Gedalya (bahasa Ibrani: ื’ึฐึผื“ึทืœึฐื™ึธึผื”โ€Ž, G'dalyyรขh atau ื’ึฐึผื“ึทืœึฐื™ึธื”ื•ึผ G'dalyyรขhรป, artinya Yah telah menjadi agung; bahasa Inggris: Gedaliah)[1] adalah nama seorang laki-laki Israel yang diangkat oleh raja Babel, Nebukadnezar II, menjadi gubernur atas provinsi Yehuda, menurut catatan Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.[2] Provinsi ini dibentuk setelah jatuhnya Kerajaan Yehuda dan kehancuran Yerusalem, yang meliputi sebagian wilayah dari kerajaan tersebut. Ia didukung oleh sepasukan tentara Kasdim yang bermarkas di kota Mizpa daerah suku Benyamin.[3] Setelah mendengar pengangkatan tersebut, sejumlah orang-orang Yahudi yang mengungsi ke negara-negara tetangga, kembali ke Yehuda.[4]

Keluarga

sunting

Gedalya adalah putra Ahikam[5] (yang menyelamatkan nyawa nabi Yeremia)[6] dan cucu Safan (yang disebut namanya sehubungan penemuan gulungan pengajaran, yaitu oleh para ahli diidentifikasi sebagai bagian inti dari Kitab Ulangan).[7]

Pemerintahan dan kematian

sunting

Ia bekerja giat mendorong penduduk untuk menanami ladang dan kebun anggur, dan karenanya mencipatakan suasana damai. Banyak orang Yahudi yang mengungsi ke negara-negara sekitarnya ketika Babel menyerang, pulang ke kembali setelah mendengar berita kebangunan kembali komunitas tersebut. Mereka menemui Gedalya di Mizpa dan diterimanya dengan hangat.

Ismael, dan sepuluh orang yang bersama dia, membunuh Gedalya, bersama dengan banyak orang Yahudi yang mendampinginya dan banyak orang Babel yang ditinggalkan oleh raja Nebukadnezar untuk berjaga dengan Gedalya (Yeremia 41:2โ€“3). Orang-orang Yahudi yang masih tinggal, menjadi ketakutan atas pembalasan Nebukadnezar (karena pejabat yang diangkatnya dibunuh oleh orang Yahudi) dan melarikan diri ke Mesir.

Analisis tanggal dan tempat

sunting

Tanggal kematian Gedalya tidak ditulis jelas di Alkitab, tetapi diperkirakan terjadi pada tahun 582/581 SM, sekitar empat sampai lima tahun dan tiga bulan setelah kejatuhan Yerusalem dan kehancuran Bait Suci Pertama yang dibangun oleh raja Salomo pada tahun 586 SM. Menurut kronologi Thiele,[8] Gedalya dibunuh pada bulan ke-7 tahun 586 SM yang dimulai tanggal 7 Oktober tahun itu.[9]

Lokasi Mizpa ini masih diperdebatkan, karena kalau Mizpa ini adalah Tell en-Nasbeh sekarang, yang terletak di jalanan ke Sikhem, Ismael tidak akan lari ke Amon melalui kota Gibeon[10] yang terletak di sebelah barat makam Samuel (kota Neby Samwil) yang berhadapan dengan Yerusalem. Lagi pula, Yudas Makabe, ketika mempersiapkan peperangan melawan tentara Siria, mengumpulkan orang-orangnya "di Maspha, yang berhadapan dengan Yerusalem: karena di Maspha terdapat tempat sembahyang sampai saat itu di Israel".[11]

Puasa Gedalya

sunting

Untuk meratapi pembunuhan Gedalya, yang mengakibatkan Yehuda sama sekali kosong dari orang Yahudi dan penguasaan Yahudi serta kehancuran Bait Suci Pertama, orang-orang bijak Yahudi (Jewish Sages) menetapkan hari ke-3 bulan Tisyri sebagai hari "Puasa Gedalya". Meskipun dari catatan Alkitab, pembunuhan Gedalya terjadi pada hari ke-1 bulan Tisyri,[12] tetapi hari puasanya diperingati pada hari ke-3 agar tidak bersamaan dengan perayaan Tahun Baru Rosh Hashanah.

