ěrgǔn) (secara harfiah "luak" dalam Manchu) (17 November 1612 – 31 Desember 1650), juga dikenal sebagai Raja Hošoi Mergen Cin, Pangeran Rui (和碩睿親王), adalah salah satu pangeran bangsa Manchu yang paling berpengarauh pada masa awal Dinasti Qing. Dialah yang membangun dasar fondasi Dinasti Qing memerintah wilayah Cina.

Masa muda

sunting

Dorgon lahir di Yenden, Manchuria (sekarang Xinbin, provinsi Liaoning), Cina. Dia adalah anak keempatbelas dari kepala suku Manchu Nurhaci. Ibunya adalah Nyonya Abahai, Dodo dan Ajige adalah saudara kandungnya, dan Kaisar Huang Taiji adalah saudara tirinya. Dorgon menjadi salah satu pangeran yang kuat dan berpengarauh, dan juga pelopor penggerak pasukan Manchu memasuki Beijing pada tahun 1644. Pada masa pemerintahan Huang Taiji, dia turut serta dalam operasi militer, termasuk usaha penaklukkan Mongolia dan Korea.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Kaisar Shunzhi

tahun sebagai penerus. Para pangeran juga menunjuk dua rekan wali raja: Dorgon, putra ke-14 Nurhaci, dan Jirgalang, salah satu keponakan Nurhaci, yang

Pertempuran Shanhaiguan

Qing Dorgon bersekutu dengan mantan jenderal Ming, Wu Sangui untuk mengalahkan pemimpin pemberontak Li Zicheng dari Dinasti Shun, memungkinkan Dorgon dan

Joseon

mereka sebagai selir kepada pemangku takhta Qing, Pangeran Dorgon. Pada tahun 1650, Dorgon menikahi Putri Korea Yishun (Hanzi: 義順). Nama Putri itu di

Huang Taiji

dianggap sebagai gosip, dia diduga terlibat dalam bunuh diri ibu Pangeran Dorgon, Lady Abahai untuk menghalangi adik laki-lakinya naik takhta. Dugaan ini

Nyonya Abahai

Jurchen[[1]] kemudian menjadi Dinasti Qing. Ia juga adalah ibu dari Ajige, Dorgon dan Dodo. Abahai adalah putri Pangeran Mantai (满泰) dari area Hulun (扈伦)

Aisin Gioro

(1583–1648), anak ke-2 Nurhaci, berpartisipasi dalam Transisi dari Ming ke Qing Dorgon (1612–1650), anak ke-14 Nurhaci, pangeran pemangku raja dan kaisar de facto

Jirgalang

pemangku takhta Dorgon pada bulan Juli 1644. Dorgon akhirnya mencopotnya dari jabatan pemangku takhta pada tahun 1647. Setelah Dorgon meninggal pada tahun

Ajige

di dalam penaklukan Manchuria di Cina. Namun setelah kematian saudaranya Dorgon, Ajige berupaya untuk merebut posisi wali Pangeran, tetapi akhirnya dipergoki