Fez
  • ูุงุณย ย (Arab)
  • โดผโดฐโต™ย ย (rumpun bahasa Berber)
Dari atas ke bawah:
1. Masjid/Universitas Al-Qarawiyyin, 2. gerbang istana Darul Makhzen, dan 3. panorama kota tua Fes al Bali
Fez di Maroko
Fez
Fez
Location of Fez within Morocco
Fez di Afrika
Fez
Fez
Fez (Afrika)
Koordinat: 34ยฐ02โ€ฒ36โ€ณN 05ยฐ00โ€ฒ12โ€ณW๏ปฟ / ๏ปฟ34.04333ยฐN 5.00333ยฐW๏ปฟ / 34.04333; -5.00333
Countryย Morocco
RegionFรจs-Meknรจs
Founded789
PendiriDinasti Idrisi
Pemerintahan
ย โ€ขย MayorIdriss Azami Al Idrissi
ย โ€ขย GovernorSaid Zniber
Luas
ย โ€ขย Luas perkotaan
320ย km2 (120ย sqย mi)
Ketinggian410ย m (1,350ย ft)
Populasi
ย (2020)[2]
ย โ€ขย Kota1.224.000
ย โ€ขย Peringkatke-2 di Maroko
ย โ€ขย Demonym
Fasi
Zona waktuUTC+1 (CET)
Kode area telepon+212 (55)
Situs webwww.fes-city.com
Nama resmiMedina of Fez
JenisCultural
Kriteriaiii, iv
Ditetapkan1981
No.ย referensi[3]
State PartyMorocco
RegionArab States

Fes (atau Fez, atau Fas, bahasa Arab: ูู€ุงุณ [Fฤs], bahasa Prancis: Fรจs) adalah kota terbesar ketiga Maroko, yang terletak di bagian utara pedalaman Maroko, dan merupakan ibukota wilayah administrasi Fes-Meknes. Menurut sensus 2014, Fes memiliki populasi 1,15 juta jiwa. Terletak di arah timur laut dari Pegunungan Atlas, Fes terhubung dengan kota-kota penting di berbagai bagian Maroko: sekitar 206ย km di tenggara Tangier, 246ย km dari Casablanca, dan 189ย km di sebelah timur Rabat. Rute dagang lintas Sahara dapat dimasuki melalui Marrakesh yang terletak 387ย km di barat laut Fes. Fes dikelilingi perbukitan, dan Sungai Fes (Oued Fes atau Wadi Fas) mengalir di tengah-tengah kawasan kota tuanya.

Fes didirikan pada masa dinasti Idrisiyah pada abad ke 8 atau 9 M, awalnya terdiri dari dua pemukiman yang mandiri dan saling bersaing. Gelombang perpindahan penduduk dari Ifriqiyah (sekarang Tunisia) dan Al-Andalus (Spanyol dan Portugal) memperbesar kota ini dan membawa budaya Arab. Setelah jatuhnya dinastri Idrisiyah, berbagai kerajaan datang dan pergi di kota ini, hingga pada abad ke-11 M Sultan Yusuf bin Tasyfin dari Dinasti Murabithun menyatukan dua pemukiman awal ini menjadi Fes el-Bali. Pada masa Murabithun, Fes mulai dikenal sebagai pusat ilmu agama dan perdagangan.

Fes mencapai puncak kejayaannya pada masa dinasti Mariniyah (abad 13-15 M), dan kembali dijadikan ibu kota kerajaan. Pada masa ini berbagai madrasah dan masjid besar didirikan; banyak bangunan-bangunan ini masih berdiri hingga sekarang, dan sebagian yang lain telah dipulihkan kembali. Bangunan-bangunan ini termasuk ciri khas langgam arsitektur Andalusia maupun Maghreb/Maroko. Pada tahun 1276 Sultan Mariniyah Abu Yusuf Yaqub mendirikan distrik Fes Jdid yang menjadi pusat pemerintahan dan tempat berdirinya Darul Makhzen (Istana Kerajaan) dan kelak Taman el-Mosara. Pada masa ini juga, kaum Yahudi di kota ini berkembang dan sebuah Mellah (distrik Yahudi) didirikan di bagian selatan Fes Jdid. Setelah jatuhnya Kesultanan Mariniyah, Fes mengalami kemunduran dan pengaruhnya di bidang politik dan kebudayaan disaingi oleh Marrakesh. Fes kembali menjadi ibu kota saat berdirinya Dinasti Alawi di Maroko, hingga tahun 1912.

Saat ini, kota Fes terdiri dari dua kota tua (madinatul qadimah), yaitu Fes el-Bali dan Fes Jdid, dan bagian modern yang lebih luas, yang didirikan pada masa kolonial Prancis dan disebut Ville Nouvelle (Kota Baru). Kota tua Fes masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO dan dianggap sebagai kawasan pejalan kaki tertua di dunia. Kota ini juga merupakan lokasi Universitas Al-Qarawiyyin yang didirikan pada tahun 857 dan menurut sebagian pihak (tergantung kriteria yang digunakan) merupakan lembaga pendidikan tinggi tertua di dunia yang masih beroperasi hingga sekarang. Tempat Penyamakan Chouara (Syuwarah) di kota ini (didirikan abad ke-11 M), merupakan salah satu tempat penyamakan tertua di dunia. Kota ini dianggap sebagai pusat keagamaan dan kebudayaan Maroko saat ini, dan dijuluki "Mekkah dari Maghreb" dan "Athena dari Afrika".

Asal nama

sunting

Nama kota ini, yaitu ูุงุณ (Fas) dalam bahasa Arab, atau dieja Fes dalam bahasa Inggris (kecuali bahasa Inggris Amerika yang mengejanya dengan "Fez") ataupun Fรจs dalam bahasa Prancis, berasal dari kata Arab ูุฃุณ Faสพs yang berarti gancu (alat seperti cangkul yang berujung runcing untuk menggali atau membelah). Ada beberapa legenda yang menjelaskan asal-usul nama ini, salah satunya menyebut keberadaan gancu emas saat pembangunan kota ini. Legenda lain menyebut bahwa pendiri Dinasti Idrisyah, Sultan Idris I, menggunakan gancu emas dan perak untuk melakukan penggalian bersama para pekerjanya.[4]:โ€Š26โ€Š[5][6] Penulis abad ke-14 Ibnu Abi Zar meriwayatkan satu versi lain, yang menyebut bahwa sebuah kota tua "Sef" pernah berdiri di lokasi yang sama, dan Idris I membalik namanya sehingga kota baru ini disebut Fes.[4]:โ€Š26โ€“27โ€Š[5]

Selama masa Idrisiyah, kota ini sebenarnya terbagi dua: Fas yang didirikan oleh Idris I,[7] dan al-'Aliyyah yang didirikan putranya, Idris II. Kawasan ibukota kerajaan berada di Al-'Aliyyah, sedangkan nama Fas hanya digunakan untuk kawasan di seberang sungai. Dinar emas yang dicetak pada masa Idrisiyah hanya mengandung nama al-'Aliyyah atau al-'Aliyyah Madinah Idris, dan tidak ditemukan kepingan dinar dengan nama Fas. Tidak diketahui apakah nama Al-'Aliyyah juga digunakan untuk menyebut gabungan kedua kota ini. Kedua kota ini dilebur pada tahun 1070 dan nama Fas dipakai untuk menyebut kota gabungan yang terbentuk.[8]

Sejarah

sunting

Berdirinya kota dan masa Idrisiyah

sunting
Pemandangan Fes el-Bali beserta menara Zawiyah Maulay Idris II, yang didirikan di makam Idris II, salah satu pendiri Fes

Madinah Fas (Kota Fas) didirikan pada tahun 789 di sisi tenggara Sungai Jauhar (kini dikenal sebagai Sungai Fes) oleh Idris I yang juga merupakan pendiri Dinasti Idrisiyah. Putranya, Idris II[9] membangun Al-'Aliyyah di seberang sungai Madinah Fas, dan memindahkan ibukota kerajaan dari Walili (Volubilis) ke Al-'Aliyyah.[10]:โ€Š35โ€Š[11]:โ€Š35โ€Š[12]:โ€Š83โ€Š Penduduk awalnya mayoritas berasal dari suku Berber, bersama dengan ratusan prajurit Arab dari Al-Qayrawan (kini berada di Tunisia) yang datang bersama Idris II.[10]:โ€Š35,โ€Š41โ€Š[12]:โ€Š82โ€Š

Selanjutnya, populasi Arab di kota ini meningkat dengan adanya migrasi. Salah satu gelombang besar adalah pendatang dari Al-Andalus, dengan komposisi ras Arab maupun Eropa,[13] yang terusir dari Cรณrdoba (Qurthubah) setelah adanya pemberontakan melawan Amir Al-Hakam I pada tahun 817โ€“818. Para pendatang dari Al-Andalus ini bermukim di Madinah Fas.[10]:โ€Š46โ€“47โ€Š Gelombang lain adalah penduduk Arab yang diasingkan dari Al-Qayrawan setelah pemberontakan di sana sekitar tahun 825, juga datang dan bermukim di Al-'Aliyyah.[10]:โ€Š47โ€Š Kedua gelombang ini memberi Fes karakter Arabnya, dan merupakan asal-usul dari nama distrik Udwah al-Andalusiyyin dan Udwah al-Qarawiyyin.[14]:โ€Š51โ€Š Pada masa itu, kota ini juga memiliki penduduk Yahudi dengan komunitas yang kuat, yang berasal dari kabilah Zanatah yang telah memeluk agama tersebut, dan juga penduduk Kristen yang telah bermukim sejak lama. Sebagian besar penduduk Yahudi bermukim di kawasan timur laut Al-'Aliyyah, di sebuah distrik yang di sebut Funduq al-Yahudi (kini dekat gerbang Bab Guissa).[10]:โ€Š42โ€“44โ€Š

Saat Idris II meninggal pada tahun 828, daerah kerajaan dibagi oleh putra-putranya. Fes diberi kepada putra tertuanya, Muhammad bin Idris, tetapi adik-adiknya berupaya memisahkan diri dari kekuasaannya sehingga terjadilah perang saudara. Daulah Idrisiyah dipersatukan kembali pada masa putra Muhammad, yaitu Ali bin Muhammad dan Yahya bin Muhammad, tetapi kemudian mengalami kemunduran pada abad ke-9 M.[15] Menurut buku Raudhal Qirthas karya Ibnu Abi Zar, yang merupakan salah satu sumber sejarah utama tentang masa ini, Masjid dan Universitas al-Qarawiyyin ("Masjid orang-orang Al-Qayrawan") didirikan pada 859 oleh Fatimah al-Fihri, seorang putri keluarga pendatang dari Al-Qayrawan yang menjadi pedagang yang makmur. Konon saudari dari Fatimah yang bernama Maryam juga mendirikan Masjid Al-Andalusiyyin ("Masjid orang-orang Al-Andalus") pada tahun yang sama.[16]:โ€Š7โ€“8โ€Š[10]:โ€Š48โ€Š

