18-mahkota-6 berkoordinasi dengan ion kalium

Eter mahkota adalah senyawa kimia heterosiklik yang berupa sebuah cincin yang mengandung beberapa gugus eter. Eter mahkota yang paling umum adalah oligomer dari etilena oksida. Istilah "mahkota" merujuk pada struktur senyawa ini yang mirip dengan mahkota ketika berikatan dengan kation, seperti mahkota yang berada di atas kepala seseorang. Bilangan pertama pada nama eter mahkota merujuk pada jumlah atom pada cincin, dan bilangan kedua merujuk pada jumlah atom oksigen pada senyawa tersebut.

Eter mahkota mengikat beberapa kation tertentu dengan kuat, membentuk kompleks. Atom-atom oksigen yang berada pada interior cincin berkoordinasi dengan kation, sedangkan eksterior cincin tersebut bersifat hidrofobik. Hasilnya adalah, kation tersebut akan membentuk garam yang larut dalam pelarut nonpolar. Oleh karena itu, mahkota eter sangat berguna dalam katalisis transfer fase. Kedentatan polieter ini memengaruhi afinitas eter mahkota terhadap beberapa kation. Sebagai contoh, 18-mahkota-6 memiliki afinitas yang kuat dengan kation kalium, 15-mahkota-5 dengan kation natrium, dan 12-mahkota-4 dengan kation litium. Afinitas 18-kation-6 yang kuat terhadap ion kalium memengaruhi sifat-sifat racunnya.

Struktur eter mahkota yang umum: 12-mahkota-4, 15-mahkota-5, 18-mahkota-6, dibenzo-18-mahkota-6, and diaza-18-mahkota-6

Eter mahkota di alam

sunting

Eter mahkota bukanlah satu-satunya ligan makrosiklik yang memiliki afinitas terhadap kation kalium. Ionofor seperti nonaktin dan valinomisin juga menunjukkan preferensi terhadap kation kalium daripada kation lainnya.

Sejarah eter mahkota sintetik

sunting

Pada tahun 1967 Charles Pedersen yang bekerja sebagai kimiawan di DuPont menemukan metode sederhana untuk mensintesis eter mahkota ketika dia sedang mencoba membuat agen pengkompleks untuk kation divalen.[1] Pedersen mendapatkan penghargaan Nobel di bidang kimia pada tahun 1987 atas penemuan lintasan sintesis dan sifat-sifat mengikat eter mahkota..

Afinitas terhadap kation

sunting

Selain afinitas yang tinggi terhadap kation kalium, 18-mahkota-6 juga dapat mengikat amina terprotonasi dan membentuk kompleks yang sangat stabil pada fase gas maupun pada larutan. Beberapa asam amino, seperti lisina, mengandung amina primer pada kedua sisi rantai. Gugus amino yang terprotonasi ini dapat mengikat 18-mahkota-6 dan membentuk kompleks yang stabil pada fase gas. Ikatan hidrogen terbentuk antara tiga atom hidrogen amina dengan tiga atom oksigen 18-mahkota-6. Ikatan hidrogen ini menjadikan kompleks ini sebagai aduk yang stabil.

Aza-mahkota

sunting

"Aza-mahkota" adalah eter mahkota dengan atom oksigennya yang digantikan dengan gugus amina. Terdapat pula mahkota amina-eter..[2]

Referensi

sunting
  1. ^ C. J. Pedersen, J. Am. Chem. Soc., 1967, 89, 7017.
  2. ^ Vincent J. Gatto, Steven R. Miller, and George W. Gokel (1988). "4,13-Diaza-18-Crown-6". Org. Synth.; Coll. Vol. 8: 152.ย 

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Eter

eter mahkota) dapat mengikat logam dengan sangat kuat. Eter dapat disintesis melalui beberapa cara: Dehidrasi senyawa alkohol dapat menghasilkan eter:

18-Mahkota-6

16-heksaoksasiklooktadekana. Senyawa ini merupakan eter mahkota dan memiliki afinitas terhadap kation kalium. Sintesis eter mahkota membawa Charles J. Pedersen mendapatkan

Charles Pedersen

karya yang menjelaskan metode sintesis polieter siklik, yang dinamainya eter mahkota. Molekul berbentuk donat yang dikembangkannya adalah yang pertama dalam

Ion lawan

analog "garam kuat" yang diketahui. Kation logam alkali terikat oleh eter mahkota, suatu kation lawan lipofilik yang diketahui, seperti digambarkan oleh

12-Mahkota-4

12-Mahkota-4, disebut juga 1,4,7,10-tetraoksasiklododekana dan lithium ionofora V, adalah sebuah eter mahkota dengan rumus kimia C8H16O4. Merupakan tetramer

Elektrida

Penambahan kompleksan seperti eter mahkota atau 2,2,2-kriptan ke dalam larutan [Na(NH3)6]+eโˆ’ menghasilkan [Na(eter mahkota)]+eโˆ’ atau [Na(2,2,2-kript)]+eโˆ’

Karbanion

berhasil membuat garam litium eter mahkota dari karbanion difenilmetil, dibuat dari difenilmetana, butil litium, dan 12-mahkota-4 pada temperatur rendah.:

Thymus vulgaris

dan berbentuk tubular. Setelah berbunga, tabung kelopak ditutup oleh mahkota yang panjang dan berambut kaku. Bunga timi memiliki sepal berbentuk lonceng