Zikir[1] (bentuk tidak baku dzikir[2] dan dikir[3]) (bahasa Arab: ูฑู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑ, translit.ย al-ลผikr) adalah sadar diri kepada Allah yang dilakukan seseorang dalam setiap keadaan.[1] Zikir juga merupakan sebuah aktivitas ibadah dalam umat Muslim untuk sadar diri kepada Allah. Di antaranya dengan menyebut dan memuji nama Allah, dan zikir adalah satu kewajiban yang tercantum dalam al-Qur'an.[4] Bacaan zikir yang paling utama adalah kalimat "Laa Ilaaha Illallaah", sedangkan doa yang paling utama adalah "Alhamdulillah".[5] Seseorang yang melakukan zikir disebut dzaakir (ุฐุงูƒุฑ).

Etimologi

sunting

Secara bahasa zikir memiliki arti "menyebut", "mengingat" atau "berdoa", kata zikir juga berarti memori, pengajian. Dalam bahasa agama Islam zikir sering didefinisikan dengan menyebut atau mengingat Allah dengan lisan melalui kalimat-kalimat thayyibah.

Manfaat Zikir

sunting

Zikir diibaratkan sebagai benteng dari perilaku-perilaku buruk seseorang. Jika seseorang hendak tergerak hatinya untuk melakukan keburukan, zikirlah yang akan menyadarkan jiwa seseorang, mengingatkan bahwa apa yang akan dilakukan tersebut adalah hal yang salah.

Secara fisik zikir juga akan memberi manfaat kesehatan. Jiwa yang tenang akan membuat tekanan darah stabil dan emosi yang terkontrol. Pancaran wajah para ahli zikir juga terlihat lebih cerah ketimbang mereka yang tidak suka berzikir.[6]

Jenis zikir

sunting

Pertama

sunting

Zikir pertama adalah dengan mengingat nama dan sifat Allah serta memuji, mensucikan Allah dari sesuatu yang tidak layak bagi-Nya.

  • Sekadar menyanjung Allah seperti mengucapkan โ€œsubhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbarโ€, โ€œsubhanallah wa bihamdihโ€, โ€œlaa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa โ€˜ala kulli syai-in qodiirโ€.
  • Menyebut konsekuensi dari nama dan sifat Allah atau sekadar menceritakan tentang Allah. Contohnya adalah seperti mengatakan, โ€œAllah Maha Mendengar segala yang diucapkan hamba-Nyaโ€, โ€œAllah Maha Melihat segala gerakan hamba-Nya, โ€œtidak mungkin perbuatan hamba yang samar dari penglihatan Allahโ€, โ€œAllah Maha menyayangi hamba-Nyaโ€, โ€œAllah kuasa atas segala sesuatuโ€, โ€œAllah sangat bahagia dengan taubat hamba-Nya.โ€

Kedua

sunting

Zikir kedua dengan mengingat perintah, larangan dan hukum Allah. Zikir jenis ini ada dua macam:

  • Mengingat perintah dan larangan Allah, apa yang Allah cintai dan apa yang Allah murkai.
  • Mengingat perintah Allah lantas segera menjalankannya dan mengingat larangan-Nya lantas segera menjauh darinya.

Ketiga

sunting

Zikir ketiga adalah dengan mengingat berbagai nikmat dan kebaikan yang Allah beri.

Teknis berzikir

sunting
Bertasbih yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad yaitu menggunakan jari kanan atau ruas-ruas jari kanan, yang diyakini pada hari kiamat nanti jari jemari akan bersaksi dihadapan Allah.[7]

Teknis berzikir dengan tasbih yang dilakukan oleh Nabi Muhammad adalah menghitung dengan jari kanan atau ruas-ruas jari kanan,[7][8][9][10] dan bukan dengan bantuan media, seperti kerikil, biji-bijian ataupun dengan biji tasbih. Karena menurut hadis menyebutkan bahwa ada keutamaan berzikir ketika menggunakan ruas-ruas jari, keutamaannya adalah ketika pada hari kiamat jari jemari akan diminta kesaksiannya dihadapan Allah.[7]