Pada abad ke-10, kota ini diperebutkan oleh Kekhalifahan Umayyah di Cรณrdoba dan Kekhalifahan Fatimiyyah di Ifriqiya (Tunisia), yang mengendalikan kota ini melalui penguasa-penguasa perantara dari suku Zanatah.[12]:โ€Š88โ€“91โ€Š[15][17]:โ€Š63โ€“64,โ€Š74โ€“75โ€Š Pertama, Kekhalifahan Fatimiyyah merebut kota ini dari Dinasti Idrisiyah pada tahun 927, dan menempatkan sekutunya dari kabilah Miknasah (salah satu kabilah dari suku Zanatah) untuk memerintah kota ini. Kendali atas Fes dan kota-kota lain di utara Maghreb terus berganti antara sekutu-sekutu Umayyah maupun Fatimiyyah selama beberapa dekade. Pasukan Buluggin bin Ziri merebut kota ini pada 979 dan kemudian Dinasti Fatimiyah menguasai Fes dalam jangka pendek, tetapi selanjutnya pasukan Muhammad al-Mansur dari Cรณrdoba menaklukkan kawasan ini dan mengakhiri kekuasaan Fatimiyyah. Sejak tahun 980 (atau 986[10][18]), Fes diperintah oleh sebuah dinasti dari kabilah Maghrawah, anggota suku Zenata yang bersekutu dengan Kekhalifahan Umayyah. Dinasti ini terus memerintah Fes bahkan setelah runtuhnya kekhalifahan Umayyah di Cรณrdoba, hingga ditaklukkan oleh dinasti Murabithun sekitar tahun 1070.[11]:โ€Š16โ€Š[12][18]:โ€Š91โ€Š

Fes terus berkembang pada masa kekuasaan Maghrawa ini, meskipun terjadi pertikaian politik antara Madinah Fas dan Al-'Aliyyah. Ziri bin 'Atiyyah adalah pemimpin pertama dinasti ini, dan masa kekuasaannya tidak berjalan dengan mulus.[10]:โ€Š50โ€Š Namun, keturunannya Dunas bin Hamamah (berkuasa 1037-1049) membangun banyak infrastruktur kota.[19] Ia membangun sistem pengadaan air bersih, yang masih bertahan hingga kini.[19][20] Ia juga membangun berbagai hamam (rumah pemandian), masjid-masjid, dan jembatan-jembatan untuk menyeberangi Sungai Jauhar.[10]:โ€Š51โ€Š[19][21][22] Madinah Fas dan Al-'Aliyyah menjadi semakin tersatukan: kawasan di antara kedua kota ini dipenuhi rumah-rumah baru dan enam jembatan di atas Sungai Jauhar memudahkan transportasi antar kedua belahan ini.[4]:โ€Š36โ€Š Antara tahun 1059 dan 1061, kedua kota ini terpecah di bawah dua saudara yang saling bertikai: Al-'Aliyyah dikuasai Al-Gisa dan Madinah Fas dikuasai Al-Futuh. Kedua pemimpin ini memperkuat kubunya masing-masing, dan nama mereka diabadikan dalam nama dua dari gerbang-gerbang kota yang masih ada saat ini: Bab Guissa (Bab al-Gisa) di utara dan Bab Ftouh (Bab al-Futuh) di selatan.[23]:โ€Š31โ€Š[10]:โ€Š50,โ€Š53,โ€Š110โ€Š

Masa keemasan di bawah dinasti Murabithun, Muwahidun, dan Mariniyun

sunting

Pada 1069โ€“1070 (atau beberapa tahun setelahnya[18]), Fez ditaklukkan oleh dinasti Murabithun di bawah pimpinan Yusuf bin Tasyfin. Pada tahun penaklukan ini Yusuf bin Tasyfin melebur Madinah Fas dan Al-'Aliyyah menjadi satu kota. Tembok yang memisahkan kedua kota diruntuhkan, jembatan-jembatan penghubung dibangun atau diperbaiki, dan tembok kota baru dibangun untuk melingkari kedua belahan tersebut. Sebuah qasbah (benteng) didirikan di pinggir barat kota (sebelah barat Bab Bou Jeloud saat ini) untuk ditempati wali kota dan prajurit kota.[10]:โ€Š53โ€Š[20] Di bawah kekuasaan Murabithun, Masjid al-Qarawiyyin mengalami perluasan dan renovasi terbesarnya, yaitu antara 1135โ€“1143.[24]:โ€Š18โ€“20โ€Š Walaupun dinasti ini memindahkan ibukota ke Marrakesh, Fes tetap menjadi pusat penting perdagangan dan ekonomi, dan menjadi pusat keilmuan fikih (hukum) mazhab Maliki.[10]:โ€Š52โ€“54โ€Š[11]:โ€Š17โ€“18โ€Š Pengaruh dinasti Murabithun dalam arsitektur kota begitu besar sehingga kadang Yusuf bin Tasyfin dianggap sebagai pendiri kedua Fes.[25]

Bekas tembok pertahanan di sebelah utara Fes el-Bali, yang dibangun pada masa Muwahidun (abad 12-13 M)

Pada tahun 1145 pemimpin dinasti Muwahidun dibawah pimpinan Abdul Mukmin mengepung dan menaklukkan kota Fes, di tengah perang yang berakhir dengan digulingkannya dinasti Murabithun oleh dinasti Muwahidun. Karena sengitnya perlawanan penduduk Fes saat dikepung, pasukan Muwahidun kemudian meruntuhkan struktur pertahanan kota.[10]:โ€Š55โ€Š[20] Namun, karena pentingnya posisi Fes secara militer maupun ekonomi, Khalifah Muwahidun Yaqub al-Mansur memerintahkan pertahanan kota dibangun kembali.[23]:โ€Š36โ€Š[20]:โ€Š606โ€Š Lingkaran tembok pertahanan yang baru ini lebih besar dari tembok sebelumnya dikarenakan perkembangan kota.[20]:โ€Š607โ€Š Pembangunan ini selesai pada masa putranya Muhammad an-Nasir pada tahun 1204.[23]:โ€Š36โ€Š Tembok ini menentukan geografi dan batas kota yang bertahan untuk Fes el-Bali.[10]:โ€Š56โ€Š[20][26]:โ€Š19โ€Š Dinasti Muwahidun membangun Qasbah Bou Jeloud di lokasi bekas qasbah buatan Murabithun, dan juga membangun qasbah pertama yang sekarang menjadi bagian kompleks Qasbah An-Nouar.[4]:โ€Š72โ€Š[23]:โ€Š109โ€Š Tidak semua lahan di dalam tembok kota dipadati penduduk, masih banyak kawasan yang belum dibangun dan ditanami kebun dan taman untuk digunakan para penduduk.[26]:โ€Š19โ€Š Pada abad ke-12 M, Fes adalah salah satu kota terbesar di dunia, dengan perkiraan populasi 200.000.[27]

Madrasah Abu Inaniyah atau Bou Inania, salah satu madrasah terpenting peninggalan Dinasti Mariniyah (abad ke-14 M)

Pada 1250, Fes kembali menjadi ibu kota kerajaan, di bawah kekuasaan Dinasti Mariniyyah. Pada 1276, terjadi pemberontakan terhadap kekuasaan Mariniyyah, yang diikuti dengan pembantaian kaum Yahudi sebelum dihentikan oleh intervensi Sultan Abu Yusuf Yaqub.[28][29] Setelah pemberontakan ini, Abu Yusuf Yaqub mendiirkan Fes Jdid sebagai pusat pemerintahan dan militer baru. Di bawah kekuasaan Mariniyyah, banyak bangunan-bangunan penting di kota ini dibangun, dan kota Fes mendapat reputasi sebagai pusat keilmuan yang penting.[10]:โ€Š61โ€“78โ€Š[30] Antara 1271 dan 1357 dibangun tujuh madrasah yang termasuk bangunan yang paling terhias di kota ini, dan kini bernilai penting dalam arsitektur Maroko.[31]:โ€Š285โ€“289,โ€Š291โ€“293โ€Š[32][33]:โ€Š312โ€“314โ€Š Masa kekuasaan Mariniyah ini dianggap sebagai puncak masa keemasan Fes.[34]:โ€Š16โ€Š[10]:โ€Š61โ€“78โ€Š[11]:โ€Š20โ€Š

Kaum Yahudi di Fes pada dasawarsa 1900-an. Mellah di kota Fes menjadi distrik tradisional untuk kaum Yahudi sejak abad ke-15.

Distrik Yahudi di kota Fes, yaitu Mellah, didirikan di dalam Fes Jdid pada masa Mariniyyah. Tahun maupun asal-usulnya tidak begitu pasti,[29][35] tetapi sejarawan memperkirakan pemindahan penduduk Yahudi ke Mellah ini terjadi pada abad ke-15 saat terjadi gejolak politik. Tulisan-tulisan peninggalan Yahudi menyebut bahwa pemindahan ini terjadi setelah ditemukannya jasad Idris II di tengah kota pada 1437, yang mengakibatkan kawasan sekitarnya dianggap "suci" sehingga kaum non-Muslim dipindahkan dari kawasan tersebut.[35][36][37][38] Penduduk Yahudi di Fes awalnya merupakan masyarakat pribumi, tetapi kemudian ditambahi oleh kaum Yahudi Sefardi dari bekas wilayah Al-Andalus (mereka disebut Megorasyim, "Para Terusir"), terutama setelah Pengusiran kaum Yahudi oleh penguasa Katolik Spanyol pada tahun 1492.[39]

Sultan Mariniyyah terakhir, Abdul Haqq II, digulingkan dalam pemberontakan tahun 1465. Pada 1492, Dinasti Wattasiyun, yang berasal dari kabilah suku Zanatah lain yang menjadi wazir pada masa Mariniyah, menjadi penguasa Maghreb dengan pusat di Fes.[17]:โ€Š114โ€“115โ€Š[40] Dinasti ini mempertahankan struktur pemerintahan maupun kebijakan politik Mariniyyah, tetapi tidak mampu menancapkan kekuasaannya ke seluruh Maghreb. Dinasti ini tidak meninggalkan banyak pengaruh ke struktur kota Fes.[41]

Kekuasaan para syarif: Dinasti Saadiyun dan Alawiyun

sunting
Borj Nord, benteng peninggalan Dinasti Saadiyun yang dibangun pada abad ke-16, di utara Fes.

