Écriture féminine (diartikan sebagai tulisan perempuan) adalah istilah yang diciptakan oleh Hélène Cixous dalam esainya tahun 1975 yang berjudul The Laugh of the Medusa.[1] Istilah ini merujuk pada suatu konsep dalam teori sastra feminis yang mengusulkan bentuk penulisan yang berbeda dari tradisi penulisan yang dipandang didominasi oleh struktur dan simbolisme maskulin. Konsep ini menekankan hubungan antara representasi kultural dan psikologis tubuh perempuan dengan perbedaan feminin dalam bahasa dan teks.[2] Gagasan mengenai écriture féminine berkembang di Prancis pada awal 1970-an melalui karya Cixous serta sejumlah pemikir lain, termasuk Luce Irigaray,[3] Chantal Chawaf,[4][5] Catherine Clément, dan Julia Kristeva.[6][7] Pada dekade berikutnya, pendekatan ini turut dikembangkan lebih lanjut oleh teoretikus psikoanalisis seperti Bracha Ettinger.[8][9][10]

Sebagai kerangka teoretis, écriture féminine menempatkan bahasa sebagai unsur penting dalam pembentukan dan pemahaman subjek secara psikis. Cixous merujuk pada gagasan “penanda tersembunyi” yang dikemukakan oleh Isidore Isou, yaitu dimensi dalam bahasa yang dianggap mampu mengungkapkan pengalaman yang tidak sepenuhnya dapat diekspresikan melalui struktur bahasa yang formal atau strukturalis. Dalam konteks ini, bentuk penulisan yang lebih bebas dan asosiatif, seperti teknik arus kesadaran (stream of consciousness), dipandang memiliki karakteristik yang berbeda dari pola penulisan konvensional. Konsep ini berakar pada teori psikoanalitik mengenai pembentukan identitas dan peran sosial. Dalam kerangka tersebut, perempuan sering ditempatkan sebagai hal lain dalam tatanan simbolik yang didominasi oleh perspektif dan struktur maskulin. Écriture féminine dipahami sebagai upaya untuk membuka ruang ekspresi yang memungkinkan artikulasi pengalaman dan subjektivitas perempuan, baik di dalam maupun di luar pikiran atau kesadaran mereka.[11]

Cixous

sunting

Hélène Cixous pertama kali memperkenalkan istilah écriture féminine dalam esainya yang berjudul The Laugh of the Medusa (1975). Dalam esai tersebut, Cixous berpendapat bahwa perempuan perlu menuliskan diri mereka sendiri, yakni menghadirkan pengalaman, tubuh, dan hasrat perempuan ke dalam bahasa. Menurut analisisnya, aspek-aspek tersebut selama ini direpresi atau disisihkan dalam tatanan budaya dan tradisi sastra yang berpusat pada laki-laki. Gagasan ini kemudian dikaji bersama dengan pemikiran Julia Kristeva, Luce Irigaray, dan Bracha Ettinger dalam berbagai studi, termasuk buku Laughing with Medusa (2006).[12] Di kalangan akademik berbahasa Inggris, para pemikir tersebut kerap disebut sebagai feminis Prancis. Mary Klages, profesor madya di Departemen Bahasa Inggris, Universitas Colorado Boulder, berpendapat bahwa istilah feminisme pascastruktural lebih akurat untuk menggambarkan pendekatan intelektual mereka.[13] Pada tahun 1975, Cixous turut mendirikan program kajian perempuan di Vincennes dan berperan sebagai juru bicara kelompok Psychanalyse et politique, serta aktif menulis untuk penerbitan mereka, des femmes. Mengenai praktik menulisnya sendiri, ia menyatakan, “Je suis là où ça parle” (“Saya berada di sana, di tempat sesuatu/ia/ketaksadaran feminin berbicara”).[14]

Kritikus dan penulis feminis Amerika, Elaine Showalter, mendefinisikan écriture féminine sebagai “penginskripsian tubuh perempuan dan perbedaan seksual perempuan ke dalam bahasa dan teks.”[15] Konsep ini menekankan bahwa pengalaman perempuan harus ditempatkan sebelum bahasa itu sendiri. Penulisan perempuan, menurut pendekatan ini, bersifat nonlinier, berulang, dan siklikal, dirancang untuk menghindari wacana yang mendukung sistem phalogosentrisme, yaitu struktur sosial dan budaya yang menempatkan laki-laki sebagai pusat.[16] Bahasa, dalam kerangka ini, tidak dianggap netral dan dipahami sebagai instrumen yang secara historis dibentuk oleh dan untuk kepentingan laki-laki, sehingga menulis sebagai perempuan menghadapi tantangan tersendiri. Peter Barry menekankan hal ini dengan mengatakan bahwa penulis perempuan “mengalami kendala karena harus menggunakan medium (prosa) yang pada dasarnya adalah instrumen laki-laki yang dibentuk untuk tujuan-tujuan laki-laki.”[17] Ecriture féminine berfungsi sebagai antitesis terhadap penulisan maskulin. Pendekatan ini tidak hanya merupakan teknik menulis, tetapi juga dianggap sebagai cara bagi perempuan untuk mengekspresikan pengalaman, hasrat, dan identitas mereka di luar batasan-batasan yang ada dalam bahasa patriarkal.[18]