Dikalangan umat Muslim sebagian adapula yang menggunakan media penghitung zikir, seperti tasbih atau alat penghitung (counter), dikarenakan lebih utama dan mudah menurut sebagian ulama.[11]

Imam Muhammad Abdurrauf Al Munawi menjelaskan dalam kitab "Faidhul Qadir Syarh Al Jamiโ€™ Ash Shaghir", ketika menerangkan hadis Yusairah: Hadis ini merupakan dasar terhadap sunahnya subhah (untaian biji tasbih) yang sudah dikenal. Hal itu dikenal pada masa sahabat, Abdullah bin Ahmad telah meriwayatkan bahwa Abu Hurairah memiliki benang yang memiliki seribu himpunan, dia tidaklah tidur sampai dia bertasbih dengannya.

Dalam riwayat Ad-Dailami: โ€œSebaik-baiknya dzikir adalah subhah,โ€ tetapi muโ€™allif (Imam As-Suyuthi) mengutip dari sebagian ulama belakangan, Al Jalal Al Bulqini, dari sebagian mereka bahwa menghitung tasbih dengan jari jemari adalah lebih utama sesuai zhahir hadis.[12]

Berzikir setelah salat

sunting
  • Salat sunnah
    • Istighfar 3 kali: Astaghfirullah
    • Allahumma antas salฤm wa minkas salฤm tabฤrakta yaa ลผal jalฤl wal ikrฤm.[13]
  • Salat wajib (fardhu)
    • Istighfar 3 kali: Astaghfirullah,
    • Lฤ ilaha illallah wahdahu lฤ syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa โ€˜ala kulli syai-in qadฤซr. Allahumma lฤ mฤniโ€™a lima aโ€™แนญaita wa lฤ muโ€™แนญiya limฤ manaโ€™ta wa laa yanfau ลผal jaddi minkal jaddu.[14]
    • Tasbih 33 kali Subhanallah (ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู),
    • Tahmid 33 kali Alhamdulillah (ูฑู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ูฐู‡ู),
    • Takbir 33 kali Allahu-akbar (ูฑู„ู„ูŽู‘ูฐู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู),
    • Lฤ ilaha illallahu wahdahu lฤ syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa โ€˜ala kulli syai-in qadฤซr.[15][16]
    • Membaca ayat Kursi;[17]
    • Membaca surah Al-Muโ€™awwidzat, yaitu Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.[18]
  • Salat Maghrib dan Subuh
    • Lฤ ilaha illallah wahdahu laa syarika lah. Lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiit wa huwa โ€˜ala kulli syai-in qodฤซr. [19]
  • Salat Subuh
    • Allahumma inni as-aluka โ€˜ilman nฤfiโ€™a, wa rizqan แนญayyiba, wa โ€˜amalan mutaqabbala.[20]

Bertasbih, bertahmid dan bertakbir dengan jumlah lain

sunting

Terdapat pula kisah yang menyatakan bahwa berzikir dengan jumlah lain telah pula dilakukan oleh Muhammad, seperti jumlah tasbih 33 kali, tahmid 33 kali dan takbir 34 kali,[21] atau dengan cara โ€œsubhanallah, walhamdulillah, wallahu-akbarโ€ sekaligus sebanyak 33 kali.[22] Kemudian bisa pula tasbih, tahmid, takbir dilakukan dengan bilangan 10 kali,[23] 11 kali,[24] dan 25 kali.[25]


