Fandi Ahmad
Informasi pribadi
Nama lengkap Fandi bin Ahmad
Tanggal lahir 29 Mei 1962
Tempat lahir Singapura
Posisi bermain Gelandang/Penyerang
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1978โ€“1982
1982โ€“1983
1983โ€“1985
1986โ€“1990
1990
1991โ€“1992
1993โ€“1995
1996
1997โ€“1998
Singapura
NIAC Mitra
Groningen
Kuala Lumpur
Crete
Pahang
Singapore
Geylang United
Singapore Armed Forces


36 0(11)
Tim nasional
1978-1997 Singapura Singapore 1000(55)
Kepelatihan
Pelita Jaya 2007
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik

Fandi Ahmad (lahir 29 Mei 1962) adalah manajer sepak bola profesional dan juga mantan pemain sepak bola asal Singapura. Ia pernah melatih klub sepak bola di Indonesia, yaitu Pelita Jaya Purwakarta pada musim 2007 dan dikontrak selama tiga tahun. Saat ini, Fandi melatih klub Sri Pahang[1] di Liga Super Malaysia. Fandi memiliki karier sebagai penyerang utama, tetapi sering ditempatkan bermain sebagai seorang gelandang. Dia telah bermain bersama Asosiasi Sepakbola Singapura, serta tim-tim dari Piala Malaysia seperti Kuala Lumpur FC dan Pahang FC, di mana dirinya memenangkan beberapa gelar, termasuk dua kali juara pada tahun 1992 dan 1994, serta Sepatu Emas pada tahun 1988.[2] Selain itu, Fandi juga pernah bermain untuk Niac Mitra di Indonesia, Groningen di Belanda, dan klub-klub Singapura seperti Geylang United dan SAFFC.

Sebagai pemain sepak bola, Fandi juga bermain untuk tim nasional Singapura dan mendapatkan 101 caps serta mencetak 55 gol, sebuah rekor yang masih bertahan hingga saat ini. Dia juga memenangkan tiga medali perak di SEA Games dan menjadi kapten dari tahun 1993 sampai 1997.[3] Setelah pensiun, Fandi memulai karier manajerialnya pada tahun 2000 dengan melatih klub lamanya, SAFFC, sebelum pindah ke Pelita Jaya di Indonesia dan Johor Darul Takzim di Malaysia. Dia juga beberapa kali menjadi asisten pelatih tim nasional dan menjalankan Akademi Fandi Ahmad[4] miliknya sendiri.

Kehebatannya itu membuat Fandi dianggap sebagai legenda nasional di Singapura. Pada tahun 1994, dia dianugerahi Pingat Bakti Masyarakat karena prestasinya, termasuk menjadi pemain sepak bola Singapura pertama yang bermain di Eropa, olahragawan miliuner pertama di Singapura, dan olahragawan Singapura pertama yang memiliki biografi yang diterbitkan.[5] Dia memiliki lima anak dengan istrinya, model Afrika Selatan Wendy Jacobs,[6] dan ayahnya adalah Ahmad Wartam, mantan penjaga gawang nasional. Pada tahun 1999, Fandi menduduki peringkat keenam dalam daftar 50 Atlet Terbesar Abad Ini oleh The Straits Times.[7] Anak-anaknya, terutama Ikhsan, Ilhan,[8] dan Irfan, juga adalah pesepak bola profesional.

Masa Kecil

sunting

Fandi Ahmad tumbuh sebagai anak tengah dari tiga bersaudara, dengan seorang kakak perempuan yang merupakan pelari sprint juara di sekolahnya, dan adik laki-laki. Ayahnya, Ahmad Wartam, mantan penjaga gawang tim nasional Singapura pada tahun 1960-an, telah menanamkan cinta pada olahraga kepada anak-anaknya. Fandi, terinspirasi oleh ayahnya, bermimpi menjadi pemain sepak bola nasional.[9]

Saat masih kecil, Fandi dan keluarganya tinggal di rumah dinas pegawai di Woodbridge Hospital, tempat ayahnya bekerja. Untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga, Fandi menjual nasi lemak di lingkungan rumah sakit.[10] Ia bersekolah di Yio Chu Kang Primary School,[butuh rujukan] di mana ia mulai menunjukkan ketertarikan besar pada sepak bola.[11] Meski awalnya enggan, ia berhasil membujuk ayahnya untuk membawanya ke pertandingan dan sesi latihan Piala Malaysia.

