Gereja Bunda Maria
Gereja Bunda Maria, Paroki Foyer Berlier
bahasa Prancis: ร‰glise Notre-Dame, Foyer Berlier
Informasi umum
LokasiFoyer Berlier
NegaraNiger
DenominasiGereja Katolik Roma
Arsitektur
StatusGereja paroki
Status fungsionalAktif
Administrasi
ParokiFoyer Berlier
Keuskupan AgungNiamey
Klerus
Uskup AgungYang Mulia, Mgr. Djalwana Laurent Lompo

Gereja Bunda Maria (bahasa Prancis: ร‰glise Notre-Dame, Foyer Berlier) adalah sebuah gereja paroki Katolik yang terletak di Foyer Berlier, Niger. Gereja ini didedikasikan kepada Bunda Maria. Gereja ini berada di bawah naungan yurisdiksi gerejawi Keuskupan Agung Niamey yang kini dipimpin oleh Yang Mulia, Mgr. Djalwana Laurent Lompo.[1]

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Gayatri Wedotami

Angelicum, ia tinggal di asrama khusus yang dikelola The Lay Centre dan Foyer Unitas untuk para mahasiswa universitas kepausan yang datang dari non-religius

Selasar (ruangan)

Lobi (lobby), setapak atau tepas (foyer) adalah ruang teras di dekat pintu masuk bangunan (bioskop, gedung perkantoran, dan lainnya) yang biasanya dilengkapi

Fotosintesis

html Diarsipkan 2010-01-15 di Wayback Machine. [14 Mei 2010]. (Inggris) Foyer, Christine H. 1989. Photosynthesis. New York:Chapman and Hall. Hal. 4-9

Gustave Boulanger

nouvel Opรฉra de Paris: Peintures Dรฉcoratives (paintings by Boulanger for the Foyer de la Danse, plates 2-7 Diarsipkan 2021-06-10 di Wayback Machine.), Paris:

Gereja Santo Yohanes Paulus II, Rawalumbu

menyerupai sebuah rumah besar. Di depan segitiga putih tersebut, terdapat foyer persegi panjang dengan langgam hitam, menunjukkan ciri arsitektur modernis

Gereja Santa Maria Imakulata, Kalideres

Vincentius Pallotti, sang pelindung gereja ini, dan sebuah kanopi dengan foyer sebelum masuk ke dalam interior bangunan gereja. Terdapat pula sebuah kanopi

Gedung Kesenian Jakarta

peralatan tata cahaya, kamera (CCTV) di setiap ruangan, TV monitor, ruang foyer berukuran 5,80 x 24 meter, serta fasilitas outdoor berupa electric billboard

Royal Opera House

menghanguskan dan merusak gedung tersebut pada tahun 1808 dan 1857. Faรงade, foyer, dan auditorium masih seperti tahun 1858, tetapi hampir semua elemen lainnya