Referensi

sunting
  1. ^ a b "Arti kata zikir". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 26 Juli 2020.
  2. ^ "Arti kata dzikir". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 26 Juli 2020.
  3. ^ "Arti kata dikir". Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud. KBBI Daring. Diakses tanggal 26 Juli 2020.
  4. ^ "Hai orang-orang yang beriman, sadar dirilah kepada Allah, dengan kesadaran yang sebanyak-banyaknya." (Al Ahzab 33:41).
  5. ^ Rasulullah ๏ทบ mengajarkan doa berikut ini, ุนู† ุฌูŽุงุจูุฑ ุจู’ู†ูŽ ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: (( ุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุฐูู‘ูƒู’ุฑู ู„ุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽูู’ุถูŽู„ู ุงู„ุฏูู‘ุนูŽุงุกู: ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ูŽู‘ู‡ู )) Dari Jabir bin Abdullah berkata, โ€œSaya mendengar rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œDzikir yang paling utama adalah Laa Ilaaha Illallahu dan doa yang paling utama adalah Al-hamdu Lillah.โ€ (HR. Tirmidzi no. 3305, Ibnu Majah no. 3790, Ibnu Hibban, dan al-Hakim. Al-Hakim menshahihkannya, sedangkan syaikh Al-Albani menghasankannya dalam Shahih Sunan Tirmidzi no. 2692).
  6. ^ admin (2022-03-17). "Macam Macam Zikir dan Pengertiannya - Terbaru Online" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2023-01-13.
  7. ^ a b c Yusairah, dia mengatakan, Rasulullah ๏ทบ berpesan kepada kami (para sahabat wanita), ูŠูŽุง ู†ูุณูŽุงุกูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽูŠู†ูŽุŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู†ูŽู‘ ุจูุงู„ุชูŽู‘ู‡ู’ู„ููŠู„ู ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ุณู’ุจููŠุญู ูˆูŽุงู„ุชูŽู‘ู‚ู’ุฏููŠุณูุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุบู’ููู„ู’ู†ูŽ ููŽุชูŽู†ู’ุณูŽูŠู’ู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉูŽุŒ ูˆูŽุงุนู’ู‚ูุฏู’ู†ูŽ ุจูุงู„ู’ุฃูŽู†ูŽุงู…ูู„ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ูŽุงุชูŒ ู…ูุณู’ุชูŽู†ู’ุทูŽู‚ูŽุงุชูŒ โ€œWahai para wanita mukminah, kalian harus rajin bertasbih, bertahlil, mensucikan nama Allah. Janganlah kalian lalai, sehingga melupakan rahmat. Hitunglah dengan jari-jari kalian, karena semua jari itu akan ditanya dan diminta untuk bicara.โ€ (HR. Ahmad 27089, Abu Daud 1501, Turmudzi 3583, dan sanadnya dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth dan Al-Albani).
  8. ^ Dari Abdullah bin Amr bin Ash, dia menceritakan, ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุนู’ู‚ูุฏูู‡ูู†ูŽู‘ ุจููŠูŽุฏูู‡ู โ€œSaya melihat, rasulullah ๏ทบ menghitung dzikir dia dengan tangannya.โ€ (HR. Ahmad 6498 dan dinilai hasan oleh Syuaib Al-Arnauth).
  9. ^ Abdullah bin Umar, dia berkata: ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ูŠูŽุนู’ู‚ูุฏู ุงู„ุชูŽู‘ุณู’ุจููŠุญูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ู‚ูุฏูŽุงู…ูŽุฉูŽ ุจููŠูŽู…ููŠู†ูู‡ู. "Saya melihat rasulullah ๏ทบ menghitung tasbih (dzikirnya); Ibnu Qudamah mengatakan dengan tangan kanannya". (Hadits riwayat Abu Dawud, Bab Tasbih bil hasha, no. 1502).
  10. ^ Abdullah bin Umar berkata: โ€œSaya melihat nabi bertasbih dengan (jari-jari) tangan kanannya.โ€ (Hadits riwayat Abu Dawud (2/81), At-Tarmidzi (5/521), dan lihat โ€˜โ€™Shahih al-Jami`โ€™โ€™ (4/271, no. 4865).