Setiap akhir pekan, Fandi, yang berusia sembilan tahun, bergabung dengan anak-anak lain di kampungnya untuk mengikuti sesi latihan yang dipimpin oleh ayahnya. Sesi latihan dimulai dengan lari bersama sebagai tim diikuti oleh latihan sepak bola. Fandi sangat menghargai bagaimana ayahnya selalu menjadi contoh dan pembimbing selama latihan tersebut. Di kampungnya, sekitar 40 anak laki-laki bermain bersama, termasuk beberapa sepupu Fandi yang tinggal bersamanya dan neneknya. Latihan ini perlahan menjadi bagian penting dari perjalanan karier sepak bolanya, memberikan kepercayaan diri karena kepercayaan yang diberikan teman-temannya dan membantunya mengembangkan otot kaki yang berguna untuk kariernya nanti.[12]

Awalnya bermain sebagai penjaga gawang seperti ayahnya, Fandi beralih ke posisi gelandang serang atas saran gurunya saat bermain untuk Yio Chu Kang Primary. Guru tersebut juga merekomendasikan Fandi dan empat rekan satu timnya untuk bergabung dengan Milo Soccer Scheme, program untuk pemain sepak bola muda yang berbakat, tetapi aplikasi pertamanya tidak berhasil. Situasi keluarganya berubah ketika orang tuanya bercerai saat ia berusia 12 tahun, dan ia pindah untuk tinggal dengan kakek neneknya di sebuah kampong di Jalan Eunos.

Fandi melanjutkan pendidikannya di Serangoon Gardens Secondary School dan berlatih dengan Kaki Bukit Constituency Sports Club. Dengan dorongan dari pelatih klub, Rahim Yati, Fandi mencoba lagi untuk Milo Soccer Scheme dan kali ini ia diterima. Dia terus melanjutkan studinya di Singapore Vocational Institute, di mana ia berhasil mendapatkan kualifikasi National Trade Certificate 3 pada tahun 1979. Dengan dedikasi dan dukungan dari keluarganya serta mentor-mentornya, Fandi terus mewujudkan mimpinya untuk menjadi seorang pemain sepak bola profesional.

Karier

sunting

Pemain sepak bola profesional (1982โ€“1999)

sunting

Klub sepak bola NIAC Mitra (1982โ€“1983)

sunting

Pada tahun 1982, Fandi Ahmad menjadi pemain sepak bola profesional dengan bergabung dengan NIAC Mitra yang merupakan sebuah klub sepak bola di Indonesia.[13] Fandi Ahmad menjadi salah satu pemain asing asal Singapura yang dikontrak oleh NIAC Mitra untuk mengikuti kompetisi ketiga dari Divisi I Galatama yang dimulai pada tanggal 28 Agustus 1982.[14] Ia bergabung dengan NIAC Mitra selama satu tahun dan mengikuti kompetisi sepak bola di Indonesia.[15] Fandi Ahmad bersama dengan pemain lainnya berhasil menjadikan NIAC Mitra sebagai juara kompetisi Divisi I Galatama. NIAC Mitra menempati peringkat pertama dalam klasemen akhir kompetisi Divisi I Galatama dengan hasil sebanyak 18 kali kemenangan, 6 kali seri dan 4 kali kekalahan.[16]

Klub sepak bola FC Groningen (1983โ€“1985)

sunting

Pada tanggal 1 Juli 1983, Fandi Ahmad menandatangani kontrak sebagai pemain sepak bola untuk sebuah klub sepak bola di Belanda yaitu FC Groningen.[15][17] Ia menandatangani kontrak untuk bermain selama dua tahun untuk FC Groningen.[17] Fandi Ahmad bergabung ketika FC Groningen telah menempati urutan keempat dalam klasemen akhir pada kompetisi Eredivisie dan memperoleh jatah untuk bertanding dalam Piala UEFA 1983.[18] Dalam pertandingan-pertandingan Piala UEFA 1983, FAndi Ahmad bermain sebagai penyerang bagi FC Groningen dan menjadikannya sebagai pemain sepak bola asal Singapura yang pertama kali berkompetisi pada Piala UEFA.[18][17] Pada pertandingan melawan Inter Milan dalam Piala UEFA 1983, Fandi Ahmad berhasil mencetak satu gol yang memenangkan FC Groningen atas Inter Milan dengan skor 2-0.[19] Keberhasilan mencetak gol dalam pertandingan Piala UEFA 1983 menjadikan Fandi Ahmad sebagai pemain sepak bola asal Singapura yang pertama kali mencetak gol pada Piala UEFA.[19][17]

