Ekonomi digital adalah jenis ekonomi yang memanfaatkan teknologi digital. Konsep ekonomi digital diperkenalkan pertama kali oleh Don Tapscott pada tahun 1996 dalam karya tulis ilmiahnya yang berjudul The Digital Economy: Promise and Peril in the Age of Networked Intelligence.[1] Para pelaku ekonomi digital juga telah menerapkan teknologi finansial dalam pengembangan sistem pembayaran dan pembiayaan.[2]

Terminologi

sunting

Terminologi ekonomi digital pertama kali diperkenalkan oleh Tapscott. Ekonomi digital dipandang sebagai sebuah fenomena sosial yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi informasi. Perkembangan teknologi komunikasi ini kemudian memberikan pengaruh kepada sistem perekonomian. Ekonomi digital ditandai dengan adanya industri teknologi informasi dan komunikasi, kegiatan perdagangan elektronik dan distirbusi barang atau jasa secara digital.[3]

Sejarah

sunting

Era ekonomi digital pertama kali muncul pada periode tahun 1980-an. Teknologi yang digunakan untuk efisiensi bisnis pada periode ini adalah komputer pribadi dan internet. Perdagangan elektronik juga berkembang melalui penggunaan komputer pribadi dan internet. Setelahnya muncul era ekonomi yang baru. Era baru ini ditandai dengan berkembangnya teknologi seluler, akses internet tanpa batas, dan munculnya teknologi komputasi awan. Ketiga jenis teknologi ini yang kemudian dipakai dalam proses ekonomi digital pada era yang baru.[4]

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Budiarta, K., Ginting, S. O., dan Simarmata, J. (2020). Ekonomi dan Bisnis Digital. Yayasan Kita Menulis. hlm.ย 1. ISBNย 978-623-7645-75-7. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ Sukma 2019, hlm.ย 4.
  3. ^ Sukma 2019, hlm.ย 11.
  4. ^ Sukma 2019, hlm.ย 1.

Daftar pustaka

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia

digital nasional pada 2020 yang berfokus pada empat pilar; 1) infrastruktur digital; 2) pemerintahan digital; 3) ekonomi digital; 4) talenta digital.

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia

Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia adalah kementerian yang menyelenggarakan suburusan pemerintahan ekonomi kreatif yang

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital

Deputi Bidang Ekonomi dan Transformasi Digital adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan

Sensus Ekonomi

mendukung perekonomian nasional melalui partisipasi dalam Sensus Ekonomi. Partisipasi ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan kehidupan ekonomi dengan

Prananda Prabowo

yang menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang UMKM, Ekonomi Kreatif, dan Ekonomi Digital. Ia merupakan putra kedua Megawati Soekarnoputri, Presiden

Mohammad Rudy Salahuddin

Koordinator Bidang Perekonomian sampai dengan tahun 2025. Pada tahun 2015 hingga 2020, ia menjadi sebagai Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia

Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Staf Ahli Bidang Usaha Rintisan dan Ekonomi Digital Staf Ahli Bidang Hukum dan Kebijakan Publik Inspektorat Lambang Departemen

Pemasaran digital

Pemasaran digital (Inggris: digital marketing) adalah suatu kegiatan pemasaran atau promosi sebuah merek atau produk menggunakan media digital atau internet