Gedalya bin Pasyhur

sunting

Tercatat pada masa hidup Yeremia disebutkan seorang pejabat tinggi raja Zedekia yang bernama: "Gedalya bin Pasyhur" dalam Kitab Yeremia sebagai berikut:

Tetapi Sefaca bin Matan, Gedalya bin Pasyhur, Yukhal bin Selemya dan Pasyhur bin Malkia mendengar perkataan yang tidak henti-henti diucapkan oleh Yeremia kepada segenap orang banyak itu:[13]

Perbuatannya, bersama ketiga sejawatnya, terhadap nabi Yeremia dicatat sebagai berikut:

Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.[14]

Pada tahun 2008, arkeolog Dr. Eilat Mazar, memimpin tim ekskavasi dari Hebrew University of Jerusalem, sedang melakukan penggalian di bagian utara "Kota Daud". Mereka sedang memperbesar tempat galian dan menyaring debu tanah dari lokasi ekskavasi di mana mereka menemukan "Meterai Yukhal" pada tahun 2005. Hanya beberapa meter dari tempat penemuan Meterai Yukhal, Dr. Mazar sedang membersihkan kotoran dan debu dari suatu kepingan tanah liat lain yang berusial 2600 tahun, ketika tulisan dari kepingan yang sudah agak bersih itu dapat dibaca dan ukiran dalam huruf Ibrani Kuno itu berbunyi โ€œle Gedalyahu ben Pashurโ€ โ€” โ€milik Gedalya bin Pasyhurโ€. Kepingan ini dikenal sebagai Meterai Gedalya. [15][16]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Strong nomor 1436". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-18. Diakses tanggal 2013-05-28.
  2. ^ 2 Rajaโ€“raja 25:22; Yeremia 40:5; Yeremia 52:16
  3. ^ 2 Rajaโ€“raja 25:22โ€“24; Yeremia 40:6โ€“8
  4. ^ Yeremia 40:11โ€“12
  5. ^ 2 Rajaโ€“raja 25:22
  6. ^ Yeremia 26:24
  7. ^ 2 Rajaโ€“raja 22:8โ€“10
  8. ^ Thiele, Edwin R., The Mysterious Numbers of the Hebrew Kings, (1st ed.; New York: Macmillan, 1951; 2d ed.; Grand Rapids: Eerdmans, 1965; 3rd ed.; Grand Rapids: Zondervan/Kregel, 1983). ISBN 0-8254-3825-X, 9780825438257
  9. ^ McFall 1991, no. 65.
  10. ^ Yeremia 41:10โ€“12
  11. ^ 1 Makabe 3:46, dikutip di ย Herbermann, Charles, ed. (1913). "Maspha"ย . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company. .
  12. ^ lihat Yeremia 41:1
  13. ^ Yeremia 38:1
  14. ^ Yeremia 38:6
  15. ^ Meterai para penangkap nabi Yeremia diketemukan Diarsipkan 2016-12-21 di Wayback Machine. - Archeology News Report
  16. ^ Musuh-musuh Yeremia Diarsipkan 2023-03-27 di Wayback Machine., memuat gambar meterai Yukhal dan Gedalya, yang memenjarakan nabi Yeremia

Pustaka

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Puasa Gedalya

Puasa Gedalya (bahasa Ibrani: ืฆื•ึนื ื’ึฐึผื“ึทืœึฐื™ึธึผื”code: he is deprecated โ€Ž Tzom Gedalya), adalah hari puasa dalam Agama Yahudi sejak terbitnya matahari hingga

Meterai Gedalya

Meterai Gedalya adalah suatu bekas stempel meterai pada kepingan tanah liat (disebut bulla) yang memuat nama "Gedalya bin Pasyhur", yaitu seorang tokoh

Gedalya bin Pasyhur

Gedalya bin Pasyhur, adalah seorang tokoh yang disebutkan dalam Kitab Yeremia dari Alkitab Ibrani, Tanakh Agama Yahudi dan Perjanjian Lama Kristen. Ia

Zedekia

yang berhasil selamat dari kehancuran Yerusalem. Nebukadnezar mengangkat Gedalya menjadi gubernur yang memerintah daerah itu. Menurut perhitungan waktu

Daftar nama tokoh dalam Alkitab

28:9) Nahum Imam Besar Hilkia bin Salum bin Zadok Zefanya bin Kusyi bin Gedalya bin Amarya bin Hizkia Yeremia bin Hilkia Barukh bin Neria Habakuk bin Bethtsohar

Daftar nama dalam Alkitab diawali huruf Y

terkenal ialah Yohanan anak Kareah. Dia tokoh Yahudi yg mendukung Gedalya sewaktu Gedalya diangkat menjadi gubernur Yehuda (2 Raj 25:23; Yer 40:8) sesudah

Baalis

Ba'alis) adalah nama raja Amon dalam Kitab Yeremia. Dia menghasut pembunuhan Gedalya, orang Yahudi yang ditunjuk oleh kekaisaran Babel menjadi gubernur Yerusalem

Yeremia

peristiwa takluknya Yerusalem dan Gedalya menjabat gubernur Mizpa, Yeremia belum menyatakan pesan apapun. Namun, setelah Gedalya mati, semua orang meminta nasihat