Haploid adalah kromosom yang tidak berpasangan.[1]

Dalam biologi, haploid berarti

  1. (N.) individu dengan separuh jumlah genom sel normal (sel somatiknya);
  2. (Adj.) keadaan sel separuh jumlah genom sel normal, biasa dilambangkan dengan x = n.

Sel-sel kelamin (gamet) selalu haploid akibat proses meiosis (pembelahan reduksi) yang mendahului pembentukannya. Individu haploid dapat ditemukan di alam, biasanya karena dihasilkan dari partenogenesis, seperti pada beberapa kutu air dan lebah pekerja. Tumbuhan haploid sangat jarang ditemukan. Individu haploid biasanya tidak mampu bereproduksi secara normal, mandul, atau hanya secara vegetatif.

Individu haploid dapat dibuat dengan melakukan kultur jaringan dari sel-sel gamet. Individu ini biasanya juga mandul. Aplikasi zat tertentu, biasanya kolkisin, dapat menggandakan jumlah genom dan menghasilkan individu dengan jumlah genom normal (dikenal sebagai haploid ganda) sehingga mampu bereproduksi seperti biasa.

Referensi

sunting
  1. ^ Astari, Rika; Triana, Winda (2018). Kamus Kesehatan Indonesia-Arab (PDF). Sleman, Yogyakarta: Trussmedia Grafika. hlm. 161. ISBN 978-602-5747-22-9. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-05-28. Diakses tanggal 2021-12-31. ;

Lihat pula

sunting


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Meiosis

kromosom sel tersebut. Nantinya, ketika sel hasil meiosis yang haploid ini menyatu dengan sel haploid lainnya dalam suatu proses yang disebut fertilisasi, sel

Spora

Spora adalah satu atau beberapa sel (bisa haploid ataupun diploid) yang terbungkus oleh lapisan pelindung. Sel ini dorman dan hanya tumbuh pada lingkungan

Reproduksi seksual

dan tumbuhan. Sel diploid membelah menjadi sel haploid dalam proses yang disebut meiosis. Dua sel haploid bergabung menjadi satu sel diploid dalam proses

Saccharomyces cerevisiae

(86–95 °F). Dua bentuk sel ragi dapat bertahan hidup dan tumbuh: haploid dan diploid. Sel-sel haploid menjalani siklus hidup mitosis dan pertumbuhan yang sederhana

Tumbuhan paku

gametofit haploid. Sporofit diploid memiliki 2n pasang kromosom, di mana n bervariasi dari satu spesies ke spesies lainnya. Gametofit haploid memiliki

Konifera

sperma haploid melalui mitosis, yang mengarah pada perkembangan tabung serbuk sari. Pada saat pembuahan, salah satu sel sperma menyatukan inti haploidnya dengan

Spermatogenesis

Spermatogenesis adalah proses di mana spermatozoa haploid berkembang dari sel nutfah di tubulus seminiferus testis. Proses ini dimulai dengan pembelahan

Genetika

antara bentuk yang mengandung salinan tunggal genom (haploid) dan salinan ganda (diploid). Sel-sel haploid bergabung dan memadukan materi genetik untuk menciptakan