  11. ^ Ibnu Nujaim Al-Hanafi dalam kitab Al-Bahri Ar-Raaiq terhadap hadits tentang berdzikir dengan biji-biji tasbih berkomentar: "Nabi tidak melarangnya. Dia hanyalah menunjukkan cara yang lebih mudah dan utama, seandainya makruh tentu dia akan menjelaskan hal itu kepada wanita tersebut. Dari kandungan hadits ini, dapat kita pahami bahwa subhah (biji tasbih) tidak lebih dari kumpulan bijian yang dirangkai dengan benang. Masalah seperti ini tidak berdampak pada pelarangan. Maka, bukan pula kesalahan jika ikut menggunakannya sebagaimana sekelompok kaum sufi yang baik dan selain mereka. Kecuali jika di dalamnya tercampur muatan riya dan sumโ€™ah, tetapi kami tidak membahas hal ini." (Ibnu โ€˜Abidin, Raddul Muhtar, Juz 5 hal. 54).
  12. ^ Faidhul Qadir, Juz 4 hal. 468. Cet. Ke-1, 1415H-1994M. Darul Kutub Al โ€˜Ilmiyah, Beirut .
  13. ^ Hadits dari Tsauban, dia menceritakan dzikir yang dibaca nabi ๏ทบ seusai shalat, ูƒูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽุŒ ุฅูุฐูŽุง ุงู†ู’ุตูŽุฑูŽููŽ ู…ูู†ู’ ุตูŽู„ูŽุงุชูู‡ู ุงุณู’ุชูŽุบู’ููŽุฑูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ยซุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ู ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ุฐูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅููƒู’ุฑูŽุงู…ูยป Rasulullah ๏ทบ setiap selesai shalat, dia membaca istighfar 3 kali, kemudian membaca, ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ู ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒู’ุชูŽ ูŠูŽุง ุฐูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅููƒู’ุฑูŽุงู…ู Allahumma antas salaam wa minkas salaam tabaarokta yaa dzal jalaal wal ikroom. โ€œYa Allah, Engkau Mahasejahtera, dan dari-Mu kesejahteraan. Mahaberkah Engkau, wahai Rabb pemilik keagungan dan kemuliaan.โ€ (HR. Muslim no. 591 (135), Nasai 1337 dan 3/68-69, Ahmad 5/275, 279, Abu Daud no. 1513, Ibnu Khuzaimah no. 737, ad-Darimi 1/311 dan Ibnu Majah no. 928).
  14. ^ โ€œTidak ada sembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian. Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang mampu mencegah sesuatu yang telah Engkau berikan dan tidak ada yang mampu memberi sesuatu yang Engkau cegah. Tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya untuk (menebus) siksaan-Mu.โ€ (Sahih; H.R. Bukhari, no. 6862; Muslim, no. 593; An-Nasaโ€™i, no. 1341).
  15. ^ Abu Hurairah, dimana rasulullah ๏ทบ bersabda, ู…ูŽู†ู’ ุณูŽุจูŽู‘ุญูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูููŠ ุฏูุจูุฑู ูƒูู„ูู‘ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ูˆูŽุญูŽู…ูุฏูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ูˆูŽูƒูŽุจูŽู‘ุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ูˆูŽุซูŽู„ูŽุงุซููŠู†ูŽ ููŽุชู’ู„ููƒูŽ ุชูุณู’ุนูŽุฉูŒ ูˆูŽุชูุณู’ุนููˆู†ูŽ ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽู…ูŽุงู…ูŽ ุงู„ู’ู…ูุงุฆูŽุฉู ู„ูŽุง ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ูŽุง ุดูŽุฑููŠูƒูŽ ู„ูŽู‡ู ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูู„ู’ูƒู ูˆูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูˆูŽู‡ููˆูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ ุบูููุฑูŽุชู’ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ู…ูุซู’ู„ูŽ ุฒูŽุจูŽุฏู ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุฑู โ€œBarang siapa yang bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 33x setelah melaksanakan shalat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul mulku walalhul hamdu wahuwa โ€˜ala kulli syai-in qodiir, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.โ€ (HR. Muslim no. 597).
