Endotelium
Diagram menunujukkan letak sel endotelial
Mikrograf elektron transmisi dari mikrovaskulatur menunjukkan sel endotel yang mengelilingi eritrosit (E), membentuk lapisan paling dalam dari pembuluh, yaitu tunika intima.
Rincian
SistemSistem peredaran darah
LokasiLapisan permukaan dalam pembuluh darah dan pembuluh limfa
Pengidentifikasi
MeSHD004727
THH2.00.02.0.02003
FMA63916
Daftar istilah mikroanatomi

Endotelium merujuk pada sel yang melapisi permukaan dalam pembuluh darah dan pembuluh limfa,[1] membentuk antarmuka antara darah atau limfa yang bersirkulasi di dalam lumen dengan dinding pembuluh lainnya. Endotelium merupakan lapisan tipis sel epitel pipih selapis yang disebut sel endotel. Sel endotel yang kontak langsung dengan darah disebut sel endotel vaskular, sedangkan sel endotel yang kontak langsung dengan limfa disebut sebagai sel endotel limfatik.

Sel endotel vaskular melapisi seluruh sistem peredaran darah, dari jantung hingga kapiler terkecil. Sel ini memiliki fungsi unik dalam biologi vaskular. Fungsi sel ini meliputi filtrasi cairan (seperti pada glomerulus ginjal), tonus pembuluh darah, hemostasis, pengerahan neutrofil, dan lalu lintas hormon. Endotelium permukaan dalam ruang jantung disebut endokardium.

Struktur

sunting

Endotelium berasal dari mesoderm. Pembuluh kapiler darah dan limfa sama-sama tersusun dari sel endotel selapis yang disebut ekalapis. Pada bagian lurus dari pembuluh darah, sel endotel vaskular biasanya sejajar dan memanjang ke arah aliran cairan.[2][3]

Terminologi

sunting

Model anatomi dasar membuat perbedaan antara sel endotel dengan sel epitel berdasarkan jaringan apa yang berkembang menjadi jaringan tersebut dan keberadaan filamen vimentin alih-alih filamen keratin memisahkan sel endotel dari sel epitel.[4] Banyak yang memandang endotelium sebagai jaringan epitel terspesialisasi.[5]

Fungsi

sunting
Endotelium melapisi dinding pembuluh bagian dalam, ditunjukkan di sini.

Sel endotel terlibat dalam banyak aspek dari biologi vaskular, meliputi:

  • Fungsi penghalang - endotelium bertindak sebagai penghalang semiselektif antara lumen pembuluh dengan jaringan di sekitarnya, mengontrol lalu lintas material serta transit sel darah putih ke dalam dan luar aliran darah. Peningkatan permeabilitas endotel selapis yang berlebihan atau berkepanjangan, seperti halnya inflamasi kronik, dapat menyebabkan edema/pembengkakkan jaringan.
  • Pembekuan darah (trombosis & fibrinolisis). Endotelium normalnya menyediakan permukaan nontrombogenik karena endotel memuat, sebagai contoh, heparan sulfat yang bertindak sebagai kofaktor untuk mengaktivasi antitrombin, protease yang menginaktivasi berbagai faktor dalam kaskade koagulasi.
  • Inflamasi.[6]
  • Pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis).
  • Vasokonstriksi dan vasodilatasi, serta karenanya mengontrol tekanan darah
  • Memperbaiki organ yang rusak atau sakit melalui injeksi sel pembuluh darah.[7]

Signifikansi klinis

sunting

Disfungsi endotel, atau hilangnya fungsi endotel sebenarnya, merupakan tanda dari penyakit vaskular dan sering dianggap sebagai kunci awal perkembangan aterosklerosis. Fungsi endotel yang terganggu, menyebabkan hipertensi dan trombosis, sering terlihat pada pasien dengan penyakit arteri koroner, diabetes mellitus, hipertensi, dan hiperkolesterolemia, seperti yang dijumpai pada perokok. Disfungsi endotel juga menunjukkan prediksi kejadian kardiovaskular merugikan di masa yang akan datang, dan juga muncul dalam penyakit inflamasi seperti artritis reumatois dan lupus eritematosus sistemik. Salah satu mekanisme utama disfungsi endotel adalah berkurangnya nitrogen monoksida, sering kali akibat tingginya kadar dimetilarginin asimetrik, yang berinterferensi dengan sintesis nitrogen monoksida distimulasi L-arginin normal dan menyebabkan hipertensi. Mekanisme disfungsi endotel yang paling umum adalah meningkatnya spesi oksigen reaktif yang dapat mengganggu produksi dan aktivitas nitrogen monoksida melalui berbagai mekanisme.[8] Protein pensinyalan ERK5 esensial untuk memantau fungsi sel endotel normal.[9] Konsekuensi kerusakan endotel lebih lanjut adalah pelepasan kuantitas patologi faktor von Willebrand yang mendorong agregasi platelet dan adhesi pada subendotelium, dan dengan demikian membentuk trombi berpotensi fatal.

