NIAC Mitra Surabaya
Nama lengkapNew International Amusement Center Mitra Surabaya
Berdiri
  • Agustusย 14, 1978; 47 tahun laluย (1978-08-14) (sebagai Niac Mitra)
  • Septemberย 24, 1990; 35 tahun laluย (1990-09-24) (sebagai Mitra Surabaya)
StadionGelora 10 November, Surabaya
PemilikIndonesia Agustinus Wenas
LigaGalatama
Kelompok suporterTorsedor

NIAC Mitra singkatan dari New International Amusement Center Mitra adalah klub sepak bola semi profesional yang pernah berdiri di Surabaya, Jawa Timur.

Sejarah

sunting

Sejarah berdirinya klub NIAC Mitra berawal dari sebuah perkumpulan atau kesebelasan sepak bola yang pemainnya adalah merupakan para karyawan-karyawan dari sebuah perusahaan milik pengusaha Agustinus Wenas di kota Surabaya dan kesebelasan itu diberi nama Mentos Surabaya sesuai dengan nama kantor di mana para karyawan tersebut bekerja.[1] Kemudian perkumpulan ini didaftarkan sebagai anggota klub internal Persebaya Surabaya dengan nama PS Mitra demi menuju ke jenjang yang lebih profesional.[2]

Ketika menjadi anggota klub internal Persebaya, PS Mitra mampu meraih beberapa prestasi antara lain juara kelas II Persebaya 1975-1977, juara kompetisi PUKS (Persatuan Unit Karyawan Surabaya) 1978-1979 dan juara kelas I Persebaya 1977-1978.[3] Setelah melihat prestasi PS Mitra yang semakin baik, pemilik PS Mitra, Agustinus Wenas secara resmi mendirikan klub baru yang lebih profesional sebagai pengganti klub PS Mitra pada tanggal 14 Agustus 1978 dengan nama New International Amusement Center Mitra atau disingkat NIAC Mitra. Klub baru ini kemudian mengikuti kompetisi Galatama edisi perdana yang baru dibentuk oleh PSSI pada tahun 1979.[4][5]

Pada tahun 1990.[6] Setelah dibubarkan, NIAC Mitra kemudian mengganti nama menjadi Mitra Surabaya dan tetap mengikuti kompetisi mulai dari Galatama hingga era Liga Indonesia sampai pada tahun 1999, pada tahun yang sama Mitra Surabaya mulai mengalami kemunduran sehingga terdegradasi ke Divisi I (sekarang Liga 2). Ketika terdegradasi pada tahun 1999, Mitra Surabaya dibeli oleh Sulaiman HB, seorang pengusaha yang juga merupakan pemilik klub sepak bola Barito Putra dari Banjarmasin. Setelah berganti kepemilikan Mitra Surabaya kemudian mengganti nama menjadi Mitra Kalteng Putra dan berpindah markas ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah.[7] Pada tahun 2003, Mitra Kalteng Putra mengalami kesulitan keuangan hingga klub ini kembali dijual dan dibeli oleh pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan sekaligus mengganti namanya menjadi Mitra Kutai Kartanegara dan bermarkas di Tenggarong, Kutai Kartanegara.[7]

Mantan pemain terkenal

sunting
Negara Nama pemain Tahun
Singapura Fandi Ahmad 1982โ€“1983
Indonesia Rae Bawa
Indonesia Harry PW 1980โ€“1988
Indonesia I Wayan Diana

Prestasi

sunting
Nasional
Kompetisi Titel Musim
Liga Sepak Bola Utama 3 1980โ€“1982, 1982โ€“1983, 1987โ€“1988
Internasional
Kompetisi Titel Musim
Piala Emas Aga Khan 1 1979[8]

Referensi

sunting
  1. ^ Saksono 2015, hlm.ย 2-3.
  2. ^ Saksono 2015, hlm.ย 3-4.
  3. ^ Saksono 2015, hlm.ย 3.
  4. ^ Destiawan 2010.
  5. ^ Saksono 2015, hlm.ย 15.
  6. ^ Riyantama, Rauhanda (24/06/2020). "Sejarah Kejayaan NIAC MItra, Klub Asal Surabaya yang Mengalahkan Arsenal". Suara.com. Diakses tanggal 04/03/2021.
  7. ^ a b "Profil Mitra Kukar". Website resmi Mitra Kukar. Diakses tanggal 04/03/2021.
  8. ^ "Cerita Legendaris Klub Sepak Bola Surabaya". surabayastory.com. 20/09/2018. Diakses tanggal 04/03/2021.

Daftar pustaka

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

PS Mitra Kukar

adalah klub NIAC Mitra asal kota Surabaya yang kemudian dikenal pula dengan sebutan Mitra Surabaya. Pada Tanggal 16 Juni 1983, NIAC Mitra berkesempatan

Liga Sepak Bola Utama

di kompetisi Galatama adalah Fandi Ahmad (Singapura) yang memperkuat NIAC Mitra. Ia berhasil mengantarkan klubnya menjuarai Galatama sehingga memperoleh

Daftar juara sepak bola Indonesia

Hadi Ismanto (Indonesia Muda, 22) Endang Witarsa 1980โ€“82 Niac Mitra Syamsul Arifin (Niac Mitra, 30) Muhammad Basri 1982โ€“83 UMS 80 Dede Sulaeman (Indonesia

Fandi Ahmad

Sepatu Emas pada tahun 1988. Selain itu, Fandi juga pernah bermain untuk Niac Mitra di Indonesia, Groningen di Belanda, dan klub-klub Singapura seperti Geylang

Liga Champions Elit AFC

kualifikasi dengan 4 poin / tidak lolos ke babak grup(7 besar)) 1988-89ย : Niac Mitra (peringkat 3 grup 5 babak kualifikasi dengan 4 poin / tidak lolos ke babak

Mitra Surabaya FC

(sekolah sepak bola). Klub Mitra Surabaya FC didirikan dan dilatih oleh para mantan pemain klub era Galatama yaitu klub NIAC Mitra/Mitra Surabaya yang telah

M. Basri

ke NIAC Mitra. Tampaknya Basri juga ingin menjajal kerasnya Kompetisi Galatama. Lagi-lagi keampuhan racikan Basri terbukti. Tiga kali Niac Mitra dibawa

Deltras FC

main di Surabaya atau sekitarnya. Sebab, di sini sudah ada Persebaya dan Niac Mitra yang sama-sama besar. Soepangat (MC Gelora 10 November) lantas mengabarkan