  16. ^ Rasulullah ๏ทบ bersabda, ุฃูู„ุง ุฃุนู„ู…ูƒู… ุดูŠุฆุง ุชุฏุฑูƒูˆู† ุจู‡ ู…ู† ุณุจู‚ูƒู… ูˆุชุณุจู‚ูˆู† ุจู‡ ู…ู† ุจุนุฏูƒู… ูˆู„ุง ูŠูƒูˆู† ุฃุญุฏ ุฃูุถู„ ู…ู†ูƒู… ุฅู„ุง ู…ู† ุตู†ุน ู…ุซู„ ู…ุง ุตู†ุนุชู… ู‚ุงู„ูˆุง ุจู„ู‰ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„ ุชุณุจุญูˆู† ูˆุชุญู…ุฏูˆู† ูˆุชูƒุจุฑูˆู† ุฎู„ู ูƒู„ ุตู„ุงุฉ ุซู„ุงุซุง ูˆุซู„ุงุซูŠู† โ€œMaukah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?โ€ Mereka (para orang miskin) menjawab: โ€œTentu, ya rasulullahโ€. Rasulullah ๏ทบ kemudian menjelaskan: โ€œKalian bertasbih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33x.โ€ (HR. Bukhari no. 843 dan HR. Muslim no. 595).
  17. ^ Rasulullah ๏ทบ bersabda, ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุฑูŽุฃูŽ ุขูŠูŽุฉูŽ ุงู„ู’ูƒูุฑู’ุณููŠ ุฏูุจูุฑูŽ ูƒูู„ูู‘ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ู…ูŽูƒู’ุชููˆู’ุจูŽุฉู ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุฏูุฎููˆู’ู„ู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฅูู„ุงูŽู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููˆู’ุชูŽ โ€œBarang siapa yang membaca Ayat Kursi setiap selesai menunaikan shalat fardhu (wajib), maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga selain kematian.โ€ (Sahih; H.R. Ath-Thabrani dalam Al-Muโ€™jamul Kabir, no. 7532, Al-Jamiโ€™ush Shaghir wa Ziyadatuhu, no. 11410).
  18. ^ Uqbah bin Amir radhiallahu โ€˜anhu berkata, ุฃูŽู…ูŽุฑูŽู†ููŠ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุฃูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูุนูŽูˆูู‘ุฐูŽุงุชู ุฏูุจูุฑูŽ ูƒูู„ูู‘ ุตูŽู„ูŽุงุฉู โ€œRasulullah ๏ทบ memerintahkanku agar membaca surat Al-Muโ€™awwidzat (Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas) setiap selesai menunaikan shalat.โ€ (Sahih; H.R. Abu Daud, no. 1523; Shahih Sunan Abi Daud, no. 1348).
  19. ^ Dari Abu Dzar. Nabi ๏ทบ bersabda: โ€œBarangsiapa setelah solat Maghrib dan Subuh membaca:... Allah akan menulis setiap sekali dengan 10 kebaikan, dihapus 10 keburukan, diangkat 10 derajat, dan Allah melindunginya dari setiap keburukan, dan Allah melindunginya dari gangguan setan yang terkutuk.โ€ HR. Ahmad 4/227, 5/420 dan at-Timirdzi no. 3474.
  20. ^ HR. Ibnu Majah (no. 925), Shahih Ibnu Majah (1/152, no. 753), dan Ibnus Sunni dalam โ€˜Amalul Yaum wal Lailah (no. 54, 110), dari Ummu Salamah.
  21. ^ Rasulullah ๏ทบ bersabda, ู…ุนู‚ุจุงุช ู„ุง ูŠุฎูŠุจ ู‚ุงุฆู„ู‡ู† ุฃูˆ ูุงุนู„ู‡ู† ุฏุจุฑ ูƒู„ ุตู„ุงุฉ ู…ูƒุชูˆุจุฉ ุซู„ุงุซ ูˆุซู„ุงุซูˆู† ุชุณุจูŠุญุฉ ูˆุซู„ุงุซ ูˆุซู„ุงุซูˆู† ุชุญู…ูŠุฏุฉ ูˆุฃุฑุจุน ูˆุซู„ุงุซูˆู† ุชูƒุจูŠุฑุฉ โ€œAda beberapa amalan penyerta yang barangsiapa mengucapkannya atau melakukannya setelah usai shalat wajib maka dirinya tidak akan merugi, yaitu bertasbih sebanyak 33x, bertahmid sebanyak 33x, dan bertakbir sebanyak 34x.โ€ (HR. Muslim no. 596).
