Motif halilipan pada Busana Pengantin Banjar.

Motif ornamen Halilipan adalah suatu bentuk ornamen yang diambil dari wujud binatang serangga lipan (bahasa Banjar: halilipan). Motif ini mengandung filosofi sifat rendah hati sebagaimana serangga lipan yang selalu merayap di tempat rendah (lantai/tanah). Hiasan ornamen ini biasanya terdapat pada Busana Pengantin Banjar (sering disalah artikan sebagai motif naga). Halilipan juga merupakan hiasan janur yang dibentuk seperti serangga lipan yang biasanya dipasang menjuntai pada belakang sanggul pengantin Banjar atau penari-penari tarian Banjar.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Suku Banjar

Baju dan Mahkotanya dan Dayak Maanyan untuk Aksesoris Janur yang disebut Halilipan di belakang kepala. Tanjung Puri sendiri diperkirakan merupakan bagian

Rumah Baanjung

ini biasanya bermotif anak catur dengan kiri kanan bermotif paku alai, halilipan atau babalungan ayam. Kedua, tawing layar atau tampuk bubungan (penutup

Tari Banjar

sepasang kembang bogam ukuran kecil yang diletakkan pada mahkota dan halilipan, yaitu seuntai anyaman dari daun kelapa muda. Tarian ini diiringi seperangkat

Busana Pengantin Banjar

celana hingga lutut, yang kemudian dibungkus dengan kain tapih bermotif halilipan (motif serangga lipan). Busana wanita terdiri atas kemben sebagai penutup

Tari Baksa Kembang

ukuran kesil diletakkan pada mahkota, dan untaian kelapa muda bernama Halilipan. Penari juga menggunakan sepasang kembang kantil, melati dan kenanga.

Baayun Mulud

halung bini, papayungan, gagalangan, katupat burung, katupat bangsur, halilipan, kambang sarai. Beberapa ayunan juga akan ditambahkan hiasan dari wadai

Bahasa Kedayan

mengejutkan handayang handayang pelepah jajak jajak jejak/injak halilipan halilipan lipan bumbunan bumbunan ubun-ubun amun amun kalau asa asa rasa bakul

Suku Kedayan

mengejutkan handayang handayang pelepah jajak jajak jejak/injak halilipan halilipan lipan bumbunan bumbunan ubun-ubun amun amun kalau asa asa rasa bakul