Pada abad ke-15 Dinasti Saadiyun, yang mengklaim status syarif (keturunan Nabi Muhammad) berkuasa di selatan Maghreb dan menyaingi dinasti Wattasiyun. Pada masa yang sama Turki Utsmani juga mendekati wilayah ini setelah menaklukkan Aljazair. Pada Januari 1549, Sultan Saadiyah Muhammad asy-Syaikh menaklukan Fes dan menggulingkan sultan terakhir Wattasiyah Ali Abu Hasun. Dinasti Wattasiyun merebut kembali kota ini dengan bantuan Utsmaniyah, tetapi kekuasaan mereka berumur pendek dan pada tahun yang sama Dinasti Saadiyun mengalahkan Wattasiyun.[14]:โ€Š157โ€Š Pasukan Utsmaniyah menyerang Maghreb setelah kematian Muhammad asy-Syaikh pada tahun 1558, tetapi serangan ini dihentikan putranya, Abdullah al-Ghalib, dalam Pertempuran Wadi al-Laban yang terjadi di utara Fes.[14]:โ€Š158โ€Š Setelah meninggalnya Abdullah al-Ghalib terjadi perebutan kekuasaan. Salah seorang saudara Abdullah, Abdul Malik, merebut Fes pada 1576 bersama dengan pasukan Turki Utsmani, dan menggulingkan keponakannya Abu Abdullah. Abu Abdullah kemudian melarikan diri ke Portugal dan di sana meminta Raja Sebastian untuk membantunya kembali ke takhta, sedangkan Abdul Malik mengakui kekhalifahan Utsmaniyah. Pertikaian ini berujung ke Pertempuran Wadi al-Makhazin (disebut juga Pertempuran Tiga Raja atau Pertempuran Qasr al-Kabir/Alcรกcer Quibir) pada 1578. Pasukan Abdul Malik berhasil mematahkan serangan Portugis dan pengikut Abu Abdullah. Abdul Malik sendiri tewas dalam pertempuran, tetapi kemenangan pasukannya menjaga kemerdekaan Negeri Maghreb dan ia digantikan oleh saudaranya Ahmad al-Mansur.[42]

Dinasti Saadiyun, yang beribukota di Marrakesh, tidak begitu banyak melakukan pembangunan di Fes. Satu-satunya pembangunan besar adalah pembuatan tempat wudu penuh hiasan di halaman Masjid al-Qarawiyyin.[24]:โ€Š70โ€Š Para penguasa Saadiyah membangun berbagai benteng dan menara di sekitar kota Fes, kemungkinan untuk memperketat pengawasan karena seringnya terjadi ketegangan antara penduduk kota dengan pihak kerajaan. Benteng-benteng ini didirikan di tanah tinggi di sekitar Fes al-Bali, yang memungkinkan penempatan meriam untuk membombardir kota yang berada di tanah lebih rendah. Di antara benteng-benteng ini adalah Qasbah Tamdert dekat Bab Ftouh, Borj Nord di utara, Borj Sud di selatan, serta Borj Sheikh Ahmed, Borj Twil, and Borj Sidi Bou Nafa' di barat. Struktur-struktur ini dibangun oleh Ahmad al-Mansur di abad ke-16, dan memiliki pengaruh Eropa (kemungkinan dari Portugal).[10]:โ€Š79โ€“80โ€Š[26]:โ€Š37โ€Š[43]:โ€Š92โ€Š

Setelah masa pemerintahan Ahmad al-Mansur yang cukup panjang (1578โ€“1603), terjadi perang takhta antara putra-putranya maupun anggota dinasti yang lain. Fes sering dijadikan ibukota tandingan oleh salah satu pihak yang ingin menantang anggota dinasti lain yang berkuasa di Marrakesh. Baik Fes maupun Marrakesh sering berpindah tangan hingga berakhirnya perang saudara pada tahun 1627.[42][44] Walaupun Daulah Saaidiyah kembali bersatu setelah 1627, kerajaan ini terus mengalami kemunduran dan kota Fes mengalami kerusakaan akibat seringnya terjadi pertempuran di kota itu.[18] Pada 1641, Muhammad al-Haj dari tarekat Sufi Dila'iyah dan suku Sanhaja menduduki Fes.[45]:โ€Š88โ€Š Masa-masa ini juga dianggap sebagai masa sulit untuk kaum Yahudi kota ini.[45]:โ€Š88โ€Š

Dinasti Alawiyun, yang juga mengklaim status syarif, merebut Fes di tahun 1666 di bawah pimpinan pendiri dinasti, Maulay Rasyid ("Tuanku Rasyid"). Kota ini diangkat menjadi ibu kota lagi dan mengalami kemajuan, walaupun ini tidak berlangsung lama.[26]:โ€Š25โ€Š Maulay Rasyid mencoba memulihkan kota ini setelah lama terlantar. Ia membangun Qasbah Syarardah (atau Cherarda, dalam ejaan Prancis, atau disebut juga Qasbah al-Khamis, "benteng Kamis") di utara Fes Jdid sebagai tempat tinggal pasukan sukunya.[10]:โ€Š84โ€Š[26]:โ€Š25โ€Š Ia juga membangun (atau memulihkan kembali) qasbah yang kini disebut Qasbah an-Nouar, yang menjadi tempat tinggal pengikutnya dari wilayah Tafilalt yang merupakan kampung halaman asal dinasti ini. Karena ini, qasbah tersebut disebut Qasbah Filalah ("Qasbah orang-orang Tafilalt").[10]:โ€Š84โ€Š[4]:โ€Š72โ€“73โ€Š Maulay Rasyid juga membangun madrasah baru yang besar, Madrasah Syarathin (Cherratine), pada tahun 1670.[32] Setelah ia meninggal, Fes kembali mengalami kemunduran. Pengganti Maulay Rasyid, Maulay Ismail, tampaknya tidak menyukai kota ini, kemungkinan karena terjadi pemberontakan di sana pada awal masa pemerintahannya, dan memilih kota Meknes (yang berlokasi tidak begitu jauh) sebagai ibukotanya.[10]:โ€Š84โ€Š Walaupun ia memulihkan atau membangun kembali beberapa bangunan penting kota ini, seperti Zawiyah Maulay Idris II, ia juga menarik pajak yang tinggi dari penduduk kota dan beberapa kali memaksa sebagian penduduknya pindah untuk mengisi kota-kota lain di negeri Maghreb.[10]:โ€Š84โ€“85โ€Š Setelah Maulay Ismail meninggal, negeri ini jatuh ke anarki dan perang saudara antara putra-putranya yang memperebutkan kekuasaan selama puluhan tahun. Fes terlibat serangkaian konflik dengan kabilah Udayah, sebuah kabilah militer (guisy) yang sebelumnya ditempatkan di Qasbah Syarardah oleh Maulay Ismail. Sultan Maulay Abdullah, salah satu pesaing takhta yang berkuasa selama beberapa selang waktu, menjadikan Fes sebagai ibukotanya. Ia awalnya disambut (1728โ€“29) karena memerangi suku Udayah, tapi hubungannya dengan penduduk kota karena pilihan wali kotanya tidak disukai warga. Ia lalu membuat istana Dar Dbibegh di kawasan pedesaan di luar kota sebagai tempat tinggalnya. Selama sekitar 30 tahun selanjutnya, Fes terus berada dalam kondisi konflik baik dengan suku Udayah maupun dengan sultan-sultan Alawiyun.[10]:โ€Š85โ€“86โ€Š

Pada masa pemerintahan Maulay Muhammad bin Abdullah, antara 1757 dan 1790, negeri Maghreb kembali stabil lagi dan keadaan Fes pun membaik. Fes tetap mendapat status ibukota meskipun status ini dimiliki bersama Marrakesh, selama dinasti Alawiyun hingga pertengahan abad ke-20.[10]:โ€Š88โ€Š[11]:โ€Š25โ€“26โ€Š Sempat terjadi periode ketidakstabilan pada masa pemerintahan Maulay Yazid (1790โ€“1792) dan Maulay Sulaiman (1792โ€“1822), dan sultan yang bertakhta di Fes kehilangan kendali atas sebagian besar wilayah Negeri Maghreb antara 1790 dan 1795.[14]:โ€Š241โ€“242โ€Š Namun, kota Fes berada dalam kondisi relatif damai dan tetap menjadi pusat ekonomi, bahkan saat terjadi konflik singkat tersebut.[10]:โ€Š88โ€“89โ€Š Penguasa Dinasti Alawiyun terus membangun atau memulihkan bangunan-bangunan penting dan memperluas istana kerajaan di kota ini.[32][46] Para sultan dan orang-orang dekatnya menjalin hubungan erat dengan petinggi kota Fes maupun kota-kota besar lainnya, dan ulama Fes pun memiliki pengaruh besar. Setelah kematian Maulay Sulaiman, keluarga-keluarga terkemuka dari Fes menjadi pemain penting dalam medan politik dan keilmuan negeri ini.[14]:โ€Š242โ€“247โ€Š

Tarekat Sufi Tijaniyyah, yang didirikan oleh Ahmad at-Tijani (meninggal 1815) memiliki pusat spiritual di Fes sejak kedatangan at-Tijani dari Aljazair pada tahun 1789.[14]:โ€Š244โ€Š Tarekat ini menyebar dengan cepat di kalangan terpelajar kawasan Afrika Maghribi, dan para ulamanya memiliki pengaruh besar dalam bidang agama, politik, dan keilmuwan di Fes dan kota-kota lainnya.[47] Hingga abad ke-19, kota ini adalah satu-satunya kota penghasil kopiah yang disebut "fez" atau "tarbus".[9]

Mesywar (Alun-Alun) Baru, dibuat oleh Maulay Hasan I pada akhir abad ke-19 dekat pintu masuk utara Fes Jdid dan Istana Raja. Di sebelah kiri tampak Dar al-Makinah yang juga berasal dari periode yang sama.

