Ester adalah suatu senyawa organik yang terbentuk melalui penggantian satu (atau lebih) atom hidrogen pada guguskarboksil dengan suatu gugus organik (biasa dilambangkan dengan R').[1] Asam oksigen adalah suatu asam yang molekulnya memiliki gugus -OH yang hidrogennya (H) dapat menjadi ion H+.
Penamaan pada senyawa ester terdiri dari dua kata. Kata pertama merupakan nama gugus alkil yang terikat pada oksigen ester. Adapun kata kedua berasa dari nama asam karboksilatnya dengan menghilangkan kata "asam"[1]
Senyawa-senyawa ester
sunting
Banyak ester memiliki bau seperti bau buah-buahan, sehingga banyak senyawanya dijadikan perasa dan aroma buatan.[1]
Reaksi pembentukan ester disebut juga sebagai esterifikasi. Senyawa ini terbentuk melalui pengubahan satu atau lebih atom hidrogen pada gugus hidroksil dengan suatu gugus organik[1]
Pemanfaatan
sunting
Ester dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengharum, bahan pembuatan sabun, margarin, benang, lilin, obat penghilang rasa sakit, pembuatan cat kuku, dan lem[2]
untuk Ester yang akan menghadap raja Ahasyweros. Ester โ gugus fungsional dalam kimia organik. Ester fosfit โ senyawa fosfit yang berbentuk gugus ester. Ester
adalah senyawa organik dengan rumus CH3CH2OC(O)CH3. Senyawa ini merupakan ester dari etanol dan asam asetat. Senyawa ini berwujud cairan tak berwarna, memiliki
Dalam kimia organik, aldehida (Bahasa Inggris: Aldehyde, dari kata latin alcohol dehydrogenatum yang artinya "alkohol terdehidrogenasi") adalah senyawa
dalam air dan pelarut yang mengandung oksigen lainnya, seperti alkohol, ester, eter, dan keton. Misalnya, dalam dibutil eter atau dietilena glikol kering
bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat-obatan. Dalam kimia, etanol