Menurut Rosemarie Tong, Hélène Cixous mendorong perempuan untuk menulis diri mereka keluar dari dunia yang dibangun laki-laki, menghadirkan pengalaman dan pemikiran yang sebelumnya tidak terpikirkan. Ia menekankan bahwa sebagian besar aspek femininitas termasuk seksualitas, hasrat, dan pengalaman tubuh masih sedikit ditulis oleh perempuan dan perlu dieksplorasi secara bebas.[13][19] Cixous mengkritik tulisan phalogosentrisme atau maskulin, yang dianggapnya terlalu kaku dan terbatas karena mengikuti norma sosial yang berat dan stabil. Cixous mendorong perempuan untuk menulis tanpa hambatan, melampaui tekanan sosial, ekonomi, atau internal, sehingga pengalaman dan identitas perempuan dapat tersampaikan secara autentik.[19][20]

Meski écriture féminine biasanya dikaitkan dengan penulis perempuan, Cixous berpendapat prinsip-prinsipnya juga dapat diterapkan oleh penulis laki-laki, seperti James Joyce dan Jean Genet.[21] Namun demikian, konsep tersebut memunculkan sejumlah perdebatan. Dalam menjelaskan écriture féminine, Cixous menggunakan metafora tubuh perempuan, termasuk gagasan tentang “tinta putih” yang diasosiasikan dengan tubuh dan maternitas. Sebagian teoretikus menilai pendekatan ini berpotensi bersifat esensialis, karena dapat dipahami seolah-olah mengandaikan adanya hakikat feminin yang tetap dan terlepas dari konstruksi sosial. Kritik ini muncul terutama dari perspektif feminisme yang menekankan bahwa identitas gender dan feminitas dibentuk melalui proses sosial, historis, dan kultural, bukan sebagai esensi biologis yang inheren.[22][23]

Variasi

sunting

Di Quebec dan Kanada, konsep écriture féminine dikembangkan menjadi écriture au féminin atau “penulisan dalam perspektif feminin”, yang merujuk pada praktik perempuan menulis, termasuk dimensi subjektif, sastra, dan material dari kegiatan tersebut. Praktik ini dianalisis dan dikaji oleh kritikus serta penulis seperti Louky Bersianik, Nicole Brossard, Louise Cotnoir, Louise Dupré, Gail Scott, France Théoret, Barbara Godard, Kathy Mezei, dan Daphne Marlatt, baik melalui jurnal seperti Tessera dan Spirale, maupun melalui karya kreatif dan kritik individual mereka.[24]

Contoh sastra

sunting

Karena kompleksitas konsep écriture féminine, hanya sedikit karya kritik sastra yang menggunakan pendekatan ini sebagai alat analisis utama.[25] Novel Written on the Body karya Jeanette Winterson telah dianalisis sebagai karya yang terinspirasi oleh sekaligus berbeda dari gagasan Hélène Cixous dalam The Laugh of the Medusa.[26] Menurut A. S. Byatt, novel tersebut menggunakan simbol “gelombang perempuan yang bersifat laut dan asin” untuk merepresentasikan bahasa perempuan, yang sebagian direpresi, sebagian reflektif, dan tidak sepenuhnya tersampaikan dalam bahasa dominan. Simbol ini menggambarkan pengalaman dan ekspresi perempuan yang jarang atau tidak terwakili dalam wacana sehari-hari.[27]