Perubahan besar terakhir dalam topografi kota Fes sebelum abad ke-20 terjadi pada masa Maulay Hasan I (1873-1894), yang membangun koridor bertembok untuk menghubungkan Fes Jdid dan Fes el-Bali.[10]:โ€Š89โ€Š[26]:โ€Š25โ€“26โ€Š Di sekitar koridor ini dibangun taman-taman dan istana musim panas, yang digunakan oleh keluarga kerajaan maupun masyarakat kalangan atas, misalnya Taman Jnan Sbil (ุฌู†ุงู† ุงู„ุณุจูŠู„) maupun Istana Dar al-Batha (ุฏุงุฑ ุงู„ุจุทุญุงุก).[10]:โ€Š89โ€“90โ€Š[46] Maulay Hasan juga memperluas istana raja, sehingga pintu masuknya berada (sampai saat ini) di lokasi Alun-Alun (Mesywar) Tua dan menambahkan Alun-Alun Baru beserta kawasan pabrik Darul Makinah di utara. Perluasan ini menyebabkan distrik Maulay Abdullah menjadi terpisah dari Fes Jdid.[46]

Fes memiliki peran penting dalam Perang Hafiziyah, perang saudara singkat yang meletus ketika takhta Sultan Abdul Aziz ditentang oleh kakaknya Abdul Hafiz. Ulama Fez, dipimpin oleh ulama Sufi modernis Muhammad al-Kattani, memberikan baiat bersyarat kepada Abdul Hafiz. Syarat yang diberikan penduduk Fez dalam baiat ini adalah Abdul Hafiz harus senantiasa bermusyawarah dengan umat, dan melancarkan jihad untuk membebaskan Negeri Maghrib, karena Ujdah telah diduduki Prancis sejak April 1907 dan Casablanca sejak Agustus. Dukungan bay'ah ini memperkuat posisi Abdul Hafiz,[48][49] dan pasukannya mengalahkan pasukan Abdul Aziz pada Agustus 1908.[48]:โ€Š76โ€“78โ€Š Namun pemerintahan Abdul Hafiz tidak berjalan lancar; suku-suku dari kawasan tengah Pegunungan Atlas mengepung sultan di Fez pada awal 1911. Abdul Hafiz pun meminta bantuan Prancis; pasukan Prancis yang dipimpin Kolonel Charles ร‰mile Moinier tiba di Fes pada 21 Mei dan mendirikan markasnya di Dar Dbibegh.[14][18]:โ€Š313โ€Š[48]:โ€Š78โ€Š

Masa penjajahan

sunting

Pada 1912, pemerintahan kolonial Prancis mulai berkuasa di Maghreb/Maroko (walaupun dinasti Alawiyun tetap dipertahankan sebagai protektorat) dengan ditandatanganinya Perjanjian Fes. Akibatnya, terjadi kerusuhan pada tahun 1912 di Fes, melibatkan pemberontakan rakyat dan serangan terhadap orang-orang Eropa maupun penduduk Yahudi pribumi di Mellah. Kerusuhan ini dibalas dengan kekerasan oleh pihak penguasa..[50][51] Residen Jenderal Prancis yang pertama di Maroko, Hubert Lyautey, memutuskan pemindahan ibu kota pemerintahan dari Fes ke Rabat pada tahun 1912 atai 1913. Hingga saat ini Rabat masih menjadi ibu kota negara Maroko modern.[52]:โ€Š149โ€Š[53][54]

Sejumlah perubahan sosial dan fisik terjadi pada masa ini hingga abad ke-20. Sejak masa Lyautey, diterapkan satu kebijakan yang memiliki dampak jangka panjang, yaitu menghindari pembangunan di dalam tembok kota-kota tua bersejarah di Maroko, dan mempertahankannya sebagai situs warisan sejarah, dengan sebutan madinatul qadimah (kota tua) atau cukup "medina". Sebagai gantinya, pemerintahan kolonial Prancis membangun kota baru yang modern (villes nouvelles, "kota-kota modern") yang terletak diluar tembok kota tua, ditinggali para pendatang Eropa dan diberi fasilitas ala Barat. Ini merupakan bagian dari "politik asosiasi" yang diterapkan Lyautey, tak seperti "politik asimilasi" yang kadang-kadang diterapkan Prancis di tempat lain. Dalam politik asosiasi, pemerintahan kolonial dilakukan dengan berbagai bentuk yang tidak langsung, sembari mempertahankan institusi dan kalangan elit setempat.[55][56][57] Distrik Ville Nouvelle Fez juga disebut Dar Dbibegh oleh pendudukk Maroko, dan istana tua yang dulu dimiliki Maulay Abdullah juga terletak di kawasan ini.[18]

Jalanan di kawasan ville nouvelle ("kota baru") Fes yang didirikan pada masa penjajahan Prancis.

Berdirinya ville nouvelle bercorak Prancis di sebelah barat Fes memiliki dampak besar terhadap perkembangan kota ini. Di satu sisi, kebijakan kolonial ini berhasil melestarikan bangunan-bangunan bersejarah kota Fes, tetapi di sisi lain kebijakan ini menghambat pembangunan kota di kawasan kota tua. Sosiolog Janet Abu-Lughod berpendapat bahwa kebijakan ini menghasilkan semacam "apartheid" (pemisahan/penyekatan) dalam tata kota, antara kawasan yang ditempati penduduk Maroko, yang terpaksa stagnan dalam hal perkembangan kota dan inovasi arsitektur, dan kawasan modern yang ditempati penduduk Eropa dan diperluas untuk menempati tanah yang sebelumnya digunakan penduuduk Maroko di luar kota.[58][59]:โ€Š165โ€“166โ€Š[55] Pemisahan ini tidak sepenuhnya total, karena ada juga kalangan kaya Maroko yang pindah ke ville nouvelle pada masa ini.[11][60]:โ€Š26โ€Š Di sisi lain, kawasan kota tua (medina) banyak ditempati pendatang miskin dari luar kota.[11]:โ€Š26โ€Š

Fes juga berperan dalam gerakan nasionalis Maroko dan perlawanan terhadap penjajahan Prancis. Banyak pemikir nasionalis Maroko merupakan lulusan Universitas Al-Qarawiyyin di kota ini dan jaringan-jaringan informal berhasil dibentuk sesama lulusan universitas ini.[61]:โ€Š140,โ€Š146โ€Š Pada 1930, mahasiswa dan para penduduk melakukan demonstrasi terhadap Dahir berbรจre (Titah Berber) yang didekretkan penguasa Prancis pada Mei 1930.[61][62]:โ€Š143โ€“144โ€Š Pada 1937, Masjid Al-Qarawiyyin dan Masjid R'cif (Al-Rashif) menjadi pusat demonstrasi menentang penindasan dan kekerasan yang dilakukan Prancis terhadap demonstran di kota tetangga Meknes. Alhasil, pasukan Prancis dikerahkan di seluruh Fes el-Bali, ditempatkan bahkan di kedua masjid tersebut.[17]:โ€Š387โ€“389โ€Š[61]:โ€Š168โ€Š Menjelang akhir Perang Dunia II, kelompok nasionalis Maroko berkumpul di Fes untuk menulis tuntutan kemerdekaan, yang mereka kirim ke pihak Sekutu pada 11 Januari 1944. Penguasa Prancis menanggapinya dengan penangkapan para pemimpin nasionalis dan kekerasan terhadap para demonstran di berbagai kota, termasuk di Fes.[61][63]:โ€Š255โ€Š

Kemerdekaan hingga kini

sunting

Maroko menjadi merdeka pada tahun 1956, dan banyak tendensi yang berawal dari masa penjajahan terus berlanjut pada paruh akhir abad ke-20. Masyarakat lapisan atas atau menengah ke atas dari Fes pindah ke kota Casablanca maupun ibukota Rabat.[11]:โ€Š26โ€Š[64]:โ€Š40โ€Š Penduduk Yahudi Fes terus mengecil, sebagian pindah ke Casablanca dan sebagian pindah ke negara lain seperti Prancis, Kanada, dan Israel. Walaupun populasi kota Fes terus bertambah, pertumbuhannya sangat lambat sebelum tahun 1960an, dan setelah itu barulah pertumbuhan penduduk berjalan cepat.[63]:โ€Š216โ€Š Sejak masa itu hingga kini, Fes menjadi kota ke-3 terbesar di Maroko dari segi penduduk.[11]:โ€Š26โ€Š[63]:โ€Š216โ€Š Dari 1971 hingga 2000, populasi kota meningkat hampir tiga kali lipat, dari 325 ribu menjadi sekitar 940 ribu penduduk.[12]:โ€Š376โ€Š Ville nouvelle menjadi pusat perkembangan kota, dan distrik-distrik kota baru (dengan kualitas bangunan yang berbeda-beda) berdiri ke arah luar ville nouvelle.[63] Pada 1963, Universitas Al-Qarawiyyin dijadikan universitas negeri, dan universitas negeri lain (Universitas Sidi Mohamed Ben Abdellah) didirikan tahun 1975 di ville nouvelle.[65] Pada 1981, kota tua Fes yang terdiri dari Fes el-Bali dan Fes Jdid, ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.[66]

Kesenjangan sosial dan ketidakpastian ekonomi terus meningkat pada masa pemerintahan Raja Hasan II yang otoriter dan periode yang dikenal dengan nama sanawatur rushash (Tahun-Tahun Timah Panas, kira-kira 1975โ€“1990).[48]:โ€Š170โ€Š Fes menderita akibat dari tingginya pengangguran dan kurangnya perumahan. Saat pemerintah menjalankan kebijakan pengetatan, terjadi kerusuhan dan perlawanan di berbagai kota selama tahun 1980an. Pada 14 Desember 1990, penduduk melakukan mogok massal yang berujung ke demonstrasi dan kerusuhan yang dilakukan mahasiswa dan pemuda di Fes. Banyak bangunan dibakar dan dijarah, termasuk Hรดtel des Mรฉrinides, hotel mewah yang menghadap Fes el-Bali dan didirikan pada masa Lyautey. Ribuan orang ditangkap dan sekurangnya lima orang tewas. Pemerintah kemudian berjanji melakukan penyelidikan dan menaikkan gaji, tetapi sebagian tindakan pemerintah ini dipertanyakan oleh pihak oposisi.[12]:โ€Š377โ€Š[67][68][69]

Fes sekarang berstatus ibukota wilayah dan merupakan salah satu kota terpenting di Maroko. Banyak elit politik Maroko berasal dari keluarga yang dulunya merupakan pemuka kota Fes.[70] Fes juga adalah tujuan pariwisata penting, karena warisan sejarahnya. Akhir-akhir ini, berbagai upaya dilakukan untuk melestarikan dan memulihkan kota tua Fes, termasuk pemugaran terhadap bangunan-bangunan bersejarah, dan upaya pembersihan Sungai Fes.[71][72][73][74]

Geografi

sunting

Lokasi

sunting
Kota tua Fes el-Bali yang dikelilingi tembok.

