Glenmore
Monumen mesin uap Ruston di PT Glenmore
Monumen mesin uap Ruston di PT Glenmore
Negaraย Indonesia
ProvinsiJawa Timur
KabupatenBanyuwangi
Pemerintahan
ย โ€ขย CamatEko Yuliyanto, S.STP., M.Si.
Populasi
ย (2024)
ย โ€ขย Total79.591 jiwa
Kode pos
68466
Kode Kemendagri35.10.10 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3510080 Suntingan nilai di Wikidata
Luas421,98 kmยฒ
Desa/kelurahan7
Peta
PetaKoordinat: 8ยฐ21โ€ฒ9โ€ณS 114ยฐ2โ€ฒ49โ€ณE๏ปฟ / ๏ปฟ8.35250ยฐS 114.04694ยฐE๏ปฟ / -8.35250; 114.04694

Glenmore (pelafalan dalam bahasa Indonesia: ['glen.mor]) adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Banyuwangi bagian barat. Glenmore berada di jalan nasional yang menghubungkan Banyuwangi Kota dan Genteng dengan Kabupaten Jember. Kecamatan ini terletak di lereng dan kaki Gunung Raung yang subur dan dikenal sebagai sentra perkebunan di Banyuwangi sejak zaman kolonial Belanda. Glenmore sendiri berasal dari nama salah satu perkebunan yang ada di kecamatan ini. Perkebunan Glenmore didirikan dan diberi nama oleh pengusaha asal Skotlandia. Beberapa komoditas perkebunan penting di kecamatan ini di antaranya tebu, karet, dan kakao.[1]

Glenmore memiliki pabrik gula besar bernama PT Industri Gula Glenmore (IGG) yang dikelola oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan merupakan satu-satunya pabrik gula di Banyuwangi.[2] Selain itu, Glenmore juga memiliki berbagai ikon pariwisata Banyuwangi barat seperti Air terjun Legomoro, Pemandian Umbul Bening, Beji Antaboga, dan pabrik coklat sekaligus wisata edukasi Doesoen Kakao. Beji Antaboga sendiri adalah mata air di kawasan hutan pinus lereng Raung, serta terdapat tempat peribadatan bagi enam agama sehingga menjadi simbol toleransi.[3][4]

Geografi

sunting
Peta lokasi Kecamatan Glenmore

Glenmore adalah kecamatan yang terletak di Banyuwangi barat. Bagian utara Glenmore dibatasi oleh Gunung Raung, sedangkan bagian selatannya terdapat Taman Nasional Meru Betiri dan kawasan hutan milik Perhutani. Sebagian besar wilayah Glenmore merupakan areal perkebunan dengan komoditas utamanya adalah tebu, karet, dan kakao. Beberapa perkebunan terkenal di Glenmore di antaranya Perkebunan Glenmore, Glen Nevis, Kendenglembu, Treblasala, Kalirejo, dan lain sebagainya. Di tengah perkebunan tersebut terdapat banyak perkampungan terpencil yang disebut Afdeling (Afd.) dan dihuni oleh pekerja perkebunan. Beberapa Afdeling di Glenmore diantaranya Afd. Muktisari, Sidomukti, Gentengan, Kaliputih, Sukobumi, dan lainnya.

Batas wilayah Kecamatan Glenmore adalah sebagai berikut:[5]

UtaraGunung Raung
TimurKecamatan Genteng, Kecamatan Sempu, dan Kecamatan Tegalsari
SelatanKecamatan Siliragung dan Kecamatan Pesanggaran
BaratKecamatan Kalibaru

Sejarah

sunting
Suasana Pasar di Glenmore dengan latar Gunung Raung (1927)