Referensi

sunting
  1. ^ Holmes, Diana (1996). French Women's Writing, 1848-1994. Athlone. hlm. 216. ISBN 978-0-485-91004-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Showalter, Elaine (1981). "Feminist Criticism in the Wilderness". Critical Inquiry. 8 (2): 179–205. doi:10.1086/448150. JSTOR 1343159. S2CID 161997961.
  3. ^ Irigaray, Luce, Speculum of the Other Woman, Cornell University Press, 1985
  4. ^ Cesbron, Georges, " Ecritures au féminin. Propositions de lecture pour quatre livres de femmes" in Degré Second, juillet 1980: 95-119
  5. ^ Mistacco, Vicki, "Chantal Chawaf," in Les femmes et la tradition litteraire - Anthologie du Moyen Âge à nos jours; Seconde partie: XIXe-XXIe siècles, Yale Press, 2006, 327-343
  6. ^ Kristeva, Julia Revolution in Poetic Language, Columbia University Press, 1984
  7. ^ Pollock, Griselda (1 July 1998). "To Inscribe in the Feminine: A Kristevan Impossibility? or Femininity, Melancholy and Sublimation". Parallax. 4 (3): 81–117. doi:10.1080/135346498250136.
  8. ^ Ettinger, Bracha, Matrix . Halal(a) - Lapsus. Notes on Painting, 1985-1992. MOMA, Oxford, 1993. (ISBN 0-905836-81-2). Reprinted in: Artworking 1985-1999. Edited by Piet Coessens. Ghent-Amsterdam: Ludion / Brussels: Palais des Beaux-Arts, 2000. (ISBN 90-5544-283-6)
  9. ^ Ettinger, Bracha, The Matrixial Borderspace (essays 1994-1999), Minnesota University Press, 2006
  10. ^ Pollock, Griselda, "Does Art Think?", in: Art and Thought Blackwell, 2003
  11. ^ "Murfin, Ross C." http://www.ux1.eiu.edu/~rlbeebe/what_is_feminist_criticism.pdf
  12. ^ Zajko, Vanda and Leonard, Miriam, Laughing with Medusa. Oxford University Press, 2006
  13. ^ a b Klages, Mary. "Helene Cixous: The Laugh of the Medusa."
  14. ^ Jones, Ann Rosalind (1981). "Writing the Body: Toward an Understanding of "L'Ecriture Feminine"". Feminist Studies. 7 (2): 247–263. doi:10.2307/3177523. hdl:2027/spo.0499697.0007.206. JSTOR 3177523.
  15. ^ Showalter, Elaine. "Feminist Criticism in the Wilderness." The New Feminist Criticism: essays on women, literature, and theory. Elaine Showalter, ed. London: Virago, 1986. 249.
  16. ^ Cixous, Hélène. "The Laugh of the Medusa." New French Feminisms. Elaine Marks and Isabelle de Courtivron, eds. New York: Schocken, 1981. 253.
  17. ^ Barry, Peter. Beginning Theory : An Introduction to Literary and Cultural Theory. New York: Manchester UP, 2002. 126.
  18. ^ "Nebula 13: Breaking Out Of Derrida's Penile Colony". kenstange.com. Diakses tanggal 2026-03-01.
  19. ^ a b Tong, Rosemarie Putnam. Feminist Thought : A More Comprehensive Introduction. New York: Westview P, 2008.276.
  20. ^ Hélène Cixous, Summer 1976.
  21. ^ J. Childers/G. Hentzi eds., The Columbia Dictionary of Modern Literary and Cultural Criticism (1995) hlm. 93
  22. ^ Klages, Mary. "Helene Cixous: 'The Laugh of the Medusa.
  23. ^ Barry, Peter. Beginning Theory : An Introduction to Literary and Cultural Theory. New York: Manchester UP, 2002.128.
  24. ^ Bordeleau, Francine (1998). "L'écriture au féminin existe-t-elle?" (PDF). Lettres québécoises. 92: 14–18 – via Érudit.
  25. ^ Lihat juga : Frédéric Regard, L'écriture féminine en Angleterre, Paris, Presses Universitaires de France, 2002. Louky Bersianik, Nicole Brossard, dkk., La théorie, un dimanche, Éditions du remue-ménage, 2018. Eva C. Karpinski dan Elena Basile (eds.), Translation, Semiotics and Feminism: Selected Writings of Barbara Godard, Routledge, 2021. Francesca Maioli (2009), “Palimpsests: The Female Body as a Text in Jeanette Winterson's Written on the Body”.
  26. ^ Maioli, Francesca (2009). "Palimpsests: The Female Body as a Text in Jeanette Winterson's Written on the Body". European Journal of Women's Studies. 16 (2): 143–158 – via SAGEPub.
  27. ^ A. S. Byatt, Possession: A Romance (1990) hlm. 244-5

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Feminisme

Ginosentrisme Kyriarchy Matriarki Kajian wanita Kajian pria Patriarki Écriture féminine ..feminis Antropologi Arkeologi Arsitektur Seni Kritik seni Kritik

FEMEN

Ginosentrisme Matriarki Studi perempuan Studi laki-laki Kiriarki Patriarki Écriture féminine ekonomi FPDA Metode Kompleks Oedipus Teori politik Teologi Tealogi

Kritik sastra feminis

satunya muncul istilah ecriture feminine. Atau karya tulis perempuan dengan menekankan pada penggunaan gaya dan bahasa. Ecriture feminine dalam kritk sastra

Montgolfier Besaudara

la pétition addressée au Jean V. (de Portugal) en langue latine et en écriture contemporaine (1709) retrouvés récemment dans les archives du Vatican du

Gérard de Nerval

Yale University Press, 1996. Print. Jeanneret, Michel. La lettre perdue: Ecriture et folie dans l'œuvre de Nerval. Paris: Flammarion, 1978. Print. Gordon

Bahasa Galia

language" Diarsipkan 2018-02-18 di Wayback Machine. (Prancis) Langues et écriture en Gaule Romaine, Hélène Chew, Musée des Antiquités Nationales two sample

Linear Elam

(Berlin 1969) Bernadette Arnaud (7 December 2020). "Un Français "craque" une écriture non déchiffrée de plus de 4000 ans, remettant en cause la seule invention

Penguraian rongorongo

list (link) de Hevesy, Guillaume (1932). "Lettre à M. Pelliot sur une écriture mystérieuse du bassin de l'Indus (Letter to Mr Pelliot on a mysterious