Kota Fes terdiri dari dua distrik kota tua (madinatul qadimah atau "medina") yang dikelilingi tembok (yaitu kota tua Fes el-Bali dan Fes Jdid) serta kota baru (ville nouvelle), dan juga distrik-distrik di sekitarnya. Kota tua Fes terletak di lembah di tepi Wadi (Sungai) Fes di titik bergabungnya sungai tersebut dengan Sungai Sebou di timur laut.[10]:โ€Š32โ€Š[9] Air Wadi Fes berasal dari selatan dan barat, dan membelah menjadi berbagai kanal kecil yang mengairi kota tua bersejarah ini. Kanal-kanal ini mengalir kembali ke Wadi Bou Khrareb, yaitu ruas Wadi Fes yang mengalir di tengah Fes el-Bali di antara distrik Qarawiyyin dan distrik Andalusiyyin.[10]:โ€Š232โ€“235โ€Š

Kota baru Fes terletak di sebuah plato di tepi dataran Saรฏs. Dataran Saรฏs membentang di sebelah barat dan selatan kota ini dan kebanyakan berisi lahan pertanian. Sekitar 15ย km di selatan Fes el-Bali terletak Bandara Fรจsโ€“Saรฏs, yang merupakan bandara utama untuk kota Fes dan daerah di sekitarnya. Kota Sefrou terletak di arah selatan dari bandara ini, sedangkan kota Meknes, kota kedua terbesar di wilayah ini, berada di arah barat daya dari Fes.[75][76]

Iklim

sunting

Dengan letaknya di barat laut Pegunungan Atlas Tengah, Fes memiliki iklim yang digolongkan sebagai iklim mediterania dengan musim panas yang terik (kode Csa dalam klasifikasi iklim Kรถppen) dengan pengaruh iklim benua yang besar. Cuaca berkisar antara relatif sejuk dan lembap di musim dingin, dan cuaca terik dan kering di musim panas (antara Juni dan September). Curah hujan dapat mencapai 800ย mm jika banyak turun hujan. Suhu tertinggi harian menurun di musim dingin, biasanya hingga mencapai 15ย ยฐC pada bulan Desember dan Januari. Suhu di bawah titik beku juga tidak jarang terjadi selama masa musim dingin. Suhu tertinggi yang pernah tercatat di kota ini adalah 46,7ย ยฐC, sedangkan rekor suhu terendah adalah โˆ’8.2ย ยฐC. Salju kadang-kadang turun, rata-rata sekali dalam setiap tiga hingga lima tahun. Namun, pernah terjadi salju dalam tiga tahun berturut-turut yaitu tahun 2005, 2006 and 2007.[77][78][79][80]

Data iklim Fez (Fรจsโ€“Saรฏs Airport), ketinggian 579 m, 1981โ€“2010
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi ยฐC (ยฐF) 25.0
(77)
30.5
(86.9)
33.3
(91.9)
37.0
(98.6)
40.8
(105.4)
44.0
(111.2)
46.7
(116.1)
44.4
(111.9)
41.7
(107.1)
37.5
(99.5)
31.2
(88.2)
27.0
(80.6)
46.7
(116.1)
Rata-rata tertinggi ยฐC (ยฐF) 15.4
(59.7)
17.0
(62.6)
19.8
(67.6)
21.2
(70.2)
25.0
(77)
30.4
(86.7)
34.7
(94.5)
34.2
(93.6)
30.3
(86.5)
25.4
(77.7)
19.9
(67.8)
16.5
(61.7)
24.1
(75.4)
Rata-rata harian ยฐC (ยฐF) 9.3
(48.7)
10.7
(51.3)
13.1
(55.6)
14.5
(58.1)
17.8
(64)
22.4
(72.3)
26.1
(79)
25.9
(78.6)
22.8
(73)
18.7
(65.7)
13.9
(57)
10.8
(51.4)
17.2
(63)
Rata-rata terendah ยฐC (ยฐF) 3.2
(37.8)
4.5
(40.1)
6.3
(43.3)
7.8
(46)
10.7
(51.3)
14.4
(57.9)
17.5
(63.5)
17.6
(63.7)
15.4
(59.7)
11.9
(53.4)
8.0
(46.4)
5.1
(41.2)
10.2
(50.4)
Rekor terendah ยฐC (ยฐF) โˆ’8.2
(17.2)
โˆ’4.9
(23.2)
โˆ’2.5
(27.5)
โˆ’0.5
(31.1)
0.0
(32)
4.9
(40.8)
8.5
(47.3)
9.2
(48.6)
5.9
(42.6)
0.0
(32)
โˆ’1.4
(29.5)
โˆ’5.0
(23)
โˆ’8.2
(17.2)
Curah hujan mm (inci) 55.7
(2.193)
55.8
(2.197)
52.3
(2.059)
57.2
(2.252)
33.9
(1.335)
10.6
(0.417)
1.0
(0.039)
4.5
(0.177)
18.9
(0.744)
50.1
(1.972)
61.2
(2.409)
69.2
(2.724)
470.4
(18.52)
Rata-rata hari hujan 12.1 13.2 13.5 13.5 10.2 5.3 1.6 1.8 4.7 9.1 12.7 12.1 109.8
Rata-rata hari bersalju 0.2 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.0 0.2
Rata-rata sinar matahari bulanan 210.6 201.1 244.0 246.5 278.0 315.0 338.0 320.4 382.5 245.5 205.2 199.8 3.186,6
Kemungkinan sinar matahari (persen) 60 55 58 62 64 71 79 77 75 64 60 60 65.4
Sumber #1: World Meteorological Organization,[81] NOAA (precipitation days 1961โ€“1990)[82]
Sumber #2: Meoweather.com,[80] Voodoo skies for extremes[79] Weather Atlas[83]
Climate data for Fez
Month Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Year
Rata-rata panjang siang (jam) 10.0 11.0 12.0 13.0 14.0 14.0 14.0 13.0 12.0 11.0 10.0 10.0 12.0
Rata-rata indeks ultraviolet 3 4 6 8 9 10 11 10 8 6 4 3 6.8
Source: Weather Atlas [83]

Demografi

sunting
Orang-orang berkumpul di sebuah kafe di Ville Nouvelle (Kota Baru) Fes.

Menurut Sensus Maroko 2014, Fez memiliki 1.112.072 penduduk,[2] termasuk distrik-distrik kota Fes sendiri maupun Mรฉchouar Fรจs Jdid. Sebagian besar penduduknya adalah orang Maroko, tetapi sensus ini menemukan 3.515 orang penduduk asing. Mayoritas penduduk tinggal di kawasan Ville Nouvelle dan distrik-distrik kota di luar tembok kota tua.

Bahasa

sunting

Darija (Bahasa Arab Maroko)

sunting

Bahasa utama dalam percakapan sehari-hari di Fes adalah ragam bahasa Arab non-baku yang disebut ad-Darijah al-Maghribiyah (ุงู„ุฏุงุฑุฌุฉ ุงู„ู…ุบุฑุจูŠุฉ, "bahasa percakapan Maroko", disingkat Darija atau disebut juga Bahasa Arab Maroko). Seperti banyak kota-kota bersejarah di Maroko, kalangan elit tradisional di Fes (dikenal sebagai ุฃู‡ู„ ูุงุณ, Ahli Fas) memiliki logat Darija yang khas.[84] Dialek ini dianggap memiliki prestise tinggi di antara dialek-dialek Maroko lainnyaโ€”terutama dibandingkan dialek-dialek yang dianggap "desa" atau 'arลซbi (ุนุฑูˆุจูŠ, "Arab pedesaan") . Menurut Mohammed Errihani, anggapan ini muncul karena asosiasi dengan tingginya posisi sosial ekonomi yang dimiliki para pemilik dialek ini di tingkat nasional.[84][85]

Dialek Fes (Fassi atau Fessi) memiliki kekhasan dalam beberapa aspek linguistik. Dari segi fonologi, contohnya adalah penggunaan bunyi /ษน/ (konsonan hampiran rongga-gigi, seperti halnya pengucapan 'r' di kata "red" dalam Bahasa Inggris Amerika) untuk huruf ุฑ (diucapkan 'r' dalam bahasa Arab standar). Selain itu, ู‚ diucapkan dengan letup celah-suara faringal atau letup tekak nirsuara, tak seperti dialek Maroko lainnya yang mengucapkannya dengan /g/ (letup langit-langit belakang bersuara).[84] Dari segi tata bahasa, dialek Fassi menetralkan sistem gender dalam bentuk orang kedua tunggal. Misalnya, kata ganti netral ntin(a) (kamu) digunakan alih-alih nta (kamu, pria) dan nti (kamu, wanita) dalam dialek Maroko lainnya. Ini juga mempengaruhi konjugasi kata kerja orang kedua tunggal, misalnya kul ("makanlah!") dapat digunakan untuk subyek maskulin maupun feminin, tidak dibedakan menjadi kul (maskulin) dan kuli (feminin).[84]

Bahasa resmi dan bahasa asing

sunting

Bahasa resmi Maroko adalah Bahasa Arab Standar Modern dan Bahasa Tamazight (Berber). Bahasa Prancis juga banyak digunakan dalam bidang pemerintahan dan hukum.[86][87] Bahasa utama dalam karya-karya tulis adalah bahasa Arab.[88] Banyak penduduk lancar bercakap dalam bahasa Prancis, selain dalam Darija yang merupakan bahasa percakapan utama. Bahasa Inggris banyak dipelajari terutama oleh generasi muda. Dialek-dialek Tamazight banyak dituturkan di kawasan pedesaan di sekeliling kota.[89]

Ekonomi

sunting
Penjual buah-buahan di Kota Tua Fes

Dalam sejarahnya, kota Fes adalah salah satu pusat perdagangan dan industri keterampilan di Maroko. Contohnya, industri penyamakan kulit adalah salah satu sumber utama ekspor dan kekuatan ekonomi pada awal sejarah kota ini, dan tempa-tempat penyamakan masih hidup di Fes el-Bali saat ini, termasuk Tempat Penyamakan Chouara (Syuawarah).[90] Hingga akhir abad ke-19 kota ini merupakan satu-satunya produsen peci tarbus (disebut juga peci "Fez") di dunia.[9] Perdagangan di kota Fes berkonsentrasi di jalan-jalan utamanya, seperti Jalan Thala'ah al-Kabirah, dan disekitar Pasar Raya Qisariyah al-Kifah yang bercabang-cabang menjadi banyak souq (pasar).[10]:โ€Š112,โ€Š122โ€“129โ€Š[11]:โ€Š52โ€“56โ€Š Industri keterampilan Fes masih aktif hingga kini dan berkonsentrasi di kawasan kota tua, walaupun kini sangat tergantung kepada wisatawan.[9]