Pada zaman dahulu Glenmore dan wilayah sekitarnya masih berupa hutan belantara. Hal ini berubah ketika pemerintah kolonial membuat kebijakan baru di tahun 1900-an dengan menarik investor dari Eropa untuk membangun bisnis di Hindia Belanda. Pengusaha Eropa berdatangan dan membuka hutan untuk perkebunan baru. Salah satunya adalah Glenmore yang didirikan oleh pengusaha asal Skotlandia bernama Ros Taylor sekitar tahun 1910. Ros Taylor membuka lahan di kaki Gunung Raung seluas 163.800 hektar untuk ditanami kopi, kakao, dan karet. Kata Glenmore berasal dari Bahasa Gaelik Skotlandia yang berarti "Big Glen / Glen Besar". "Glen" adalah kata yang banyak dipakai sebagai nama tempat di Skotlandia dan bermakna lembah atau hamparan perbukitan.[6][1]

Glenmore bukanlah satu-satunya perkebunan zaman kolonial di kecamatan ini. Selain itu, juga terdapat Perkebunan Glen Nevis, Glen Faloch, dan Treblasala. Treblasala sendiri menurut penuturan masyarakat setempat merupakan kebalikan dari kata "Alas Albert" (hutan Albert).[6] Setelah dibukanya kawasan perkebunan, wilayah ini mengalami perkembangan yang cukup pesat. Pemerintah kolonial membangun infrastruktur baru seperti Stasiun Glenmore, kantor pos, hingga rumah sakit. Jejak-jejak masa kolonial di Glenmore masih ada hingga sekarang, salah satunya mesin ketel uap buatan Ruston Proctor & Co dari Inggris yang sekarang dijadikan monumen di depan PT Glenmore.[7][8] Peninggalan zaman kolonial lainnya adalah Rumah Sakit Bhakti Husada atau juga disebut Rumah Sakit Krikilan yang sebelumnya merupakan klinik perkebunan.

Wilayah Glenmore pernah dijadikan calon lokasi Bandar Udara Banyuwangi. Di tengah perkebunan, tepatnya di dekat Afdeling Sidomukti dan Muktisari atau berada di selatan pabrik gula, telah berdiri landasan pacu untuk pesawat capung penyemprot hama. Landasan ini dibangun sekitar tahun 1970-an pada masa Bupati Djoko Supaat Slamet. Landasan ini rencananya akan dikembangkan menjadi bandar udara baru. Namun pembangunan bandara tertunda hingga tahun 1999 pada era Bupati Samsul Hadi. Setelah dianalisis, ternyata lokasi Glenmore tidak aman untuk penerbangan. Sekarang, proyek bandar udara telah dipindah ke Kecamatan Blimbingsari.[9]

Galeri

sunting

Daftar desa dan dusun

sunting

Kecamatan Glenmore terdiri dari 7 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun. Di dalam dusun tersebut juga terdapat banyak kampung atau afdeling (Afd.) yang dihuni pekerja perkebunan. Desa dan dusun tersebut yakni sebagai berikut:

No.Nama DesaNama Dusun atau KampungRef
1BumiharjoBalerejo, Gumuk Capil, Sugihwaras, Wonoasih[5]
2KarangharjoKarangharjo, Gentengan, Jolondoro, Kaliputih, Kampung Anyar, Kampung Baru, Kendenglembu, Muktironggo, Muktisari, Panuwun Mukti, Pagergunung, Pegundangan, Rejosari, Sekarbaru, Semampir, Sidodadi, Sidomukti, Sukobumi, Sukorejo, Sumber Ayu, Sumberbening, Sumber Manis, Treblasala[5][10]
3[a]MargomulyoBesaran, Kampung Baru, Perkebunan Glenmore, Ramiyan, Sumbermanggis, Sumbermulyo[5]
4SepanjangSepanjang Kulon, Sepanjang Wetan, Madiunan, Sidoluhur, Sidomulyo[5]
5SumbergondoDarungan, Gunungsari, Kalisepanjang, Pinggiran, Plongan, Salamrejo[5]
6TegalharjoKrajan, Carangan, Coklak, Darungan, Gunung Krikil (Krikilan), Panggungrejo, Sidodadi, Sidomakmur[5]
7TulungrejoTulungrejo, Kalijambe, Kalikempit, Kalirejo, Kalisugih, Kalitelepak, Kampung Lima, Margo Sugih, Panggungrejo, Porolinggo, Purwojoyo, Salamrejo, Sumbergondo, Sumber Tempur, Sumber Urip, Tegalrami, Tegalrejo, Wadung Kamidin, Wadung Pal, Waringin[5][12]

