Pertemuan spermatozoa dengan sel telur yang mengakibatkan terjadinya pembuahan

Pembuahan (bahasa Belanda: bevruchting) (atau disebut juga fertilisasi, konsepsi, fekundasi, atau singami) adalah peleburan dua gamet yang dapat berupa nukleus atau sel-sel bernukleus untuk membentuk sel tunggal (zigot) atau peleburan nukleus. Biasanya melibatkan penggabungan sitoplasma (plasmogami) dan penyatuan bahan nukleus (kariogami). Dengan meiosis, zigot itu membentuk ciri fundamental dari kebanyakan siklus seksual eukariota, dan pada dasarnya gamet-gamet yang melebur adalah haploid. Bilamana keduanya motil seperti pada tumbuhan, maka fertilisasi itu disebut isogami, bilamana berbeda dalam ukuran tetapi serupa dalam bentuk maka disebut anisogami, bila satu tidak motil (dan biasanya lebih besar) dinamakan oogami. Hal ini merupakan cara khas pada beberapa tumbuhan, hewan, dan sebagian besar jamur. Pada sebagian gimnofita dan semua antofita, gametnya tidak berflagel, dan polen tube terlibat dalam proses fertilisasi.

Jenis

sunting

Pembuahan pada tumbuhan

sunting

Pembuahan pada tumbuhan terjadi pada bunga bersamaan dengan proses penyerbukan. Setelah bunga mengalami pembuahan, wujudnya akan berubah menjadi buah.[1]

Pembuahan pada hewan

sunting
  • Fertilisasi eksternal (khas pada hewan-hewan akuatik): gamet-gametnya dikeluarkan dari dalam tubuhnya sebelum fertilisasi.
  • Fertilisasi internal (khas untuk adaptasi dengan kehidupan di darat): sperma dimasukkan ke dalam daerah reproduksi betina yang kemudian disusul dengan fertilisasi. Setelah pembuahan, telur itu membentuk membran fertilisasi untuk merintangi pemasukan sperma lebih lanjut. Kadang-kadang sel sperma itu diperlukan hanya untuk mengaktivasi telur.

Referensi

sunting
  1. ^ LingkarKata (2019). Wibowo, Joko (ed.). Buku Pintar Tumbuhan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. hlm.ย 12. ISBNย 978-623-00-0134-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat pula

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pembuahan eksternal

Pembuahan eksternal atau fertilisasi eksternal adalah cara reproduksi saat sperma organisme jantan membuahi sel telur organisme betina di luar tubuh betina

Kopulasi (zoologi)

aspek dari perkawinan. Banyak hewan akuatik menggunakan fertilisasi eksternal, sedangkan fertilisasi internal mungkin telah berkembang dari kebutuhan untuk

Sistem reproduksi perempuan

hingga mampu melepaskan ovum yang matang dari ovarium, memfasilitasi fertilisasi, dan menciptakan lingkungan pelindung bagi janin yang sedang berkembang

Sistem reproduksi

makanan. Mekanisme fertilisasi memainkan peranan penting dalam reproduksi seksual. Beberapa spesies melakukan fertilisasi eksternal, dan spesies lain melakukan

Pembuahan internal

fertilisasi eksternal, walaupun keturunan yang dihasilkan melalui fertilisasi internal lebih sedikit. Taksa yang berkembang biak dengan fertilisasi internal

Lancelet

Reproduksi secara seksual, memiliki kelamin terpisah dan mengalami fertilisasi eksternal. Biasanya hidup terkubur di bawah pasir perairan dangkal. Contohnya

Actinopterygii

dibandingkan protogini. Sebagian besar keluarga ikan menggunakan fertilisasi eksternal daripada fertilisasi internal. Dari ovipar teleost, sebagian besar (79%) tidak

Lili laut

bebas Saat larva simetri bilateral, saat dewasa simetri radial Fertilisasi eksternal Merupakan binatang nokturnal Hidup berkoloni Webster's New Universal