Dataran Saรฏss yang meliputi kawasan pedesaan di sekitar kota, adalah daerah pertanian yang subur dan penting. Hasil utamanya adalah biji-bijian, kacang-kacangan, zaitun, anggur, serta hewan-hewan ternak.[9][91] Wisata adalah sektor ekonomi penting lainnya di kota Fes, dengan adanya kota tua yang berstatus Situs Warisan Dunia UNESCO.[9] Terdapat juga beberapa zawiyah (makam tokoh Islam yang dijadikan pusat pendidikan dan kegiatan agama), seperti Zawiyah Maulay Idris II dan Zawiyah Sidi Ahmad at-Tijani, yang diziarahi pengunjung dari Maroko maupun luar negeri (terutama dari negara-negara Afrika Barat).[92] Namun, secara umum kota Fes dan daerah sekitarnya masih diliputi ketidakstabilan ekonomi.[93]

Objek-objek penting

sunting

Kota tua

sunting

Kota tua (madinatul qadimah, kadang disebut Medina saja) Fes terdiri dari Fes el-Bali, distrik asli kota ini yang meliputi kedua sisi Sungai Fes (Oued Fes atau Wadi Fes), dan Fes Jdid, distrik lebih kecil yang didirikan pada abad ke-13 di lokasi tinggi di sebelah barat. Kota tua ini dibedakan dari kota baru (Ville Nouvelle) Fes yang kini jauh lebih besar. Fes el-Bali adalah lokasi Universitas Al-Qarawiyyin dan Zawiyah Maulay Idris II, dan Fes el-Jdid adalah lokasi Istana Kerajaan seluas sekitar 80 hektar yang hingga kini masih digunakan Raja Maroko.[94] Kedua kota tua ini saling terhubung dan istilah medina sering digunakan untuk menyebut keduanya secara bersamaan, walaupun kadang-kadang medina juga bisa digunakan untuk menyebut Fes el-Bali saja.

Seiring meningkatnya pariwisata ke Fes, banyak warga luar Maroko membangun atau memulihkan rumah tradisional Maroko (riyad dan dar) di dalam kota tua ini sebagai rumah tinggal kedua. Pada 1981, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menetapkan status Medina Fes sebagai Situs Warisan Dunia dan menyebutnya "salah satu kota bersejarah yang paling luas dan paling lestari dari dunia Arab Muslim",[66] menjadikannya situs pertama di Maroko dengan status tersebut.[95]

Panorama Fes el-Bali

Masjid

sunting
Area masjid di Zawiyah Maulay Idris II

Terdapat sejumlah masjid bersejarah di kota tua Fes, termasuk beberapa yang merupakan bagian dari madrasah atau zawiyah. Di antara masjid tertua Fes yang masih berdiri hingga kini adalah Masjid al-Qarawiyyin (didirikan 857, kemudian diperbesar),[24][96] Masjid al-Andalusiyyin (didirikan 859 atau 860),[97][98]:โ€Š7โ€Š dan Masjid Bou Jeloud (dari akhir abad ke-12),,[99] serta Masjid Qasbah en-Neouar (mungkin didirikan pada masa dinasti Muwahidun tetapi dibangun kembali kemudian).[4][10] Beberapa masjid berumur lebih tua lagi, dibangun di tahun-tahun awal kota ini, yaitu Masjid Asy-Syurafa ("Masjid para Syarif") dan Masjid Al-Anwar ("masjid cahaya", disebut juga Masjid Al-Asyaikh, "Masjid para syekh"), tetapi kedua mesjid ini sudah beralih fungsi. Masjid Asy-Syurafa menjadi tempat pemakaman Idris II dan kini diubah menjadi kompleks Zawiyah Maulay Idris II, sedangkan Masjid al-Anwar hanya tersisa sebagai sebuah bangunan peninggalan kecil.[10]:โ€Š33โ€Š

Di antara masjid bersejarah dari masa dinasti Mariniyun, yaitu saat Fes Jdid dibangun sebagai ibu kota Maroko, adalah Masjid Agung Fes el-Jdid (didirikan 1276), Masjid Abu al-Hasan (didirikan 1341),[100] Masjid Asy-Syirabliyyin (atau Chrablyine; didirikan 1342),[101] dan Masjid al-Hamra dari masa yang sama.[102]:โ€Š92โ€Š Masjid Bab al-Gisa (atau Bab Guissa) didirikan pada masa Sultan Abu al-Hasan (1331-1351), tetapi telah mengalami perubahan pada kurun kemudian.[32] Beberapa masjid besar lain berasal dari masa dinasti Alawiyun yang lebih baru, misalnya Masjid Maulay Abdallah didirikan sekitar awal atau pertengahan abad ke-18 di tempat makam Maulay Abdallah,[31]:โ€Š391โ€Š dan Masjid R'cif yang didirikan pada masa Maulay Sulaiman (1793-1822).[103] Zawiyah Maulay Idris II dan Zawiyah Sidi Ahmad at-Tijani juga memiliki masjid didalamnya, demikian juga beberapa zawiyah lain di kota ini.[4]:โ€Š118โ€“131โ€Š[10][104]:โ€Š132โ€“133โ€Š Kawasan Vile Nouvelle memiliki banyak masjid dari era modern, termasuk Masjid Imam Malik yang dibuka pada 1994.[105][106][107]

Tempat ibadah lain

sunting

Di distrik Yahudi Fes (Mellah) terdapat Sinagog Al-Fassiyin ("Sinagog Orang-Orang Fes") dan Sinagog Ibnu Danan, serta beberapa sinagog lain yang tidak begitu dikenal, tetapi semua situs ini tidak lagi berstatus tempat ibadah aktif..[37][108] Menurut Kongres Yahudi Dunia hanya ada 150 orang Yahudi Maroko yang tinggal di Fes.[109] Gereja Santo Fransiskus dari Assisi adalah satu-satunya gereja Katolik di Fes, didirikan pada tahun 1919 atau 1920 pada masa penjajahan Prancis. Bangunan yang berdiri saat ini berasal dari pembangunan ulang pada 1928 dan perluasan pada 1933. Gereja ini adalah bagian dari Keuskupan Agung Rabat dan telah dipugar pada 2005.[110][111][112]

Madrasah

sunting

Madrasah al-Qarawiyyin (kini universitas) didirikan oleh Fatimah al-Fihri pada tahun 857, awalnya sebagai masjid.[16]:โ€Š9โ€Š[113]:โ€Š40โ€Š Menurut UNESCO dan Guinness World Records, Al-Qarawiyyin adalah lembaga pendidikan tertua yang memberikan ijazah gelar dan terus aktif tanpa putus hingga saat ini..[66][114] Kemudian, dinasti Mariniyun sangat aktif dalam pembangunan madrasah sesuai Mazhab Maliki, sehingga lembaga-lembaga pendidikan dan agama di kota ini mencapai kemajuan besar. Madrasah pertama yang didirikan pada masa Mariniyun adalah Madrasah Ash-Shaffarin ("Sekolah Para Tukang Logam") di Fes el-Bali oleh Sultan Abu Yusuf pada 1271.[33]:โ€Š312โ€Š