  22. ^ Cara ketiga ini dilandaskan pada sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim yang mengisahkan bagaimana rasulullah menanggapi keluhan orang-orang miskin yang merasa kalah beramal dengan orang-orang kaya karena harta mereka. Rasulullah ๏ทบ bersabda, ุฃูู„ุง ุฃุนู„ู…ูƒู… ุดูŠุฆุง ุชุฏุฑูƒูˆู† ุจู‡ ู…ู† ุณุจู‚ูƒู… ูˆุชุณุจู‚ูˆู† ุจู‡ ู…ู† ุจุนุฏูƒู… ูˆู„ุง ูŠูƒูˆู† ุฃุญุฏ ุฃูุถู„ ู…ู†ูƒู… ุฅู„ุง ู…ู† ุตู†ุน ู…ุซู„ ู…ุง ุตู†ุนุชู… ู‚ุงู„ูˆุง ุจู„ู‰ ูŠุง ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ู‚ุงู„ ุชุณุจุญูˆู† ูˆุชุญู…ุฏูˆู† ูˆุชูƒุจุฑูˆู† ุฎู„ู ูƒู„ ุตู„ุงุฉ ุซู„ุงุซุง ูˆุซู„ุงุซูŠู† โ€œMaukah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan?โ€ Mereka (para orang miskin) menjawab: โ€œtentu, ya rasulullahโ€. Rasulullah ๏ทบ kemudian menjelaskan: โ€œKalian bertasbih, dan bertahmid, dan bertakbir setiap selesai shalat sebanyak 33x.โ€ (HR. Bukhari no. 843 dan HR. Muslim no. 595).
  23. ^ Rasulullah ๏ทบ bersabda, ุฃูŽููŽู„ูŽุง ุฃูุฎู’ุจูุฑููƒูู…ู’ ุจูุฃูŽู…ู’ุฑู ุชูุฏู’ุฑููƒููˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽุชูŽุณู’ุจูู‚ููˆู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฃู’ุชููŠ ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ุจูู…ูุซู’ู„ู ู…ูŽุง ุฌูุฆู’ุชูู…ู’ ุจูู‡ู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ุฌูŽุงุกูŽ ุจูู…ูุซู’ู„ูู‡ู ุชูุณูŽุจูู‘ุญููˆู†ูŽ ูููŠ ุฏูุจูุฑู ูƒูู„ูู‘ ุตูŽู„ูŽุงุฉู ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุชูŽุญู’ู…ูŽุฏููˆู†ูŽ ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุชููƒูŽุจูู‘ุฑููˆู†ูŽ ุนูŽุดู’ุฑู‹ุง โ€œMaukah kalian saya ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian, dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian, serta tidak ada seorang pun yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang kalian lakukan? Yaitu kalian bertasbih sebanyak 10x, bertahmid sebanyak 10x, dan bertakbir sebanyak 10x.โ€ (HR. Bukhari no. 6329).
  24. ^ Hadis yang menjadi landasan cara kelima ini adalah hadis yang sama dengan hadis Muslim no. 595 di atas. Hanya saja pada akhir riwayat tersebut, terdapat tambahan keterangan dari salah seorang periwayatnya yang bernama Suhail. ูˆุฒุงุฏ ููŠ ุงู„ุญุฏูŠุซ ูŠู‚ูˆู„ ุณู‡ูŠู„ ุฅุญุฏู‰ ุนุดุฑุฉ ุฅุญุฏู‰ ุนุดุฑุฉ ูุฌู…ูŠุน ุฐู„ูƒ ูƒู„ู‡ ุซู„ุงุซุฉ ูˆุซู„ุงุซูˆู† โ€œTerdapat tambahan pada hadis tersebut, dimana Suhail berkata: masing-masing (tasbih, tahmid, dan takbir) berjumlah sebelas kali, sehingga total seluruhnya menjadi 33x.โ€ (HR. Muslim no. 595).
  25. ^ Cara keenam ini berdasarkan hadis yang mengisahkan tentang seorang sahabat Anshor yang bermimpi mengenai cara berdzikir yang kemudian disetujui oleh rasulullah ๏ทบ. Dalam mimpi tersebut ada yang berkata, ุณุจุญูˆุง ุฎู…ุณุง ูˆุนุดุฑูŠู† ูˆุงุญู…ุฏูˆุง ุฎู…ุณุง ูˆุนุดุฑูŠู† ูˆูƒุจุฑูˆุง ุฎู…ุณุง ูˆุนุดุฑูŠู† ูˆู‡ู„ู„ูˆุง ุฎู…ุณุง ูˆุนุดุฑูŠู† ูุชู„ูƒ ู…ุงุฆุฉ โ€œBertasbihlah 25x, bertahmidlah 25x, bertakbirlah 25x, dan bertahlillah 25x, maka totalnya menjadi 100x.โ€ Pada pagi harinya, sahabat tersebut mengabarkan tentang mimpinya kepada rasulullah. Lalu rasulullah ๏ทบ pun bersabda, ุงูุนู„ูˆุง ูƒู…ุง ู‚ุงู„ ุงู„ุฃู†ุตุงุฑูŠ โ€œLakukanlah sebagaimana yang dikatakan oleh sahabat Anshor ini.โ€ (HR. An Nasa-i no. 1351).