Catatan

sunting
  1. ^ Margomulyo adalah pemekaran dari Desa Sepanjang pada tahun 1999.[11]

Transportasi

sunting
Stasiun Glenmore (2020)

Glenmore dilintasi jalan nasional strategis yang menghubungkan Banyuwangi Kota dan Genteng dengan Kabupaten Jember. Terdapat beberapa titik rawan kecelakaan di jalur ini salah satunya di Tikungan Glenfalloch yang menghubungkan Glenmore dengan Kalibaru di barat. Jalur penting lainnya di Glenmore adalah Jalan Lintas Selatan Jawa (JLS) yang direncanakan akan menghubungkan berbagai wilayah di selatan Jawa. JLS di Glenmore bersimpangan dengan jalan nasional di Desa Karangharjo. Jalan ini menembus kawasan perkebunan Kendenglembu dan Kalirejo serta sudah beraspal, tetapi hingga tahun 2025 belum sepenuhnya tersambung dengan JLS di Jember. Rute JLS penghubung Jember dengan Banyuwangi dirancang agar tidak merusak Taman Nasional Meru Betiri.[13]

Glenmore juga dilintasi jalur kereta api yang menghubungkan Jember dengan Banyuwangi. Beberapa infrastruktur kereta di kecamatan ini, di antaranya (dari timur ke barat): Stasiun Sumberwadung, Stasiun Kempit, Stasiun Glenmore, dan Stasiun Krikilan yang semuanya tergolong stasiun kelas kecil. Hanya dua stasiun yang masih beroperasi yaitu Stasiun Sumberwadung dan Glenmore, tetapi keduanya tidak melayani naik turun penumpang sejak tahun 2023. Pada bulan Juli hingga September tahun 2025, terjadi penutupan Jalur Gumitir di jalan nasional Jember-Banyuwangi. Sebagai gantinya, Stasiun Sumberwadung dan Glenmore melayani naik turun penumpang di kereta api Pandanwangi untuk sementara waktu selama jalan ditutup.[14]

Galeri

sunting

Tempat terkenal

sunting
Beji Antaboga
  • Pasar Glenmore
  • Stasiun Sumberwadung
  • Stasiun Glenmore - sekarang tidak melayani naik turun penumpang
  • Masjid Jami' Sabilul Muttaqin - juga sering disebut Masjid Kubah Emas Wadung Pal, letaknya di depan kantor desa Tulungrejo
  • PT Industri Gula Glenmore (IGG)

Pariwisata

sunting
  • RTH Karangharjo Glenmore
  • Pemandian Umbul Bening
  • Pemandian Umbul Puncak
  • Air terjun Legomoro
  • Beji Antaboga - petirtaan di tengah hutan pinus yang terdapat rumah ibadah untuk berbagai agama[3]
  • Doesoen Kakao - agrowisata di tengah perkebunan kakao PTPN XII
  • Candi Agung Gumuk Kancil

Institusi kesehatan

sunting
  • RSU Bhakti Husada Krikilan
  • Puskesmas Sepanjang
  • Puskesmas Tulungrejo
  • STIKES Rustida Krikilan