Referensi

sunting
  1. ^ "Fez, Kingdom of Morocco", Lat34North.com & Yahoo! Weather, 2009, webpages: L34-Fes Diarsipkan 2018-08-30 di Wayback Machine. and Yahoo-Fes-stats.
  2. ^ a b Morocco 2014 Census
  3. ^ UNESCO World Heritage Centre. "Medina of Fez โ€“ UNESCO World Heritage Centre". Whc.unesco.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-09-19. Diakses tanggal 2017-09-20.
  4. ^ a b c d e f g Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :2
  5. ^ a b Bressolette, Henri (2016). "Fondation de Fรจs El Bali par Idriss Ier et Idriss II". A la dรฉcouverte de Fรจs. L'Harmattan. ISBNย 978-2343090221. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-04-17.
  6. ^ Dumper, Michael R. T.; Stanley, Bruce E., ed. (2007). Cities of the Middle East and North Africa: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO. hlm.ย 151. ISBNย 978-1-57607-919-5. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-16. Diakses tanggal 2022-04-17.
  7. ^ Bigon, Liora (2016-06-06). Place Names in Africa: Colonial Urban Legacies, Entangled Histories (dalam bahasa Inggris). Springer. hlm.ย 83. ISBNย 9783319324852.
  8. ^ "An architectural Investigation of Marinid and Watasid Fes" (PDF). Etheses.whiterose.ac.uk. hlm.ย 19. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 November 2018. Diakses tanggal 22 August 2018.
  9. ^ a b c d e f g "Fes". Encyclopรฆdia Britannica. 2007. Britannica Concise Encyclopedia. 3 Mar. 2007
  10. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p q r s t u v w x y z aa ab ac ad ae af Le Tourneau, Roger (1949). Fรจs avant le protectorat: รฉtude รฉconomique et sociale d'une ville de l'occident musulman. Casablanca: Sociรฉtรฉ Marocaine de Librairie et d'ร‰dition.
  11. ^ a b c d e f g h i j Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :01
  12. ^ a b c d e f Rivet, Daniel (2012). Histoire du Maroc: de Moulay Idrรฎs ร  Mohammed VI. Fayard.
  13. ^ The Places Where Men Pray Together, hlm. 463, pada Google Books p. 55
  14. ^ a b c d e f g Abun-Nasr, Jamil M.; Abun-Nasr, Abun-Nasr, Jamil Mirสปi (1987). A History of the Maghrib in the Islamic Period (dalam bahasa Inggris). Cambridge University Press. ISBNย 9780521337670. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2020-10-17. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  15. ^ a b Eustache, D. (2012). "Idrฤซsids". Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. (ed.). Encyclopaedia of Islam, Second Edition. Brill.
  16. ^ a b Terrasse, Henri (1942). La mosquรฉe des Andalous ร  Fรจs. Paris: Les ร‰ditions d'art et d'histoire.
  17. ^ a b c Abun-Nasr, Jamil (1987). A history of the Maghrib in the Islamic period. Cambridge: Cambridge University Press. ISBNย 0521337674. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-04-30.
  18. ^ a b c d e f Le Tourneau, Roger; Terrasse, Henri (2012). "Fฤs". Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. (ed.). Encyclopaedia of Islam, Second Edition. Brill.
  19. ^ a b c Madani, Tariq (1999). "Le rรฉseau hydraulique de la ville de Fรจs". Archรฉologie islamique. 8โ€“9: 119โ€“142.
  20. ^ a b c d e f Marcos Cobaleda, Maria; Villalba Sola, Dolores (2018). "Transformations in medieval Fez: Almoravid hydraulic system and changes in the Almohad walls". The Journal of North African Studies. 23 (4): 591โ€“623. doi:10.1080/13629387.2017.1371596. S2CIDย 219625871.
  21. ^ Gaillard, Henri (1905). Une ville de l'Islam: Fรจs. Paris: J. Andrรฉ. hlm.ย 32.
  22. ^ "La magnifique rรฉnovation des 27 monuments de Fรจs โ€“ Conseil Rรฉgional du Tourisme (CRT) de Fรจs" (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-27. Diakses tanggal 2020-03-31.
  23. ^ a b c d Gaillard, Henri (1905). Une ville de l'Islam: Fรจs. Paris: J. Andrรฉ.
  24. ^ a b c Terrasse, Henri (1968). La Mosquรฉe al-Qaraouiyin ร  Fรจs; avec une รฉtude de Gaston Deverdun sur les inscriptions historiques de la mosquรฉe. Paris: Librairie C. Klincksieck.
  25. ^ The Almoravids and the Meanings of Jihad, hlm. 43, pada Google Books (p.51)
  26. ^ a b c d e f Mรฉtalsi, Mohamed (2003). Fรจs: La ville essentielle. Paris: ACR ร‰dition Internationale. ISBNย 978-2867701528.
  27. ^ Morocco 2009, hlm. 252, pada Google Books (p.252)
  28. ^ Roudh el-Kartas: Histoire des souverains du Maghreb, hlm. 459, pada Google Books
  29. ^ a b Rguig, Hicham (2014). "Quand Fรจs inventait le Mellah". Dalam Lintz, Yannick; Dรฉlรฉry, Claire; Tuil Leonetti, Bulle (ed.). Maroc mรฉdiรฉval: Un empire de l'Afrique ร  l'Espagne. Paris: Louvre รฉditions. hlm.ย 452โ€“454. ISBNย 9782350314907.
  30. ^ Encyclopedia of Islam, hlm. 896, pada Google Books (p. 605)
  31. ^ a b Marรงais, Georges (1954). L'architecture musulmane d'Occident. Paris: Arts et mรฉtiers graphiques.
  32. ^ a b c d Touri, Abdelaziz; Benaboud, Mhammad; Boujibar El-Khatib, Naรฏma; Lakhdar, Kamal; Mezzine, Mohamed (2010). Le Maroc andalouย : ร  la dรฉcouverte d'un art de vivre (Edisi 2). Ministรจre des Affaires Culturelles du Royaume du Maroc & Museum With No Frontiers. ISBNย 978-3902782311.
  33. ^ a b Kubisch, Natascha (2011). "Maghreb - Architecture" in Hattstein, Markus and Delius, Peter (eds.) Islam: Art and Architecture. h.f.ullmann.
  34. ^ O'Meara, Simon M. (2004). An architectural Investigation of Marinid and Wattasid Fes Medina (674-961/1276-1554), in Terms of Gender, Legend, and Law (PDF). University of Leeds. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2018-11-02. Diakses tanggal 2012-02-25.
  35. ^ a b Garcรญa-Arenal, Mercedes (1987). "Les Bildiyyฤซn de Fรจs, un groupe de nรฉo-musulmans d'origine juive". Studia Islamica. 66 (66): 113โ€“143. doi:10.2307/1595913. JSTORย 1595913.
  36. ^ Zafrani, H. "Mallฤแธฅ". Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. (ed.). Encyclopaedia of Islam, Second Edition. Brill.
  37. ^ a b Gilson Miller, Susan; Petruccioli, Attilio; Bertagnin, Mauro (2001). "Inscribing Minority Space in the Islamic City: The Jewish Quarter of Fez (1438-1912)". Journal of the Society of Architectural Historians. 60 (3): 310โ€“327. doi:10.2307/991758. JSTORย 991758.
  38. ^ Ben-Layashi, Samir; Maddy-Weitzman, Bruce (2018). "Myth, History, and Realpolitik: Morocco and its Jewish Community". Dalam Abramson, Glenda (ed.). Sites of Jewish Memory: Jews in and From Islamic Lands. Routledge. ISBNย 9781317751601. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-02-13.
  39. ^ Chetrit, Joseph (2014). "Juifs du Maroc et Juifs d'Espagne: deux destins imbriquรฉs". Dalam Lintz, Yannick; Dรฉlรฉry, Claire; Tuil Leonetti, Bulle (ed.). Maroc mรฉdiรฉval: Un empire de l'Afrique ร  l'Espagne. Paris: Louvre รฉditions. hlm.ย 309โ€“311. ISBNย 9782350314907.
  40. ^ Bosworth, Clifford Edmund (2004). "The Waแนญแนญฤsids". The New Islamic Dynasties: A Chronological and Genealogical Manual. Edinburgh University Press. ISBNย 9780748696482. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-04-18.
  41. ^ O'Meara, Simon (2013). "Fez". Dalam Fleet, Kate; Krรคmer, Gudrun; Matringe, Denis; Nawas, John; Rowson, Everett (ed.). Encyclopaedia of Islam, Three. Brill. ISBNย 9789004252677. ISSNย 1873-9830.
  42. ^ a b Vรฉronne, Chantal de la (2012). "Saสฟdids". Dalam Bearman, P.; Bianquis, Th.; Bosworth, C.E.; van Donzel, E.; Heinrichs, W.P. (ed.). Encyclopaedia of Islam, Second Edition. Brill.
  43. ^ Salmon, Xavier (2016). Marrakech: Splendeurs saadiennes: 1550-1650. Paris: LienArt. ISBNย 9782359061826.
  44. ^ Bosworth, Clifford Edmund (2004). "The Sa'did Sharifs". The New Islamic Dynasties: A Chronological and Genealogical Manual. Edinburgh University Press. ISBNย 9780748696482. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-04-18.
  45. ^ a b Gottreich, Emily (2020). Jewish Moroccoย : a history from pre-Islamic to postcolonial times. London. ISBNย 978-1-83860-361-8. OCLCย 1139892409. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-04-18. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link)
  46. ^ a b c Bressolette, Henri; Delaroziere, Jean (1983). "Fรจs-Jdid de sa fondation en 1276 au milieu du XXe siรจcle" (PDF). Hespรฉris-Tamuda: 245โ€“318. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2021-09-29. Diakses tanggal 2022-04-24.
  47. ^ Brigaglia, Andrea (2013โ€“2014). "Sufi Revival and Islamic Literacy: Tijaniyya Writings in Twentieth-Century Nigeria". Annual Review of Islam in Africa (dalam bahasa Inggris). 12 (1). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2019-11-18.
  48. ^ a b c d Miller, Susan Gilson. (2013). A history of modern Morocco. New York: Cambridge University Press. ISBNย 978-1-139-62469-5. OCLCย 855022840. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-30. Diakses tanggal 2022-04-25.
  49. ^ "ุงู„ูƒุชุงู†ูŠุŒ ุซู…ู† ุงู„ุจูŠุนุฉ ุงู„ู…ุดุฑูˆุทุฉ". ุฒู…ุงู† (dalam bahasa Arab). 2017-06-12. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-04-10. Diakses tanggal 2020-06-25.
  50. ^ Gershovich, Moshe (2000). "Pre-Colonial Morocco: Demise of the Old Mazhkan". French Military Rule in Morocco: colonialism and its consequences. Routledge. ISBNย 0-7146-4949-X. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-03. Diakses tanggal 2021-01-10.
  51. ^ H. Z(J. W.) Hirschberg (1981). A history of the Jews in North Africa: From the Ottoman conquests to the present time, edited by Eliezer Bashan and Robert Attal. BRILL. hlm.ย 318. ISBNย 90-04-06295-5. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-01-14. Diakses tanggal 2022-04-25.
  52. ^ Pennell, C.R. (2003). Morocco: From Empire to Independence. Oneworld Publications. ISBNย 9781851686346.
  53. ^ Thรฉliol, Mylรจne (2014-01-30). "Amรฉnagement et prรฉservation de la mรฉdina de Rabat entre 1912 et 1956". Les Cahiers d'EMAM (ร‰tudes sur le Monde Arabe et la Mรฉditerranรฉe) (dalam bahasa Prancis) (22): 47โ€“70. doi:10.4000/emam.548. ISSNย 1969-248X. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-28. Diakses tanggal 2022-04-25.
  54. ^ Rabinow, Paul (2014). French Modern: Norms and Forms of the Social Environment (dalam bahasa Inggris). University of Chicago Press. hlm.ย 296. ISBNย 978-0-226-22757-3. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-04-25.
  55. ^ a b Wagner, Lauren; Minca, Claudio (2014). "Rabat retrospective: Colonial heritage in a Moroccan urban laboratory". Urban Studies. 51 (14): 3011โ€“3025. doi:10.1177/0042098014524611. S2CIDย 145686603.
  56. ^ Holden, Stacy E. (2008). "The Legacy of French Colonialism: Preservation in Morocco's Fez Medina". APT Bulletin. 39 (4): 5โ€“11.
  57. ^ Jelidi, Charlotte (2012). Fรจs, la fabrication d'une ville nouvelle (1912-1956). ENS ร‰ditions.
  58. ^ Abu-Lughod, Janet (1975). "Moroccan Cities: Apartheid and the Serendipity of Conservation". Dalam Abu-Lughod, Ibrahim (ed.). African Themes: Northwestern University Studies in Honor of Gwendolen M. Carter. Northwestern University Press. hlm.ย 77โ€“111.
  59. ^ Abu-Lughod, Janet (1980). Rabat: Urban Apartheid in Morocco. Princeton University Press.
  60. ^ Aouchar, Amina (2005). Fรจs, Meknรจs. Flammarion. hlm.ย 192โ€“194.
  61. ^ a b c d Wyrtzen, Jonathan (2016). Making Morocco: Colonial Intervention and the Politics of Identity. Cornell University Press. ISBNย 9781501704246. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 September 2021. Diakses tanggal 7 October 2019.
  62. ^ Hart, David M. (1997). "The Berber Dahir of 1930 in colonial Morocco: then and now (1930-1996)". The Journal of North African Studies. 2 (2): 11โ€“33. doi:10.1080/13629389708718294.
  63. ^ a b c d Aouchar, Amina (2005). Fรจs, Meknรจs. Flammarion.
  64. ^ Istasse, Manon (2019). Living in a World Heritage Site: Ethnography of Houses and Daily Life in the Fez Medina. Palgrave Macmillan. ISBNย 978-3-030-17450-7.
  65. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :11
  66. ^ a b c Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :15
  67. ^ Reuters (1990-12-17). "33 Dead in 2-Day Riot in Morocco Fed by Frustration Over Economy (Published 1990)". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSNย 0362-4331. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-14. Diakses tanggal 2021-01-10.
  68. ^ "5 Die, 127 Hurt as Worst Riots in 7 Years Sweep Morocco City". Los Angeles Times. 1990-12-16. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-14. Diakses tanggal 2021-01-10.
  69. ^ Bidwell, Robin (1998). "Fez Riots (1990)". Dictionary Of Modern Arab History. Routledge. hlm.ย 146. ISBNย 9780710305053.
  70. ^ Hiel, Elizabeth (2009). "Fez". The Oxford Encyclopedia of the Islamic World. ISBNย 9780199861255.
  71. ^ "La magnifique rรฉnovation des 27 monuments de Fรจs โ€“ Conseil Rรฉgional du Tourisme (CRT) de Fรจs" (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-02-27. Diakses tanggal 2021-01-10.
  72. ^ "Facelift helps Morocco's Old City of Fez lure tourists |". AW (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-01-13. Diakses tanggal 2021-01-10.
  73. ^ "Revitalization of the Fez River: A Reclaimed Public Space | Smart Cities Dive". www.smartcitiesdive.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-09-16. Diakses tanggal 2020-03-31.
  74. ^ "Aziza Chaouni presents a 2014 TED Talk on her efforts to uncover the Fez River in Morocco". Daniels (dalam bahasa Inggris). 2014-03-20. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-06-27. Diakses tanggal 2020-03-31.
  75. ^ The Rough Guide to Morocco (Edisi 12th). Rough Guides. 2019. hlm.ย 158โ€“181.
  76. ^ Aouchar, Amina (2005). Fรจs, Meknรจs. Flammarion. hlm.ย 123.
  77. ^ "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-11-18. Diakses tanggal 2014-09-13. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  78. ^ [1][pranala nonaktif permanen]
  79. ^ a b "Voodoo Skies - Fes Monthly Temperature weather history". October 6, 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-10-06.
  80. ^ a b "Weather history for Fez, Figuig, Moroccoย : Fez average weather by month". Meoweather.com. Diarsipkan dari asli tanggal 5 June 2012. Diakses tanggal 20 July 2014.
  81. ^ "World Meteorological Organization Climate Normals for 1981โ€“2010". World Meteorological Organization. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-04-09. Diakses tanggal 10 November 2021.
  82. ^ "Fesโ€“Sais Climate Normals 1961โ€“1990". National Oceanic and Atmospheric Administration. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-11. Diakses tanggal 10 November 2021.
  83. ^ a b "Fes, Morocco - Climate data". Weather Atlas. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 2, 2017. Diakses tanggal March 2, 2017.
  84. ^ a b c d Hachimi, Atiqa (2012-05-23). "The urban and the urbane: Identities, language ideologies, and Arabic dialects in Morocco". Language in Society. 41 (3): 321โ€“341. doi:10.1017/s0047404512000279. ISSNย 0047-4045. S2CIDย 144607607. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-20. Diakses tanggal 2022-09-11.
  85. ^ Errihani, Mohammed (2016-07-28). "Language and social distinction: speaking Darija* with the right accent". The Journal of North African Studies. 21 (5): 741โ€“764. doi:10.1080/13629387.2016.1212706. ISSNย 1362-9387. S2CIDย 147855077.
  86. ^ "Languages in Morocco, Miscellaneous in Morocco". Expat (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-20. Diakses tanggal 2021-09-20.
  87. ^ "Moroccan Arabic - Darija | Qalam wa Lawh Center for Arabic Studies". Qalam Wa Lawh (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-21. Diakses tanggal 2021-09-20.
  88. ^ Abdulrazak, Fawzi (2015). Printing as an Agent of Change in Morocco, 1864โ€“1912. Palgrave Macmillan. doi:10.1057/9781137401625.0007. ISBNย 9781137401625. Diakses tanggal 2021-11-02.
  89. ^ "What language is spoken in Fez Morocco?". archinfos.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-01. Diakses tanggal 2021-09-20.
  90. ^ Le Tourneau, Roger; Paye, L. (1935). "La corporation des tanneurs et l'industrie de la tannerie ร  Fรจs". Hespรฉris. 21: 167โ€“240. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-09-16. Diakses tanggal 2020-09-21.
  91. ^ University, Africa EENI Global Business School &. "Business in Fez, Othman Benjelloun (Morocco)". Africa EENI Global Business School & University (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-09-30. Diakses tanggal 2020-09-21.
  92. ^ Berriane, Johara (2015). "Pilgrimage, Spiritual Tourism and the Shaping of Transnational 'Imagined Communities': the Case of the Tidjani Ziyara to Fez". International Journal of Religious Tourism and Pilgrimage. 3 (2). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-07-23. Diakses tanggal 2020-09-21.
  93. ^ "Fez-Meknes". Oxford Business Group (dalam bahasa Inggris). 2019-03-13. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-10-30. Diakses tanggal 2020-09-21.
  94. ^ "The 10 Best Royal Palace of Fez (Fes Dar el-Makhzen) Tours & Tickets 2021 | Viator". www.viator.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-20. Diakses tanggal 2021-10-20.
  95. ^ Centre, UNESCO World Heritage. "Morocco". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-17. Diakses tanggal 2021-09-29.
  96. ^ "Qantara - The al-Qarawฤซyฤซn Mosque". www.qantara-med.org. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-30. Diakses tanggal 2021-09-29.
  97. ^ "Jami' al-Andalusiyyin". Archnet. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-11. Diakses tanggal 2021-09-29.
  98. ^ Terrasse, Henri (1942). La mosquรฉe des Andalous ร  Fรจs (dalam bahasa Prancis). Paris: Les ร‰ditions d'art et d'histoire. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-11-01. Diakses tanggal 2023-02-13.
  99. ^ Terrasse, Henri (1964). "La mosquรฉe almohade de Bou Jeloud ร  Fรจs". Al-Andalus. 29 (2): 355โ€“363.
  100. ^ Abu al-Hassan Mosque Diarsipkan 2021-01-11 di Wayback Machine.. Retrieved January 22, 2018.
  101. ^ Fez. Archnet. Retrieved January 23, 2018.
  102. ^ Salmon, Xavier (2021). Fรจs mรฉrinide: Une capitale pour les arts, 1276-1465. Lienart. ISBNย 9782359063356.
  103. ^ El Mghari, Mina (2017). "Tendances architecturales de la mosquรฉe marocaine (XVIIรจme-XIXรจme siรจcles)". Hespรฉris-Tamuda. LII (3): 229โ€“254.
  104. ^ Mezzine, Mohamed. "Mulay Idris Mausoleum". Discover Islamic Art - Virtual Museum. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-19. Diakses tanggal 2021-09-29.
  105. ^ "Mosquรฉe Imam Malik". www.madein.city (dalam bahasa Prancis). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-27. Diakses tanggal 2021-02-12.
  106. ^ "La mosquรฉe Imam Malik, un joyau architectural au cล“ur de la capitale spirituelle". MapFes (dalam bahasa Prancis). 2021-04-21. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-20. Diakses tanggal 2021-10-20.
  107. ^ "Fรจs | Masjid Tunis". Archnet. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-02. Diakses tanggal 2021-02-12.
  108. ^ "Fez, Morocco Jewish History Tour". www.jewishvirtuallibrary.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-08-09. Diakses tanggal 2020-04-08.
  109. ^ Congress, World Jewish. "World Jewish Congress". World Jewish Congress. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2019-04-02. Diakses tanggal 2021-01-12.
  110. ^ Audurier Cros, Alix. "L'Eglise St Franรงois d'Assise, FES, Maroc" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2019-12-07.
  111. ^ "Diocรจse de Rabat". www.dioceserabat.org. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-07-11. Diakses tanggal 2021-01-12.
  112. ^ "ร‰glise de Saint Franรงois d'Assise". GCatholic. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-11. Diakses tanggal 2021-01-12.
  113. ^ Bloom, Jonathan M. (2020). Architecture of the Islamic West: North Africa and the Iberian Peninsula, 700-1800. Yale University Press.
  114. ^ "Oldest higher-learning institution, oldest university". Guinnessworldrecords.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 7 October 2014. Diakses tanggal 22 August 2018.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Fatimah al-Fihri