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tarekat Naqsyabandiyah

karena ketaatannya yang ketat terhadap Syariat (hukum Islam) dan praktik zikir diam yang diadopsi dari para guru Sufi di Asia Tengah pada masa sebelumnya

Shiha Zikir

Nurshiha Binti Mohd Zikir atau lebih dikenal Shiha Zikir adalah seorang penyanyi berkebangsaan Malaysia. Shiha sudah dikenal di Malaysia, tetapi setelah

Zikir Setelah Salat

Zikir Setelah Salat adalah kumpulan bacaan Doa, Zikir, dan Wirid yang dilafadzkan setelah salat wajib (fardhu) yang lima waktu. Bacaan zikir di bawah ini

Zikir Saman

Zikir Saman atau dikenal juga sebagai Zikir Maulud merupakan kesenian tari bertema Islam yang berasal dari Pandeglang, Banten yang masih bertahan sampai

Azhari Zikir

Brigadir Jenderal TNI (Purn.) Azhari Zikir (25 Agustus 1920ย โ€“ย 5 Agustus 1987) merupakan seorang perwira tinggi angkatan darat dari Indonesia. Azhari lahir

Wali Sanga

Yaman. Praktik yang dilakukan secara rutin seperti Majelis Zikir (biasanya dengan membaca zikir atau wirid seperti Wird al-Latif atau Ratib oleh Habib Abdullah

Bacaan dalam salat

yang dituntunkan oleh ajaran Islam. Bacaan-bacaan tersebut berupa doa dan zikir yang lafal-lafalnya berasal dari Nabi Islam Muhammad. Bacaan-bacaan ini

Sekaten

yang melibatkan zikir bersama dan pembacaan syair-syair Maulid. Dalam tradisi Mouloud di Afrika Barat, perayaan tidak hanya berupa zikir dan qasidah, tetapi