📑 Table of Contents

Ebionisme adalah sebuah sekte yang muncul di dalam komunitas orang-orang Kristen Yahudi. Muncul sekitar abad pertama atau pada awal kekristenan dan pengikutnya disebut kaum "Ebionit".[1] Ebionit merupakan sekte di kalangan orang Kristen Yahudi yang muncul pada awal kekristenan.[1]

Ajaran

sunting

Kata "ebionit" berasal dari bahasa Ibrani, artinya miskin.[2] Sekte ini berkembang di sebelah timur sungai Yordan.[1] Ebionit mengajarkan bahwa Yesus hanyalah anak Maria dan Yusuf, yang pada waktu pembaptisan diangkat menjadi putera Allah dan dipersatukan dengan 'Kristus abadi', yang lebih tinggi dari malaikat agung, tetapi Yesus bukan Allah.[2] Menurut mereka, Kristus telah menjelma beberapa kali di dalam diri tokoh-tokoh seperti Adam.[2] Hal ini menyebabkan pandangan mereka tentang Yesus hanyalah sebatas guru dan bukan penyelamat.[2] Kelompok Ebionit menekankan bahwa hukum Taurat masih berlaku.[1][2] Mereka mempertahankan hukum Sabat, pembasuhan sebelum berdoa, peraturan tentang makanan haram, dan melakukan sunat.[2] Injil yang dipakainya hanyalah Injil Matius (tanpa bab 1 dan 2), yang disebut sebagai 'Injil orang Ebionit' atau 'Injil menurut umat Ibrani'.[2] Mereka menolak surat-surat Paulus dan menekankan hidup askese yang berat.[1]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e F. D. Wellem. Kamus Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994, halaman 86.
  2. ^ a b c d e f g A. Heuken .1993, Ensiklopedi Gereja. Jakarta: Cipta Loka Caraka. Hlm. 93.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Injil orang Ebionit

ketidaksesuaian ajaran dan praktik sekte Kristen Yahudi yang dikenal sebagai kaum Ebionisme, jika dibandingkan dengan ajaran yang didasarkan dari Kredo Nikea. Fragmen-fragmen

Kristen Kalsedon

konsep kemanunggalan hipostatik, dan membidahkan Arianisme, Modalisme, dan Ebionisme yang sudah dibidahkan dalam Konsili Nikea I pada tahun 325. Para peserta

Symmachus orang Ebionit

karena tulisan-tulisan eksegetis Symmachus tidak memberikan indikasi Ebionisme. Pada suatu waktu dalam hidupnya, ia juga menulis komentar tentang Injil

Nontrinitarianisme

khususnya daerah suku Visigoth sampai tahun 589 M. Psilantropisme - Ebionisme (abad ke-1 sampai ke-4 M) mempraktikkan hukum Yahudi, menolak pandangan