Universitas Al-Qarawiyyin (bahasa Arab: ุฌุงู…ุนุฉ ุงู„ู‚ุฑูˆูŠูŠู†) pada tahun 1963 di Fez, Maroko. . Universitas itu dikenal sebagai universitas tertua di dunia. Fatimah

Maroko Spanyol

yang berada di bawah kekuasaan kolonial Kekaisaran Spanyol melalui Traktat Fez tahun 1912. Kekuasaan Spanyol di Maroko berakhir pada tahun 1956, ketika

Maroko Prancis

deprecated ) adalah protektorat Prancis di Maroko, yang didirikan melalui Traktat Fez. Maroko Prancis berdiri dari tahun 1912 hingga pada tahun 1956 ketika Maroko

Abdelhafid dari Maroko

adiknya. Pada tanggal 30 Maret 1912, Abdelhafid menandatangani Traktat Fez, yang menjadikan Maroko sebagai protektorat Prancis. "Biography of Mulai

Zellige

Maroko dapat dilihat pada bangunan terkenal seperti Al - Masjid Qarawiyyin di Fez, Alhambra di Granada, Spanyol, Masjid Kordoba, Madrasah Ben Youssef di Marrakesh

Piala Negara-Negara Afrika 2025

2025ย (2025-12-27) 21:00 Stadion Fez, Fez Penonton: 25,544 Wasit: Boubou Traore (Mali) 30 Desember 2025ย (2025-12-30) 17:00 Stadion Fez, Fez Penonton: 11,545 Wasit:

Modar Alaoui

Modar Alaoui Lahir Fez, Morocco Namaย lain Modar JR Alaoui

Daftar Penguasa Maroko

as Sultan of Tafilalt, 2nd August 1664. Proclaimed as Sultan of Morocco, etc. at Fez, 22nd October 1664. Al-Rashid (1666โ€“1672) Muhammad I (1672) Al-Harrani