Tradisi Fanten adalah tradisi keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat Fagogoru seperti di Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Tradisi ini bertujuan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Secara harfiah, "fanten" berarti saling memberi, yang tercermin dalam tradisi ini dengan kegiatan dzikir semalam suntuk, bershalawat, dan saling melayani antar sesama untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama muslim).[1]

Pelaksanaan Fanten

sunting

Budaya Fante, menjadi tradisi yang selalu dilaksanakan oleh Masyarakat di Desa Bilifitu dan Desa Santosa Kecamatan Patani Utara, di Setiap Momentum Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sepertinya Pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dari Tahun Ke Tahun, dimana Adat Istiadat Fanten Selalu dilaksanakan oleh Masyarakat Desa Bilifitu dan Desa Santosa Selalu Bersamaan. Lewat lantunan Ayat Al-Quran, berjanji dan pukulan Arbana mempererat hubungan Silaturahmi sesama Muslim.[1]

Fanten adalah kegiatan zikir semalam suntuk yang dilakaukan masyarakat untuk merayakan hari lahir Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini sebagai bentuk ucapan syukur yang telah mereka lakukan. Dalam perayaan Fanten, masyarakat secara bergantian memberi, membagikan dan menyajikan makanan kepada mereka yang melakukan zikir. Namun, makanan itu tetap untuk disantap secara bersama-sama.[2]

Masyarakat kemudian memaknai Fanten sebagai sebuah perayaan yang bermakna saling memberi tanpa pamrih. Tujuannya, untuk memupuk rasa persaudaraan antara sesama masyarakat Gam Range atau tiga negeri. Ketiga negeri yang dimaksud adalah daerah Weda, Patani, dan Maba. Fanten juga dipadukan dengan atraksi atrak budaya lain. Seperti tarian cokaiba lalayon. Acara diawali dengan memiyen atau wao yang bertepatan dengan bulan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.[2]

Makna Fanten

sunting

Tradisi Fanten bertujuan untuk mempererat Silaturahmi serta solidaritas sosial antar umat beragama dan menghargai nilai-nilai yang berkembang dalam masyarakat dengan meneguhkan sikap terbuka kepada semua pihak. Untuk hidup dan berkembang dengan mewujudkan masyarakat yang Berbudi re bahasa, Ngaku re Rasai, Sopan Re Hormat, Mitat Re Mimoi.[3] Dalam upaya menjaga kelestarian Fanten. Pemerintah Halmahera Tengah, Maluku Utara akan membiayai kegiatan tradisi Fanten yang merupakan dalam perlindungan budaya nasional.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ a b "Budaya Fante Patani Utara di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW - Terbitmalut.com". 2024-09-26. Diakses tanggal 2025-11-20.
  2. ^ a b tomi. "Religi Fanten Ramaikan Halmahera Tengah - Krjogja". Religi Fanten Ramaikan Halmahera Tengah - Krjogja. Diakses tanggal 2025-11-20.
  3. ^ "Budaya Fante Patani Utara di Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW - Terbitmalut.com". 2024-09-26. Diakses tanggal 2025-11-20.
  4. ^ "InfoPublik - Tahun Depan, Tradisi Fanten Didanai Pemda Halmahera Tengah". infopublik.id. Diakses tanggal 2025-11-20.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Jean de La Fontaine

Jean de La Fontaine (UK /ˌlæ fɒnˈtɛn, -ˈteɪn/, US /ˌlɑː fɒnˈteɪn, lə -, ˌlɑː foʊnˈtɛn/, bahasa Prancis: [ʒɑ̃ d(ə) la fɔ̃tɛn]; 8 Juli 1621 – 13 April 1695)

Daftar Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Sopik Adat istiadat, ritus, dan perayaan 202201678 Fasugal 202301944 2023 Fanten 202301945 Tari Kene-Kene Seni pertunjukan 202301946 Waraka Gamrange Pengetahuan

Piala Konfederasi FIFA 2009

Afrika Selatan  0–0  Irak Thembinkosi Fanteni  2' MacBeth Sibaya  81' (Laporan) Nashat Akram  74'