Referensi

sunting
  1. ^ a b Kholisul Fatikhin (2020-04-07). "Glenmore, Saksi Kunci Orang-orang Skotlandia Pernah Masuk ke Tanah Jawa". KEDIRIPEDIA.
  2. ^ Novi Husdinariyanto (2024-03-07). "Pabrik gula Glenmore target giling tebu satu juta ton". ANTARA JATIM.
  3. ^ a b Tari Pagusa (2023-11-08). "Antaboga Banyuwangi, Wisata Religi 6 Agama di Hutan Lereng Gunung Raung". DETIK JATIM.
  4. ^ PR Wire (2025-08-10). "Glenmore, Pesona Alam dan Sejarah di Banyuwangi Kini Lebih Mudah Dijangkau KA Pandanwangi". ANTARA.
  5. ^ a b c d e f g h Kabupaten Banyuwangi Dalam Angka 2025. BPS Kabupaten Jember. 2025-02-28.
  6. ^ a b Dody Wisnu Pribadi (2009-04-29). "Susur Selatan 2009: Glenmore dan Petani Gula Kelapa". KOMPAS.
  7. ^ Erwin Dariyanto (2020-03-12). "Sejarah Glenmore, Jejak Eropa yang Tersembunyi di Banyuwangi". DETIK TRAVEL.
  8. ^ Diananta P. Sumedi (2022-12-31). "Perkebunan Glenmore, Secuil Jejak Skotlandia di Ujung Timur Jawa". TEMPO.
  9. ^ Niklaas Andries (2024-02-18). "Sejarah Bandara Banyuwangi, Dari Glenmore Pindah ke Blimbingsari". RADAR BANYUWANGI.
  10. ^ Atiqotu Maulaya (2016). "DINAMIKA KEHIDUPAN PEKERJA PERKEBUNAN PEGUNDANGAN PTPN XII ABILING KALIREJO DESA KARANGHARJO KECAMATAN GLENMORE KABUPATEN BANYUWANGI". Repository Brawijaya Knowledge Garden (Skripsi). Malang: Universitas Brawijaya.
  11. ^ "Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Timur Nomor 12 Tahun 1999 tentang Pengesahan Pembentukan Desa Persiapan Margomulyo Sebagai Pemecahan Desa Sepanjang Kec. Glenmore Kab. Daerah Tingkat Ii Banyuwangi" (PDF).
  12. ^ Kelompok 310 KKN Universitas Jember Desa Tulungrejo (2024-07-20). "Eksplorasi Desa Tulungrejo Kecamatan Glenmore Banyuwangi untuk Menemukan Potensi dan Permasalahan Desa dalam Penyusunan Program Kerja KKN UMD 2024". KOMPASIANA. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  13. ^ Ali Sodiqin (2025-07-24). "19 Kilometer Lagi Tersambung, Jalur Lintas Selatan Banyuwangi-Jember Mangkrak 23 Tahun!". RADAR BANYUWANGI.
  14. ^ Mira Rachmalia (2025-08-20). "KA Pandanwangi Tambah 6 Pemberhentian, Glenmore Jadi Akses Wisata Baru". DETIK JATIM.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Stasiun Glenmore

Stasiun Glenmore (GLM) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Sepanjang, Glenmore, Banyuwangi; termasuk dalam Daerah Operasi IX Jember

Sepanjang, Glenmore, Banyuwangi

Sepanjang adalah sebuah nama desa di wilayah Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini terdiri dari 4 dusun, yaitu: Dusun

Tegalharjo, Glenmore, Banyuwangi

Tegalharjo adalah sebuah nama desa di wilayah Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini terdiri dari 4 dusun, yaitu: Dusun

Pia Warung Glenmore

Pia Warung Glenmore merupakan sebuah rumah makan, pusat oleh-oleh, sekaligus industri rumah tangga pembuatan pia yang terletak di Kota Glenmore, Banyuwangi

Karangharjo, Glenmore, Banyuwangi

Karangharjo adalah sebuah nama desa di wilayah Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini terdiri dari 8 dusun, yaitu: Dusun

Bumiharjo, Glenmore, Banyuwangi

Bumiharjo adalah sebuah nama desa di wilayah Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Desa ini terdiri dari 3 dusun, yaitu: Dusun

Tulungrejo, Glenmore, Banyuwangi

desa di wilayah Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Tulungrejo merupakan desa rintisan untuk kecamatan Glenmore. Desa ini dulunya

Sumbergondo, Glenmore, Banyuwangi

Sumbergondo adalah sebuah nama desa di wilayah Glenmore, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Sumbergondo tersusun atas dua kata yaitu