Klub sepak bola di Malaysia dan Singapura

sunting

Pelatih klub dan tim sepak bola (1999โ€“Sekarang)

sunting

Referensi

sunting

Catatan kaki

sunting
  1. ^ "A new beginning for our Young Lions". The Strait Times. Jan 03, 2018. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  2. ^ Samachar, Asia (September 14, 2018). "Wrong 'turban' remark gets Fandi Ahmad in a big bind". https://asiasamachar.com/2018/09/14/wrong-turban-remark-gets-fandi-ahmad-in-a-big-bind/. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  3. ^ "FAS launches FAS Captains' Advisory Panel". Fas. Thu, 19 Nov 2009. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  4. ^ https://f17academy.com/about-us
  5. ^ Lee, David (May 29, 2022). "Football: Fandi launches biography, sharing tales of honour and sacrifice". The Strait Times. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  6. ^ Tan, Benji (23 July 2024). "Wendy Jacobs celebrates 50th birthday by surprising mum in South Africa: 'Best present I can have'". The Strait Times. Diakses tanggal 23 Februari 2025.
  7. ^ https://eresources.nlb.gov.sg/newspapers/digitised/article/straitstimes19991219-1.2.64.5.3
  8. ^ https://www.transfermarkt.co.id/ilhan-fandi/profil/spieler/705517
  9. ^ "Fandi Ahmad Singapre Soccer Icon". Silver Streak. 10 Feb 2025. Diakses tanggal 24 Februari 2025.
  10. ^ Raymond, Jose (27 June 2007). "A superstar's sacred ground". eresources. Diakses tanggal 24 Februari 2025.
  11. ^ "FANDI bin Ahmad (Fandi Ahmad) Community-Driven Oral History Project, Accession Number 004461". National archives of Singapore. 16 Sep 2019. Diakses tanggal 24 Februari 2025.
  12. ^ "Fandi Ahmad Soccer Icon". Silver Streak. 10 Feb 2025. Diakses tanggal 24 Februari 2025.
  13. ^ Pereira, Reynold Godwin (2023). Uncle Choo: Singapore's Greatest Football Coach (dalam bahasa Inggris). Singapura: World Scientific Publishing Company. hlm.ย 158. ISBNย 978-981-12-6849-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  14. ^ Prasetyo 2020, hlm.ย 58.
  15. ^ a b Cheong, S-W, Durai, J., dan Chew, C. (2015). Choy, A., dan Han, F. K. (ed.). Living the Singapore Story: Celebrating Our 50 Years, 1965-2015 (dalam bahasa Inggris). Singapura: Dewan Perpustakaan Nasional Singapura. hlm.ย 89. ISBNย 978-981-434-299-5. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  16. ^ Prasetyo 2020, hlm.ย 59.
  17. ^ a b c d Rasheed, Z. A., dan Saat, N., ed. (2016). Majulah!: 50 Years Of Malay/muslim Community In Singapore (dalam bahasa Inggris). Singapura: World Scientific Publishing Company. hlm.ย 602. ISBNย 978-981-475-989-2. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: editors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  18. ^ a b Lim, Peter H. L., ed. (2009). "Fandi signs with Dutch Side Groningen". Chronicle of Singapore, 1959-2009: Fifty Years of Headline News (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Editions Didier Millet. hlm.ย 184. ISBNย 978-981-42-1775-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. ^ a b Low, Kar Tiang (2006). Who's who in Singapore, 2006 (dalam bahasa Inggris). Diterbitkan oleh Who's Who Publishing. ISBNย 978-981-40-6202-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

sunting

Bibliografi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar pemain sepak bola keturunan Indonesia

2024-05-22. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) "FANDI bin Ahmad (Fandi Ahmad) โ€“ Oral History Interviews โ€“ Record Details (Accession Number

Ikhsan Fandi

Ikhsan bin Fandi Ahmad (lahir 9 April 1999) adalah pemain sepakbola profesional yang bermain untuk BG Pathum United dan juga tim nasional sepak bola Singapura

Fandi Achmad

dari asli tanggal 2016-06-17. Diakses tanggal 2016-06-05. "Loyalitas Fandi Ahmad untuk PBFC". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-08-06. Diakses tanggal

Irfan Fandi

Irfan Fandi Ahmad (lahir 13 Agustus 1997) adalah pemain sepak bola Singapura. Ia dapat bermain pada beberapa posisi, termasuk bek, gelandang, maupun penyerang

Liga Sepak Bola Utama

Salah satu pemain asing yang terkenal di kompetisi Galatama adalah Fandi Ahmad (Singapura) yang memperkuat NIAC Mitra. Ia berhasil mengantarkan klubnya

Warriors FC

pindah ke kandang mereka saat ini Stadion Choa Chu Kang pada tahun 2001. Fandi Ahmad Aleksandar ฤuriฤ‡ Greg Nwokolo Ketua: Lam Shiu Tong Wakil Ketua: Mohamad

Tim nasional sepak bola Singapura

Sundramoorthy (2013) Bernd Stange (2013โ€“2016) V. Sundramoorthy (2016โ€“2018) Fandi Ahmad (2018) Nazri Nasir (2019) Tatsuma Yoshida (2019โ€“kini) Singapura tidak

Dukungan dalam pemilihan umum Presiden Indonesia 2024

HeadlineKaltim.co. Samarinda. 5 Februari 2024. Diakses tanggal 17 Maret 2024. Fandi Achmad, ed. (28 November 2023). "Sachrudin Pimpin Tim Kampanye Prabowo-Gibran