📑 Table of Contents
Infotaula de geografia políticaGedung Marba
bangunan bersejarah Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 6°58′6.8″S 110°25′40.4″E / 6.968556°S 110.427889°E / -6.968556; 110.427889 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaJawa Tengah
Kota di IndonesiaSemarang Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Informasi tambahan
Kode pos50137 Suntingan nilai di Wikidata


Gedung Marba adalah salah satu cagar budaya Indonesia yang terletak di Kota Lama Semarang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Gedung Marba telah ditetapkan sebagai salah satu cagar budaya Indonesia dengan nomor pendaftaran yaitu CB.1165. Penetapan Gedung Marba sebagai salah satu cagar budaya Indonesia secara hukum melalui Surat Keputusan Wali kota Semarang nomor 646/50/1992. Penerbitan surat keputusan ini pada tanggal 4 Febuari 1992.

Sejarah

sunting

Gedung ini dibangun pada pertengahan abad ke-19 Masehi. Gedung Marba mempunyai 2 lantai dengan dinding setebal rata-rata 20 sentimeter. Gedung Marba dibangun dan dimiliki oleh seorang saudagar kaya dari Yaman yang bernama Marta Badjunet. Nama gedung ini merupakan akronim dari nama pemiliknya. Fungsi gedung ini awalnya ada dua yaitu sebagai kantor urusan pelayaran dan toko dagang. Nama kantor pelayaran tersebut adalah Ekspedisi Muatan Kapal Laut. Sedangkan nama toko dagangnya adalah De Zeikel. Kepemilikan Gedung Marba diberikan kepada anak Marta sebagai ahli waris yang bernama Marzuki Bawazir.

Bangunan

sunting

Gedung Marba memakai dekorasi dengan ornamen khas Hindia Belanda. Bahan bangunan yang utama adalah batu bata, kayu, dan besi tuang. Bentuk simetri diterapkan pada setiap kolom dan jendela. Kolom ditata rapi mengikuti pola 1:2:3 dengan corak renaisans. Bagian jendela dibuat dengan perbandingan matematika yang memanfaatkan rasio emas.[1] Gedung Marba hanya menggunakan sedikit gaya arsitektur neoklasik. Sebagian kecil bagian gedung juga mulai memakai bahan bangunan modern seperti kaca.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ "Gedung Marba - Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya". cagarbudaya.kemdikbud.go.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-14. Diakses tanggal 14 Juli 2021.
  2. ^ Indraswara, M. Sahid (2011). "Kajian Konservasi Gedung Marba" (PDF). Modul. 11 (1): 54. ISSN 0853-2877. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2022-10-26. Diakses tanggal 2021-07-14.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Faradj Martak

Badjened. Beliau ini merintis perusahaan marba setelah hijrah dan menetap di Indonesia pada tahun 1940. Marba merupakan singkatan dari Martak Badjened

Jawa Tengah

hasil Pemilu 2024 yang dilantik pada 3 September 2024 di Aula Lantai IV Gedung Berlian, Semarang. Komposisi anggota DPRD Jawa Tengah periode 2024-2029

Grand Hotel de Djokja

Martak dan Ali Badjened, N.V. Marba, yang membeli N.V. Grand Hotel de Djokja, sebelum akhirnya dimenangkan oleh N.V. Marba dan dilepas ke Pemerintah Kota

Kota Lama Semarang

Sunda. Gedung Marba. Gedung H. Spiegel yang saat ini digunakan untuk bar dan bistro. Gedung bekas Van Drop, saat ini menjadi Dream Museum Zone Gedung Marabunta