| Waktu setempat | 22:00[1] |
|---|---|
| Magnitudo | 8.6–8.8 Mw[2] |
| Episentrum | 1°00′S 99°00′E / 1.0°S 99.0°E |
| Wilayah bencana | Sumatra, Perusahaan Hindia Timur Belanda |
| Intensitas maks. | MMI IX (Hebat) |
| Tsunami | Ya |
| Korban | Banyak sekali |

Gempa bumi Sumatra 1797 terjadi pada 7 Februari 1797, pukul 22.00 waktu setempat, merupakan gempa bumi pertama dari serangkaian gempa bumi besar yang terjadi pada bagian segmen Sumatra di Sesar Sunda megathrust. Gempa ini memicu gelombang tsunami yang menyebabkan kerusakan parah di Kota Padang. Kapal-kapal Inggris seberat 150–200 ton didorong hingga sejauh 1 km ke pedalaman Batang Arau.
Latar belakang
suntingPulau Sumatra terletak pada batas lempeng konvergen antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Konvergensi antar lempeng-lempeng ini sangat miring di dekat Sumatra. Secara historis, gempa bumi megathrust besar atau raksasa juga tercatat pernah terjadi pada tahun 1833, 1861, 2004, 2005 dan 2007, sebagian besar dari gempa-gempa ini memicu gelombang tsunami yang menghancurkan. Gempa bumi megathrust yang lebih kecil juga terjadi di celah kecil antara daerah yang bergeser saat terjadinya gempa besar, yaitu pada tahun 1935, 1984, 2000 dan 2002.[3]
Kerusakan
suntingGempa bumi ini menyebabkan runtuh atau rusaknya banyak rumah. Gelombang tsunami menghantam sebuah kapal Inggris bermuatan 150-200 ton yang ditambatkan di Batang Arau, dan menyapunya hingga sejauh 1 km ke pedalaman Kota Padang. Perahu-perahu kecil juga dihanyutkan hingga 1,8 km ke hulu sungai.[3] Di Air Manis, seluruh wilayahnya digenangi air dan mayat beberapa warga yang memanjat pohon untuk menghindari gelombang tsunami ditemukan keesokan harinya di cabang-cabang pohon. Hanya dua korban yang dilaporkan tewas di Kota Padang, tetapi jumlah korban yang tewas di Air Manis lebih banyak. Gelombang tsunami dilaporkan juga mencapai Kepulauan Batu.[3]
Karakteristik
suntingGempa bumi
suntingGetaran gempa di Padang berlangsung selama satu menit, laporan pada tahun 1845 dan 1847 mengatakan bahwa gempa ini adalah gempa terkuat yang tercatat dalam memori penduduk Padang, atau gempa terkuat selama empat puluh tahun.[3]
Tsunami
suntingTinggi gelombang tsunami di Padang dan desa Air Manis diperkirakan sekitar 5–10 m.[4] Catatan tsunami untuk peristiwa ini menyatakan bahwa tsunami mungkin disebabkan oleh longsor bawah laut yang dipicu oleh gempa bumi.[5]
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ "Entry for 1797 earthquake". The Significant Earthquake Database. National Centers for Environmental Information. Diakses tanggal 2018-03-22.
- ^ Philibosian, B.; Sieh, K.; Avouac, J.-P.; Natawidjaja, D.H.; Chian, H.-W.; Wu, C.-C.; Perfettini, H.; Shen, C.-C.; Daryono, M.R.; Suwargadi, B.W. (2014). "Rupture and variable coupling behavior of the Mentawai segment of the Sunda megathrust during the supercycle culmination of 1797 to 1833". Journal of Geophysical Research: Solid Earth. 119 (9): 7258–7287. Bibcode:2014JGRB..119.7258P. doi:10.1002/2014JB011200. hdl:10220/25579.
- ^ a b c d Natawidjaja, D. H. (2006). "Source parameters of the great Sumatran megathrust earthquakes of 1797 and 1833 inferred from coral microatolls" (PDF). Journal of Geophysical Research. 111 (B06403). Bibcode:2006JGRB..11106403N. doi:10.1029/2005JB004025. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2009-10-12. Diakses tanggal 2009-10-24. ;
- ^ Borrero, J.C. (December 26, 2006). "Tsunami inundation modeling for western Sumatra". Proceedings of the National Academy of Sciences. 103 (52): 19673–7. Bibcode:2006PNAS..10319673B. doi:10.1073/pnas.0604069103. PMC 1750885. PMID 17170141. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-01-22. Diakses tanggal 2012-10-07. ;
- ^ Permana, H. (2010). "Submarine mass movement and localized tsunami potentiality of Mentawai Basin, Sumatra, Indonesia" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-02-26. Diakses tanggal 2011-06-01. ;