| Gunung Ungaran | |
|---|---|
Gunung Ungaran dilihat dari rest area Jalan Tol Trans-Jawa | |
| Titik tertinggi | |
| Ketinggian | 2.050 m (6.726 kaki)[1] |
| Masuk dalam daftar | Ribu |
| Koordinat | 7°11′S 110°20′E / 7.18°S 110.33°E |
| Geografi | |
| Geologi | |
| Usia batuan | Holosen |
| Jenis gunung | Stratovolcano |
Gunung Ungaran (Hanacaraka: ꦒꦸꦤꦸꦁꦈꦔꦫꦤ꧀) adalah gunung berapi stratovolcano yang sudah terkikis habis, terletak di selatan Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Tidak ada catatan sejarah tentang aktivitas gunung tersebut. Dua ladang fumarol aktif ditemukan di sisi selatan.
Ungaran terletak di sisi timur gunung berapi, sedangkan Ambarawa terletak di sisi selatannya. Bandungan dan sekitarnya, termasuk kompleks Candi Gedong Songo, merupakan objek wisata di gunung berapi tersebut. Danau Rawa Pening terletak di tenggara gunung berapi tersebut.
Fauna endemik termasuk Philautus jacobsoni, katak pohon yang tidak terlihat selama beberapa dekade.
Sejarah
suntingDimulai pada tanggal 26 Oktober 1945, serangan Magelang dan Ungaran menyapu lereng Gunung Ungaran. Selama 49 hari, militer Indonesia terus memukul mundur militer Belanda dan Britania Raya melalui lereng gunung hingga mereka tiba di Kota Semarang.
Mitos
suntingMenurut mitos masyarakat setempat, di lereng gunung di antara jajaran candi ini terdapat kawah berbau belerang yang merupakan makam Dasamuka. Konon Dasamuka yang suka mabuk dikubur di kawah ini oleh Hanoman. Hanoman sendiri kemudian berdiam di Gunung Telomoyo mengawasi Dasamuka jika sewaktu-waktu bangkit. Dasamuka bisa bangkit jika ia mencium bau minuman keras, hingga masyarakat setempat (dulu) tidak berani minum minuman keras di areal Candi Gedong Songo.
Penjelasan
suntingGunung Ungaran memiliki tiga puncak yaitu Gendol, Botak, dan Ungaran. Puncak tertingginya adalah Ungaran. Dari puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Kota Semarang dan Laut Jawa sedangkan jika membalikkan badan, akan terlihat jajaran (dari kiri ke kanan) Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, beserta Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Prahu.
Tidak ada catatan yang jelas mengenai aktivitas gunung ini. Namun, diperkirakan gunung ini pernah meletus pada zaman kerajaan dahulu, dengan letusan yang amat dahsyat sehingga menghancurkan dua pertiga bagian puncak dari semula sehingga yang dapat dilihat sekarang adalah hanya sepertiga bagian dari Gunung Ungaran berapi purba. Diperkirakan, gunung ini sedang mengalami masa tidur panjang dan sewaktu-waktu dapat aktif kembali.
Gunung Ungaran mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.
Di lerengnya terdapat situs arkeologi berupa Candi Gedongsongo (Bahasa Jawa: gedong = gedung, songo = sembilan). Terdapat pula beberapa air terjun (curug), di antaranya Curug Semirang dan Curug Lawe. Juga terdapat gua, yang terkenal dengan nama Gua Jepang. Gua ini terletak 200 meter sebelum puncak, tepatnya di sekitar daerah Kebun Teh Promasan.
Fauna dan flora endemik
suntingFlora dan fauna[2] asli endemik Gunung Ungaran, adalah:
Fauna
suntingBeberapa fauna (binatang) yang merupakan spesies asli gunung Ungaran di antaranya adalah:
- Burung elang jawa (Nisaetus bartelsi)
- Burung trulek jawa (Vanellus macropterus); tidak pernah ditemukan lagi.
- Kijang (Muntiacus muntjak)
- Babi hutan (Sus scrofa)
- Trenggiling (Manis javanica)
- Luwak (Paradoxurus hermaphroditus)
- Alap-alap capung (Microhierax fringillarius)
- Raja udang meninting (Alcedo meninting)
- Burung cucak kutilang (Pycnonotus aurigaster)
- Ayam hutan merah (Gallus gallus)
- Ayam hutan hijau (Gallus varius)
- Bondol jawa (Lonchura leucogastroides)
- Macan Tutul Jawa(Panthera Pardus Melas)
Flora
suntingBeberapa flora (tumbuhan) yang merupakan spesies asli gunung Ungaran di antaranya adalah:
- Jamuju (Dacrycarpus imbricatus)
- Sarangan (Castanopsis argentea)
- Waru gunung (Hibiscus macrophyllus)
- Kantil (Michelia alba)
- Bunga kantil (cempaka putih)
- Rengas (Gluta renghas)
- Cemplonan (Drymaria cordata)
Jalur pendakian
suntingJalur umum pendakian Gunung Ungaran yaitu:
- Jalur Basecamp Mawar
- Jalur Candi Gedong Songo
- Jalur Promasan (via Limbangan, Kendal)
- Jalur Parantunan Gintungan Bandungan
Jalur yang sering dilewati pendaki adalah Jalur Basecamp Mawar yang dapat dicapai melalui pondok wisata Umbul Sidomukti, Sidomukti, Bandungan.
Galeri
sunting-
Gunung Ungaran dilihat dari Rest Area KM.429 Ungaran diambil 10 September 2018 tampak ada awan berbentuk tornado
-
Puncak Gunung Ungaran
-
Punggung Gunung Ungaran
Lihat pula
suntingReferensi
sunting- ^ "Ungaran". Global Volcanism Program. Smithsonian Institution. Diarsipkan dari asli tanggal 2008-06-23. Diakses tanggal 2006-12-26.
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-09-11. Diakses tanggal 2014-02-13.
Pranala luar
sunting- (Indonesia) Candi Gedong Songo
- (Indonesia) Gunung Ungaran Diarsipkan 2009-03-19 di Wayback Machine.