📑 Table of Contents
Borneo Utara

ๅŒ—ใƒœใƒซใƒใ‚ชย ย (Jepang)
1941โ€“1945
Semboyan:ย Delapan Tali Mahkota, Satu Atap (ๅ…ซ็ด˜ไธ€ๅฎ‡, Hakkล ichiu)
Wilayah jajahan Jepang di Borneo pada tahun 1943
Wilayah jajahan Jepang di Borneo pada tahun 1943
StatusPendudukan militer oleh Kekaisaran Jepang
Ibu kotaKuching[1][2]
Bahasaย yang umum digunakanJepang (resmi)
Melayu
Tiongjoa
Rumpun bahasa Kalimantan Utara Raya
Kaisarย 
โ€ขย 1941โ€“1945
Shลwa (Hirohito)
Gubernur Jenderalย 
โ€ขย 1941โ€“1942
Kiyotake Kawaguchi
โ€ขย 1942
Toshinari Maeda
โ€ขย 1942โ€“1944
Masataka Yamawakiย [pl]
โ€ขย 1944โ€“1945
Masao Baba
Era SejarahPerang Dunia II
โ€ขย Perang Pasifik dimulai
7 Desember 1941
โ€ขย Pasukan Jepang mendarat di Miri
16 Desember 1941
โ€ขย Pasukan Britania menyerah
1 April 1942
โ€ขย Pembebasan Borneo Utara oleh Sekutu
10 Juni 1945
โ€ขย Menyerahnya Jepang
15 Agustus 1945
โ€ขย Administrasi Militer Britania didirikan
12 September 1945
โ€ขย Kembali ke posisi administratif sebelum perang
1 April 1946
Populasi
โ€ขย 1945
950,000[note 1][3]
Mata uangDolar yang dikeluarkan Jepang ("Uang pisang")
Didahului oleh
Digantikan oleh
krjKerajaan
Sarawak
Brunei
Borneo Utara Britania
Koloni Labuan
Pemerintahan Militer Britania Raya (Borneo)
Sekarang bagian dariBrunei
Malaysia
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lihatย โ€ข Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Sebelum pecahnya Perang Dunia II di Pasifik, Pulau Borneo dibagi menjadi lima wilayah. Empat wilayah berada di bagian utara dan di berada bawah kendali Britania Raya โ€“ Sarawak, Brunei, Labuan, dan Borneo Utara Britania; sementara sisanya, yang merupakan sebagian besar pulau, berada di bawah yurisdiksi Hindia Belanda.

Pada 16 Desember 1941, pasukan Jepang mendarat di Miri, Sarawak, setelah berlayar dari Teluk Cam Ranh di Indochina Prancis. Pada 1 Januari 1942, Angkatan Laut Kekaisaran Jepang mendarat tanpa perlawanan di Labuan.[4] Pasukan Jepang lainnya mengambil alih Labuan yang tidak dijaga pada 3 Januari, di mana mereka melanjutkan serangan dan mendarat di Mempakul di wilayah Borneo Utara.[5] Setelah negosiasi mengenai penyerahan Jesselton dengan perwira yang bertanggung jawab di Jesselton dan menunggu pasukan tambahan, Jesselton diduduki oleh Jepang pada 6 Januari melalui pasukan Jepang yang masuk melalui kereta api dari Beaufort.[5] Namun, Jepang membutuhkan waktu hingga akhir bulan untuk menaklukkan seluruh wilayah Borneo Britania. Jepang kemudian mengganti nama bagian utara menjadi Borneo Utara (ๅŒ—ใƒœใƒซใƒใ‚ช, Kita Boruneo), Labuan menjadi Pulau Maida (ๅ‰็”ฐๅณถ, Maeda-shima) dan wilayah Belanda tetangga menjadi Borneo Selatan (ๅ—ใƒœใƒซใƒใ‚ช, Minami Boruneo).[6][7][8] Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, seluruh Borneo berada di bawah satu pemerintahan.[9]

Borneo Britania Raya diduduki oleh Jepang selama lebih dari tiga tahun. Mereka secara aktif mempromosikan Japanisasi penduduk lokal dengan mewajibkan mereka untuk mempelajari bahasa dan adat istiadat Jepang. Jepang membagi Borneo Utara menjadi lima administrasi provinsi (shus) dan membangun landasan udara. Beberapa kamp tawanan perang dioperasikan oleh Jepang. Tentara Sekutu dan sebagian besar pejabat kolonial ditahan di sana, bersama dengan anggota gerakan bawah tanah yang menentang pendudukan Jepang. Sementara itu, pemimpin-pemimpin Melayu lokal dipertahankan dalam posisi mereka di bawah pengawasan Jepang, dan banyak pekerja asing dibawa ke wilayah tersebut.

Pada akhir tahun 1945, pasukan komando Australia dikirim ke pulau tersebut oleh kapal selam Amerika Serikat, dengan Unit Khusus Z Sekutu melakukan operasi intelijen dan melatih ribuan penduduk asli untuk berperang melawan Jepang dalam perang gerilya di Kampanye Borneo sebagai persiapan untuk kedatangan misi pembebasan utama Sekutu. Setelah pendaratan di Borneo Utara dan Labuan pada 10 Juni 1945 oleh gabungan pasukan Australia dan Amerika Serikat, pulau Borneo dibebaskan. Administrasi Militer Britania secara resmi mengambil alih dari Jepang pada 12 September 1945.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting

Sastra

sunting

Templat:Pendudukan Jepang


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tanda <ref> untuk kelompok bernama "note", tapi tidak ditemukan tanda <references group="note"/> yang berkaitan

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pertempuran Rawa Chosin

ruling "Chosลn" dynasty, which ended just 13 years before the Japanese occupation beginning in 1910. The name American also rendered it as Chosin or Chosen

Lord Haw-Haw

Announcer" 1939, hlm.ย 8. "German Radio" 1939, hlm.ย 8. Wharam 1995. "The Occupation: Renegade's Return" 1945. Rogers 2020. Sproat 2004. ""Nasti" News From

The War at Sea from Hawaii to Malaya

ใ‚ขใƒกใƒชใ‚ซๅ ้ ˜ไธ‹ใฎๆ—ฅๆœฌๆ˜ ็”ปๆคœ้–ฒ [The Emperor and the Kiss: Japanese Film Censorship Under U.S. Occupation] (dalam bahasa Japanese). hlm.ย 327. ISBNย 9784794207760. Pemeliharaan CS1:

Richard Gere

Magazine, Hello! Profile The Gere Foundation, dedicated to end the Chinese Occupation of Tibet Cinema Confidential interview (November 18, 2005) Pop Entertainment

Pemberontakan Jesselton

Occupation of Sarawak, 1941โ€“1945. Palgrave Macmillan UK. ISBNย 978-1-349-27300-3. Tarling, Nicholas (2001). A Sudden Rampage: The Japanese Occupation of

Norman Finkelstein

the `peace process'?โ€, New Left Review, (1996) 218, p.ย 138 โ€Securing occupation: The real meaning of the Wye River Memorandumโ€, New Left Review, (1998)

Kritik terhadap Israel

dunia saat ini". Dalam bukunya Hollow Land: Israel's Architecture of Occupation, Eyal Weizman memandang kebijakan Israel sebagai "sistem politik di jantung

Manusia

Dennell R, Huang W, Wu Y, Qiu S, Yang S, etย al. (July 2018). "Hominin occupation of the Chinese Loess Plateau since about 2.1 million years ago". Nature