Eritritol
Skeletal formula of erythritol
Ball-and-stick model of the erythritol molecule
Crystals of erythritol
Nama
Nama IUPAC
meso-Eritritol
Nama IUPAC (sistematis)
(2R,3S)-Butana-1,2,3,4-tetrol
Nama lain
(2R,3S)-Butana-1,2,3,4-tetraol (tidak direkomendasikan)
Penanda
Model 3D (JSmol)
Referensi Beilstein 1719753
ChEBI
ChEMBL
ChemSpider
DrugBank
Nomor EC
Referensi Gmelin 82499
KEGG
Nomor RTECS {{{value}}}
UNII
  • InChI=1S/C4H10O4/c5-1-3(7)4(8)2-6/h3-8H,1-2H2/t3-,4+ checkY
    Key: UNXHWFMMPAWVPI-ZXZARUISSA-N checkY
  • InChI=1/C4H10O4/c5-1-3(7)4(8)2-6/h3-8H,1-2H2/t3-,4+
    Key: UNXHWFMMPAWVPI-ZXZARUISBN
  • OC[C@@H](O)[C@@H](O)CO
  • C([C@H]([C@H](CO)O)O)O
Sifat
C4H10O4
Massa molar 122,12 g·mol−1
Densitas 1,45 g/cm3
Titik lebur 121 °C (250 °F; 394 K)
Titik didih 329 hingga 331 °C (624 hingga 628 °F; 602 hingga 604 K)
61% w/w (25 °C)[1]
−73,80·10−6 cm3/mol
Bahaya
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa).
N verifikasi (apa ini checkYN ?)
Referensi

Eritritol adalah senyawa kimia, alkohol gula (atau poliol), yang digunakan sebagai Bahan tambahan pangan dan pengganti gula. Rumusnya adalah C4H10O4, atau HO(CH2)(CHOH)2(CH2)OH;

Dibandingkan dengan gula biasa (sukrosa) tingkat kemanisan Eritritol sekitar 60–70% gula biasa, akan tetapi bersifat nonkalori[2] dan tidak memengaruhi gula darah[3] maupun menyebabkan kerusakan gigi.[4]

Sejarah

sunting

Eritritol ditemukan pada tahun 1848 oleh John Stenhouse, ahli kimia Skotlandia.[5] Eritritol pertama kali diisolasi pada tahun 1852. Kemudian pada tahun 1950 diketahui di dalam blackstrap molasses terdapat Eritritol yang merupakan hasil fermentasi glukosa oleh ragi, dan dikomersialkan sebagai alkohol gula di Jepang tahun 1990.[6]


Referensi

sunting
  1. ^ O'Neil M, ed. (2006). The Merck Index: An Encyclopedia of Chemicals, Drugs, and Biologicals (Edisi 14th). Merck. hlm. 629. ISBN 978-0-911910-00-1.
  2. ^ Vasudevan, D. M. (2013). Textbook of biochemistry for medical students. New Delhi: Jaypee Brothers Medical Publishers (P) LTD. hlm. 81. ISBN 978-93-5090-530-2.
  3. ^ Moon, HJ; Jeya, M; Kim, IW; Lee, JK (April 2010). "Biotechnological production of erythritol and its applications". Applied Microbiology and Biotechnology. 86 (4): 1017–25. doi:10.1007/s00253-010-2496-4. PMID 20186409.
  4. ^ Kawanabe, J.; Hirasawa, M.; Takeuchi, T.; Oda, T.; Ikeda, T. (1992). "Noncariogenicity of erythritol as a substrate". Caries Research. 26 (5): 358–62. doi:10.1159/000261468. PMID 1468100.
  5. ^ Penemuan ini, yang oleh Stenhouse disebut "eritroglucin", diumumkan dalam:"Pemeriksaan prinsip terdekat dari beberapa lumut". 138. doi:10.1098 / rstl.1848.0004. ; ; ; ; ;
  6. ^ Boesten, D.M.P.H.J.; den Hartog, G.J.M.; de Cock, P. "Efek kesehatan dari erythritol". 14. doi:10.1007 / s13749-014-0067-5. ; ; ; ; ;

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Eritritol tetranitrat

Eritritol tetranitrat Nama Nama IUPAC [(2R,3R)-1,3,4-Trinitrooxybutan-2-yl] nitrate Nama lain Erythrityl tetranitrate (INN) Penanda Nomor CAS 7297-25-8 Y

Pangan fungsional

Pangan yang berhubungan dengan kesehatan gigi Paratinosa, maltitiosa, eritritol, dsb. Pangan yang berhubungan dengan kondisi saluran pencernaan (gastrointestinal)

Bahan tambahan pangan

Isomalt/Isomaltitol; Glikosida steviol; Maltitol; Laktitol; Silitol; Eritritol; Gula pasir; Gula aren; Madu. Pemanis buatan adalah pemanis yang diproses

Jamur obat

Moniliella digunakan secara industri untuk menghasilkan alkohol gula eritritol. "Discovery and Development of Penicillin". American Chemical Society

Alkohol gula

Eritritol adalah alkohol gula. Rasanya 60-70% semanis gula, tetapi mengandung kalori yang jauh lebih sedikit ketika dikonsumsi.

Alkohol

C3H5(OH)3 1,2,3-propatrienol Gliserol C4H6(OH)4 1,2,3,4-butatetraenol Eritritol C5H7(OH)5 1,2,3,4,5-pentapentanol Xilitol C6H8(OH)6 1,2,3,4,5,6-heksaheksanol

Pangan rekayasa genetika

glukosa telah dikonversi menjadi fruktosa. Alkohol gula, seperti maltitol, eritritol, sorbitol, manitol dan hidrolisat pati terhidrogenasi, adalah pemanis

Bruselosis

retensi plasenta. Dua pendukung utama aborsi spontan pada hewan adalah eritritol, senyawa kimia yang dapat mendukung infeksi Brucella pada janin dan plasenta