Referensi

sunting
  1. ^ "Endothelium" di Kamus Medis Dorland
  2. ^ Eskin, S.G.; Ives, C.L.; McIntire, L.V.; Navarro, L.T. "Response of cultured endothelial cells to steady flow". Microvascular Research. 28 (1): 87โ€“94. doi:10.1016/0026-2862(84)90031-1.
  3. ^ Langille, B L; Adamson, S L (1981). "Relationship between blood flow direction and endothelial cell orientation at arterial branch sites in rabbits and mice". Circulation Research. 48: 481โ€“488. doi:10.1161/01.res.481.
  4. ^ "FMA". Diarsipkan dari asli tanggal 2013-10-02. Diakses tanggal 28 September 2013.
  5. ^ Kovacic, Jason; Mercader, Nadia; Torres, Miguel; Boehm, Manfred; Fuster, Valentin (2012). "Cardiovascular Development to Disease Epithelial-to-Mesenchymal and Endothelial-to-Mesenchymal Transition: From Cardiovascular Development to Disease". Circulation. 125: 1795โ€“1808. doi:10.1161/circulationaha.111.040352. PMCย 3333843. Diakses tanggal 8 November 2014.
  6. ^ Li X, Fang P, etย al. (April 2016). "Mitochondrial Reactive Oxygen Species Mediate Lysophosphatidylcholine-Induced Endothelial Cell Activation". Arteriosclerosis, Thrombosis, and Vascular Biology. 36: 1090โ€“100. doi:10.1161/ATVBAHA.115.306964. PMCย 4882253. PMIDย 27127201.
  7. ^ "Blood vessel cells can repair, regenerate organs, scientists say". Weill Cornell Medical College. Medical Xpress. 8 Oktober 2013. Diakses tanggal 30 Mei 2018.
  8. ^ Deanfield J, Donald A, Ferri C, Giannattasio C, Halcox J, Halligan S, Lerman A, Mancia G, Oliver JJ, Pessina AC, Rizzoni D, Rossi GP, Salvetti A, Schiffrin EL, Taddei S, Webb DJ (Januari 2005). "Endothelial function and dysfunction. Part I: Methodological issues for assessment in the different vascular beds: a statement by the Working Group on Endothelin and Endothelial Factors of the European Society of Hypertension". J Hypertens. 23 (1): 7โ€“17. doi:10.1097/00004872-200501000-00004. PMIDย 15643116.
  9. ^ Roberts OL, Holmes K, Mรผller J, Cross DA, Cross MJ (Dec 2009). "ERK5 and the regulation of endothelial cell function". Biochem Soc Trans. 37 (6): 1254โ€“9. doi:10.1042/BST0371254. PMIDย 19909257.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kanker

dari asli tanggal 2011-10-21. Diakses tanggal 2011-09-17. "Slide 14 Endothelial Cell Activation". National Cancer Institute at the National Institutes of

Osteoklas

diberikan stimulasi hematopoiesis dan mielopoiesis seperti hormon vascular endothelial growth factor dan sitokina hematopoietik. Stimulasi semacam ini terhadap

Trombospondin

Diakses tanggal 2012-03-04. (Inggris) "Platelet thrombospondin modulates endothelial cell adhesion, motility, and growth: a potential angiogenesis regulatory

BMI-1

protein 51 (RNF51)" adalah protein pada manusia yang disandi oleh gen BMI1 (B cell-specific Moloney murine leukemia virus integration site 1). BMI1 adalah suatu

PTEN

(ortologi) Ekspresi tertinggi di sperma endothelial cell Tendon Achilles skin of arm pancreatic epithelial cell middle temporal gyrus parietal pleura mucosa

LHB

Adenohipofisis Gonad Testis body of pancreas endothelial cell left testis plasenta right testis stromal cell of endometrium body of stomach n/a Referensi

MTOR

differentiation positive regulation of cell death positive regulation of endothelial cell proliferation negative regulation of iodide transmembrane transport

ACBD3

tertinggi di Tulang kering buccal mucosa cell Epithelium of choroid plexus Air ketuban gingival epithelium endothelial cell palpebral conjunctiva secondary oocyte