Pohon Kehidupan karya Eli Content. Pohon Kehidupan, atau Etz haChayim (ืขืฅ ื”ื—ื™ื™ื) dalam bahasa Ibrani, adalah sebuah simbol mistik yang dipakai dalam Kabbalah dari Yudaisme esoterik untuk menyebut sebuah susunan dari HaShem dan wadah di mana Ia menciptakan dunia ex nihilo (muncul dari ketiadaan), Museum Joods Historisch.

Ex nihilo adalah frasa Latin yang berarti "dari ketiadaan". Ini sering kali muncul bersamaan dengan konsep penciptaan, sehingga dalam creatio ex nihilo, yang artinya "penciptaan yang muncul dari ketiadaan", utamanya berada dalam konteks filsafat atau teologi, meskipun juga terjadi dalam bidang lainnya.

Dalam teologi, frasa umum creatio ex nihilo ("penciptaan yang muncul dari ketiadaan"), berseberangan dengan creatio ex materia (penciptaan dari beberapa materi abadi yang telah ada sebelumnya) dan dengan creatio ex deo (penciptaan yang muncul dari sosok Allah). Creatio continua adalah penciptaan ilahi yang berlangsung.

Frasa ex nihilo juga muncul dalam perumusan filsafat klasik ex nihilo nihil fit, yang artinya "Muncul dari ketiadaan yang mendatangkan ketiadaan".

Saat dipakai di luar kontes agama dan metafisika, ex nihilo juga merujuk kepada beberapa hal yang datang dari ketiadaan. Contohnya, dalam sebuah percakapan, orang mengangkat sebuah topik "ex nihilo" jika itu dianggap tak ada hubungannya dengan topik pembicaraan sebelumnya.

Bacaan tambahan

sunting
  • Monique Terrazas. "Discovering The Money Tree". Go to page 15.
  • Charles Bean (Chief Economist and Executive Director for Monetary Policy, Bank of England). "Bank of England Bulletin 2008 Q1" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2017-09-20. ; Especially page 103 bottom left - on money creation
  • Thomas Jay Oord (2010). "The Nature of Love: A Theology". St. Louis: Chalicepress.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-08-05. (especially chapters 4 and 5.)
  • Jon D. Levenson, Creation and the Persistence of Evil: The Jewish Drama of Divine Omnipotence (Princeton, N.J.: Princeton University Press, 1994; New York: Harper & Row, 1987).
  • Sjoerd L. Bonting, Chaos Theology: A Revised Creation Theology [Ottawa: Novalis, 2002].
  • Huchingson, James Edward (2001). Pandemonium tremendum: chaos and mystery in the life of God. Cleveland, Ohio: Pilgrim Press. ISBNย 0-8298-1419-1.
  • David Ray Griffin, "Creation out of Chaos and The Problem of Evil" in Davis, Stephen T., ed. (2001) [1981]. Encountering Evil: Live Options in Theodicy (Edisi new). Louisville, Ky: Westminster John Knox Press. ISBNย 0-664-22251-X.
  • Keller, Catherine (2003). Face of the deep: a theology of becoming. Routledge. ISBNย 978-0-415-25649-0. Diakses tanggal 2009-10-04.[pranala nonaktif permanen]
  • Lodahl, Michael E. (2001). "Creation out of Nothing? Or is Next to Nothing Enough?". Dalam Stone, Bryan P.; Oord, Thomas Jay (ed.). Thy nature and thy name is love: Wesleyan and process theologies in dialogue. Nashville: Kingswood. ISBNย 0-687-05220-3.
  • Theissen, Gerd; translated by John Bowden (2007) [1987]. The shadow of the Galilean: the quest of the historical Jesus in narrative form. Minneapolis, MN: Fortress Press. ISBNย 978-0-8006-3900-6.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ex nihilo nihil fit

Tidak ada yang bisa muncul dari ketiadaan (bahasa Latin: ex nihilo nihil fitcode: la is deprecated ) adalah sebuah ekspresi filsfat dari sebuah tesis

Ledakan Besar

akhirnya memiliki implikasi teologis dan filosofis akan konsep penciptaan ex nihilo. Sebelumnya, pada dekade 1920-an dan 1930-an, para kosmologis cenderung

Mitos penciptaan

Bantam Books. ISBNย 978-0-553-07005-7. McMullin, Ernan (2010). "Creation ex nihilo: early history". Dalam Burrell, David B.; Cogliati, Carlo; Soskice, Janet

Penciptaan dari ketiadaan

Penciptaan dari tiada (bahasa Latin: creation ex nihilo) adalah doktrin gereja Kristen yang menganggap bahwa Tuhan menciptakan alam semesta dari tiada

Revolusi 1989

Bibliography Diarsipkan 2011-11-18 di Wayback Machine. Oliver Kloss: Revolutio ex nihilo? Zur methodologischen Kritik des soziologischen Modells "spontaner Kooperation"

Kreasionisme

dapat dilihat entah sebagai suatu tindakan penciptaan dari ketiadaan (ex nihilo), atau dengan munculnya ketertiban dari khaos (demiurgos) yang ada sebelumnya

Neoplatonisme

ini berusaha menafsirkan kepercayaan kepada penciptaan alam dari tiada (ex nihilo) sebagai suatu tindak penciptaan dunia yang melibatkan waktu dari hakikat

Kejadian 1:1

menciptakan alam semesta dari ketidakadaan (nothing), yaitu "creatio ex nihilo". Pada tahun-tahun terakhir ini muncul sejumlah pakar modern yang berpendapat